Bertanya kepada Tuhan untuk segala sesuatu

Sebagai orang Kristen kita sering bertanya kepada Tuhan sebelum mengambil keputusan penting dalam hidup kita seperti pekerjaan, perjodohan, dan tempat tinggal. Namun ada yang selalu bertanya kepada Tuhan dalam hal2 sehari2, seperti memilih baju yang akan dipakai ke kantor atau menu sarapan pagi. Apakah memang harus demikian, sampai hal2 kecilpun bertanya dulu?

Contohnya real gak neh?

kita bertanya, lalu bagaimana tahu jawabanNya ?
dari hati kecil ke ?
semisal, kita beli baju… nak pilih warna biru atau merah, lepas tu tanya yg mana baik kepada Allah…
sesaat dia orang memikir2, ber instinct… lalu pilih la warna biru… sama aza tu bukan mendgear apa jawaban Allah dunk…

lagipon… yg dari hati nurani ataupon akal itu natural law… tu dah nature laaa… tuk dapat membezakan mana baik/jahat.

so, kita “seek His will” tu bermakna seperti perumpamaan “periuk dan pembuatnya”
ultimate nya ialah kita putting great effot tuk memohon agar will kita hanya menyatu kepada willNya sahaja, kitanya yg mati terhadap hukum dan dosa sehingga terserah Allah dah nak membentuk kita (periuk) jadi mcm mana pula laaa sebab telah menjadi satu sahaja iaitu: THE WILL OF GOD ALONE. (your will hanya nak menyatu dgn willNya)

mestinya tanyanya begini ni mas :

“Tuhan, apakah engkau menentukan aku BINASA ke neraka atau aku SELAMAT ke sorga ?”

GITU aja lebih baik . Kira kira Tuhan jawab apa, menurut deraya ?

tu patutla menjadi doa bagi khas “kalpinis reprobatist yg lawlessness aza”…
sebab mereka tu hakikatna enggak tahu apa terjadi besok,
tetapi pemahamannya bukanlah: “mereka yg mati bagi hukum dan dosa sehingga hukum dan dosa tak lagi menguasainya oleh kerna berkahwin dgn Kristus menjadi milikNya”
sebaliknya bagi pemahaman mereka: “hukum & dosa yg telah mati bagi mereka sehingga meski mereka tetap buat dosa sangka tak diperhitungkan agi dosa2nya sebab hukum telah mati sehingga mereka dapat masuk ruang maha kudus di syurga”
sambil deklarasi dirinya osas plus mengajarkan pada orang lain “tetap buat dosa tak mengapa…”

hasil daripada kesalahan mereka memahami ayat roma 7 bahawa paul mengata yg mati ialah kita bagi hukum & dosa:
Rm 7:4 Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah.

oleh itu kala hati nurani mengetuk, kesadaran lojik mendobrak, mereka teringat "oh iya yah, wa enggak tahu masa depan… bisa aza Allah* sebenarnya menentukan wa binasa atau mcm yudas* esau* dan firaun* walau sekarang wa mcm yudas…
maka mcm itu la doanya “Tuhan, janganlah menentukan aku BINASA ke neraka walau saat ini aku beriman SELAMAT ke sorga…”

allah*
esau*
firaun*
~~> (yg seturut konsep mereka sendiri - bukan Allah maha baik, atau hal2 berkaitan esau dan firaun seturut kita punya pengertian.)

;D

klo itu… ada pengalaman2 saya jalan sama Tuhan …
di sini : :coolsmiley:

pake soft*x yang tebal apa tipis aja saya tanya Tuhan :smiley:
krn Dia ngerti darah yg keluar sedikit /banyak hari ini…

hari ini mau lap mobil atau tidak ?
krn Tuhan tahu pas mobil dipake hujan /cerah :smiley:

pernah kejadian lagi ngelap mobil(tanpa tanya Tuhan ) , tiba2 Tuhan bilang : mobil ngga usah dilap
hari ini hujan … bener2 kejadian hari itu hujan deras …klo dilap kan sia2 itu kerjaan ngelap mobil

contoh simple spt ini bisa dilatih untuk menjalin hubungan dan komunikasi dg Tuhan

bahkan parkir aja saya komunikasi dg Tuhan … malah minta tolong Tuhan untuk beri 1 tempat untuk saya parkir :smiley:

dan…betul pasti ada 1 mobil yang di usir… buat saya tempati … :afro:

Seek d Truth menyatakan bahwa soal pilih memilih itu alamiah, tidak perlu bertanya2 pada Tuhan padahal mendengar hati kecil sendiri.

Kalau esther sepertinya sangat menekankan hubungan akrab dengan Tuhan. Memang, ada orang yang begitu peka dengan suara Tuhan, tetapi kadang ada yang memanipulasi suara hatinya sendiri sehingga dikatakan sebagai suara Tuhan. Bahkan ada yang mengatakan lebih suka mendengar suara Tuhan langsung daripada membaca Alkitab.

Mirip anak kecil yg tak pernah tumbuh dewasa :slight_smile:
sdh ada contohnya kok

@Deraya, pernah gak hati kecil anda selalu menegor anda sebelum makan dirumah atau direstaurant selalu berdoalah @Deraya : Tuhan, bolehkah makanan ini saya lalap ?

GBU.

Tidak

maklumlah … namanya murid Calvin.

tidak heran.

yup, dalem kes2 biasa seperti memilih baju, itu alamiah laa… berkaitan dgn free will.
adek sich enggak melarang kalau ada orang yg nak selalunya tanya kepadaNya, tapi semisal:

  • mengata “firman Tuhan menjawab begini2…” padahal “instict, kehendaknya sendiri, pemikiran sendiri, hati sendiri yg menjawab” == bukankah sama aza dgn menganggap dirinya sendiri sebagai Tuhan yg menjawab ?

Dalam kitab suci ada ayat tentang Tuhan mendengar, menjawab…
Dalam kitab suci juga ada ayat tentang bernubuat palsu dgn menggunakan nama Tuhan.

jadi kita mesti pandai2 menyikapi laa, jangan sampai berdosa kepadaNya

tapi bezakan dgn “doa tanpa putus” (mystic term) iah kk…
“doa tanpa putus” konteksnya seperti yg adek telah katakan: agar hanya satu will iaitu the will of God alone (will kita nak menyatu dgn will Dia)

HAHAHAHA…ya memang ada sebagian orang Kristen melakukan hal-hal seperti anda uraikan diatas tsb…lucu dan sedikit aneh menurut saya…
Tapi bagi saya , itu suatu sikap dan tindakan bagi umat kristen yang menerima pengajaran dari Gembalanya seperti itu…Jadi istilahnya guru kencing berdiri dan murid kencing berlari…???

Salam…

hahahaha, Yang begok muridnya, masak kencing berlari ? ya bagi lelaki berdirilah berkencing !

GBU.

yup…saya sedang belajar ke arah itu… menjalin keintiman dengan Tuhan bukan saja melalui pembacaan Alkitab , pujian penyembahan … ttp hari lepas hari saya berjuang untuk mencari apa yang berkenan di hatiNYA Tuhan …

untuk mendengar suara Tuhan ngga bisa lepas dr Alkitab… seharusnya makin banyak baca Firman krn itu yeng membersihkan hati nurani untuk menangkap apa yg dari Tuhan .

Firman Tuhan itu kudu jadi rhema bukan sekedar tulisan mati … dan hidup serta menghidupi apa yang jadi rhema …

Secara prinsip memang begitu,.
Adalah baik melibatkan-Nya dalam setiap mengambil keputusan.
Umat harus hidup bergantung sepenuhnya pada pencipta-Nya.
Ketika kita bergantung kepada-Nya, disitulah Dia bertahta atas hidup kita.
Tetapi Allah juga memberikan akal budi untuk kita, dan tidak salah jika kita menggunakannya. Yang menjadi salah adalah jika akal budi menggantikan fungsi Allah dimana hidup kita bergantung.

Allah membenci kemandirian manusia (kefasikkan). Karena kemandirian manusia berarti menyingkirkan Allah.
Ketika manusia hidup mandiri, manusia tidak lagi memerlukan Allah, itulah yang dinamakan fasik.

nah begitu baru betul …

tapi, bagaimana jika allah sendiri yang menolak kita semua yang ada di FK ??? bagaimana ???

Otoritas-Nya lah !!..

Tidak bisa dikatakan adil atau tidak, tapi Dia berhak untuk melakukannya…

nah petra9, bagaimana jika tuhan dah siap siap membuangmu ke neraka loh … ?

aduh kasihan petra9 ?

kalau allah telah siap siap untuk membuang petra9 ke neraka, apakah doa dan harapan petra9 untuk diselamatkan, bisa dikabulkan tuhan ?

silahkan dijawab

Ya tidak lah, semuanya dari kita kan sedang menuju ke sana - neraka.

Apa mas Bejo gak merasa sedang menuju ke neraka ?
Jadi gak perlu campur tangan Tuhan untuk menuju ke neraka.

Gak perlu Allah cape-cape membuang kita ke neraka, gak usah dibuang saja pasti masuk neraka dengan sendirinya…