Berteman dan Memilih Pasangan Hidup

Melihat tulisan rekan-rekan yang bergumul atau memberikan indikasi kesulitan dalam hal pasangan hidup… saya ingin membagikan tulisan saya beberapa tahun yang lalu… semoga menjadi berkat…

Pacaran adalah suatu masa persiapan menuju ke pernikahan. Definisi ini memuat waktu, proses dan tujuan dari pacaran. Dengan definisi tersebut maka jelas pacaran sesungguhnya bukanlah untuk ‘main-main’ atau memuaskan ego semata, namun memiliki tujuan yang mulia. Memilih teman hidup merupakan pilihan kedua terpenting dalam kehidupan manusia (cf MHB10), untuk itu setiap pribadi harus bertanggung jawab dalam mengambil keputusan memilih teman hidup.
Perjalanan hidup sepasang laki-laki dan perempuan merupakan sebuah misteri, demikian dikatakan oleh orang yang paling bijaksana dibumi ini (cf. Ams 30:18-19). Karena itu saya dapat katakan bahwa berpacaran merupakan sebuah seni. Seperti seni lukis yang memiliki beragam aliran, berbeda dalam cara memahami obyek lukisan, menyapukan kuas dan memberikan campuran warna, namun sesungguhnya memiliki aturan dasar yang sama. Demikian juga berpacaran, dalam mewarnainya tergantung yang menjalani, tetapi aturan dasarnya adalah sama, yang semuanya bersumber pada Firman Tuhan.

  1. Pergaulan Umum yang Sehat
    Manusia diciptakan oleh Allah bukan hanya sebagai makhluk individu tetapi juga makhluk sosial. Istilah sederhana dari sosial adalah lingkungan pergaulan. Setiap individu memiliki lingkungan pergaulannya masing-masing yang beragam. Yang perlu diperhatikan dalam pergaulan ini adalah sifatnya yang sehat, istilah kerennya kondusif. Lingkungan pergaulan yang kondusif memungkinkan seorang tumbuh menjadi dewasa dengan baik dan alamiah.
    Beberapa hal yang diharapkan dari pergaulan umum yang sehat ini adalah:
  • Konsep diri yang benar. Konsep diri yang benar hanya dapat diperoleh melalui pergumulan dengan Firman Allah (cf. Yak 1:23).
  • Pergaulan yang luas. Tidak membatasi diri sehingga mengenal semakin banyak orang untuk dapat mengasah diri menjadi berharga (cf. Ams 27:17).

Dengan memiliki konsep diri yang benar dan pergaulan yang luas diharapkan dapat memahami orang lain dengan bijaksana. Dari pemahaman terhadap orang lain ini, kita dapat membentuk suatu kriteria pasangan hidup yang kita rasa sesuai dengan diri kita. Kriteria tersebut menyangkut: kehidupan rohaninya, pemikirannya, karakternya, rencana masa depannya, dan sebagainya.

maksudnya apa ya ?

Maklumin ajah sis…Emang geto… :char11:

ada yang selalu oot dan menuduh orang selalu oot…

ini threat untuk share jadi kalo lukas mau share ya silakan…

nice post… GBU ^^

Wah ternyata di masa lampau saya pernah menulis ini… dan belum selesai lagi…

Dilanjutin ga ya?

lanjutin aja…gmana ceritanya?

lanjut om, banyak yang diem2 baca tapi gak komen tuh…

Oklah… aku akan coba cari masih ada di mana tulisan itu?

bro, sekalian dibahas, sebaiknya berapa lama masa pacaran utk dpt mengenal pasangan. Krn banyak yg masa pacarannya cepat, break-upnya jg cepat.

kebanyakan orang seperti itu anak muda yang baru puber. karna mereka menganggap bahwa pacaran tu hanya sekedar teman biasa. dan blom ada ikatan apa pun. jadi suatu hubungan tu gak heran klw tiba2 saja berakhir.

Setuuuuuujuuuuuuu

ach… setuju az neh. kasi masukan juga donk.
:slight_smile:

@ Juntak : Saya mah setuju nya sama mas satya… :smiley:
@ Tqla : Kamu memang dulu berapa lama pacarannya?? kok sampe bisa berkata demikian… ndak ada hubungan seperti itu ah menurut saya… :smiley:

harus nya direplay donk yang mana dikomentari. jadi bisa nyambung bro.

@ juntak : saya cewekkkkkkkkkkkkkkkkkkkk…

emang ada yang salah ya??
bro = nambro
:tongue:

Sedih hatiku… karena mereka yang berperan di threat ini senang OOT :’( :’( :’(

@ Satya : Iya dech ini saya lagi ga oot… Lingkungan yang buruk akan menyebabkan pergaulan yang buruk… jadi ga salah kalau kita relatif memilih teman dalam berteman, dan harus selektif memilih pasangan hidup…