Bolehkah atau salahkah berpura-pura dalam situasi tertentu

Shalom :smiley:
Mazmur 34:1 Dari Daud, pada waktu ia pura-pura tidak waras pikirannya di depan Abimelekh, sehingga ia diusir, lalu pergi.

Apakah “pura-pura” dalam konteks di atas dapat dikategorikan sebagai “cerdik seperti ular, tulus seperti merpati”? Dalam artian bahwa dalam hal ini bukanlah sesuatu yang jahat/salah di mata Tuhan?

Coba perhatikan ayat 13-15 (TB) atau 12-14 jika pakai Alkitab digital seperti Sabda.

Disana dikatakan, “jagalah lidahmu terhadap hal yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan yang menipu.” Apakah Daud sedang bermunafik ria? Tidak menurut saya.

Apa yang dilakukan oleh Daud saat itu dikisahkan dalam 1 Samuel 21:13-15, dimana saat itu ia hanya mengerakan bagian tubuhnya tertentu tanpa bicara sepatah katapun. Ia tidak berdusta dengan bibirnya dan tidak berniat jahat terpada siapapun. Orang yang melihat ulahnya menyimpulkan bahwa ia gila dan akhirnya tidak mengenali Daud. Jadi boleh dibilang ia cerdik walau tidak elegan.

Apakah itu salah di mata TUHAN? Manusia mana yang tidak berbuat salah dan melakukan sesuatu yang kurang tepat. Saat itu Daud dalam keadaan terhimpit hanya sedetik waktu untuk berfikir dan mengambil keputusan untuk bertindak. Tidak ada waktu untuk meminta petunjuk TUHAN dengan Urim dan Tumin, atau lewat nabi atau pelihat. Apa yang bisa dilakukan dilakukan oleh Daud. Namun demikian harapannya tetap kepada TUHAN (bacalah seluruh ayat dalam pasal itu), bukan percaya kepada rencana spontannya tersebut.

1 Samuel 29:6-7,9 disebutkan bahwa Akhis menyatakan bahwa selama Daud bersamanya, tidak sekalipun Daud memiliki rencana jahat terhadap dirinya. Artinya Daud tulus terhadap lawannya tersebut yang kemudian menjadi tuannya sesaat. Ia memang tidak selalu berkata jujur, terhadap Akhis namun tidak ada niat jahat terhadapnya.

Disini kita melihat bahwa kemurahan TUHAN itu walau kita berbuat sesuatu yang memalukan atau sesuatu yang terlanjur salah, namun TUHAN bermurah hati dan tetap mengasihi kita. Saya anjurkan anda membaca Roma 3:25-28 untuk memahami hati Allah berkaitan dengan hal-hal seperti ini.

Allah melihat hati manusia terdalam, tidak melihat benar dan salah seperti ahli Taurat dan Farisi yang menghakimi sekilas pandang saja. Bukan berarti perbuatan Daud tersebut pantas kita contoh, namun jadikan itu kisah yang dapat membuat kita mengenal Allah lebih baik lagi.

Ya! Manurutku dapat.
Sebab bukan ada rancangan yg jahat di dlm diri-nya
Demikian pun jika ada keteledoran ia mudah segera sungguh2 bertobat

Semua manusia berdosa tanpa kecuali
Semua manusia binasa kecuali bertobat
Pertobatan Daud sangat mengesankanku

Yes!
Maka tidak mungkin kita latih latah mencontoh para garong
Yg me-nyebut2 “Jesus Christ!” saat polisi mengepung
Spt yg kerap dikisahkan dlm filem2 action

Alkitab Hari Ini - 19 Desember 2020
Peliharalah dirimu demikian dlm kasih Allah sambil menantikan
rahmat Tuhan kita, YESUS KRISTUS, utk hidup yg kekal. - Yudas 1:21

Salam Satu Iman!