Blunder Keuangan di Gereja. Kesalahan Oknum atau Kesalahan Sistem (Doktrin)

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Abraham_Alex_Tanuseputra

Pada tahun 2012,

Pdt. Abraham Alex Tanuseputra mengundang Pastor Benny Hinn untuk hadir di KKR
yang berlangsung di Graha Bethany Nginden, Surabaya.

Pada tahun yang sama diwariskanlah TAHTA penggembalaan Gereja Bethany Graha Bethany Nginden Surabaya kepada Putra pertamanya (anak ke dua) Pdt. David Aswin Tanuseputra
(sekaligus menjadi Ketua Umum Sinode Gereja Bethany Indonesia).

Tindakan Pdt Alex ini dianggap licik sehingga menimbulkan kegelisahan besar didalam organisasi GBI Bethany
karena pengangkatan Pdt Aswin dilakukan tanpa melalui persetujuan rapat besar Majelis Umum,
melainkan berdasarkan keputusan dewan Rasuli yang statusnya disengketakan.
Dewan rasuli adalah Pdt Alex Tanuseputra sendiri.

Karena sengketa masalah ini dan banyak bukti2 penyelewengan keuangan,
pada bulan February 2013 Pdt Alex Tanuseputra resmi diadukan kepengadilan pidana dan Perdata
dengan tuduhan penggelapan aset dan keuangan GBI Bethany yang jumlahnya mencapai Rp 4,7 Triliun.
Dana ini tidak dapat dipertanggung jawabkan kepada pihak organisasi dan
ada indikasi kuat bahwa sebagian besar dari dana tersebut dipergunakan untuk keperluan pribadi.
Sudah lama diketahui umum bahwa Pdt. Alex memiliki sejumlah asset dan barang mewah bernilai hingga puluhan milyar.

Keluarga

Pdt Alex menikah dengan Yenny Oentario pada 23 Februari 1963. Pasangan ini dikaruniai 3 orang anak, yaitu Pdt. Hanna Asti Tanuseputra atau Hanna Hadisiswantoro, Pdt. David Aswin Tanuseputra, dan Andreas Tanuseputra. Putrinya, Hanna menikah dengan Pdt. Dr. Yusak Hadisiswantoro, MA. Dari putri pertamanya, Pdt Alex mendapatkan tiga cucu, dari putranya yang kedua mendapatkan dua orang cucu, dan dari putra yang ketiga adalah tiga orang cucu. Ketiga orang anak dan menantu Pdt Alex terlibat aktif dalam Gereja Bethany. Sandra Angelia adalah salah seorang cucunya yang kemudian terpilih menjadi Miss Indonesia 2008.

Sandra sekolah di Perth sejak SMP di St Hilda’s Anglican School for Girls, Mosmon Park, Western Australia, sekolah khusus perempuan yang exclusive.
Biaya pertahun untuk overseas sudent rata2 A$20.000,

Sandra menghabiskan 4 tahun di St Hilda’s. Kemudian meneruskan ke UWA (University of Western Australia) bagian Architecture.
Biaya setahun jurusan Architecture pada tahun 2003-2008 rata2 adalah A$24000,
Sandra menghabiskan 5 tahun di UWA.

Banyak masyarakat Indonesia maupun Australia yang terheran2 karena keluarga pendeta dari “Third World” sanggup mengeluarkan dana sebesar itu hanya untuk sekolah. Banyak masyarakat Indonesia yang sudah lama mensinyalir Pdt Alex mempraktekan penggelapan dana perpuluhan gereja Bethany untuk keperluan pribadinya, indikasi2 gaya hidup mewah yang dinikmati anggota keluarga Pdt Alex merupakan salah satu penyebab Pdt Alex Tanuseputra diadukan ke polisi pada february 2013 dengan tuduhan penggelapan dana gereja sebesar Rp 4,7 Triliun.

Pengadilan Tuduh Kong Hee Lakukan Penipuan 19 Juta Dolar

Pendiri salah satu gereja terkaya di Singapura dituntut di pengadilan pada Rabu (27/6) lalu dengan tuduhan melakukan pemindahan dana secara diam-diam yang jumlahnya mendekati 19 juta dolar dari uang jemaat untuk mendukung karir musik isterinya.

Pastor Kong Hee, 47, menghadapi tiga tuntutan “kejahatan yaitu berupa pelanggaran wewenang yang diterimanya sebagai fidusiari (penerima wewenang) “ terkait penyalahgunaan dana-dana gereja CHC, salah satu gereja terbesar di Singapura dengan anggota yang mencapai 30.000.

Kong telah didakwa “melakukan penyalahgunaan wewenang penggunaan uang gereja secara ilegal dengan menyalurkannya untuk penggunaan yang tidak diotorisasi padanya” yang bersumber dari dana pembangunan gereja selama beberapa tahun untuk mendukung karir musik isterinya Ho Yeow Sun, yang berupaya untuk menjadi seorang bintang musik di Amerika Serikat.

Isteri pastor yang sekarang memasuki usia awal 40 an ini, berharap menjadi bintang internasional akan dapat membantu penyebaran pesan-pesan gereja, menurut sejumlah laporan media Singapura sebelumnya.

Empat eksekutif gereja lainnya telah didakwa pada Rabu lalu sebelum sebuah pengadilan distrik memberikan bantuan kepada Kong dan menghadapi dakwaan-dakwaan lainnya untuk tuduhan penyalahgunaan wewenang penggunaan uang gereha secara ilegal dengan menyalurkan/memakai jutaan dolar dari dana-dana gereja untuk penggunaan yang tidak diotorisasi.

Kong dan empat lainnya telah ditahan pada Selasa lalu oleh Commercial Affairs Department, sebuah unit polisi yang dibentuk untuk memerangi kejahatan kuangan, dan terancam hukuman seumur hidup serta juga denda bila terbukti.

Mereka telah dicopot dari posisi mereka masing-masing di gereja dan telah dibebaskan dengan jaminan 500.000 dolar untuk setiap orang, dan paspor mereka disita oleh negara.

Pada selasa, para petugas berwenang negara mengawasi dana-dana derma yang diperkirakan membuat Kong terlibat penyalahgunaan 23 juta dolar Singapura (18 juta dolar AS) dana gereja tetapi dalam lembar dakwaan yang diajukan pada Rabu, total uang yang diselewengkan oleh Kong melonjak menjadi 24 juta dolar Singapura, sebagaimana diberitakan AFP

Menurut dokumen-dokumen pengadilan, dana-dana gereja telah disalurkan melalui “ investasi-investasi bond palsu” pada dua perusahaan, yang pada kenyataannya adalah “transaksi-transaksi palsu”.

“Transaksi-transaksi itu dilakukan oleh para tertuduh dengan tujuan untuk menutupi penyimpangan Dana Pembangunan Gereja untuk mendanai karir musik Sun Ho…serta juga sejumlah tujuan lainnya yang tidak diotorisasi,” ungkap dokumen tersebut.

City Harvest tercatat di negara/pemerintah Singapura sebagai sebuah badan derma. Penahanan ini dilakukan setelah polisi melakukan investigasi selama dua tahun.

Kong hadir di ruang pengadilan yang dipernuhi pandukungnya serta juga media setempat, berdiri dengan ekspresi mencekam ketika dakwaan-dakwaan dibacakan terhadap diri pastor Kong.

Seusai sidang, Kong melangkah keluar sambil menggandeng tangan isterinya, menolak untuk berbicara kepada media dan jemaatnya membukakan jalannya dan menghalau para jurnalis dan berupaya mencegah para fotografer mengambil gambar-gambarnya.

Pasangan ini telah menjadi selebriti kecil di Singapura setelah peresmian gereja, dengan nilai aset bersih berdasarkan laporan resmi mencapai 103 juta dolar Singapura pada 2009.

Pihak-pihak berwenang pemerintah Singapura berhasil membongkar bahwa para pemimpin badan amal didapati terlibat dalam berbagai penyimpangan.

Pada 2009, seorang pendeta Buddha terkenal telah dipenjara selama 6 bulan karena penyalahgunaan dana-dana rumah sakit dan membohongi otoritas-otoritas negara Singapura.

Mantan Jemaat City Harvest Church Ungkapan Tekanan Untuk Mendonasi “Sebanyak yang Kita Bisa”

City Harvest Church (CHC) bermula sebagai sebuah kelompok studi Alkitab yang sederhana beranggotakan 20 orang pada dua dekade lampau.

Dikelola oleh muka baru seorang lulusan National University of Singapore bernama Kong Hee pada 1989, gereja ini bertumbuh dengan cepat, mengubahkan banyak orang muda dan individu-individu yang bersemangat kepada iman Kristen, sebagaimana dilaporkan Yahoo!News

Puncaknya terjadi pada 2009, kelompok religius ini, yang kemudian didaftarkan sebagai sebuah badan amal, terhitung memiliki 33.000 pengikut.

Banyak diantara mereka mampu mengguncangkan hal-hal di Singapore Expo dimana ibadah-ibadah dilangsungkan, berulang-ulang Kong Hee meneriakan “Halleluyah!” Kong adalah seorang tokoh utama gerakan kharismatik di Singapura.

Dalam wawancara-wawancara dengan Yahoo!Singapura jemaat dan mantan jemaat mengisahkan kembali pengalaman-pengalaman mereka bersama dengan CHC, yang kini sedang dalam sorotan setelah Kong dan empat anggota utama pelayanan tersebut dikenakan tuntutan hukum penyalahgunaan dana-dana gereja untuk membiayai karir isterinya seorang bintang pop.

“Saya pikir salah satu dari banyak faktor yang menarik orang ke gereja kami adalah bagaimana pelayanan-pelayanan diselenggarakan,” tutur Michelle Weers anggota jemaat CHC berusia 22 tahun. “Pujian dan penyembahanya dinamis, injil dikhotbahkan secara kreatif.”

Disamping mengadakan ibadah mingguan dalam bahasa Inggris, Mandarin dan berbagai dialek lainnya, CHC CHC juga melayani warga Indonesia, warga Filipina, anak-anak dan mereka yang mengalami keterbelakangan intelektual.

Sekitar 46% jemaat berusia dibawah 25 tahun, berdasarkan statistik-statistik yang disediakan oleh gereja pada 2010. Dengan usia rata-rata 24 tahun, mayoritas pengunjung gereja ini diyakini para profesional muda berusia 25 hingga 35.

Hampir semuanya, jika tidak semuanya, para pengikut CHC juga sangat tertarik kepada pendiri gereja kharismatik ini, seorang pria yang mereka katakan sebagai “bertalenta” dan “menginspirasi” dan yang selalu “mengeluarkan kehidupan dari apa yang dia khotbahkan”.

“Dia seperti bapak rohani kami,” ujar James Yeo, anggota aktif CHC selama lebih dari delapan tahun. “ Dan sebagai pastor senior kami, dia benar-benar melakukan apa yang dia khotbahkan, dan bertindak sebagai teladan bagi kita semua.”

Disuarakan oleh seorang eksekutif berusia 28 tahun yang dikenal sebagai nona Ong, “ Saya percaya bahwa doktrin-doktrin dan khotbah dari pastor KH yang membuat banyak orang terus datang dan anggotanya bertahan sekalipun berbagai guncangan melanda sepanjang tahun-tahun.

“Injil Kemakmuran” CHC

Dana-dana gereja bertumbuh seiring meningkatnya keanggotaan. Aset-aset bersih ditaksir mencapai 103 juta dolar.

Anggota-anggota yang mendengarkan Kong, usia 47, akan membuka dompet mereka dengan lebar untuk diberikan kepada gereja.

Pastor ini kerap menggkhotbahkan apa yang dikenal sebagai “Injil kemakmuran”-orang menuai apa yang ditabur, menerima kembali atau menuai hingga 100 kali lipat.

Dalam sebuah video salah satu dari khotbah-khotbahnya yang dimuat di Youtube pada tahun 2008, Kong menekankan bahwa proklamasi iman seseorang “harus ditopang dengan pemberian kita” dan, jika tidak dilakukan, pastilah tidak menghasilkan apa-apa

“Apa yang kita berikan setiap minggu adalah ukuran nilai yang anda tempatkan pada Tuhan dan juru selamatmu Yesus Kristus,” ujarnya kepada jemaat. “Kita dapat mengangkat kedua tangan kita kepada Tuhan untuk menyembah Tuhan, tetapi apabila persepuluhan masih berada didalam dompet-dompet kita, lantas persepuluhan itu tidak dibayarkan. Maka pujian-pujian kita hampa. Kata-kata kita tidak bermakna. Karena tidak ada nilai untuk menopangnya.”

Laman donasi online CHC, yang memungkinkan para jemaat dan masyarakat yang ingin memberikan persembahan melalui eNets dan kartu kredit, juga menyatakan bahwa gereja meyakini pemberian seseorang adalah “ sebuah bentuk penyembahan kepada Tuhan”.

Namun tidak semua yang memercayai pengajaran ini, yang secara perlahan berubah menjadi sasaran banyak kritik. Beberapa anggota CHC ahirnya keluar sebagai jemaat.

“Saya telah bergabung dengan gereja ini pada mulanya karena dia (Kong) berkhotbah dengan baik dan tahu bagaimana untuk menciptakan sebuah program yang menarik minat anak-anak muda,” ujar Terence Lee, 26 tahun, yang pernah menjadi jemaat gereja ini selama tujuh tahun hingga 2010.

Menyebutkan “lemahnya transparansi” dalam menjalankan gereja sebagai alasannya untuk keluar dari CHC, Terence yang berprofesi sebagai asisten editor ini bercerita bahwa ia tidak lagi dapat menyetujui dengan doktrin gereja, yang ia rasakan sekarang ini berdasarkan pada “interpretasi Alkitab yang lemah bercampur dengan gayanya sebagai guru spiritual Alkitab”.

Seorang mantan pemimpin kelompek sel , yang menolak untuk disebutkan namanya, juga membenarkanya “ ada tekanan yang jelas-jelas dilakukan untuk memberikan uang kepada gereja”, khususnya kepada anggota-anggota gereja yang lebih muda.

“Mereka yang secara konsisten memberikan lebih banyak akan diapresiasi; mereka yang tidak memberi terlalu banyak akan “ diberi dorongan yang lebih kuat” setiap minggu untuk memberikan “sebanyak yang anda bisa”, jelasnya kepada Yahoo! Singapura. “Kita selalu dikatakan bahwa Tuhan akan memperkaya mereka yang memberikan uang dalam jumlah yang lebih besar.”

Seorang Marketing Executive, Mary Lim juga merasakan tekanan itu. Mary yang berusia 29 tahun ini pada ahirnya memilih untuk keluar dari organisasi keagamaan ini tiga tahun lalu ketika ia menjadi tertekan karena ia tidak dapat memberikan cukup banyak.

“Ketika kita mendaftar, mereka akan memberikan kepada kita formulir-formulir, formulir-formulir GIRO, mendorong kita untuk mendonasi kepada CHC melalui GIRO untuk memastikan persepuluhan kita diberikan secara teratur,” kenangnya.

Temanya yang masih menjadi anggota CHC masih mendonasi melalui GIRO, tambahnya. Tiga anggota CHC lainnu mengkonfirmasi hal ini.

sumber

SLOGAN TEOLOGI SUKSES

Para penginjil penganjur Teologi Sukses biasanya mengucapkan slogan-slogan kemakmuran seperti berikut:

“Kalau Mafia bisa naik mobil Lincoln Continental, mengapa anak-anak Raja tidak?” (Fred Price)

“Allah menghendaki anak-anak-Nya makan makanan terbaik, berpakaian pakaian terbaik, mengendarai mobil yang terbaik, dan menghendaki mereka untuk memperoleh segala sesuatu yang terbaik.” (Kenneth Hagin)

“Saya melihat bahwa Tuhan menghendaki kita kaya. Sebab itu saya mulai mengkotbahkan kekayaan orang Kristen. Saya memberitahukan orang-orang bahwa Tuhan menginginkan mereka menjadi kaya melalui iman mereka.” (Oral Roberts)

“Tuhan menghendaki Anda menjadi makmur dalam segala kehidupan Anda. Apakah Anda sudah siap untuk hidup makmur? Apakah Anda butuh hidup makmur? Maka hendaklah Anda hidup makmur.” (Edwin Louise Cole)

“Saya tidak membutuhkan emas di Sorga, saya mesti memilikinya sekarang.” (Benny Hinn).

Bandingkanlah ini dengan isi Alkitab:

“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi, di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkan hartamu di Surga, di Surga ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada di situ juga hatimu berada.” (Matius 6:19-21)

“… mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan adalah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” (1Timotius 6:9-10).

Kalau begitu, tidak bolehkah pengikut Kristus mencari uang dan menjadi kaya?
Firman Tuhan tidak melarang orang menjadi kaya, malah perumpamaan talenta menganjurkan orang bekerja lelah untuk melipat gandakan modalnya. Namun, janganlah kekayaan dianggap sebagai sejajar dengan iman dan kemiskinan sebagai lawan dari iman. Banyak umat Kristen yang taat tetap miskin sekalipun mereka bekerja keras, karena mereka menghindari dan tidak mau terlibat suap-menyuap dalam mengejar harta. Tidak ada salahnya umat Kristen memiliki harta kekayaan dan hidup makmur, tetapi harta kekayaannya itu harus disyukuri sebagai pemberian Allah untuk disalurkan dalam menolong sesama kita.

“Barangsiapa mempunya harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?” (1 Yohanes 3:17)

Gereja = perusahaan (profit oriented), bentar lagi juga IPO, listing di BEJ :slight_smile:

Kesalahan sistem manajemen keuangan.

GBU

Rasanya, sistem keuangan sih gak salah, karena tujuan awalnya bikin gereja buat cari uang, bikin perusahaan pake kedok “gereja”
(Ga semua gereja kaya gini ya)
Jadi semuanya ga ada yg salah, karena dari awal memang di desain sebagai mesin buat cari uang

Kesalahan orang lah, sistim dibuat orang, sistimnya salah ya orangnya juga psti salah, tapi klo masih ada yg belain pendeta wajar, mungkin jemaatnya.

Salam… ;D

Sungguh teguran yang tegas, Tuhan Yesus pemimpinku dan sungguh Dia adalah pemimpin yang terbaik

Salah satu cara mengatasi hal ini adalah dengan mengumumkan hasil kolekte pada minggu itu juga, dan kemudian mengumumkan penyalurannya bukan kepada orang-orang di luar jemaat, tapi kepada jemaat di dalam gereja pada hari itu juga. Kalau bisa sebelum kolekte dijalankan diumumkan dulu jemaat mana yang akan ditolong hari ini dan atas alasan apa.
Saya rasa diantara ratusan sampai ribuan jemaat gereja yang terdaftar umumnya ada yang memiliki hutang bank, keperluan biaya rumah sakit, dll dimana keperluan itu ada hitam di atas putihnya.

Niscaya jemaat yang banyak dikenal oleh sesama jemaat tidak kong-kalikong dengan pendeta. Dan untuk urusan perpuluhan mungkin ada yang bilang tidak alkitabiah tapi pendeta dan hamba-hamba Tuhan juga membutuhkan biaya hidup.

1 Korintus 9:18
Kalau demikian apakah upahku?
Upahku ialah ini:
bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan
bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.

biaya hidup bisa diusahakan dengan bekerja
Rasul Paulus sendiri bekerja sebagai pembuat tenda

tentang biaya hidup

Angka Kebutuhan Hidup Layak(KHL) Jakarta tahun 2012 Rp 1, 9 Juta

sumber :
http://www.tempo.co/read/news/2012/11/03/083439454/Angka-Kebutuhan-Hidup-Layak-Jakarta-Rp-1-9-Juta

apakah pendeta masih memerlukan
per10an yg nominalnya sampai milyaran bahkan triliunan (4,7 Triliun) ?

Pendeta Gereja Bethany Diduga Gelapkan Uang Jemaat Rp 4,7 Triliun

http://img.lensaindonesia.com/thumb/350-630-1/uploads--1--2013--02--12195-abraham-alex-tanuseputra-bethany-pendeta-gereja-diduga-gelapkan-uang-jemaat.jpg

sumber =

Itu untuk layak hidup alias cukup, uang segitu psti ga bs kredit mobil, rumah dan biaya bulanan rumah toh? Tapi karena Tuhan mencukupkan maka semuanya cukup, bahkan akan dilebihkan.

Tapi apa iya semua HT berpikir begitu?

Salam… :slight_smile:

Masalah pembayaran perpuluhan dan kolekte itu kewajiban kita…

Klo mau menghindari masalah salah gunannya uang tersebut ya perlu laporan keuangan yang terbuka aja…
Sistem keuangan juga perlu diperbaiki…

Ini sudah masuk jaman akhir
Gereja palsu, nabi palsu, n dll uda akan sering kita temui…

Karna tu bedakan la dari buahnya
Banyak2la berdoa.

Kesalahannya karena masih paki hukum taurat padahal sudah habis masa berlakunya (experied)

GBU

1 Korintus 9: 4, 11-12a
Tidakkah kami mempunyai hak untuk makan dan minum?
Jadi jika kami telah menaburkan benih rohani bagi kamu, berlebihankah kalau kami menuai hasil duniawi dari kamu? Kalau orang lain mempunyai hak untuk mengharapkan hal itu dari kamu bukankah kami mempunyai hak yang lebih besar?

Jadi saya agak sulit untuk mendukung pernyataan-pernyataan yang mengharuskan pendeta bekerja untuk hidup. Memang ada beberapa orang yang bilang begitu, tapi sudah tertulis sendiri bahwa itu adalah HAK para hamba Tuhan. Jadi menurut anda bukankah kalau melarang pendeta mendapatkan uang dari jemaatnya adalah suatu yang bertentangan dengan perkataan Paulus ini?

Kalau saja jemat pada Tau bahwa hukum taurat sudah dibaalkan Yesus
tentu b perpuluhan juga sudah tidak berlaku lagi ,sebab perpuluhan termasuk aturan Taurat

Dan peristiwa korupsi ini tidak akan terjadi
maka perlulah disosialisasikan bahwa HUKUM TAURAT SUDAH DIBAALKAN YESUS DAN SUDAH EXPERIED

P. Baru: Efesus

2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia(YESUS) telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya,

P. Baru: Lukas: 16
16:16 Hukum Taurat dan KITAB PARA NABI berlaku sampai kepada zaman Yohanes;

Tuhan yesus memberkati

Han

Aq setuju klo jaman skrang byak HT palsu, tapi jangan buat itu jadi sandarannya meniadakan perpuluhan
Ingat perkataan ini“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga."

Sebagai orang yang percaya ama Tuhan Yesus kita bukan hanya dituntut beri 10% penghasilan kita kayak orang farisi, bahkan 10% dari hidup, waktu kita sampai pada akhirnya kita mampu n berani menyerahkan seluruh hidup,waktu,n penghasilan kita pada akhirnya,disisiNYA kerajaan Surga.
Proses,proses n proses
He watch you from your heart, through Holy Spirit.

kayaknya ada yg iri hati … kwkwkwkwk …

ada yg ngiler pengin ngerebut jemaat di bethany ???

gini nih, kl orang yg iri hati melihat suatu masalah :

  1. banyak jemaat yang bertobat … tutup rapat rapat
  2. banyak jemaat yang hidupnya di pulihkan … simpan berita ini rapat rapat
  3. banyak orang yg menerima kristus … jangan sampai orang lain tahu
  4. Gerakan kerajaan Allah menyebar …simpan dalam lemari , jangan sebarkan

10 . ada yg mempersoalkan masalah keuangan … nah ini die, ayo umumkan rame rame …

hehehe … namanya juga orang iri hati.


btw, mengenai bethany, gw heran, kenapa orang2 baru yg tidak pernah berjerih lelah saat pendirian grj, saat di hina, saat di ancam oleh pihak lain, saat mencucurkan air mata … orang 2 baru yg tidak pernah ikut menderita dlm sejarah grj bethany, tiba tiba mau menjadi penguasa bethany … ?

wow … dunia sudah mau kiamat rupanya.

waktu grj bethany dimulai di garasi, dengan jumlah jemaat hanya 11 orang, … kenapa para xxx itu tidak meributkan bethany ?

kenapa setelah pdt Alex berjuang bertahun tahun, tiba tiba muncul orang lain yg mau … ?

namanya juga manusia.