Bisnis Obat Kuat

Beberapa hari lalu salah satu teman saya menawarkan kerjasama bisnis untuk mengimpor dan menjadi distributor beberapa merk obat2an untuk kesehatan dari Canada dan Amerika. Yang menjadi kebingungan saya adalah ada beberapa merk obat yang merupakan obat kuat untuk meningkatkan kepuasan sx spt. Vi**x , ViRX , Cama*ra, Gold Vi**ra (smoga ngerti ya bintang2nya representasi huruf apa :cheesy:).

Menurut FKers boleh gak seorang Kristen bisnis obat2 kuat seperti itu ?
Yang menjadi dilema saya adalah bila obat2 tsb digunakan oleh bukan pasutri, apa gak nti saya nambahin dosa :mad0261: Teman saya berpendapat sebaliknya, yaitu justru malah membantu mengurangi tingkat perselingkuhan dan perceraian karena membuat rumah tangga menjadi lebih harmonis.
Bila ada ayat yg mendukung mengenai ini boleh dishare juga.

Kalau anda punya bisnis hotel. tentunya anda ingin yg nginap di hotel anda kalo berbeda jenis kelamin dalam satu kamar adalah pasangan sahnya kan? Nah, tapi dalam prakteknya nggak semudah itu. Hotel itu kan nggak mungkin anda awasi terus menerus 24 jam? Kalau anda lengah dan receptionist anda mengijinkan pasangan yg bukan suami istri menginap di hotel anda dengan imbalan suap untuk receptionist anda, gimana coba?
Atau anda punya proyek apartemen lalu anda sewa2kan. Yg nyewa ngakunya beristri sah, tapi ternyata itu simpanannya.
Apakah jalan keluarnya anda akan jual apartemen dan hotel anda sementara modalnya belum kembali? Apakah orang Kristen nggak boleh punya bisnis hotel/apartemen?
Pertanyaan berikutnya: Apakah orang Kristen nggak boleh bisnis kondom?
Jawaban atas ketiga pertanyaan diatas: Boleh kan??? Asaaall…

Shalom,

Saya tidak tahu huruf apa yg direpresentasikan tanda bintang itu. Namun, huruf apapun itu tidak terlalu penting.

Bolehkah bisnis obat kuat sex? Adam dan Hawa diciptakan sempurna, tentu termasuk dalam hal sex. Jadi Adam dan Hawa pasti memiliki kemampuan sex yang prima. Bolehkah manusia membuat sexnya kuat, bahkan kalau bisa seperti Adam dan Hawa? Sex kuat berarti juga sehat. Bolehkah manusia membuat dirinya lebih sehat? Tentu tidak dilarang Alkitab.

Nah, apakah boleh membantu orang lain agar sex-nya/kesehatannya lebih baik/lebih kuat? Alkitab tidak melarangnya.

Bolehkah mendapat uang dari bisnis yang membuat orang lebih sehat/lebih kuat sex-nya? Nah di sini persoalan. Dulu Yesus menyembuhkan tidak menerima bayaran uang. Para rasul pun tidak menjadikan karunia kesembuhan dari Tuhan sebagai ladang untuk mendapat uang.

Di Dalam Alkitab, dketika yang mempunyai gangguan atau masalah yang berkaitan dengan reproduksi (mandul), juga tidak dipungut uang. Sekarang ini kesehatan dan pendidikan telah menjadi “bisnis”. Bahkan, kependetaanpun telah dipertanyakan orang karena diragukan telah menjadi “bisnis”.

Lebih baik membantu orang lain menjadi lebih kuat sex-nya daripada berbisnis. Berikan pengetahuan kesehatan yang berkaitan dengan reproduksi, agar teman mengetahui dan mempraktekkanya dengan pasangannya, tetapi jangan mempraktekkannya dengan yang dibimbing, hanya berikan pengetahuan saja, secara bersama2 dengan pasangannya, jangan sendiri2.

Hal tentang bila kita membantu seseorang menjadi lebih kuat sexnya menjadi “gentayangan”, maka sebelum membantu, jangan berikan kepada yang potensial “gentayangan”.

Anehnya, mengapa para pengggemar mijizat kesembuhan tidak pernah bicara tentang mujizat kesembuhan sex ya? Mengapa belum pernah kedengaran orang yang telah sakit sex menahun, lalu setelah dipegang kepalanya (kepala orangnya maksud saya), tiba2 menjadi sembu sex bahkan menjadi kuat sex? Mengapa para penggemar mujizat kesembuhan bungkam tentang penyakit ini?

Namun, yang lebih penting pada akhir zaman ini bukan mujizat kesembuhan. Pekabaran Tuhan pada akhir zaman adalah kembali menyembah Allah Pencipta (Why 14), karena pada zaman akhir ini semakin banyak yang memberikan perhatian kepada mamon, kejahatan sex, paranormal dan sejenisnya, pemuasan diri, materialisme, dsb.

Mujizat penyembuhan pada akhir zaman adalah kesembuhan melalui dokter dan pengetahuan kesehatan yang digali dari dalam Alkitab. Kesalahan mendasar yang dilakukan umat Tuhan adalah membiarkan diri melanggar hukum2 kesehatan yg terdapat di dalam Alkitab yang mengakibatkan sakit kanker, jantung, ginjal, gula, darah tinggi, stroke, dsb, lalu menangis-nangis mencari kesembuhan tiba2 bahkan ada yang meninggalkan dokter, dan mencari mujizat2 kesembuhan.

Jadi, bantu siapa saja yang sakit sex agar sex-nya sehat kembali dan kuat prima. Alkitab mempunyai banyak petunjuk untuk menyehatkan sex.

Tetapi, jangan mempelajari Alkitab (menuruti hukum kesehatan dalam Alkitab) dan menuruti Alkitab supaya sembuh sex. Yang seperti itu adalah sama dengan legalisme yakni menurut untuk sembuh atau menurut untuk selamat. Banyak yang tidak menyadari legalisme halus ini, termasuk menurut supaya mendapat berkat, menurut supaya tidak kena kutuk. Itu semua legalisme. Umat Tuhan adalah taat karena iman. Menurt adalah pembangunan tabiat agar tabiat kita sesuai dengan tabiat para penghuni sorga.

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.

Asal tidak jual Diri dan jual Narkoba aja…he he :tongue:

Kalo itu sih sudah pasti dosa besar! :slight_smile:

sebelum di jual, udah anda buktikan khasiatnya belom fren… :ashamed0004:
kalo ga terbukti, nanti dibilang jual barang palsu lho… :char11:
kalo ga berani minum, dicoba aja ke cecak… (tapi bukan coba ke Cecak FK ya fren… bahaya tuh…) :ashamed0004:
kalo mantap… baru boleh di jual fren… :char11:

Ada gak izin dari Departemen Kesehatan??

Kalo gak bisa dituntut lho menjual obat illegal

Shalom,

Kalau mujarab, dikasi gratis sama orang2 di depkes, lantas yang sakit2 sex di sana, jadi pada sehat sex dan kuat sex, tentu lupa menangkap yang illegal Bro, ha ha…

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.

@ALL
Thanks utk masukannya.
Kalo melihat potensi market dan profitnya sih pengen juga masukin obat2an peningkat stamina s*x. Khan yg beredar di luaran gak jelas keasliannya. Sebetulnya penggunaan obat itu tergantung konsumennya utk apa, sy sebagai distributor gak usah mengatur, cuma ada perasaan bimbang aja pas dengar nama2 obat itu.
Kalo ijin akan diurus setelah saya dan teman2 lain sepakat bulet.
Khasiat obat tsb dah di-test juga oleh saya dan teman2, tapi bukan di-test dng bukan istri lho ;D
Berhubung sy gak punya istri , sy testnya dng meminumnya trus tunggu reaksinya, dan hasilnya bagus.
Hari berikutnya tanpa minum obat lagi libido gampang naik dng sedikit rangsangan non-fisik.

Spy lebih afdol, apakah ada referensi ayat Alkitab utk bisnis ini selain yg telah diberikan bro Jericho Jerusalem ?
Trus, apakah obat2 kuat s*x itu sebaiknya dipasarkan hanya via apotik atau boleh juga via warung dan semacam In**mart ?

Shalom,

Wadduh, jangan2 ada pemahaman yg salah kaprah ini. Di awal post ini disebut "peningkat stamina sex. Di bawah dikatakan, karena belum punya istri ditest dengan meminum terus dan tunggu reaksi dan dikatakan bagus. Lalu dikatakan hari berkutnya tanpa minum lagi, libido gampang naik dengan sedikit rangsangan non fisik (saya tidak mengomentari ini dulu, saya mau komen ttg naiknya libido dan obatnya).

Sex tentu complex, tidak hanya naiknya libido. Libido naik tetapi tidak bisa menyelesaikan tugas, tentu tidak baik. Obat kuat tentu merujuk pada kemampuan atau stamina. Libido naik tetapi stamina tidak cukup, tentu tidak baik.

Stamina semestinya diperbaiki dengan intake nutrisi reguler, bukan dengan intake yg diperbanyak secara mendadak. Obat atau suplemen yang dianggap sebagai “penguat” juga bisa hanya bekerja memacu kerja jantung, sejenis dopping sehingga sepertinya suplemen itu memberikan tambahan power padahal bukan, ia hanya membuat kerja paksa pada jantung, yang tentunya meruksa jantung ke depan.

Menjaga stamina, saya tidak pernah menggunakan suplemen atau obat. Pemeliharaan kesehatan melalui hukum2 kesehatan dalam Alkitab tentu lebih mantap, tetapi jangan dipakai untuk legalisme. Merokok, konsumsi gula, kopi, makanan berlemak dsb tentu akan mengurangi kinerja stamina tubuh.

Sorry Bro, bukan maksud saya menghalangi bisnis Bro. Saya hanya mengatakan apa yang saya ketahui dari belajar kesehatan dan tentunya dari membaca hukum2 kesehatan di dalam Alkitab…

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.

@Jericho Jerusalem
Gpp bro…Justru disini saya ingin merasa sreg dulu sebelum memasuki bisnis itu. Sy perlu masukan ttg benar salahnya bila sy ambil bisnis ini…Sy jg sebetulnya kurang setuju dng obat2 kuat s*x itu, selain act like dopping, kyknya gak etis juga bila sbg org Kristen menjadi pemasok. Tapi temen sy berusaha meyakinkan bahwa we just do the bisnis & don’t take it personally…Sy khawatir jadi ikut ambil bagian bila malah jadi meningkatkan tingkat pemerkosaan :’(. Mungkin sy berpikir terlalu jauh ya…

Shalom,

Saya mengapresiasi Bro, karena bisa secara rendah hati dan terbuka sebelum membuat keputusan yang sebetulnya bisa bersifat pribadi. Demikian pun dalam diskusi kita Bro juga terbuka dengan pendapat orang lain, tentunya keputusan adalah milik kita masing2. Saya apresiasi karena banyak orang asal mengambil keputusan tanpa perduli apapun yg pentng duit, meski sudah ada dorongan kata hati untuk berkata “waspada dan teliti dulu” yang tentunya tidak lepas dari Roh Kudus. Thanks Bro, saya juga mendapat pelajaran berharga keterbukaan Bro. Mohon maaf juga kalau ada yang kurang berkenan.

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.

dilarang posting selain membahas tentang bisnisnya

posting yang tidak sesuai akan langsung dihapus

Thanks much utk semua masukan yg saya terima dr FKers.
Terus terang ini adalah keputusan bisnis yg paling paling sulit yg harus sy ambil :mad0261:, biasanya tidak pernah sesulit ini. Terus terang saja yg membuat sgt sulit adalah possible profit is too good to be missed.
Selama hari Sabtu dan Minggu kemarin sy bergumul doa mohon kepadaNYA utk beri ketenangan hati dan kelapangan dada dlm mengambil keputusan apapun atas bisnis ini…tapi jujur, sy berusaha spy Tuhan bilang “Yes…You may go ahead with the business”. Saat doa sy berharap spt itu, tapi malah sy merasa bersalah telah mengarahkan Tuhan spy setuju…Pagi ini sy coba menguji lagi bisnis tsb, sy doa bila sampai hari Minggu 2 Oktober 2011 (sy minta waktu kpd rekan2 bisnis yg lain) sy msh merasa bimbang, maka itu adalah jawabanNYA utk sy tdk turut serta dlm bisnis itu, dan sy akan tetap berbesar hati walaupun pada awalnya terasa berat.

@Tql
Anda bertanya apakah semua itu dilarang alkitab?
Kemampuan seks dan kesehatan fisik dan psikis adalah “obat paling manjur” dalam hal sex. Obat “kuat” adalah -doping-, adalah drugs… Bagi pengguna. Itu fakta. Kecuali bagi mereka yang sakit diabetes atau yang lain. Tetapi semua itu diberikan dalam koridor “resep dokter”, nah coba anda pikir sendiri deh, manusia gak puas dengan cara2 alami yang sudah Tuhan berikan, pingin lebih lagi kuat, apa itu? Kehendak Tuhan atau kehendak daging??
Anda menjual “diluar resep dokter”, lalu apakah “pengguna adalah orang sakit”?? Jujur maka kita akan katakan “bukan”. Iya apa iya bro?
Lalu sudah jelas hal itu berjalan diluar koridor “fungsi”, apakah konsumen anda adalah pasutri?? Bagaimana mungkin pemakaian tidak menyeleweng kalau koridor fungsi aja sudah dilanggar??
Apakah kehidupan pasutri, is all about sex? Ney… Ada psikis yang jauh lebih penting dari sekedar uang dan sex, jadi menurut saya, --anda tidak sedang menyediakan solusi bagi pasutri tetapi anda sedang memberikan keleluasaan bagi pasangan ilegal dan perzinahan-. Kebetulan saya sudah menikah. Didalam pernikahan yang sehat, kelemahan sex bukan diatasi dengan obat kuat bro, tapi komunikasi dan penyembuhan psikis paling penting. Sedangkan pada pernikahan tidak sehat, obat kuat justru menjadi alat untuk membuktikan kepada pasangannya bahwa dia bisa membalas pasangannya.

Obat kuat tidak yang dijual bebas tidak pernah menjadi solusi “problem sex pasutri”, ttp malah jadi sumber masalah dan semakin menghancurkan.

Silahkan anda ambil keputusan sendiri.

Trims atas masukannya.
Kalimat bro yg sy bold merah itulah yg skrg menjadi perhatian & pertimbangan sy yg membuat sy tdk merasa sejahtera saat tahu obat2 kuat masuk dlm list import. Masukan bro sgt berharga buat sy. Sekali lagi terima kasih.

Pagi ini sy telah memutuskan utk tdk turut serta dng teman2 sy yg ingin mengimpor obat2an, dan sy telah e-mail keputusan sy tsb ke mereka. Belum ada jawaban balik dr mereka, mungkin msh tidur atau lagi siap2 berangkat kerja.

Keputusan ini sy ambil krn pd tgl 2 Oktober 2011 saat sy doa, sy masih merasakan tidak sejahtera dan bimbang. Sy coba perpanjang hari doa sy hingga Selasa kmrn dng harapan ada perubahan di dlm hati sy, tapi hingga pagi hari sy berangkat kantor perasaan bimbang & tdk sejahtera masih ada…Sempat timbul di dalam hati saat menunggu lampu merah berubah hijau pemikiran utk tetap ikut masuk dlm bisnis tsb, namun spt ada suara di hati yg mengingatkan bhw bisnis tsb bukan kehendakNYA dan bila Tuhan tidak menyertai maka sy dpt mengalami kerugian besar. Sempat sy sedikit berargumentasi, tapi hingga sy tiba di kantor suara tsb tetap sama, bahkan terdengar spt “agak mengancam”…Akhirnya walaupun dng perasaan sgt kecewa :’(, sy berkata kpdNYA bhw sy mau taat, sy sadar DIA tahu apa yg sy kira sy tahu, dan sy minta maaf telah berdebat dngNYA di pagi hari…Dan sekarang saat sy menulis ini, sy sdg bergumul dng suara lain yg timbul yg mengatakan sy telah melakukan kebodohan besar dan meminta sy utk tetap masuk dlm bisnis & membatalkan e-mail yg telah sy kirim ke teman2 sy.

Didalam doa orang suka meminta KESEMBUHAN tatkala tertimpa penyakitnya tapi tentunya boleh juga jika ia membeli OBAT sehubungan dengan penyakit nya dari orang yang menjualnya ,walaupun Yesus disebut TABIB yang ajaib.
Keduanya (PEMBELI DAN PENJUAL ) tidak bersalah, bahkan si penjual bisa disebut “MENOLONG”

DIdalam Doa orang sering meminta KEKUATAN dan kalau ada orang yang Menjual obat kuat tentunya boleh dibeli
kalau ternyata berhasil disebut juga sebagai pengabulan doa (tuhan telah mempertemukannya dengan si penjual.)
Tapi kalau ternyata tetap saja Tidak ada kekuatan maka si pejual disebut penipu, penipu inilah yang tidak boleh (dosa)

Tuhan Yesus memberkati
Han

Humornya oke juga Bro Halim.