Bisakah Jemaat Datang ke Gereja Tanpa Memenuhi Pinggiran Jalan ?

tanpa disadari oleh jemaat, pd kebanyakan gereja terutama yg di tengah kota pasti kalo mau kebaktian, kendaraan yg parkir bisa berderet baik itu motor sampe mobil. tak jarang hal ini bisa ngakibatkan macet di jalan sekitaran gereja.

bahkan ane pernah denger di tv katanya kalo yg mau kebaktian di Katedral Jakarta parkirnya sampe harus minjem tempat parkir Masjid Istiqlal yg tak jauh dr gereja tersebut.

singkat saja, bisakah jemaat mengubah sikapnya saat datang ke gereja tanpa perlu meluber apalagi memacetkan di jalanan ?

gereja gw bangun gereja berikut tempat parkirnya
jadi gak bikin macet jalan ato pakai tempat parkir rumah ibadah lain
jadi bisa dan banyak gereja yg tdk bikin susah org lain

Tidak bisa, sebab ke gereja itu acara keluarga, datangnya bersama keluarga, bukan sendirian. Jadi pilihannya biasanya mobil atau motor yang mengangkut banyak orang sekaligus. Biasanya saya lihat juga orang muda pada jemput-jemputan jadi satu mobil isi beberapa orang.

Soal parkir di gereja adalah tantangan tersendiri. Dulu jumlah jemaat gereja tidak banyak, gerejanya dibesarkan karena sudah beranak cucu, tetapi lahan parkirnya tidak dipikirkan. Jadilah masalah kemacetan…

Di Surabaya saya lihat gereja-gereja modern sudah membuat lapangan parkir yang luas dan besar, bahkan ada yang tingkat seperti di mall di lahan khusus parkiran.

Memang sudah waktunya gereja memikirkan lahan parkir agar tidak memacetkan jalan…

bisa saja, bawa2 agama dimana akhlak dan perilaku baik sudah menjadi Atribut, apabila juga Hendak beribada Kepada Tuhan, namun perihal parkir saja cukup tidak perduli, cukup muka tembok untuk perduli kepada orang lain ;D

Kristen itu apa sih? kalau ditanya orang lain kepada orang lain yang hampir mengenal Kristen itu menjawab: “Kristen itu, itu yang pakaiannya perempuannya menor2 cenderung sperti mau kepesta pernikahan, yang karakternya super tidak mau tau, dan tidak mau perduli kepada lingkungan sekitarnya” ;D

lalu, bagaimana dgn gereja yg mepet banget ama bangunan lainnya sehingga tidak ada lahan lagi utk menambahi fasilitas apapun termasuk parkiran. parkir di depannya gereja yg mepet aja cuman muat 3-5 mobil :onion-head33:

Anjurkan jemaat untuk tidak naik mobil pribadi.
Yang sering membuat tempat parkir penuh ialah 1 mobil 1 penumpang atau 1 mobil 2 penumpang.
Mobil punya kapasitas banyak, seharusnya diisi minimal 3 orang. Kalau cuma 2 orang sebaiknya memakai sepeda motor saja.

Salam

moengkin ada baiknja sekali kali tjoblah berliboer di poelaoe bali…
pada saat ibadah, hari djoem’at, banjak kendaraan oemat islam jang menoetoep djalan, bahkan kendaran dialihkan oentoek tidak melewati mesdjit…

begitoepeon saat ibadah oemat kristen, hindoe
itoe adalah hal jang wadjar, dan disini biasa biasa sahadja…
itoe khan boekan sepandjang hari (batja doeapoeloeh empat djam) ,

:afro: ;D
Itu menjadi suatu KETIDAK WAJARAN bagi orang2 yg tidak pernah BERIBADAH , kali ya Pak ?!
Menjadi suatu KEWAJARAN di zaman Edan kek gini, tanda masih banyak yg ELING = SADAR ! :coolsmiley: :happy0062:

Ane jad salut sama satu gereja di kota ane. Suatu ketika ane mengikuti ibadah di situ dan pas pulangnya ane liat di sebelah kiri-kanan-belakang bangunan gereja ada tanah kosong yg sangat luas tetapi ane tidak menemukan plang pemilik tanah. Iseng-iseng nanya ke salah satu pekerja dan dijawab bahwa itu tanah milik gereja yg nantinya akan dibangun jika bangunan gereja butuh perluasan atau sekedar tempat parkir.

Salut sama orang-orang yg telah memikirkan masa depan gereja ini. Mereka tau bahwa di masa depan kebutuhan ruang dan biayanya akan semakin tinggi sehingga dari sekarang sudah mempersiapkan diri dengan berinvestasi. Seandainya semua pengurus gereja memiliki mindset yg sama atau bahkan lebih, masalah parkir atau bahkan masalah hak pakai bangunan utk beribadah tentunya akan terselesaikan dengan baik.

di jakarta susah cari lapak kosong, sekosong 1/2 lapangan sepak bola. Sangking tidak adanya tanah kosong maka teritory kali pun diambil sebgai pondasi rumah. ;D
http://www.beritajakarta.com/images/foto/rumah_kumuh_jakarta.JPG

Jadi sangat diperlukan: “SALING PERDULI DAN MEMPERDULIKAN” :afro: ;D sama halnya dengan perihal parkir, atau pun perihal mengendarai kendaraan.

Yap ITU bila Gereja tsb akan dibangun pada suatu Area Baru ! Kalau Gerejanya sudah TUA dan berada di Area Lama sejak Zaman Belanda, itu yg menjadi MASALAH !
Dulu saja Kota Betawi masih sepi sama mobil roda empat, yg banyak cuma Andong sama Delman ditambah Trem dalam kota !
Sekarang dimana Kota Jakarta sudah Diperluas dan jalan2 Bertambah … eh eh Jumlah Penduduknya yg bertumbuh Pesat serta Produksi Mobil berlimpah, Bang Jokowi saja dan Bang Ahok kewalahan ngaturnya !
Boro2 Gereja, mau ngatur Lokalisasi Tempat Maksiat saja udeh beda pendapat antara Walikota Surabaya dengan Gubernur/Wagub Jakarta ! Simak apa yg dikatakan Bang Ahok … terlalu banyak yg Munafik sekarang ini, kalau tidak dilokalisir gimana mau Ngontrol Perkembangan AIDS ?
REALITA saat ini bahwa Ibu Rumah Tangga yg terkena AIDS 4 X Lipat Lebih Besar dibandingkan yg ada pada PSK , akibat Ulah si Hidung Belang Belang para suami2 tsb ! :coolsmiley: :mad0261:

Boleh juga idenya tapi bagaimana cara merealisasikannya mas bro Kahlil? Apa hanya dianjurkan saja? :smiley:

Kalau mau efektif ya dibuat peraturan. Tapi kan nanti kesannya seperti pemaksaan. Masa yang punya mobil tidak boleh naik mobil? :smiley:
Yang terbaik adalah memberikan penjelasan pada jemaat, tentang baiknya seperti apa. Biar nanti ketahuan siapa saja yang punya kesadaran untuk membuat dunia lebih baik dan siapa saja yang tidak kooperatif.

Salam

:afro: ;D

Iya mas bro ntar sama kayak peraturan “three in one” di jam macet jakarta :smiley:

Bagusnya sih dilakukan atas kesadaran sendiri tanpa pemaksaan, karna seperti mas bilang mobil or kendaraan tsb kan milik mereka.


Tapi boleh juga niru gereja saya, dimana berkat doa juga sih dan loyalitas pimpinan gereja dan jemaat yang loyal juga oleh kemurahan Tuhan mampu menyediakan tempat parkir yang luas. Jadi tiap hari minggu sudah tidak heran saya melewati areal parkiran mobil yang berjejer. Tadinya gereja ga punya tapi setelah renovasi akhirnya berdirilah gereja dengan megah dan tempat parkirnya yang luas dan itu semua karna berkat kemurahan Tuhan saja :slight_smile:

klo gereja saya sih adanya di dalam mal gitu,jadinya jemaat ga bakal parkir di pinggir jalan(krn sudah disediakan area parkir yg cukup besar oleh pihak mal).

sjoekoerlah, kalaoe begitoe, ada geredja jang tidak dapat dibangoen, walaoe soedah memiliki imb dan idjin prinsip…
sebeanrnja bisa sahadja dibangoen kerana kedoea idjin telah dikantoengi,
namone onetoek apa djika tidak mendjadi soember kedamaian di lingkoengan… ataoe tidak medatangkan damai sedjahtera…