bisakah dalam 1 hari/1minggu/1bln tidak berbuat dosa sama sekali dalam hidup?

apakah mungkin bisa dalam 1 hari/1minggu/1bln tidak berbuat dosa sama sekali?

kita bisa berdosa baik dalam perkataan,tingkah laku/perbuatan baik itu didalam hati dan pikiran,jika ada sedikit kebencian,sedikit keinginan pada seorang wanita,juga kesombongan,keserakahan,dll yang ada didalam diri kita maupun kata kata kasar yang keluar dari mulut yang menajiskan ataupun mungkin didalam hati berkata2 kasar?
juga kata kata ejekan/sindiran/penghinaan/kutuk/julukan hingga orang lain itu sakit hati jadi org yg melakukannya dosa?ada dosa yang disengaja maupun tidak disengaja ,diketahui maupun tidak diketahui?

Mungkin aja bisa… tapi kalopun ga bisa, Tuhan tidak akan inget-inget lagi dosa kita koq. :slight_smile:

Mungkin saja asal terus dekat2 sama Tuhan Yesus dan taat akan titahNYA. Tapi jujur aja hal ini butuh proses dan benar2 jaga hidup agar bebas segala kecemaran. :slight_smile:

Matius 6:33 jadi mengutamakan fokus pd hal2 yang menyukakan hati Tuhan. Semakin terlatih iman kita maka semakin terbiasa menjaga kesucian hidup :slight_smile:

Kita dituntut menjadi serupa seperti Kristus bukan menjadi serupa seperti dunia. Yohanes 10:14, untuk menjadi serupa seperti DIA tentunya kita harus mengenal DIA dg baik. Gbu.

Mungkin sedikit pemikiran aja sih, kalau kita ngejarnya “kesucian dengan tidak melakukan dosa”, nanti kita akan terjebak pada :

  1. Penghakiman pada mereka yang berdosa.
  2. Cenderung mengejar hidup “suci” dan ingin dilihat orang.
  3. Lupa akan hubungan pribadi dengan Yesus sendiri.

Hehehe, ya ketiga pemikiran di atas hanya saya amati dari stereotype aja, ga umum juga…

Harus diliat konteksnya dan harus berpadanan dg hati BAPA, makanya saya katakan Yoh 10:14 bisa jadi barometer, Tuhan itu sendiri jd barometer kita. Suci jelas kita dituntut suci sesuai dg Tuhan kita yang MAHA suci. Jd fokus nya Tuhan Yesus, bukan dunia :slight_smile:

Saya percaya jika kita mengenal isi hati BAPA dg baik maka seluruh perbuatan kita mempermuliakan nama Tuhan Yesus bukan jd batu sandungan.

Gbu :slight_smile:

tidak :slight_smile:

mari kita lihat sebuah perintah saja.
‘Kasihilah Allahmu dengan segenap hatimu, jiwamu dan akal budimu’.

Saya rasa tidak pernah sedetikpun kita melakukan perintah ini dengan sempurna.

kalo pendapat saya pribadi sih…
jelas kita selalu senantiasa dan akan pasti berbuat dosa… namanya juga manusia…

tapi, saya masih belum begitu jelas dengan Interpretasi Otomatis, yg menyatakan bahwa: Karena seseorang sudah ber-Iman Percaya, maka Otomatis BUAH-BUAH perbuatannya itu pastilah tidak berdosa, karena dia sudah percaya…

  1. Apakah berarti Orang yg berbuat dosa → BELUM PERCAYA, baru sebatas ngaku-ngaku doang?

  2. Apakah berarti Orang yg Ber-Iman TETAP BISA berbuat dosa → dgn alesan buah dlm satu pohon ada yg busuk juga? → terus kalo dikembalikan ke point 1, jadi orang itu KESIMPULANNYA BELUM ber-Iman bener-bener…

gitu bukan sih?

pada saat Tuhan tidak inget2 dosa kita lagi,berarti kita tidak perlu melakukan pertobatan? lalu apa makna yg ada di Alkitab tentang isi soal pertobatan?

jujur ,ini bukan hal yang mudah bagiku,segalanya harus dituntut sempurna ,cuma proses dan waktu yang bisa bentuk karakter seperti Kristus,dan aku sendiripun sadar aku orang berdosa dan tidak sempurna dihadapanNya,dan berusaha untuk sesempurna mungkin,dan itu bener bener sulit,juga harus siap menderita seperti Kristus baru menuju kearah sempurna.

nah ada juga tipe manusia begitu yah… mungkin banyak. haha,repot deh. jadi baiknya gimana?

untuk fokus kepadaNya itu ,hidup kita memang terbentuk jadi suci/kudus, tapi saat sesama kita membicarakan hal hal dunia,terkadang kita terbawa arus dunia,misal dalam hal kecil,soal gosip tetangga,gosip soal gereja,teman, harta,dan hal hal lain. terus klo ibu/bapa tetangga ajak kita bicara saat dagang terus kita tidak mau meladeni gosip gitu,ntar disangka kita sombong sama mereka,jadi gimana baiknya? klo udah cap sombong itukan ga fokus padaNya. atau apakah klo kita diamin atau enggan berbicara suatu hal tersebut bisa dikatakan sombong,ga selalukan?

kenapa bisa berkata demikian,bisa dijelaskan lebih rinci,biar ada gambaran bagi pembaca fk?

klo inteprestasinya seperti poin ke1 dan ke 2 berarti orang beriman itu sempurna/tidak berbuat dosa sama sekali/kudus? di dunia ini apa kah ada??? sedangkan Firman Allah mengatakan semua orang itu berdosa,bila ada yg mengatakan tidak berdosa itu berarti menipu dirinya sendiri?

saya rasa orang beriman pasti tetap berdosa deh,makanya itu di Alkitab di Pj baru & Pj lama ada ajaran mengenai pertobatan,bukan begitu ya? coba di koreksi kesimpulannya.

Kayaknya ga gitu deh bro, orang yang udah percaya agak otomatis kalau buah-buah perbuatannya pastilah tidak berdosa…

Iman ya mesti diwujudkan dengan perbuatan… Bisa aja orang percaya ama Yesus tapi perbuatannya masih duniawi… :slight_smile:

Bisa sist, pusat kendalinya ada pd diri kita sbg anak2 Allah. Walau saya tidak mengarahkan pembicaraan secara langsung, tapi karna setiap saat saya aware menjaga hati saya dg segala kewaspadaan, maka setiap pembicaraan yang datang sama saya juga tidak bisa sembarangan apalagi gosip.

Buat saya harus sesering mungkin kontak dg Roh Kudus. Dari cara sist menyampaikan dan berpikir, sist masih perlu belajar mengendalikan diri untuk sampai tahap seperti saya dan untuk itu sist harus punya hati yang taat di pimpin Roh Kudus :slight_smile: Pikiran dan hati, harus bersih dan kudus. Seperti sudah saya katakan dalam diam pun di topik curhat sist, kita harus bisa mendisplinkan diri untuk tidak berkata2 sembarangan, tidak boleh sembarangan memikirkan sesuatu. Jangan kira setiap apa yang kita perkatakan, pikirkan, lakukan akan berlalu saja di alam roh. Itu semua pasti diproses. Jadi daripada memikirkan yang merugikan diri, lebih baik memikirkan yang menguntungkan diri sbg anak2 Allah. Tapi itulah murah hatinya Tuhan, segala sesuatu tidak langsung diputus salah pd saat itu, karna Tuhan melihat sampai kedalaman hati manusia. DIA masih lihat sejauh mana respon manusia menuju pertobatan. Dan ada perbedaan perlakuan antara bayi rohani dan dewasa rohani.

Saya juga mengalami banyak sekali proses pemurnian dari Roh Kudus, rasanya saya tidak mampu jika mengandalkan kekuatan saya yang terbatas tapi saya punya hati yang taat dan mau nurut ikutin apa kata DIA. Jd setiap saat saya berusaha untuk hati memberkati orang lain, jika tidak ada yang kena di hati saya tentang sesuatu hal saya cerita ke Tuhan Yesus. Trus saya langsung perbaikin formasi hati dan pikiran saya, saya tanamkan motivasi hati yang bersih. Biasanya kalo saya sudah buat formasi “hati bersih”, serangan iblis langsung gagal. Iblis tidak punya alasan mau ganggu saya lewat apapun, sudah pasti undur.

Kalo mau jujur, setiap anak2 Allah sudah di kasih Tuhan otoritas dan kuasa untuk menaklukkan ular dan kalajengking. Namun banyak menganggap ayat tsb hanya ayat biasa. Padahal asal tahu menggunakan kuasa otoritas sbg anak2 Allah apapun bisa diatasi dg cepat. Namun untuk sampai tahap itu, harus fokus pd Tuhan Yesus. Pandang saja kepada Tuhan Yesus, tidak boleh meleng seperti Petrus yang berjalan di atas air Petrus harus fokus, dikala dia meleng dia jatuh. Tapi bersyukur ada tangan Tuhan yang langsung memegangnya. Harus banyak mengalahkan kedagingan dan tidak tunduk pd ilah2 dunia.

Untuk bisa fokus dg segala kemurnian hidup, dibutuhkan hati yang taat pd tuntunan Roh Kudus. Harus mau dengar2an sama apa kata Tuhan. Miliki hati yang suci dalam artian mikirin yang baik2 saja Filipi 4:4-8. Dalam diri kita harus punya hati yang baik, pikiran yang positif untuk sampai tahap kesucian diri. Bila perbendaharaan hati kita baik maka yang terpancar keluarpun hal yang baik dan menyukakan hati Tuhan.

Hidup dalam tuntunan Roh, Galatia 5:
22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Tuhan Yesus Berkati :angel:

setuju dgn tuntunan Roh Kudus,tanggung jawab anak2 Allah yang sesuai dgn buah buah Roh. lalu ada perbedaan perlakuan antara bayi rohani dan dewasa rohani? perbedaan apa dalam perlakuan terhadap tingkatan rohani tersebut? bisa dijelaskan dgn gambaran?

dosa ada arti lain selain ‘offence to God’. Arti lainnya adalah ‘miss the target’.
Tuhan menetapkan kita musti mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan akal budi, dan tidak mungkin kita melakukannya setinggi yang Tuhan minta.

Ilustrasinya: Bagaimana kita cara perlakukan antara bayi dan orang dewasa, tentu makanannya bedakan. Bayi disuapin dan minum susu tapi orang dewasa makan2an keras :slight_smile:

Bayi rohani masih proses pertumbuhan dan belajar dan ini berlaku bagi jiwa baru “fresh from the oven”, ya segala sesuatunya masih perlu diajari. Dan jika sudah dewasa secara rohani dan terus mengalami pertumbuhan iman, secara otomatis sudah mandiri dan tidak perlu lagi harus “disuapin”, tapi sudah bisa membedakan dan tahu harus bertindak seperti apa sbg cerminan anak2 Allah.

Ibrani 5:
13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Selamat bertumbuh sist menjadi dewasa rohani di dalam Kristus :slight_smile:

Tuhan Yesus Berkati :angel:

Kebetulan apa yang anda lukiskan diatas, saya temukan pada orang lain.

Kemana mana membawa pentung, mementung orang dengan Firman Tuhan.

Ingin supaya dipuji bahwa dirinya adalah hidup kudus.

Sehingga tidak mau belajar mengenal Tuhan, hanya mengenal Tuhan menurut keinginannya sendiri yang sesuai dengan pikirannya.

Baginya dosa bukanlah sesuatu yang menakutkan, karena orang yang berbuat dosa, sangat kasihan, karena setanlah yang membuat dia berbuat dosa.

Sedangkan Yakobus mengatakan :

1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

Sama seperti Adam dan Hawa yang melempar kesalahanya pada orang lain, TIDAK BERTANGGUNG JAWAB ATAS KEHENDAK BEBASNYA MELAKUKAN EKINGINANNYA BERBUAT DOSA.

Memang ada orang demikian bro.

Iya mbaksist, kadang kesel juga ya kalo ngadepin yang kayak begitu… tapi ya lagi-lagi perlu hikmat dari Tuhan, hehehe…