Bocah 2 Tahun Berhasil Mengendarai Sepeda Dengan Tangan Cacat

Jangan pernah menyerah. Mungkin inilah yan ingin disampaikan oleh Sophie Smith, bocah dua tahun yang lahir cacat dengan tangan kanan hanya separuh. Gadis kecil pemberani ini berhasil mengendarai sepeda setelah anak-anak dari sebuah sekolah membuat sepeda dengan stang khusus sebagai bagian dari proyek sekolah mereka.

Kepala sekolah tekhnologi membuat proyek bagi 10 siswanya yang berusia 14 dan 15 tahun setelah berbicara dengan nenek Sophie, Pat, yang bekerja di sekolah itu. Para siswa kemudian mendesain stang yang memungkinkan Sophie dapat mengendalikan sepedanya dengan lebih baik. Para siswa bahkan mendesain sepeda Sophie dengan memberikan warna yang menjadi warna kesukaan Sophie, merah muda.

Ibu Sophie, Kelly Rogers, 32, dan suaminya Ryan Smith, 28, mengatakan sangat senang karena putri mereka dapat beradaptasi dengan baik saat mengendarai sepeda tersebut. Seorang kasir toko elektronik, Kelly, bahkan berkata bahwa Sophie adalah seorang gadis kecil yang benar-benar aktif dan sepeda khusus itu sangat sempurna untuknya karena membuat Sophie tidak lagi merasa berbeda dengan anak-anak lainnya.

“Sophie saat ini bisa bersaing dengan teman sebayanya. Begitu dia melompat ke atas sepeda, tak ada yang dapat menahannya. Sebelumnya Sophie benar-benar berjuang agar dapat naik sepeda. Dan saat ini dia benar-benar berterima kasih kepada sekolah yang telah mendesain sepeda yang sesuai dengan kebutuhannya. Dia gadis yang sama sekali tidak memandang kekurangan fisiknya dan semua teman-temannya senang dia dapat mengendarai sepeda bersama-sama dengan mereka. Sangat membahagiakan untuk melihatnya bersepeda beramai-ramai dengan senyuman lebar di wajahnya,” ujar Kelly.

Ibu Sophie menderita Amniotic Band Syndrome ketika sedang mengandung Sophie. Kantung ketuban yang robek dan ikatan yang seperti serat terjerat dalam tungkai bayi dan mengganggu pertumbuhannya.

Pat, 55, berkata, “Hal ini sungguh suatu hal yang sangat menakjubkan. Jika saya tidak melihatnya, saya tidak akan percaya. Sophie melompat ke atas sepeda dan pergi melaju. Ketika saya hendak memberikan bantuan, ia hanya berkata, ‘Tidak usah nek, saya bisa melakukannya.’ Jika saya tahu ia akan melaju sekencang itu, saya akan mengenakan helm kepadanya. Apa yang dikerjakan para siswa ini sungguh membawa perbedaan yang besar atas diri Sophie. Mereka bahkan merancangnya dengan sangat pas pada sepeda merah muda Sophie, karena ia adalah seorang gadis kecil yang sangat merah muda. Ia adalah seorang gadis kecil yang sangat aktif dan tidak ingin kondisinya menjadi penghalang. Sophie sangat mencintai sepeda dan ia menggunakannya di rumah sekarang.”

Semangat yang dimiliki Sophie di usianya yang masih belia sungguh mengagumkan. Di tengah kekurangan fisik yang ia miliki, ia tak pernah menyerah. Bahkan tak pernah sekalipun melihat kekurangannya sebagai sebuah kekurangan. Dari Sophie setiap kita bisa belajar bahwa kekurangan atau kendala apapun yang kita miliki tidak akan pernah menjadi penghalang ketika kita memilih untuk tidak pernah menyerah.

Source : dailymail