Bila umat-Nya setia melakukan perintah-Nya Tuhan berjanji

            [b]JANJI TUHAN ADALAH UNTUK MEMBERKATI UMAT-NYA[/b]

Tuhan memberkati manusia sejak hari pertama mereka diciptakan (Kej.1:28).Bahkan setelah manusia berdosa sekalipun Allah masih juga memberikan kesempatan kepada mereka untuk menikmati kebaikan-Nya . Terlebih lagi kepada umat-Nya, Ia berjanji untk memberkati mereka sehingga tidak akan kekurangan.

Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. (2Kor. 9:8)

Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Mat. 6:31-33).

Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku (Maz.23:1).

Bila umat-Nya setia melakukan perintah-Nya Tuhan berjanji:

Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.

Itulah gambaran dari hidup yang dilimpahi dengan segala berkat Tuhan, sehingga tidak kekurangan dalam hidUp yang bercukupan. Sebab Tuhan bertanggung jawab atas kehidupan kita.

Bagaimana dengan FK disini sudahkah menemui rahasia hidup yang diberkati Tuhan?

Abraham di kenal sebagai bapa segala orang beriman, karena imannya kepada Tuhan sungguh-sungguh telah terbukti.

Selain terkenal sebagai bapa segala orang beriman, Abraham juga terkenal sebagai tokoh yang di berkati oleh Tuhan.

Hampir seluruh hidupnya di warnai dengan berkat-berkat Tuhan baik secara pribadi maupun keturunannya.

Hal ini terjadi karena demikianlah janji Allah ketika Ia memanggil Abraham, yang berbunyi:

“Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat”. Kej.12:2.

Kita kita melihat sebentar kedalam kehidupan manusia zaman sekarang, yang hidup sudah serba susah, harga barang setiap tahun naik terus, apalagi gaji pegawai negeri golongan rendah tidak pernah naik-naik gajinya barangnya uda pada naik. Dari ceritera Abraham kita akan menemukan satu fenomena global bahwa semua orang mau diberkati. Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang tidak ingin diberkati.

Orang yang tidak percaya Tuhan saja ingin diberkati, keinginan untuk memperoleh berkat ini orang-orang menghalalkan berbagai cara, banyak orang pergi ke dukun-dukun, bertapa, peramal dan memakai jimat-jimat keberuntungan, berdoa kepada orang-orang kudus dll.

Bagaimana dengan anak-anak Tuhan, tentu hal yang sama ingin diberkati oleh Tuhan. Sekurang-kurang ada 2 kuinci/rahasia.

  1. Milikilah relasi yang benar dengan Sang Pemberi Berkat.

  2. Milikilah cara yang benar dalam mempergunakan berkat Tuhan.

Janji berkat Allah ketika Ia memanggil Abraham bukan hanya behwa Abraham akan diberkati tetapi juga bahwa ia akan menjadi berkat. Olehnya Allah akan memberkati semua kaum dimukabumi (Kej. 12-23).

Jika demikian bagaimanakah berkat Allah itu dapat mencapai semua kaum di muka bumi melalui Abraham?

Abraham memainkan peranan penting dengan modal IMAN dan kepercayaannya kepada janji-janji Allah.

Ini adalah salah satu contoh yang membuktikan bahwa hal ini adalah dalam peristiwa IMAN Abraham diuji (Kej.22).

Ada contoh contoh yang menarik dari Abraham dalam hal tindakannya Abraham ini menunjukkan 2 hal kepada kita yaitu ia lebih menghargai Allah sebagai sumber berkat dari pada berkat itu sendiri (Ishak) dan ia tahu cara yang benar dalam mempergunakan berkat Allah yang sungguh menyenangkan hati Allah dan sebagai akibatnya maka berkat Allah di curahkan atas hidup Abraham.

Kej. 22:12b …sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."

“Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri–demikianlah firman TUHAN–:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.” (Kej. 22:16-18).

Siapakah yang menjadi berkat keturunan Abraham? Dia adalah Yesus Kristus telah menjadi berkat bagi semuabangsa melalui karya penebusan-Nya.

Dengan demikian bahwa kalau memilki relasi yang benar dengan Allah maka kita akan diberkati oleh Tuhan.

Selanjutnya jika berkat yang telah kita terima itu gunakan dengan cara yang benar untuk "kemuliaan Tuhan dan untuk menyenagkan hati-Nya maka berkat itu semakin melimpah dalam hidup kita.

Bukankah banyak di antara kita yang telah diberkati oleh Tuhan? tetapi bukankah tidak sedikit yang mengetahui cara yang benar dalam mempergunakan berkat itu?

Bukankah seringkali berkat Allah itu diterima dan dipergunakan untuk kejahatan yang menyakitkan HATI TUHAN? menggunakannya untuk judi,zinah dan dosa-dosa lainnya yang menyakiti hati Tuhan, maka engkau telah salah mempergunakanberkat-berkat atas hidupmu tetapi juga mendatangkan kutuk bagi dirimu sendiri.

Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan.(Ul.7:9).

Milikilah relasi yang benar dengan sumber berkat dan cara yang benar dalam mempergunakan berkat-berkat itu, itulah rahasia hidup yang diberkati.

Itulah janji Allah. Ia tidak (akan) pernah ingkar janji.

Perjanjian selalu menyangkut dua belah pihak. Jika Allah membuat perjanjian dengan kita, maka perjanjian tersebut mengikat kedua belah pihak, dipihak Allah, Ia akan melakukan ini dan itu, dan dipihak kita, kita harus mentaati dan berjalan sesuai dengan perintahNya.

“Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: . . . "

Lagi firman Allah kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.

Kejadian 17

Kalau kita ingkar perjanjian atau isitilahnya wanprestasi, pihak lain tidak memiliki kewajiban menjalankan tanggung jawabnya.

Amin…Amin…
Trims Spartan atas siraman Rohaninya, telah membagi-bagi berkat bagi kita semua. Amin.

GBU.