Bogor salahsatu Wilayah Tanpa Toleransi Umat Beragama

Spanduk ini menurut banyak orang terpampang di pintu jalan tol Bogor (bagi teman-teman yang pernah melihatnya, tolong konfirmasikan, apabila benar, silahkan membaca terus apabila salah, mohon saya diberi tahu dan tulisan ini boleh tidak diacuhkan) dan dipasang oleh oknum non-pemerintahan, namun sepertinya didukung oleh Pemda Bogor (seiring aspirasi Bogor yang ingin menjadikan kotanya sebagai kota ”Halal”)

Mungkin bagi sebagian orang spanduk ini lucu, imut, jenaka atau normal, atau mungkin biasa saja dan bukan sama sekali hal yang penting sampai patut dijadikan suatu pembicaraan apalagi postingan blog. Namun bagi segelintir (termasuk saya) spanduk ini menggelitik otak dan membuat otak saya berpikir bahwa spanduk ini sangatlah tidak mengenakkan khusunya bagi mereka yang diasosiasikan sebagai pemakan daging babi.

Pertama, ini benar benar spanduk yang politically incorrect dan sangat mendiskriminasikan para pemakan babi yang notabene adalah non-muslim. Ada apa di belakang pemasangan spanduk seperti ini? Bukankan negara kita negara Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan negara bagi rakyat yang beragama majemuk? Mengapa nampaknya makin lama minoritas makin disudutkan, sampai sampai ingin di”isolasi”? (yang tentunya disini bukan dalam konteks di tempeli lak-ban, namun diasingkan) Mengapa disaat dunia lainnya makin maju dan cerdas dan semakin menghilangkan pembatas antara satu kelompok dengan kelompok lainnya dan membudayakan anggapan bahwa semua orang adalah setara, equal, satu derajat, negara kita seakan mundur 5000 langkah?

Ketika ada (banyak) oknum yang mengeles dan mengatakan, “spanduk itu kan dibuat maksudnya agar orang berhati-hati dalam mengkonumsi daging babi di musim flu babi ini,” Di situ saya geleng-geleng kepala. Pertama, flu babi bukan didapat dari mengkonsumsi babi, tetapi dari sesama manusia, Kedua virus flu babi yang biasa sebetulnya tidak mematikan tetapi virus flu babi H1N1 adalah merupakan mutasi dari virus tersebut dan virus flu lainnya, dan ketiga, kalaupun memang flu babi itu dapat menular dari daging babi yang dikonsumsi, mengapa tidak ada yang dulu membuat spanduk “isolasi pemakan daging burung/unggas” ketika Flu burung/Sars yang tidak kalah ganas tersebar di Indonesia?

Sungguh kelakuan manusia yang membuat dan memasang spanduk ini, dan juga tidak adanya tindakan dari Pemda Bogor terlihat sabagai suatu dukungan terhadap spanduk dan pesannya ini adalah merupakan suatu hal yang memalukan dan dapat meretakkan keutuhan bangsa Indonesia.

Yang terakhir saya dengar juga, selain hal ini yang juga sedang menjadi trend saat ini adalah perumahan eksklusif yang berbasis agama. Misalnya perumahan bagi orang beragama A, dimana yang tidak beragama A tidak boleh tinggal atau membeli rumah disitu, dan pembeli rumah harus menanda tangani kontrak apabila suatu saat pindah, tidak akan menjual rumahnya ke orang yang selain agama A.

Lagi lagi suatu upaya menghancurkan pluralisme dan toleransi di Indonesia, tidak ubahnya seperti apartheid di Africa Selatan yang ditentang oleh banyak orang karena akan menciptakan kecurigaan, tidak adanya toleransi antar sesama rakyat yang berbeda agama atau etnis dan juga akan menimbulkan kecemburuan atau munculnya perasaan superior di kalangan (agama) tertentu.

Hal hal yang tidak pernah terjadi ataupun terpikir akan terjadi di masa Suharto, sekarang ini malah seperti resmi diberi pupuk oleh berbagai macam kalangan agar senantiasa lestari. Benar benar suatu hal yang membingungkan bagi saya pribadi dan juga saya yakin bagi banyak orang Indonesia lainnya.

Saya yakin para pejuang kemerdekaan Indonesia, penulis deklarasi kemerdekaan dan mereka yang dulu mengobarkan semangat juang dan kesatuan rakyat Indonesia sebagai satu negara hebat berbasis Bhinekka Tunggal Ika saat ini bersam-sama Ibu Pertiwi sedang menitikkan airmata. Sungguh apa yang terjadi ini adalah suatu kenyataan yang menyedihkan. Apa yang sebenarnya telah terjadi terhadap bangsa kita?

Hidup negara Pancasila !!!

haha. udah lama ya ini.
tiap minggu saya masih bisa makan babi kog di bogor. slow aja. :tongue:

Ha ha ha ha, sama bro, banyak makanan dengan daging babi yang enak dan mantap di Bogor.
Jadi, biarkan saja mereka yang iri dan liurnya menetes karena kepingin.

BTW, bersyukurlah jika mereka tidak makan babi bro, karena dengan mereka ikut makan babi, harga daging babi akan menjadi berlipat ganda, seperti harga kepiting yang sudah dinyatakan tidak haram lagi. Yang rugi kita juga kan?

topiknya serius nih knp di baord cafe ya?

tuh yg sirik aja gak bisa makan B2 kali…terlalu lezat

wkwkwkwkwkwk…sampe segitunya sirik ama kita sampe babi ajah diurusin…babi tuh enaaaak, hahahahaha…dasar wahabi !!!

padahal binatang haram masih banyak yg laen, koq yg jd topik cm babi ya? hahahaha…

kl Singa primadona hewan buas, babi adalah primadonanya binatang haram ^^V

doyan jengkol kok bangga…

hahaha jengkol itu bau…

Silahkan bandingkan, mana yang lebih menggoda ?

http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSiBQU-m4idO08lWXx8nNKzOGNPl8I81ulMsvx_rESc7cM_C_455A

http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ2KB0f-W8pDDYG0CRdVfE59n2neRy2PQ29yyk6jhGDLHyORxGC2g

:afro:

bro bruce, perbandingan yg sangat-sangat tdk seimbang, kalo mw dinilai 0 - 10
atas : eeerrrrr… 1,5 deh (pengenx ngasih 0, tp ntar takut menyinggung yg doyan jengkol)
bawah : waawww 11 (hahahahaha)

He he he he, betul betul betul

Saya tahu siapa pelaku yang memasang spanduk itu :slight_smile:

Salam

Justru yang paling getol TIDAK makan babi adalah YAHUDI. Semoga spanduk itu merupakan persahabatan dengan Yahudi yang gua kira juga nggak suka jengkol.

bogor nih parah… herannya pemerintah ni seperti ompong…dibiarin aja…

setahu mbah, babi tuh HARAM bagi mereka yg belum pernah nyoba, tapi HARUM bagi yg udah pernah nyobain… buktinya banyak temen2 mbah yg moslem doyan babi asal gak ketahuan temen2nya aja…alias sembunyi2…
:afro:

Kalo di tempat saya babi anjing kucing dimakan…vitalitas prima jadinya…

Judulnya serius banget, sekali buka isinya bahas B2… wkwkwkwk…

Betul, dan kaau mereka menjadi penggemar B2, itu urusannya gawat, harga daging B2 akan melonjak tinggi. Jadi, biarkan yang mengharamkan B2, tetap mengharamkannya, syukur syukur kalau ada juga yang mengharamkan lagi Kepiting.

He he he he he.

Saya heran. Setiap kali ada topik yang nyrerempet-nyerempet tentang “babi”, pasti jadi membicarakan kuliner babi :smiley:

Mari kembali ke topik saja.

Salam