Bolehkah Menyebar agama dengan cara ini ?

Teserah mo kemana! asal jangan ame gue aje…sumpeh gue kagak pernah bakar2 gereja, termasuh 28 mei…gue tidur! jadi alibi gue kuat!

@atas:tp sampeyan senang kan Gerejanya di bakar,hehehe,ouw,ouw,kamu ketahuan!!!ayo,ngaku aja cindooooooo, :coolsmiley:

Diplintir aja terus…lalu nyamain baju yang ente pake ame yang sy pake… beda lah !!!

Setuju! sepertinya bro benar sangat! dan itu bukan lagi “misal”.

Kalo gak ada jemaat…Gerejanya bakal di alih fungsikan bro!

Yang demikian adalah oknum, yang banyak terdapat juga pada semua agama karena keterbatasan dan kedangkalan pemahaman doktrin agama. Sebab kita tidak dapat menggantungkan harapan kita pada manusia (termasuk pemuka agama), melainkan kepada Allah didalam YESUS Kristuslah seharusnya harapan kita diletakkan.

*Pasti…di Islam pasti lebih banyak sehubungan mayoritasnya itu !!!

*Tumben bro masih mau ngetik kata “Allah”, kagak alergi lagi seperti Kahlil ame Tambelar!

Gereja Universal sendiri pada hakekatnya tidak membutuhkan jemaat yang hanya KTP Kristen dan telah menandatangani surat kontrak, melainkan menuntut kehidupan dan kerohanian Kristen sepadan dengan kemurahan Allah.

Apakah diperbolehkan perbuatan yang demikian?
Jelas TIDAK! Percuma, toh mereka tidak benar-benar bertobat dan secara hakekat menerima KRISTUS.

Secara keseluruhan kesan kalimat2 bro ini; sungguh sebuah pemikiran yang bijak dan agamais sekali. mudah2an bukan sekedar teori, mengingat usia bro yang masih muda,
tapi ya cocok en emang harus gitu, terlebih jika memang (katanya nih) anda calon seorang Pendeta. Saya cuma khawatir bro belon mampu merfelesikan teori dengan praktek.

Salam salim.

waduh bukan itu maksud ku om kahlil justru kalimat itu merujuk buat si wisatawan nya bro… :slight_smile: …tp merujuk buat pendeta nya jd bisa juga kali ya om :slight_smile:

salam Damai

Memang.

*Pasti.....di Islam pasti lebih banyak sehubungan mayoritasnya itu !!!

Ho? Berarti kontrol agamanya kurang kuat? atau ada ayat yang memang memperbolehkan?

*Tumben bro masih mau ngetik kata "Allah", kagak alergi lagi seperti Kahlil ame Tambelar!

Saya tidak pernah alergi dengan kata “Allah” tuh… karena saya memaklumi sistem adopsi bahasa, toh cara penggucapannya lain dengan Allah Islam.

Secara keseluruhan kesan kalimat2 bro ini; sungguh sebuah pemikiran yang bijak dan agamais sekali. mudah2an bukan sekedar teori, mengingat usia bro yang masih muda, tapi ya cocok en emang harus gitu, terlebih jika memang (katanya nih) anda calon seorang Pendeta. Saya cuma khawatir bro belon mampu merfelesikan teori dengan praktek.

Salam salim.

Nah, ini isu ke-8 yang saya terima bahwa “saya calon pendeta”… kapan saya ngomongnya? atau siapa yang bilang? Saya cuma awam biasa saja, dan tidak berniat jadi pendeta. Ya kalau Anda khawatir doakanlah saya, hehehe…

Best Regard,
Daniel FS

O… begitu toh maksudnya. Benar juga sih. Hahaha.

Salam

@ TS

tidak dibenarkan menyebarka agama dengan cara yang manipulatif dan memaksa, sebagaimana yang diketahui bahwa Kekristenan itu tidak disebarkan dengan cara-cara tersebut, melainkan dengan penginjilan dan misi

Mat 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus

dan ketika saya secara langsung meminta konfirmasi dari pihak yang dituduhkan, tidak benar demikian, melainkan ada inisiatif orang muslim yang mengajak dialog pengurus gereja tersebut

topik ini sudah terjawab dan akan saya lock

terima kasih atas perhatiannya

GBU