Bersumpah di pengadilan Inggris tak lagi pakai Alkitab

Pengadilan Inggris menyatakan akan mempertimbangkan tidak lagi menggunakan Alkitab untuk mengambil sumpah terdakwa dan saksi saat persidangan.

Keputusan itu diambil karena pengadilan menilai pengambilan sumpah itu kerap tidak dianggap serius oleh para tertuduh dan saksi, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Ahad (6/10).

Sebaliknya, semua saksi dan tertuduh akan diminta berjanji untuk mengatakan yang sebenarnya tanpa penyebut nama Tuhan dan menerima mereka akan dipenjara jika terbukti berbohong.

Sumpah baru itu dianggap lebih adil bagi siapa pun dan lebih mudah dipahami.

“Saya makin sering melihat orang yang tidak serius ketika diambil sumpah. Sejumlah saksi bahkan menganggap bersumpah terhadap kitab suci itu perbuatan salah,” kata Ian Abraham, seorang hakim asal Kota Bristol.

Namun sejumlah kalangan menilai kaum ateis pun sebelumnya sudah bersumpah di persidangan bahwa mereka mengatakan yang sebenarnya tanpa tuntutan sumpah dari teks kitab suci. Mereka yang mengkritik keputusan itu menganggap aturan baru itu akan semakin menggerus keimanan kaum Nasrani di Inggris.

Usulan perubahan sumpah di pengadilan itu akan dibahas oleh sekitar 23 ribu hakim yang tergabung dalam Asosiasi Hakim pada 19 Oktober mendatang di Cardiff dan jika terpaksa harus dilakukan pemungutan suara maka rencana itu akan dibawa ke Kementerian Kehakiman.

(mdk/fas)

.͡▹​‎​​​ Smoga para tokoh hakim yang 23 ribu tersebut menemukan kata sepakat untuk apa yang terbaik bagi sistem peradilan di Inggris. Untuk sumpah itu sendiri adalah tergantung individunya itu sendiri. Jika individu bukan seorang yang tidak punya roh yang takut akan Tuhan, sumpah dianggap “angin lalu” saja. Smoga kita menghargai setiap apa yang kita perkatakan dan buka perkataan yang sia-sia tapi dari hati yang tulus ikhlas.


Disini saya sertakan informasi tambahan sekaitan sumpah yang dikupas dari sisi rohani, smoga bermanfaat :slight_smile:

Bolehkah orang Kristen bersumpah ketika menjadi saksi di pengadilan, tanpa melanggar perintah Kristus, “Janganlah sekali-kali bersumpah”?

Sumpah di muka pengadilan atau menjadi saksi dengan penegasan atau janji serius seakan-akan di hadapan Allah dan bahwa Anda akan mengatakan yang sebenarnya, tidak boleh dicampur baurkan dengan sumpah-sumpah lain. Sumpah untuk membalas dendam, diucapkan dengan nama Allah, adalah contoh dari permintaan serius yang disalahgunakan. Demikian juga, sumpah yang dilakukan dengan sembrono. Orang Ibrani kuno memiliki adat kebiasaan mengajukan permohonan kepada Allah atau kepada sesuatu yang sakral dengan memakai sumpah seperti itu untuk urusan pribadi maupun urusan perniagaan. Kebiasaan ,kristiani bersumpah di depan pengadilan didasarkan pada ;kebiasaan Yahudi; sumpah tersebut ditemukan dalam Kitab-kitab Injil untuk kejadian di pengadilan dan merupakan adaptasi sah dari cara Ibrani menempatkan tangan di atas Kitab Taurat. Ada sekte-sekte tertentu, termasuk Mennonite, Quakers dan Moravians, yang menerapkan secara harfiah perkataan Kristus, “Janganlah sekali-kali bersumpah” (Yoh. 5:34), karenanya menganggap semua sumpah sebagai tindakan melawan Firman Tuhan. Mengingat semua kenyataan itu, bersumpah di hadapan pengadilan, atau berjanji di hadapan Allah untuk mengatakan yang sebenarnya dan memberikan keadilan yang sebenarnya dalam perkara yang dipersengketakan, harus tetap merupakan keputusan hati nurani dari individu itu.

http://alkitab.sabda.org/article.php?no=729&type=12

Jika ya katakan ya dan jika tidak katakan tidak, di Indonesia, orang Kristen tidak perlu disumpah atau bersumpah, mereka mengucapkan ayat tersebut saja.

Sumpah memang tidak berpengaruh dijaman sekarang sebab akibat sumpah tidak terlihat sama sekali, sehingga orang meremehkan sumpah. Karena itu sumpah atas nama hukum kalau terbukti berdusta akan dihukum itu lebih baik.