bidadari - iblis - hantu - siluman - jin ?

oke… sekarang yg ringan2 deh … :char11:

pada asumsi bahwa :
[bidadari (malaikat) - iblis (satan) - hantu (stlh manusia mati) - siluman - jin] eksis

apakah bidadari/iblis mampu bersayap kalo dia mao ?
ataukah masing2 ada yg "default"nya bersayap ada juga yg tidak bersayap ?
So, yang defaultnya tidak bersayap tidak mampu utk mengadakan sayap …
yg defaultnya bersayap tidak mampu utk meniadakan sayapnya.

Kerub-kerub itu harus mengembangkan kedua sayapnya ke atas
Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap

apakah uler di taman Eden = siluman ?

mengapa sepertinya di pov Kekristenan tidak ada itu hantu (gentayangan stlh manusia mati) melainkan iblis menyamar jadi hantu ? Sementara (saya punya pendapat sendiri) di Alkitab ada hantu Samuel dan Yesus tidak komentar apa apa diketika murid2nya mengira mereka ngliat hantu-nya Yesus ?

(Yesaya 34:14)
apa itu satyr ?
lilith ?

siluman-kah ?
jin - kah ?

siapa yg menciptakan siluman/jin ? (satyr? / lilith?)
Allah ? ataukah iblis ?

Sekalipun kesemua makhluk tsb ada tercatat di Alkitab, silahkan di respond sesuka-suka hati dan sejauh-jauhnya yang bisa dikhayalkan and/or diketahui dari pengalaman pribadi :char11:

:slight_smile:
salam.

Ringan apanya?? Tulisan odading gak pernah ringan deh… ;D :cheesy: :char11:

pada asumsi bahwa : [bidadari (malaikat) - iblis (satan) - hantu (stlh manusia mati) - siluman - jin] eksis 1. apakah bidadari/iblis mampu bersayap kalo dia mao ? ataukah masing2 ada yg "default"nya bersayap ada juga yg tidak bersayap ? So, yang defaultnya tidak bersayap tidak mampu utk mengadakan sayap .... yg defaultnya bersayap tidak mampu utk meniadakan sayapnya.

Kerub-kerub itu harus mengembangkan kedua sayapnya ke atas
Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap

  1. apakah uler di taman Eden = siluman ?

  2. mengapa sepertinya di pov Kekristenan tidak ada itu hantu (gentayangan stlh manusia mati) melainkan iblis menyamar jadi hantu ? Sementara (saya punya pendapat sendiri) di Alkitab ada hantu Samuel dan Yesus tidak komentar apa apa diketika murid2nya mengira mereka ngliat hantu-nya Yesus ?

  3. (Yesaya 34:14)
    apa itu satyr ? lilith ? siluman-kah ? jin - kah ?

  4. siapa yg menciptakan siluman/jin ? (satyr? / lilith?)
    Allah ? ataukah iblis ?

Sekalipun kesemua makhluk tsb ada tercatat di Alkitab, silahkan di respond sesuka-suka hati dan sejauh-jauhnya yang bisa dikhayalkan and/or diketahui dari pengalaman pribadi :char11:

:slight_smile:
salam.

  1. Di Alkitab hanya tertulis mereka bersayap. Jadi saya gak mau nambah-nambahin
  2. Ular hanya binatang biasa. Hanya saja tingkat intelligencenya beda. Ular dan manusia bisa komunikasi wkt itu krn mrk masih 1 bahasa. Ular hanya diperalat Iblis utk menjatuhkan manusia.
  3. Karena sesudah mati, eternal destiny sso tsb ditentukan, langsung, bdk kish lazarus dan orang miskin. Kasus hantu Samuel, itu bukan hantu, tapi rohnya Samuel. Lagian si perempuan itu nenek sihir kok. Tapi pasti Allah yang mengijinkan Samuel bertemu. Utk yg Yesus, mungkin Dia mikir wajarlah, masih pov manusia.
  4. Aduh oda…yg kaya gini jangan diartiin literal dong… Misalnya liat aja Amos, TUHAN melepaskan api ke puri ini artinya Dia menghukum bangsa ini. Maksudnya Edom bakal jadi suram gitu…
  5. Jin = setan (Imamat 17:7, 2 Tawarikh 11:15, Yesaya 13:21). Yang menciptakan mereka (sebelum jadi setan) itu Allah. Tapi yg menciptakan mereka menjadi setan yaitu mereka sendiri.

Eksis menurut asumsi siapa?

1. apakah bidadari/iblis mampu bersayap kalo dia mao ? ataukah masing2 ada yg "default"nya bersayap ada juga yg tidak bersayap ? So, yang defaultnya tidak bersayap tidak mampu utk mengadakan sayap .... yg defaultnya bersayap tidak mampu utk meniadakan sayapnya.

Kerub-kerub itu harus mengembangkan kedua sayapnya ke atas
Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap

Bukankah malaikat, kerub. mahluk roh?
Kalau mahluk roh, apakah perlu sayap untuk terbang?
Bukankah sayap tidak berguna untuk ruang hampa udara? Nah lhoooo…

2. apakah uler di taman Eden = siluman ?

Tidak disebutkan bahwa itu adalah siluman (siluman itu apaan sih?)

3. mengapa sepertinya di pov Kekristenan tidak ada itu hantu (gentayangan stlh manusia mati) melainkan iblis menyamar jadi hantu ? Sementara (saya punya pendapat sendiri) di Alkitab ada hantu Samuel dan Yesus tidak komentar apa apa diketika murid2nya mengira mereka ngliat hantu-nya Yesus ?

Tidak ada bukti keberadaan hantu, karena setelah manusia mati tubuhnya membusuk, yang tertinggal hanya ‘roh’ nya. Apakah kemudian mata manusia bisa melihat roh ?

4. (Yesaya 34:14) apa itu satyr ? lilith ?

siluman-kah ?
jin - kah ?

Pada saat Yesaya mengajar, banyak mitos tentang mahluk halus, dan itu yang dikatakannya telah ditaklukan.

Yes 34:12 Jin-jin akan diam di dalamnya, dan para pemukanya akan tidak ada lagi; tidak ada lagi di sana yang dimaklumkan sebagai raja, dan semua pemimpinnya sudah lenyap.

Jadi yang hilang sebenarnya justru mitos nya.

5. siapa yg menciptakan siluman/jin ? (satyr? / lilith?) Allah ? ataukah iblis ?

Manusia…

Sekalipun kesemua makhluk tsb ada tercatat di Alkitab, silahkan di respond sesuka-suka hati dan sejauh-jauhnya yang bisa dikhayalkan and/or diketahui dari pengalaman pribadi :char11:

:slight_smile:
salam.

Semuanya dongeng, dan karena para nabi hidup di dunia yang telah terisi dongeng tentang segala macam mahluk halus itu, seolah Alkitab mengakui, sejatinya tidak ada itu mahluk mahluk halus.
Bagi yang ngotot percaya, silahkan buktikan eksistensi mereka…

;D ;D

yang saya sering denger itu orang sering teriak teriak “silauman” kalo siang hari terik
apakah bro @Oda kurang huruf “a” ? :happy0025:

bukan maksud hati nambah2in loh, ted. Melainkan berpendapat mengenai hal ini, gituuuu…

2. Ular hanya binatang biasa. Hanya saja tingkat [i]intelligence[/i]nya beda.
Nah... begimana bisa dikatakan uler bisa ngomong adalah binatang biasa ?
Ular dan manusia bisa komunikasi wkt itu krn mrk masih 1 bahasa.
apa ini nggak nambah2in namanya ? hayooooo..... :char11:
Ular hanya diperalat Iblis utk menjatuhkan manusia.
uler itu kayaknya nggak sekedar uler deh. Punya julukan khusus, yakni : [i]ular tua, naga besar[/i].
3. Kasus hantu Samuel, itu bukan hantu, tapi [b]rohnya Samuel[/b].
roh-nya orang mati, secara di jaman sekarang kan kita sebut hantu. Sementara jaman dulu, entahlah ... :char11:
Lagian si perempuan itu nenek sihir kok. Tapi pasti [b]Allah yang mengijinkan[/b] Samuel bertemu.
Nah itu... roh roh orang mati yg gentayangan itu, siapa tau memang Allah yg mengijinkan ?
4. Aduh oda.....yg kaya gini jangan diartiin literal dong...... Misalnya liat aja Amos
terlepas literal ato kagak, namun kan tertulisnya satyr - lilith, ted.

ibarat taon 2000 ada orang nulis sesuatu dimana didalamnya terdapat kosakata “kuntilanak”.
Nah di taon 10000 tulisan ini diketemukan, ada kemungkinan mereka pingin tau apa itu maksud kosakata “kuntilanak” yg dituliskan 8000 taon yl … iya kaaaan… :char11:

5. Jin = setan (Imamat 17:7, 2 Tawarikh 11:15, Yesaya 13:21). Yang menciptakan mereka (sebelum jadi setan) itu Allah.
Taroh kata, kosakata "setan/iblis" ---> ini mengenai makhluk roh in negative sense. So, Jin = setan .... siluman = setan ... kuntilanak = setan. Nah... "default" jenis2 ini diciptakan Allah ? Sekali lagi tentunya saya disini nggak lagi nuntut dukungan ayat, melainkan pendapat. Kalo dikaitkan ke perihal ayat [karena tidak ada ditulis = tidak diketahui] ya otomatis berhentilah thread ini.... hahahaha.... :char11:

Sementara padahal kalimat “Ular dan manusia bisa komunikasi wkt itu krn mrk masih 1 bahasa” juga gak ada tertulis kan ? Dimana mungkin2 aja, uler audiblenya “ssss…ss…sssess…ssst… sambil lidahnya terjulur2 keluar masuk” dan Hawa mengerti bahasa tsb. ViceVersa. wkwkwkwk … :smiley:

asumsi general donk, brc :char11:

Bukankah malaikat, kerub. mahluk roh? Kalau mahluk roh, apakah perlu sayap untuk terbang? Bukankah sayap tidak berguna untuk ruang hampa udara? Nah lhoooo.....
Nah itu, baik Kerub maupun Serafim Alkitab mencatanya dengan sayap.
Tidak disebutkan bahwa itu adalah siluman (siluman itu apaan sih?)
makhluk "duniawi" yg jadi2an. Misal, babi ngepet. So... uler = uler jadi2an .... hihihihi.... :char11:
Tidak ada bukti keberadaan hantu, karena setelah manusia mati tubuhnya membusuk, yang tertinggal hanya 'roh' nya.[b] Apakah kemudian mata manusia bisa melihat roh[/b] ?
bold, (imo) posibilitas.

Ada dua kali peristiwa, murid mengira Yesus itu hantu.
Terkait dua event tsb, terlepas apakah Yesus itu ternyata bener hantu ato nggak —> bukan fokusnya… pertanyaannya : begimana itu “jalan pikiran” para murid mengenai hantu eksis ?

Pada saat Yesaya mengajar, banyak mitos tentang mahluk halus, dan itu yang dikatakannya telah ditaklukan.

Yes 34:12 Jin-jin akan diam di dalamnya, dan para pemukanya akan tidak ada lagi; tidak ada lagi di sana yang dimaklumkan sebagai raja, dan semua pemimpinnya sudah lenyap.

Jadi yang hilang sebenarnya justru mitos nya.

:afro: menarik :happy0062:

Manusia..
:afro: menarik :happy0062:
Semuanya dongeng, dan karena para nabi hidup di dunia yang telah terisi dongeng tentang segala macam mahluk halus itu, seolah Alkitab mengakui, sejatinya tidak ada itu mahluk mahluk halus. Bagi yang ngotot percaya, [b]silahkan buktikan eksistensi mereka[/b]....
Dulu saya sempet nonton felm "The Rite" (Anthony Hopkins). Walopun tentunya bukan tentang kuntilanak/jin/siluman ... namun felm ini cukup bikin saya "exciting" secara katanya felm tsb basisnya adalah true story. Ga abis putus imajinasi saya mengenai para malaikat jatoh tsb [u]really really exist DAN bahkan punya nama[/u] :cheesy:

:slight_smile:
salam.

wkwkwkwk… ;D

apakah bro @Oda [b]kurang huruf "a"[/b] ? :happy0025:
kalo sikon-nya kayak gitu (ungu), yang kurang itu adalah : [u]kurang[/u] tebel itu sunglasses nya, pluk.... hihihi.... :char11:

Ngga ah, saya menganggapnya ngga eksis koq.

Nah itu, baik Kerub maupun Serafim Alkitab mencatanya dengan sayap.

Katakanlah, ada manusia yang melihat malaikat atau kerub, yang melesat pergi, tentunya manusia menganggap malaikat/kerub itu memiliki sayap agar bisa terbang. Karena pola pikir manusia adalah untuk bisa terbang butuh sayap.

makhluk "duniawi" yg jadi2an. Misal, babi ngepet. So... uler = uler jadi2an .... hihihihi.... :char11:

bold, (imo) posibilitas.

Itu cuma dongeng saja…

Ada dua kali peristiwa, murid mengira Yesus itu hantu. Terkait dua event tsb, terlepas apakah Yesus itu ternyata bener hantu ato nggak ---> bukan fokusnya.... pertanyaannya : begimana itu "jalan pikiran" para murid mengenai hantu eksis ?

Ya, karena pola pikir manusia sederhana saat itu.

:afro: menarik :happy0062:

:afro: menarik :happy0062:
Dulu saya sempet nonton felm “The Rite” (Anthony Hopkins). Walopun tentunya bukan tentang kuntilanak/jin/siluman … namun felm ini cukup bikin saya “exciting” secara katanya felm tsb basisnya adalah true story. Ga abis putus imajinasi saya mengenai para malaikat jatoh tsb really really exist DAN bahkan punya nama :cheesy:

:slight_smile:
salam.

Ya, Kristen (Katolik) mengakui keberadaan roh jahat, itu tertulis di Alkitab, konsekuensi dari orang yang percaya keberadaan Tuhan adalah juga percaya tentang keberadaan roh jahat, yang memang tertulis di Alkitab.

Exorcism di Katolik merupakan tindakan yang sangat serius, dan bukan cuma asal ‘kepret’ saja, he he he he…

Syalom

Apa yg nambah2in?? Sebelum peristiwa babel memang semuanya 1 bahasa kan??

OOT sementara:
Kombinasi kata2 odading

  1. Odading
  2. Odingda
  3. Dadingo
  4. Daoding
  5. Dingoda
  6. Dingado
    OOT off.

nah itu… dengan demikian bold adalah posibilitas dari ada orang yg menganggap eksis - ada pula yg menganggapnya nggak eksis.

Nah, thread ini lagi pada asumsi eksis :wink:

Katakanlah, [b]ada manusia yang melihat[/b] malaikat atau [b]kerub[/b], yang melesat pergi, tentunya manusia menganggap malaikat/kerub itu memiliki sayap agar bisa terbang. Karena pola pikir manusia adalah untuk bisa terbang butuh sayap.
mengenai bold, setidaknya sikon-nya kira2 sbb :

KATA manusia, Allah nyuruh utk bikin kerub dimana selanjutnya bgmna itu posisi sayapnya.

acuan-1
Dan haruslah kaubuat dua kerub dari emas, kaubuatlah itu dari emas tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian itu.

Posisikan kita adalah orang yg saat itu hidup disitu dan mendengar kalimat diatas … (Musa)
maka sikon yg possible adalah :

A. Musa sudah tau dulu mengenai APA itu yg disebut kerub.
So… sikonnya, Musa sudah mendapatkan visi mengenai Kerub yg menjaga Eden dgn pedang api.

B. Musa doesn’t have any idea at all what is Kerub
So… sikonnya, Musa belon mendapatkan visi mengenai Kerub yg menjaga Eden dgn pedang api.

Saya cenderung memilih point-A.
Namun pertanyaan tetep ada : apakah orang lain saat itu sudah tau tentang Kerub ?
Dari ayat, setidaknya (walo mungkin nggak semua) ada orang yg tau ttg Kerub … yakni si Bezaleel —> Dibuatnyalah dua kerub dari emas

Nah… sekarang setidaknya sudah ada dua orang yg tau tentang Kerub …Musa dan Bezaleel.
Dan (imo) tentunya pengetahuan mereka ini disertai pula bhw Kerub itu bersayap.

Katakanlah, ada manusia yang melihat malaikat atau kerub, yang melesat pergi, tentunya manusia menganggap malaikat/kerub itu memiliki sayap agar bisa terbang. Karena pola pikir manusia adalah untuk bisa terbang butuh sayap.
So... terlepas apakah kedua orang ini secara realita literally pernah ngliat Kerub ato kagak ... setidaknya di benak mereka they already have an idea mengenai figur Kerub itu kayak begimana (yakni bersayap).

acuan-2
Kerub-kerub itu harus mengembangkan kedua sayapnya ke atas

bersambung

Sudah ada di bbrp post dimana saya sempet mengeluarkan pendapat bhw TIDAK SEMUA kalimat2 di Alkitab yg ditulisnya “Allah berfirman” —> ini literally audible Allah berkata-kata. Melainkan :

X. Idea (inspirasi) yg ada pada manusia, (karena ybs itu sendiri gak tau dateng darimana itu idea/inspirasi-nya) maka diketika dicatat ditulisnya “Allah berfirman”. Berangkat dari pendapat saya ini, maka kalimat acuan-1 dan acuan-2 itu = adalah idea/inspirasi dari diri mereka sendiri, dimana inspirasi ini mereka percayai datang dari Allah.

Ilustrasi :
Ibarat di jaman sekarang ada ilmuwan.
Ilmuwan mendapat inspirasi pada teknologi (cara bikin) HP.
Ilmuwan bilang bhw inspirasi tsb datang dari Allah, bukan idea dari dirsen dia.
Ilmuwan mencatat : lalu Allah berkata : “pake itu LCD buat layar, IC-nya yang bla bla bla, buat supaya bisa dual sim-card” dlsb dlsb.

Dilain sisi, secara tidak menerima pendapat saya diatas (X)… maka sikon-nya adalah ada literally 2 entitas yg terlibat (Allah dan manusia). IMO, sikon yg possible adalah :

Y. Allah itu sendiri TAU bhw “figur kerub” itu sendiri sudah eksis di benak Musa/Bezaleel, dengan demikian kedua orang ini tidak bengong termanggu-manggu diketika mendengar kalimat di acuan-1 dan 2. Dengan kata lain, kosakata “kerub” bukan suatu hal yg baru bagi mereka (acuan-1) … demikian pula kalimat perintah agar sayap Kerub itu mengembang bukan sesuatu yg mengagetkan bagi mereka (acuan-2).

Z. Diseketika itu juga, diketika kosakata “kerub” utk pertama kalinya baru didengar oleh mereka … ini langsung terbayang kayak apa itu “figur kerub” di benak mereka.

Y setara dengan A
Z setara dengan B

Memilih Y / A, membuka posibilitas pendapat saya di X jadi “masuk”.

Itu cuma dongeng saja..
Di Alkitab ada Kerub, ada Serafim, ada Michael, ada Azazel, ada he-goat, ada satyr/lilith, dlsb. Taroh kata yg orange itu dongeng, begimana dgn yg biru ?
begimana itu "jalan pikiran" para murid mengenai hantu eksis ?
Ya, karena pola pikir manusia [b]sederhana saat itu[/b].
terlepas sederhana ato kagak, namun tidakkah artinya makhluk ini eksis ? dimana : ada manusia yg bisa melihat makhluk ini eksis, namun pengertian-nya salah yakni pengertian bhw makhluk ini adalah roh manusia yg gentayangan (disebut hantu). Pengertian yg bener adalah roh iblis yg menyamar sbg roh manusia yg gentayangan (yg disebut "hantu" ini adalah iblis).
Ya, Kristen (Katolik) mengakui keberadaan roh jahat, itu tertulis di Alkitab, konsekuensi dari orang yang percaya keberadaan Tuhan adalah juga [b]percaya tentang keberadaan roh jahat[/b], yang memang tertulis di Alkitab.
pertanyaan-nya : dipercayai juga ato kagak bhw roh roh jahat ini bisa bermanifestasi secara apa saja ? such as he-goat, lilith / satyr, siluman, jin, gendruwo, kuntilanak, dlsb ?

percaya menyebabkan keberadaan … keberadaan menyebabkan percaya
Setidaknya bagi saya, ini bener2 mind boggling buat saya…
hehehe… :char11:

:slight_smile:
salam.

Ya… dan nambah2in-nya adalah : 1 bahasa dengan uler ;D

Ular dan manusia bisa komunikasi wkt itu krn mrk masih 1 bahasa

Hanya perlu logika sedikiiiiiiit aja.
Kenapa Hawa bisa ngomong sama ular?
Krn mrk 1 bahasa.

Simpel kan??

Betul sekali @brc :slight_smile:

“Sayap” itu ungkapan “Anthropomorphism”, sebab Malaikat adalah “makhluk roh”
Bukan ragawi/ daging.

Nah itu… kalo pake logika, maka jadinya bisa cem macem, ted …

Kenapa Hawa bisa ngomong sama ular? [b]Krn mrk 1 bahasa[/b].
Karena Hawa mengerti bahasa ular dan ular mengerti bahasa manusia juga bisa :tongue:
Simpel kan??
Mao simpel kek nggak kek, ya artinya udah nambah2in dengan logika :D.

Tetapi karena ia sangat mendesak mereka, singgahlah mereka dan masuk ke dalam rumahnya, kemudian ia menyediakan hidangan bagi mereka, ia membakar roti yang tidak beragi, lalu mereka makan.

Kalau mahluk roh, apakah perlu sayap untuk terbang?

Malaikat = makhluk roh.
Makhluk roh tidak perlu makan.

Pertanyaannya :
apakah tulisan ayat diatas mengenai malaikat makan hidangan yg disediakan Lot = TRUE ?

ataukah…

ataukah ungkapan Anthropomorphism ? sebab Malaikat adalah “makhluk roh” bukan ragawi/ daging ? :wink:

:slight_smile:
salam.

Tetapi karena ia sangat mendesak mereka, singgahlah mereka dan masuk ke dalam rumahnya, kemudian ia menyediakan hidangan bagi mereka, ia membakar roti yang tidak beragi, lalu mereka makan.

Malaikat = makhluk roh.
Makhluk roh tidak perlu makan.

Pertanyaannya :
apakah tulisan ayat diatas mengenai malaikat makan hidangan yg disediakan Lot = TRUE ?

ataukah…

ataukah ungkapan Anthropomorphism ? sebab Malaikat adalah “makhluk roh” bukan ragawi/ daging ?

Betul, mereka bisa makan, tetapi mereka tidak perlu makan.
Pertanyaannya terjawab kan, coba check ayat ayat itu, apakah penulis mencantumkan para tamu itu bersayap atau tidak.

Nah itu maksud saya, brc.

Tidak perlu makan tidak sertamerta mereka tidak makan.
Tidak perlu sayap tidak sertamerta mereka tidak bersayap.

:char11:

Pertanyaannya terjawab kan, coba check ayat ayat itu, apakah penulis mencantumkan para tamu itu bersayap atau tidak.
Dikisah Lot, tidak ada cerita bhw tamunya itu bersayap ... namun kan katanya Allah berkata : Kerub-kerub itu harus mengembangkan kedua sayapnya ke atas.

:slight_smile:
salam.

Lantas untuk gagah-gagahan ?

:char11:

Dikisah Lot, tidak ada cerita bhw tamunya itu bersayap ... namun kan katanya Allah berkata : Kerub-kerub itu harus mengembangkan kedua sayapnya ke atas.

:slight_smile:
salam.

Mengembangkan sayap itu di atas Tabut kan?
Sekedar tampilan kan?

Seperti juga saat pematung diponegoro yang menunggangi kuda yang sedang meringkik dan mengangkat dua kaki depannya, demi tujuan estetika. Begitu juga patung Soekarno (dan Hatta) di gerbang bandara yang memperlihatkan Soekarno sedang menunjuk dengan tongkatnya.

Apa iya kuda Diponegoro pernah mengangkat kakinya seperti kuda loneranger? Apa iya Soekarno pernah di samping Hatta menunjuk dengan tongkat?

Kalau patung kerub di atas Tabut tidak digambarkan dengan sayap, siapa yang terbayang kalau itu adalah kerub?
Mengapa kerub digambarkan bersayap? Karena itu yang ada di imajinasi manusia tentang sosok malaikat yang hebat (dan bisa terbang, maka bersayap).

Estetika, Oda, itu tujuannya…

;D ;D

hehehe… atuh nanti jadinya mengenai “malaikat makan” —> ini untuk “laper-laperan” donk… :smiley:

Mengembangkan sayap itu di atas Tabut kan? [b]Sekedar tampilan kan[/b]?
Begini brc.

Maksud saya disini bukan tentang tampilan ato apa.
Melainkan suatu pendapat pada krono logik yakni : “figur kerub yg bersayap” itu sendiri sudah eksis duluan di pov pendengarnya diketika Allah menyuruh membuat kerub dari emas dimana posisi sayapnya bla3x.

Seperti juga saat pematung diponegoro yang menunggangi kuda yang sedang meringkik dan mengangkat dua kaki depannya, demi tujuan estetika. Begitu juga patung Soekarno (dan Hatta) di gerbang bandara yang memperlihatkan Soekarno sedang menunjuk dengan tongkatnya.
Ya... saya mengerti waktu brc bilang perihal estetika. NAMUN, si pembuat patung Diponegoro/Sukarno ini sendiri sudah punya "bayangan" mengenai figur Dip/Suk.

Kembali ke Kerub, maka si pendengar / si pembuat saat itu saya pendapati udah punya “bayangan” mengenai figur Kerub - yakni bersayap.

Apa iya kuda Diponegoro pernah mengangkat kakinya seperti kuda loneranger? Apa iya Soekarno pernah di samping Hatta menunjuk dengan tongkat?
Nah... si pematung ini udah ada duluan gak "bayangan" bhw Dip itu naek kuda - Suk itu bawa tongkat ?

So… taroh kata si pematung bilang :
Allah berkata ke gue : “patung Dip itu kudanya ngangkat kaki - patung Suk itu tongkatnya dipake buat menunjuk”

maka si pematung itu nggak bengong termanggu-manggu mendengar kalimat ungu tsb. Si pematung udah punya “bayangan” duluan bhw Dip emang naek kuda bukan naek motor trail - Suk itu emang bawa2 tongkat bukan bawa2 sapu :smiley:

Kalau patung kerub di atas Tabut tidak digambarkan dengan sayap, siapa yang terbayang kalau itu adalah kerub?
Point saya bukan di hal spt yg brc tuliskan di quote atas, brc.

Alkitab mencatat bhw itu adalah perintah direct dari Allah.
Dengan demikian secara blekplek pengertiannya disitu ada 2 entitas terlibat : Allah sbg pembicara - Manusia sbg pendengar.

Mengapa kerub digambarkan bersayap?
Kalimat ttg perintah membuat Kerub diatas Tabut itu nggak sedang kasih tau "[u]nanti dikasihin sayap ya[/u]... dimana sayap ini posisinya bla3x" .... melainkan kalimat itu udah secara langsung bilang ke si pendengar bhw "sayapnya berposisi bla3x", brc.
Karena [b]itu yang ada di imajinasi manusia[/b] tentang sosok malaikat yang hebat (dan bisa terbang, maka bersayap).
Nah itu... dengan demikian posibilitas logik-nya ada yg seperti di pendapat saya, yakni : tidak ada itu dua entitas, yang ada adalah idea/imajinasi orang ybs itu sendiri.

atauuu…

posibilitas lain :
ada itu dua entitas, namun setidaknya figur Kerub bersayap itu sendiri udah ada duluan sbg “bayangan” dari si pendengar.

ilustrasi pematung Dip/Suk :
ada itu dua entitas, ada itu Allah berkata ke si pematung … namun setidaknya figur Dip/Suk itu sendiri udah ada duluan sbg “bayangan” dari si pematung … yakni figur Dip berkuda - figur Suk bertongkat.

Estetika, Oda, itu tujuannya...
Pabila memang ada itu dua entitas, maka (imo) estetika itu sendiri BUKAN mengenai bersayap/berkuda/bertongkatnya ... melainkan estetikanya adalah : sayapnya membentang / kaki kudanya naek / tongkatnya dipake buat menunjuk.

Begitu kira2 maksud saya, brc.

:slight_smile:
salam.

Ya... saya mengerti waktu brc bilang perihal estetika. NAMUN, si pembuat patung Diponegoro/Sukarno ini sendiri sudah punya "bayangan" mengenai figur Dip/Suk.

Kembali ke Kerub, maka si pendengar / si pembuat saat itu saya pendapati udah punya “bayangan” mengenai figur Kerub - yakni bersayap.

Bayangan, kan? imajinasi kan? Bukan realita toch…

Begitu juga kalau anda nonton film horror, ada dracula, ada werewolf, ada frnkenstein, dst… Semua film bisa menampilkan sesuai imajinasi masing masing yang berbeda beda, apakah mereka ada yang pernah melihat sosok horror itu? Nope, imajinasi…

Kerub dianggap bersayap karena bisa terbang, Oda, dan namanya terbang manusia membayangkan burung. Kalau manusia yang sekarang menggambarkannya mungkin bukan sayap, tetapi jubah bagai superman, gitu…

Point saya bukan di hal spt yg brc tuliskan di quote atas, brc.

Alkitab mencatat bhw itu adalah perintah direct dari Allah.
Dengan demikian secara blekplek pengertiannya disitu ada 2 entitas terlibat : Allah sbg pembicara - Manusia sbg pendengar.

Ya, karena Allah berfirman kepada manusia, bukan kepada computer.
Disitu ada imajinasi yang bisa dibuat manusia. Pertanyaannya misalnya, mengapa sayap kerub ada di punggung? Mengapa bukan di tangan, ini misalnya. Atau di kaki seperti dewa mercury. Itu imajinasi manusia dalam masyarakat, Oda.