Berkorban ataukah menjerumuskan diri?

Saya seorang karyawan swasta yang bekerja pada sebuah
perusahaan di Jakarta, sekarang saya ditempatkan sebagai staff gudang di
daerah Tangerang . Saya mengontrak sebuah rumah sederhana tidak terlalu jauh
dari tempat saya bekerja. Saya hidup berkecukupan bersama seorang istri yang
sederhana dan seorang putra kami yg berumur 7 tahun. Singkat cerita, kakak
laki-laki dari istri saya (ipar) mengalami masalah ekonomi berkepanjangan,
dan mengakibatkan kandasnya rumah tangga yang telah ia bina sekian lama dan
dikaruniai dua anak. Anak perempuan (12 tahun) dan anak laki-laki (6 tahun).
3 bulan lalu mereka tidak tau harus berbuat apalagi yang pada waktu itu
masih tinggal di Kalimantan, juga bersama mama dari istri saya (mertua).
Istri kakak ipar saya telah meninggalkan mereka sejak 1,5 tahun yang lalu.
Sejak itu mertua saya yang berumur 80 tahun terpaksa harus mengurus rumah
dan mengurus kedua cucunya, sementara kakak ipar saya harus bekerja yang
tidak karuan untuk mencari nafkah bagi mamanya dan kedua anaknya.
Kehidupan mereka semakin terpuruk, sampai saya pun merasa iba dan turut
merasa bersalah… Saya belum bisa membahagiakan mertua saya sama sekali,
karena saya pun hidup sangat pas-pasan. Sampai akhirnya dengan bermodalkan
tekad saja, saya nekad memboyong mertua saya dan dua keponakan saya ke
Jakarta 2 bulan yang lalu, dan tinggal bersama saya di kontrakan yang
sederhana… Saya percaya Tuhan pasti memberi saya jalan. Walau tidak banyak
yang bisa saya perbuat untuk mereka, saya hanya fokus meringankan beban
mertua saya saja. Dan ternyata istri saya bersedia mengasuh dua anak dari
kakaknya itu. Kami rela harus membagi jatah makan kami bertiga menjadi makan
ber-enam. Dan juga rumah kontrakan yang sempit menjadi lebih sempit lagi…
Namun saya tersadar, bukan hanya makan saja yang mereka butuhkan. Saya harus
merelakan uang tabungan saya yang hanya sedikit untuk mendaftarkan dua
keponakan saya agar dapat bersekolah. Karena pendidikanlah yang sangat
penting untuk mereka berdua. Saya benar benar mengupayakan segala cara untuk
bertahan hidup, dan mencari nafkah untuk mereka semua… Dan disaat saya
menuliskan kisah ini, saya benar benar kebingungan, saya merasa putus asa
walau saya sadar saya tidak boleh putus asa, karena jika bukan saya, lalu
siapa lagi? Jika saya harus mati saat ini, merekapun pasti ikut mati cepat
atau lambat… Entah saya bodoh atau apalah yang anda sebut tentang saya.
Sekarang saya sudah tidak tau lagi dengan apa yang saya lakukan… Entah ini
semua pengorbanan saya? atau malah saya yang telah menjerumuskan diri saya
sendiri?

Saya sangat membutuhkan masukan dan arahan pada saat ini. Namun saya tidak
tau harus bertanya pada siapa… Itulah alasan mengapa saya menulis kisah
ini, rasanya saya tidak tahan lagi dengan kondisi ini. Mungkin anda sekalian
yang membaca kisah saya ini mempunyai sekedar solusi baik, atau sedikit
nasihat bijak untuk membesarkan hati saya saat ini. Saya sangat berterima
kasih bila anda dapat mengirimkan ke no HP saya di 082110770766.

Oleh karena itu saya mohon doa dari saudara saudara sekalian, agar saya
dapat menemukan jalan keluar dari masalah saya, dan tidak semakin terpuruk
dalam masalah ekonomi. Juga saya minta doa untuk kakak ipar saya yang masih
berjuang sendiri di Kalimantan, agar dapat bekerja yang layak, dan mudah
mudahan suatu saat dia dapat menafkahi anak-anaknya kembali, yang kini harus
saya nafkahi… Apabila ada saudara yang ingin membantu secara finansial,
anda bisa salurkan ke BCA 5000441122 atau Mandiri 1200055777887. A/n
Agustinus S.A. Tetapi sebelum itu, alangkah baiknya anda memberi sedikit
identitas anda kepada saya, dengan harapan saya ingin membalas kebaikan anda
suatu hari nanti, itupun jika anda berkenan.

Atau mungkin Saudara sekalian ingin membuka usaha baru, dan butuh pengelola
yang sekiranya mampu menjalankan bisnis atau usaha anda, silahkan anda
tawarkan kepada saya. Apapun bentuknya bantuan dari saudara sekalian, saya
mengucapkan banyak terima kasih. Semoga saudara sekalian dimuliakan di mata
Tuhan… Amin.

Sodara sudah berbuat sesuatu yang baik bagi mertua dan anak2 kk ipar sodara, kenapa musti merasa sedih dan tertekan :slight_smile: Suatu perbuatan mulia yang dg ikhlas hati sejatinya pasti ada jalan keluar. Yg penting tulus, jangan dianggap beban :slight_smile:

Pandang saja pd Yesus, burung di udara saja DIA beri makan apalagi kita anak2NYA tdk akan berkekurangan, bunga di padang DIA dandani jd apalagi yang perlu kita cemaskan :slight_smile:

Apapun masalah manusia di bawah kolong langit ini asal dibawa di bawah kaki Yesus dalam doa pasti ada damai sejahtera :slight_smile:

Jbu :angel:

Terima kasih Bu atas nasehatnya… Saya tidak sedih dengan apa yang telah saya lakukan, tetapi saya merasa bersalah kepada istri saya dan anak saya atas keputusan saya. Harusnya mereka bisa saya ajak jalan jalan di hari minggu dengan sisa uang saya, tapi kini untuk makan sehari hari di tanggal tua pun saya harus berhutang, dan belum tau kapan saya bisa melunasinya jika ini terjadi setiap bulan. Saya merasa telah mengaktifkan ‘bom bunuh diri’ jika saya tak kunjung dapat penghasilan tambahan…

Kini saya sedang giat mencari pemasukan sampingan, kalau usaha pun saya tidak memiliki modal.
Jadi saya mohon doanya saja Bu…
Saya pasti akan selalu mengingat pesan ibu, karena memang bersama Yesus tak ada yang tak mungkin…

Sekali lagi saya ucapkan terima kasih. Jbu.

Ok, tetap semangat pak. Tuhan Yesus yang tolong bapak dan keluarga :slight_smile:

Apa Anda sudah mencoba mencari bantuan dari gereja? Mungkin ada sesama orang percaya yang memiliki lowongan pekerjaan atau usaha.

Salam

Sementara ini sudah saya bicarakan dengan teman teman gereja Pak, tetapi belum ada kabar yang baik.
Mohon doanya saja Pak…
Terima kasih atas perhatian nya, sukses untuk Bapak… Jbu

Saudara Lele, Percayakan masalahmu pada Tuhan. Tuhan tidak kurang akal untuk membantumu.

Saya bukan mau menggurui saudara, tapi memang jalan itulah yang terbaik. Jangan berharap pada manusia tapi berharaplah pada Tuhan saja.

Setiap orang dalam hidup mengalami krisis seperti yang saudara alami. Semua ini diijinkan terjadi untuk mendekatkan diri pada Tuhan saja.

Sayapun sering mengalami masalah2 kritis dan selama ini menurut pengalaman saya kalau saya mau berdoa puasa dan berharap pada Tuhan maka Tuhan buka jalan.

Apa sih susahnya bagi Tuhan memberkati kita? Dialah yang punya langit dan bumi. Kekayaannya tidak terukur dan kuasanya tidak terbatas.

Beberapa waktu lalu saya gunakan hampir semua tabungan untuk usaha kecil patungan dengan ipar saya. Lalu bisnis kecil2 saya tiba2 sepi turun drastis.

Jadi untuk bayar uang sekolah anak saya juga pas2an. Jadi saya doa puasa. Tuhan kasih hikmat luar biasa, dan kirim bantuannya.

  1. Ada orang tidak punya tempat tinggal padahal punya anak umur 5 tahun dan katanya harus tidur di taman.

Ini suami istri. Jadi minta tolong supaya boleh tinggal di motel tua saya. nanti dia bantu2 sebagai imbalan sedang makan dia dapat dari pemerintah.

Jadi saya bimbang juga ini kan membebani listrik dan air dll. Padahal saya juga sedang kantong kempes.

Lalu saya doa dan dalam hati kok bilang terima saja. Dan saya terima. Lalu karena bisnis sepi kerjaan sedikit suaminya saya suruh bener2in atau mencat kamar dll.

Lalu ada lagi orang tidak punya rumah. Dia bilang saya boleh tinggal disini bayar murah tapi saya bantuin memberesi halaman, merapikan pohon2 dihalaman dll. Ya boleh jugalah.

Jadi saya punya banyak tenaga sekarang. Merapikan property dan Tuhan beri hikmat untuk turunkan harga.

Dan hasilnya mulai saya bisa rasakan cadangan uang kembali sedikit naik. Waktu itu untuk bayar2 saya males saya tunda2 asal tidak telat. Biasanya saya bayar secepatnya, tagihan air biasanya saya bayar tiga kali lipat supaya kalau lupa tidak didenda dan saya tidak bolak balik ke kantor air yang lain otomatis di ambil dari bank.

Tapi waktu krisis itu paling saya bayar satu setengah kali dari jumlah tagihan. Jadi semua mepet.

Tagihan air untuk rumah saya dan buang sampah biasanya saya bayar dua kali takut lupa kena denda. karena maksimum hanya boleh bayar dua kali. Waktu itu hanya saya bayar sejumlah tagihan saja.

Tuhan mampu kok memberi kelonggaran pada kita asal kita jangan berharap pada manusia. Harap saja pada Tuhan.

Terima kasih atas masukan nya Pak Jackson. Saya menilai Bapak memiliki pengalaman lebih banyak dari saya, saya sangat menghargai masukan dari Bapak. Masukan Bapak membuat semangat saya bertambah… Dan saya yakin bahwa Tuhan pasti memberi cobaan tidak melebihi dari kemampuan saya. Kalau boleh jujur ini adalah cobaan pertama kalinya dalam hidup saya untuk masalah keuangan. Saya yang sehari harinya hanya bekerja dan bekerja saja, dan menerima gaji setiap bulan untuk pengeluaran, dan sedikit sisa yang bisa digunakan untuk sesekali melakukan hiburan untuk keluarga atau ditabung. Bagi saya itu sudah cukup…
Dari kondisi itu membuat saya larut dalam ketakutan besar, disaat saya mulai berhutang untuk menutupi pengeluaran, ketakutan itu semakin besar. Saya yang hampir putus asa, saya berdoa dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Saya benar benar takut masalah keuangan ini merembet sampai ke masalah pernikahan… Saya memohon kepada Tuhan agar memberikan kekuatan untuk istri saya, supaya dia tetap tabah menemani saya dalam kondisi kesusahan. Karena ini semua pun demi mamanya dan keponakan nya juga…
Itu alasan saya sangat amat menghargai masukan dari Anda, teman teman, dan keluarga. Saya justru senang jika Bapak bisa membuat saya lebih belajar lagi, dan belajar lebih lagi…
Saya berterima kasih banyak atas masukan Bapak. Itu cukup untuk menguatkan saya. Semoga Bapak diberkati, juga keluarga Bapak, dan usaha Bapak lancar kedepan nya… Untuk saat ini saya hanya dapat mendoakan Bapak, karena Bapak telah memberi masukan untuk saya… Sekali lagi terima kasih…

Terimakasih saudaraku buat responnya. Satu hal saya lupa ceritakan. Dulu pendeta di gereja dimana saya berbakti pernah bersaksi. dia dulu punya utang lalu dia ikut seminar tentang utang dimana Tuhan tidak mengijinkan orang kristen berhutang, banyak ayatnya cuma saya lupa.

Lalu dia yang juga seorang ahli jiwa praktek sebagai ahli jiwa setelah kontraknya jadi missionary habis sebelum dapat pelayanan ditempat lain.

Dia tanya pada penceramah itu , saya sudah terlanjur punya utang rumah gimana ya apa harus saya jual.

Penceramah itu bilang jangan, doa saja supaya Tuhan bantu lunasi cepat. Dan dia mulai jual mobil bagusnya ganti mobil tua, supaya utang cepat kebayar.

Ternyata setahun utang rumah itu lunas.

lalu anaknya yang bisnis kecil suatu hari harus bayar tagihan. Dia tidak mau utang tapi uang tidak ada. Lalu dia doa dan pada hari dimana dia harus bayar, kurang beberapa jam, karena jam 3 kalau tidak bayar dianggap telat. Ada langganannya telpon bahwa dia senang dengan barang yang diterimanya dan kalau mau ambil uang dia mau bayar sekarang juga, padahal seharusnya dia boleh bayar kalau tidak salah dua minggu setelah pengiriman barang.

Jadi di langsung ambil uang itu dan langsung bayar ke penagih dan dia masih punya sedikit sisa.

Waktu saya mau bayar uang sekolah anak saya itu juga bimbang karena boleh utang. Memang masih ada cukup uang untuk bayar sekolah tapi cadangan akan mepet dan menguatirkan karena entah kenapa setelah saya kirim uang untuk usaha kecil patungan itu kok bisnis saya yang sudah ada ini turun drastis, mungkin Tuhan mau mengajar saya.

Jadi ingat kesaksian pendeta saya, saya bayar saja uang sekolah tanpa harus utang.

Dan ternyata bisnis saya naik sedikit sehari setelah saya bayar uang sekolah itu.

Saya merasa ini pertolongan Tuhan bagi saya.

Sama sama Pak Jackson. maaf baru sempat membalas… karena saya hanya menggunakan komputer kantor, jadi harap maklum.
Sekarang semangat benar benar tinggi… dari beberapa gudang importir disekitar tempat saya bekerja, saya dapat kesempatan untuk bantu menjual barang barang import. Jadi saya berfikir ingin mulai berjualan barang barang tersebut secara online. Tapi masih dalam tahap belajar. Semoga Yesus selalu mendampingi saya dengan segala apa yang saya usahakan. Terima kasih banyak Pak Jackson mau berbagi pengalaman dengan saya… Jbu