Bingung jawab pertanyaan teman soal Ketuhanan Yesus dan penebusan dosa

hai saudara saudara sekalian.mengingat ilmu agama saya cukup dangkal,saya jujur kebingungan .apalagi kalau sampai ditanya oleh rekan non kristen.saya gak bisa jawab.tapi pertanyaan mereka ada 2 yg menarik perhatian saya

ada yg tanya.Kan Yesus itu hidup sebagai manusia,dan punya roh Allah sehingga dianggap Tuhan.masalahnya,ketika dia wafat dan disalibkan ,roh Allah meninggalkan dia .lalu kenapa kok masih dianggap Tuhan?

Ada lagi yg nanyanya kayak gini ,kalau Dosa sudah ditebus sama Yesus,maka kita pasti masuk surga dong,kan ga ada dosa lagi

Akhirnya karena ga bisa jawab,aku suruh tanya pendeta ato romo aja.lha malah ditanya lagi,kalau pertanyaan ginian,enaknya nanya pendeta atau romo?

bingung lagi saya

:’( :’( :’(

Bilang saja Tuhan Yesus itu Tuhan yang menjelma jadi manusia.

Manusia telah jatuh dalam dosa dan upah dosa itu maut/mati. Oleh sebab itu Tuhan Yesus mau mati untuk membayar hukuman bagi kita dan untuk bisa mati Dia harus menjelma jadi manusia karena Tuhan tidak mungkin mati.

Kalau mau tanya alamat yang tepat adalah bawa dalam Doa pada Tuhan Yesus langsung. Itu paling tepat. Caranya ya tinggal tanya sama Tuhan Yesus. Bilang sama Tuhan Yesus, tolong saya diberi penjelasan masalah keselamatan.

Kalau mau percaya saya ya saya bilangi saja dengan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat.

kamu bisa baca Yohanes 1:1-3, 14
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

kalau kamu baca ayat2 di atas, disitu dikatakan bahwa Yesus itu Allah pencipta segala yg ada, yg kemudian menjelma menjadi manusia. Allah bisa menjadi manusia karena Dia memang Allah, mau jadi apa saja bisa. Hanya saja karena Allah mau menebus dosa manusia maka Allah berinkarnasi menjadi manusia Yesus.

Betul sekali,
ketika kita sdh percaya Yesus maka segala dosa kita sdh ditanggungnya, Yesus sdh menebus dosa2 kita.
Hanya saja syaratnya kita yg sdh ditebus harus hidup sbg anak2 Allah ( Baca Yohanes 1: 12-13)
1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
Ayat itu mengatakan bahwa setiap org percaya maka dia sdh mengalami kelahiran baru, kelahirannya karena Roh Allah/ROH KUDUS.

tanya di forum ini juga boleh,
kalu menurut saya sih sebaiknya ke pdt

kemungkinan besar kalo yg nanya gitu, biasanya niatnya juga JUALAN Nabi / Agamannya sendiri mas…

sehingga kalo kita BUKAN TERMASUK PENJUAL YESUS…
maka kalo saya sih… mending ajak ngomong yg lain aja… hehehe…
males pisan nanggepin pertanyaan yang engga mutu gitu… hehe…

jangan mau di-provokasi, dengan dalih atau istilah: MEMPERTAHANKAN IMAN…
hehe…
itu mah akal-akal-an salesman aja mas… hehe…

Sebab, imho, Mempertahankan iman saya itu adalah ketika:

  • Saya menolak Godaan untuk Korupsi
  • Menolak godaan untuk menjelekkan agama orang lain
  • menolak godaan untuk MERASA DIRI PALING BENAR
  • menolak godaan untuk terjebak dalam NAFSU DUNIAWI untuk memperdagangkan Yesus
  • dll…

Kalo berdebat soal kutap-kutip mah… menurut saya MINIM RELEVANSI-nya dgn mempertahankan iman sih…
melainkan biasanya lebih ke NAFSU DUNIAWI dan HASRAT EGOISME PRIBADI untuk bisa DI-ANGGAP paling PAHAM ajaran agama-nya…
terus dibilang… Wah… betapa alim dan saleh-nya orang itu…
terus dibilang… Wah… pinter berdebat yah…
dan segala macem bentuk MUPENG PUJIAN lainnya…
tapi yang di-KAMUFLASE dengan secara Kurang-AJar-nya mencomot dan meng-ATAS-NAMA-kan Tuhan dan segala macem Istilah yang KEDENGARAN SEOLAH-OLAH MULIA banget… hehhe…

He he he… anda bukan minim pengetahuan agama Kristennya, tetapi tidak ada sama sekali.

Mazmur 49:20 nulis demikian, “Manusia, yang dengan segala kegemilangannya tidak mempunyai pengertian, boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan.”

Iman itu timbul dari mendengar Firman Tuhan (Bibel). Tetapi bukan asal mendengar melainkan juga mengerti, Matius 13:23, menuliskan demikian, “Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”

Saya tidak bantu jawab, sebab sebenarnya teman kamu atau kamu tidak butuh jawaban apapun juga.

coba dianggap jangan sebagai ilmu agama, coba dipikir bahwa itu adalah HIDUP kamu, tidak ada ubahnya layak kamu makan, makanan apa saja yang tidak beracun agar kamu tetap bisa hidup dan bertumbuh, makanan sperti apa saja yang malah tidak membuat mu alergi dan lain sebgainya…

Sebab Yesus juga berkata: “Ia adalah jalan kebenaran dan Hidup”

Yesus itu Allah itu sendiri, berinkarnasi sebgai manusia, tidak atau ada Roh Allah padaNya sperti mengacu kepada yang ditanyakan teman kamu, IA TETAP HAKIKAT ALLAH.

jadi tidak ada istilah Roh Allah ada padaNya atau meninggalkanNya…

sperti yang saya katakan diatas: tidak ada istilah Roh Allah meninggalkan Dia, atau tetap (stay), Yesus itu adalah Allah yang berinkarnasi, biar bagaimanapun kondisinya yang temanmu sebutkan: IA TETAP HAKIKAT ALLAH…

Kalau kamu telah ditebus dari dosa kekal, telah mempersatukan kembali kemuliaan Allah pada dirimu, melalui Karya Kristus, dan kamu bukan bagian YANG AKAN DIBINASAKAN, dengan percaya Yesus dan ikut padaNya…
jika tetap kamu TEGUH dalam perbuatan dan ucapan dan Iman kepada Kristus, yakin Kristus akan menyertai kamu hingga Akhir zaman…

lain kali kamu yang jawab, Jika kamu Kristen, dengan cara sperti itu kamu memperbaiki image Kristen kepada masyarakat Indonesia ini, jadi tidak dipandang sebelah mata.

he he, bisa jadi, sebab pabilapun telah dijawab, akan muncul pertanyaan2 lainnya yang makin membuat sang TS pusing dan bingung… ;D

iya bener juga ya hehe

terimakaasih buat jawabannya…

Yesus itu Allah yg berinkarnasi menjadi manusia, jadi bkn sekedar punya Roh Allah,
dan bkn dianggap Tuhan, tapi bener2 Yesus itu Tuhan.
Yesus bisa mati krn DIA sendiri menyerahkan Roh-Nya, tanpa menyerahkan Roh-Nya Yesus tdk dpt mati

Dosa ditebus kalau percaya pengorbanan Yesus,
tapi jangan terus2an hidup dlm dosa, tapi harus bertobat

Ke Tuhanan Yesus:
Ketika Allah belum menciptakan manusia dan alam seisinya, pada waktu itu yg ada adl : Allah, malaikat (sbg pembantu Allah), iblis ( malaikat yg meninggikan dirinya hendak menyaingi Allah ), saat itu belum ada Yesus/mesias/yg diurapi/yg menjalankan penebusan, belum ada pula roh kudus/ roh penghibur/roh pemelihara sebab roh Allah ini menjadi satu dg pribadi Allah, belum ada pula Bapa (pribadi Allah yg dekat dg manusia spt ayah thd anak)krn menjadi satu dg pribadi Allah.
Jadi pribadi2 itu ( mesias, roh Kudus, Bapa ) ada berkaitan dg maksud Allah yg hendak menciptakan manusia dibumi unt kemuliaanNya/tanpa ada nya manusia pribadi2 itu belum ada krn memang belum diperlukan.
Jadi untuk mencapai tujuan penciptaanNya (agar manusia memuliakan Allah ) maka Allah membentuk diriNya sbg pribadi2 tsb.

Mengapa Allah perlu membentuk diriNya sbg : Mesias, Roh Kudus, Bapa ?.
Manusia tdk akan pernah bisa memuliakan Allah bila :manusia itu tdk membutuhkan anugerah untuk tetap eksis, ini artinya manusia itu tdk mati, manusia itu dg upayanya sendiri dapat mencapai hidup mulia.
Tetapi kenyataannya dr FT Kej2:17, ancaman kepada manusia itu adl mati , jadi bisa dibayangkan bhw bangkai tdk akan dapat berbuat apapun yg bernilai baik dimata Allah, selain dari pada membusuk.
Berarti bangkai itu untuk bisa memuliakan Allah haruslah Allah sendiri yg menganugerahi hidup—> butuh anugerah.
Sekarang pertanyaannya : bisakah anugerah itu sampai kepada manusia bila Allah tidak membentuk diriNya sbg pribadi2 ( Mesias, Roh Kudus, Bapa )?.
Atau dg kata lain , bisakah manusia itu mengerti apa dan bagaimana anugerah itu bila manusia itu hanya tahu Allah sbg penciptanya?.
Jawabnya adl tidak.
Jadi pribadi2 itu ada dan dikenalkan kepada manusia sematamata spy manusia mengerti apa dan bagaimana anugerah itu.

Ketika manusia itu telah menjadi spesies mati dan diusir dr Eden, manusia itu tdk juga sadar bhw dirinya mati dihadapan Allah manusia tetap merasa bhw dirinya adl makhluk yg mulia bisa memenuhi perintah Allah.
terbukti ketika Allah memberikan taurat yg sepuluh itu, manusia serta merta tetap berkehendak untuk melaksanakannya , aneh bukan ? ( ketika mulia saja tdk dapat memenuhi laranganNya yg hanya satu, sekarang setelah jadi bangkai , mencoba untuk memenuhi hukumNya yg sepuluh itu ).
Allah membiarkan manusia itu memferifikasi dirinya selama masa ferifikasi tsb ( mulai hk taurat dikenalkan sampai anugerah keselamatan di manifestasikan/ peristiwa kayu salib dan bangkit ), Allah menganggap bhw masa itu sdh cukup unt membawa manusia itu sadar akan ketidak mampuannya / dan mengamini bhw tdk ada satu manusiapun yg dapat memenuhi hk taurat .
Ini berarti haruslah manusia itu mengatakan : " kebinasaanku ini hanya bisa teratasi bila Engkau sendiri yg menghidupkan kami/menganugerahi kami hidup ".

bersambung

Nah di zmn anugerah ini diawali dg manifestasi anugerah itu oleh mesias/Yesus.
Bagaimana caranya ?.
Pesan yg dibawa oleh sang mesias, bila manusia itu mengerti pesan itu mk manusia itu dianugerahi hidup.
Pesan itu yg bisa kita tangkap tertulis di alkitab:
Yesus mengatakan: hai manusia engkau tdk akan pernah bisa selamat dg upaya/perbuatanmu , sebaik apapun itu, hanya dg anugerah dr Allah saja kamu bisa selamat,di PL kamu tahu bhw kiasan dr anugerah hidup itu adl spt imam yg memercikkan darah hewan korban kepada orang yg akan ditahirkan, dan engkaupun tahu selamat itu spt orang yg dibangkitkan dari matinya, itulah yg akan Aku peragakan kepadamu dg mati dan bangkitnya Aku, dan saat itu engkau akan tahu bhw itulah anugerah itu, engkaupun yg dianugerahi hidup akan bangkit pula walau kamu telah mati.
Pada waktu peristiwa kayu salib itu:
Darah hewan korban = darahKu (Yesus).
Imam yg memercikkan = Aku sendiri .
Orang yg ditahirkan = Aku sendiri , ini artinya Allahlah yg menentukan bukan kehendak.
Maka engkaupun akan tahu bhw Aku adalah Allah sendiri (hanya Allahlah yg bisa menghidupkan yg telah mati ),kalau engkau menganggap aku bukan Allah maka tdk ada penggenapan anugerah keselamatan sebab engkau mengatakan bhw Aku yg bukan Allah itu bertindak untuk dan atas nama diriKu unt meraih keselamatanKu , itu artinya selamat = upaya = perbuatan , berarti semua manusia harus mengerjakan keselamatannya sendiri2, dan itu mengingkari tugasKu yg sebagai mesias/ sbg penebus, siapa yg Aku tebus kalau setiap orang harus mengerjakan keselamatannya sendiri2?.

Kej2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Yes64:6 Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.

Salam.