Bolehkah menikah kedua kali ?

Studi kasus:

Si Udin sudah punya istri.
Si Udin bergama Katolik.
Si Udin sudah tidak mau lagi sama istrinya itu.

Dalam gereja katolik, tidak ada istilah perceraian.

Maka dari itu si Udin memutuskan untuk pindah agama menjadi agama kristen.

Nah, saya mau tanya:

Apakah di agama non katolik (entah itu Protestan, bethel, bethani, advent dll) diperbolehkan untuk menikah lagi ?

Kalau YA, apa landasan alkitabnya.

Terima kasih.

Tidak boleh menikah lagi

yg seharusnya dilakukan adalah keduanya menjadi rujuk kembali, karena keduanya tidak boleh bercerai. (mirip dgn katolik ya)

entah kalau di tempat lainnya

Tgantung mau dlihat dari mana.

Kl dari Alkitab ya ngga boleh.

Kl manusianya mau maksa dan brani tanggung risiko, ya silakan saja cara pendeta/pastor dan gereja yg ‘berani’ mnikahkan org Kristen/Katolik yg sudah bcerai dari sesama Kristen/Katolik.

Kl mnrt Alkitab sih, pendeta/pastor ngga boleh mnikahkan suami/istri Kristen/Katolik yg bcerai dari suami/istri Kristen/Katolik.

Tp kl si pendeta/pastor berani mnikahkan, ya silakan saja.

Tuhan rasanya belum akan turun langsung dari sorga dan mhentikan pnikahan mreka sbgmn Dia tidak turun tangan dan mcegah Adam makan buah terlarang.

Saya punya teman yang kasusnya persis sama dengan si Udin. Dia ceraikan istrinya, walaupun harus nunggu lama dan proses perceraiannya berbelit2 karena dulunya nikah secara Katolik. Tapi ya akhirnya bisa cerai.
Trus dia kawin lagi. Kali ini dapatnya dengan selingkuhannya yg Kristen. Kawin lagi di gereja Kristen. Dia pindah ke Kristen.
Waktu saya tanya apa dia diberkati di gereja Kristen? Diberkati. Dia bilang: di Kristen diperbolehkan kawin lagi dengan alasan tertentu. Sewaktu saya desak alasan apa itu? Dia mengelak jawab. Yang jelas ayatnya ada di Alkitab. Jangan2 pakai ayat yg dari Taurat itu (kasus ditangani Musa). Saya lupa ayatnya.

kayaknya di tempat saya tidak boleh, walau dgn alasan apapun, kecuali ditinggal mati pasangan.

tapi kl di tempat yang satu itu (nama gak saya sebut yah), boleh nikah lagi dan diberkati pdt. saya lihat sendiri soalnya.

@lo2rest: Aneh sekali ya. Padahal sudah jelas sekali Kekristenan menentang perceraian, tapi ya masih ada saja yg bisa “melegitimasi” kawin lagi. Kalau sudah seperti itu kondisinya, dimana letak kebenaran? :idiot2:

Stau saya, bcerai dbolehkan dg 2 syarat :

  1. Salah satu pasangan tbukti bzinah (ini pun masih beda tafsir)
  2. Salah satu pasangan (yg mminta cerai) bukan anak Tuhan

Di luar itu masuk pzinahan jika sso kawin lagi.

Nah,
Pendeta itu kan juga manusia.
Gereja itu juga kadang btindak sbg sbuah organisasi yg diatur oleh manusia.

Di Gereja saya juga saya tau pernah mnikahkan kembali seorang pria Kristen yg cerai dari istri Kristen.
Kbetulan dua-duanya adl teman saya.
Saya sudah brusaha mberi masukan kpd salah satunya dan mperingatkan bhw ada konsekuensi.
Dia bilang siap tanggung.


Bro,
Kl org udah mau, apapun nasihat kita cenderung diabaikannya.

Kl istilahnya Tuhan Yesus itu : Ketegaran hati.

Org kl udah pengen, maka ia akan ‘tegarkan hati’ dari sgala masukan dan maju trus mnanggung sgala konsekuensi.
Akhirnya mreka kawin juga dan Gereja mlegalkannya.

Apakah ada konsekuensi?
Ada Bro.
Sedih.
Anak pertamanya kena Thalaselmia.
Diobatinya seumur hidup.

Tuhan mbrikan manusia khendak bebas.

Tar pendeta dan Gerejanya kena konsekuensi ga?
Rasanya sih iya, tp itu urusan Tuhan deh…

kelompoknya ada disini sih…
tapi aku gak berani ngomong.
takuuutttttt di bogem mentah

hehehehe

yg kawin lagi itu, anak orang KAYAAAAA

waktu pesta kawinnya, ada paduan suara dari grj.
Nyanyi lagu2 grj (wwuihhh rohaniah bangetzzz)
Ada permainan piano dari grj pula.

lihat itu, aku cuman bisa senyum2 saja. hehehehe yahuuiiiizz (ini toh, yang namanya kelompok yang sok merasa paling benar sendiri. Ternyataaa… )

klo saya sendiri sihh mo cerai trus kawin lagi ato mo punya istri lebih dari 1 ya terserah mereka sihhh… yang ngejalanin mereka sendiri dan yang nanggung mereka sendiri…

tapi menurut saya bagi yang memegang alkitab sudah jelas dasarnya tidak boleh menceraikan pasangan kecuali karena berzinah… mungkin mau denom apapun seharusnya sama hukumnya hehehe… tugas kita, bila kita mengenal mereka kewajiban kitalah yang mengingatkannya… bila mereka jalan terus ya sudah, berarti sudah bukan tanggung jawab kita lagi… ^^

Biasanya sih alasannya adalah : daripada tidak ke gereja. Lebih baik tetap ke gereja, walaupun selingkuh.

Jadi menurut mereka hukum “wajib ke gereja” lebih penting daripada hukum “jangan selingkuh”.

Atau,

selingkuh boleh asal terus masuk gereja setiap minggu.

Bagaimana nih teman-teman yg dari pantekosta ?

Pantekosta kan pake Alkitab juga.
Ya sama juga, mlarang pceraian dan mlarang kawin lagi.

Kl ada oknum Gereja dan oknum Pendeta yg ‘bkompromi’ ya itu tidak mngubah kbenaran isi Alkitab.

Sama saja kasusnya spt rohaniwan dan Gereja yg mberkati pnikahan sesama jenis.

Mreka mau kompromi ya silakan saja, tp yg tertulis di Alkitab sudah jelas.

Pernikahan adalah untuk seumur hidup, sampai maut memisahkan.

Memang ada ya Gereja memberkati pernikahan sejenis? Gereja apa ya?

Shalom Bro & Sis,
Menurut saya semua bisa terjadi… Kalau si Udin JUJUR bicara ke Pendetanya ya belum tentu Bisa Nikah Gereja lagi ! Tapi kristen kan juga banyak… Ada yang berpegang teguh pada kebenaran FIRMAN TUHAN ( pasti ditolak bahkan disuruh kembali pada istri masa mudanya :knuppel2:) Ada Yang KOMPROMI dengan alasan MAMON, ( jemaat Tajir kaya Raya), alasan KEMANUSIAAN kasihan daripada hidup nggak jelas ( kumpul Bocah :tongue: ) , alasan TAKUT malah orang itu pindah agama sebrang jalan hehehe… ;D, Bahkan ada Gereja yang tahu kalau si UDIN udah punya istri terus pisahranjang lalu punya “Kekasih” baru untuk dinikah ( kedua wanitanya adalah Kristen/Katolik ) maka ditanya ama Pendetanya " Kamu Bahagia sama yang mana ? yg pertama atau yang kedua ? " kalau jawabnya BAHAGIA dengan yang terahir ya monggo NIKAH di altar Gereja ! sometimes banyak kasus Complicated terjadi di Gereja… :mad0261:
Menurut saya sih Taat pada Firman TUHAN adalah diatas segalanya !
Jesus Blessing.

yg dimaksud menikah itu apa sih? jgn2 yg sibuk diskusi di sini punya definisi nikah yg beda2?

(kalo ‘kawin’ mgk pasti definisinya sama …:smiley: :smiley: :D)

Salam damai sejahtera dalam Kristus Yesus untuk semua saudara yang percaya Allah adalah Kasih.
Sesungguhnya memang gereja harus menikahkan siapapun dengan tujuan apapun.

Tetapi ingatlah akan mereka, dan berikan kuasa manusia atas manusia hanya kepada mereka yang hidup di dalam dua kasih terutama, dimana kuasa di atas bumi juga akan menyertai; karena berkuasa atas manusia yang berada dibawah kuasa sepuluh perintah menurut hukum Taurat, yang memberikan kuasa di atas bumi kepada orang-orangnya melalui pernikahan untuk memperoleh keturunan.

Dan berikan juga kuasa di atas bumi kepada orang-orang yang menerima hidup di dalam kuasa sepuluh perintah menurut hukum Taurat; melalui pernikahan untuk memperoleh keturunan.

Dan nikahkanlah juga mereka yang hendak menikah dalam pernikahan untuk memperoleh kuasa melalui hubungan badan.

Tetapi memang benar bahwa pernikahan untuk mengawinkan dua kasih terutama adalah hanya memiliki seorang pasangan seumur hidupnya dalam status pernikahannya.
Bukan berarti kedua manusia yang sudah menikah dalam pernikahan untuk mengawinkan dua kasih terutama itu tidak bisa berbuat sesuatu yang salah; yang mengakibatkan mereka tidak pantas menggunakan kuasa manusia atas manusia, tetapi mereka hendaklah menjadi manusia yang menguduskan pernikahan; karena dengan menguduskan pernikahan seseorang nyata telah mengasihi Allah; dan hidup di dalam dua kasih terutama.

Dan untuk mereka yang menerima untuk hidup di bawah kuasa sepuluh perintah menurut hukum Taurat, memang pada mereka diperbolehkan memiliki lebih dari satu isteri.
Tetapi hendaklah diketahui dan diterima dengan baik, bahwa Kristus yesus telah menyatakan bahwa sejak semula tidak ada perceraian bagi mereka yang menerima hidup di bawah kuasa sepuluh perintah menurut hukum Taurat; karena memang boleh beristeri lebih dari satu.

Kalau merujuk kepada sejarah perjanjian lama nikah lagi itu boleh boleh aja (konon istri salomo ada 700)
daud yang tercatat ada 4 orang,(entah berapa gundiknya )dan
konon musa juga memprbolehkan perceraian
tapi kitab nabi nabi berlaku sampai zaman Yohanes (lukas 16:16
DAN HUKUM KASIH KARUNIA YANG KEDUA MENJAWABNYA: adakah kita mengasihi sesama (Istri/suami ) jika menikah lagi ??
Tuhan jesus memberkati
hAN

Kalo jawabannya: Lho, saya mengasihi kedua2nya! Masa nggak boleh menikahi dua2nya?
Apa jawabannya?

Menurut aku sah-sah saja ya bro cerai lalu nikah ama perempuan lain. Daripada setelah cerai melakukan jinah atau free sex, itu lebih gawat.
Kalau Nikah sesama jenis itu tidak wajar ya. Itu penyimpangan seksual.

Jadi inget ibunya pencopet ketika berkata : “yah biarin lah si ujang nyopet,… daripada dia jadi perampok!”

Nyopet merugikan org lain sdgkan menikah yg kedua kalinya tidak merugikan siapa2.

Lebih kreatif lagi bikin ilustrasi ya bro.