Bolehkah orang Kristen membunuh dalam perang?

Mau tanya, bolehkah tentara yang beragama Kristen membunuh lawannya dalam perang?
Dan bolehkah warga sipil yang beragama Kristen ikut berperang dan membunuh lawannya?
Soalnya hati kecilku ini masih mengatakan bahwa orang Kristen tidak boleh membunuh siapapun dalam keadaan apapun juga. Cuma aku berpikir, seandainya semua orang Kristen tidak ada yang berperang, lantas semua orang Kristen bisa habis semua dibantai2in dong?
Seandainya orang Kristen diijinkan berperang dan membunuh lawan2nya, apakah ada ayat dasarnya, dimana TUHAN mengijinkan kita berperang dan membunuh lawannya?
Terimakasih :slight_smile:

Yos 6:2 Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa.

3:14 Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: “Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?” Jawab Yohanes kepada mereka: “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.”
(prajurit identik dgn perang… John tidak menyuruh mereka meninggalkan pekerjaannya sebagai prajurit)

Daud membunuh Goliath
Perang Abraham, setelah itu diberkati Melkisidek.
dll…

Pakailah KEDUA HUKUM KASIH ANUGRAH sebagai pedoman,
engga usah buka buka llagi buku kitab undang undang HUKUM TAURAT.
Karena sudah dibatalkan oleh kematian yesus efesus (2:15)
dan karena masa berlakunya udah habis (lukas 16 :16 a)

P. Baru: Efesus: 2
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya,

Lukas 16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes;

GBU

Nah Bro, elo TAFSIRKAN SENDIRI ya apa MAKNA TERSIRAT dibalik ayat yg TERSURAT ini :

Lukas 19 :
27 Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku."

Bisa dong kamu menangkap MAKNA nya ?! :coolsmiley: :happy0062:

penjelasan lengkapnya ada di sini

masih bingung. seandainya seorang Kristen ingin dibunuh, bolehkah orang itu membela diri dengan membunuh orang yang mengancamnya itu? kalau dia tidak membela diri dengan membunuh orang itu, maka orang Kristen itulah tentunya yang akan dibunuh. gimana nih?
hati kecilku sih masih mengatakan tidak boleh membunuh, harus taat sampai mati, tanpa membunuh 1 orangpun. ada yang mau koment silahkan. :slight_smile:

Dalam keadaan perang atau tidak ?
Jika dalam keadaan perang:
2:13 Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi,

13:1 Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.
13:2 Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.
13:3 Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya.
13:4 Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.

Jika kitab UUD mewajibkan kita ikut serta membela negara dalam kondisi perang, ya mesti dipatuhi… membunuh, self-defense dalam perang ya sudah nasib… kan Allah yg tentukan juga…
Sama saja, dalam KUHP membunuh dikenai hukuman pidana… tapi KUHP tidak berlaku dalam kondisi perang… membunuh orang tidak tersangkut pasal pidana…

Beda kalau perang itu disebabkan oleh keinginan/nafsu keserakahan kita sendiri… merampok lalu menistai korban perang seperti “mereka yg naik onta”…

Sedangkan membunuh karena self-defence dalam kondisi bukan perang, IMO: TIDAK BOLEH.
Pake aja jurusnya Rasul Paul: langkah seribu dari pengejaran tentara… atau mengasah kemampuan jurus “lidah pengacara” sebagai self-defence.

Semuanya menjadi pilihan masing2 individu

Yesus tidak melawan saat ditangkap dan malah menyembuhkan telinga tentera yang ingin menangkapnya, beliau berkata : “Siapa hidup oleh pedang akan mati oleh pedang.”

Sebelas murid Yesus juga mati ditindas kecuali Yohanes mati dipengasingan, mereka melawan dengan kasih, walau mereka mati tetapi kristen berkembang pesat setelah kematian mereka.

Seharusnya membunuh dalam perang tidak dibenarkan, tetapi siapa yang bisa menyamai Yesus dan kedua belas muridnya ???

Wah, ini baru topik menarik.

Sebelumnya saya pernah mendengar cerita:

Seorang tentara ‘Kristen’, sebelum pergi berperang, pendetanya berdoa dan mengatakan, “Allah beserta kita!”. Di medan pertempuran ia melihat tentara musuh – yang juga ‘Kristen’ – didoakan oleh pendetanya, “Allah beserta kita!”. Maka tentara ini bertanya, “Sebentar lagi kami akan saling bunuh. Jadi Allah beserta siapa?”

Hehe. Menarik ya?

Ikutan ya.

Tidak boleh.

Soalnya hati kecilku ini masih mengatakan bahwa orang Kristen tidak boleh membunuh siapapun dalam keadaan apapun juga.

Betul sekali.

Cuma aku berpikir, seandainya semua orang Kristen tidak ada yang berperang, lantas semua orang Kristen bisa habis semua dibantai2in dong?

Tidak juga. Orang Kristen mula-mula diburu oleh penguasa-penguasa Romawi. Namun mereka tidak melawan dengan kekerasan, dan faktanya, Kristen masih bertahan sampai sekarang.

Seandainya orang Kristen diijinkan berperang dan membunuh lawan2nya, apakah ada ayat dasarnya, dimana TUHAN mengijinkan kita berperang dan membunuh lawannya?

Kalaupun ada, itu adalah ayat-ayat di Perjanjian Lama yang menyinggung tentang perang. Namun dengan adanya hukum Kasih oleh Yesus Kristus, ayat-ayat itu tidak relevan lagi.

Sebagai satu contoh:

Mat 5:38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
Mat 5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

Dalam Taurat masih ada hukum “mata ganti mata”, artinya jika seseorang dicelakai, maka ia boleh mencelakai. Tetapi dalam hukum Kasih tidak seperti itu lagi. Kita “jangan melawan orang yang berbuat jahat”, artinya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.

Jadi, tidak ada istilah “jika kita diserang, maka kita boleh menyerang”. Kalau tidak salah prinsip ini justru masih dianut agama tetangga.

Bro, benar bahwa kita harus tunduk kepada pemerintah, tetapi ketundukan kita bersifat relatif, tidak mutlak. Alkitab mengatakan seperti itu:

Act 5:29 Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.

Artinya, selama aturan manusia tidak bertentangan dengan aturan Allah, kita wajib menaati aturan manusia. Tetapi jika itu sudah bertetangan, maka “kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia”.

Bagaimana dengan perang? Yesus Kristus mengajarkan:

Mat 26:52 Maka kata Yesus kepadanya: "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.

Juga:

Mat 5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Dan juga:

Mat 5:46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

Dan masih banyak lagi.

Jadi dari ayat-ayat diatas jelas bahwa seorang Kristen tidak boleh berperang.

Coba renungkan bro: Sewaktu Yesus Kristus di bumi, apakah ia pernah melakukan hal seperti itu kepada musuh-musuhnya? Jadi jelas ayat itu bukan berlaku di masa kita ini, melainkan itu adalah di akhir jaman nanti, ketika Yesus Kristus menghukum orang-orang yang menentang dia.

Kelihatannya ayat itu berkaitan dengan Pny 19:15,

Rev 19:15 Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.

Ayat ini berbicara tentang penghukuman bangsa-bangsa (yang menolak Yesus, tentu saja), dan itu terjadi di akhir jaman.

“Jangan Membunuh” (Kel 20 : 13) itu mah maksudnya jangan menghabisi nyawa seseorang secara direncanakan lebih dahulu dan dengan kebencian.

Dimanapun, perang memang merupakan hal yang sangat mengerikan. Kita sebagai orang Kristen tidak seharusnya menginginkan peperangan terjadi.Namun, kita juga harus realistis, dalam dunia yang sudah jatuh dan dipenuhi oleh orang-orang jahat, perang sulit untuk dihindari bahkan kadang perang diperlukan untuk menjadi solusi agar kejahatan tidak semakin besar. Misalnya : perang saudara di Amerika Serikat, bisa dikatakan berhasil menghentikan praktek perbudakan terhadap warga kulit hitam di sana, atau perang bangsa Indonesia dalam merebut dan
mempertahankan kemerdekaan.

Selalu kita harus menyadari bahwa perang terjadi karena upah dosa. Di Alkitab dapat kita temui beberapa kisah perang, misalnya antara orang Israel dengan bangsa-bangsa lain, bahkan di akhir zaman, saat kedatangan Yesus yang kedua kali pun akan diwarnai perang, perang Harmageddon. Namun, ada maksud dan tujuan yg jelas mengapa perang-perang itu terjadi, yaitu demi kebaikan yang lebih besar.

Lalu apa yang harus kita lakukan seandainya negara kita kelak memutuskan untuk berperang melawan bangsa lain. Sebagai warga sipil biasa, yang saya lakukan adalah tunduk pada keputusan pemerintah dan mendoakan para pemimpin agar diberi hikmat oleh Tuhan agar menyelesaikan konflik secara cepat dan tepat, juga mendoakan keselamatan para militer yang sedang bertugas, dan tidak lupa berdoa agar korban perang tidak banyak. Kalau memiliki keahlian dan terpanggil, mungkin dapat menjadi tenaga medis untuk para korban perang.

Pengkhotbah 3: 8
ada waktu untuk mengasihi, ada
waktu untuk membenci; ada waktu
untuk perang, ada waktu untuk damai.

Bro Calvin,

  1. Yesus Kristus mengajarkan, “jangan melawan orang yang berbuat jahat”, “siapa menggunakan pedang, akan mati oleh pedang”. Jika bro sendiri menyadari bahwa perang adalah sesuatu yang salah, maka tentu kita tidak akan menambah kesalahan yang lain lagi, bukan?

  2. Jaman Perjanjian Lama tentu tidak bisa disamakan dengan jaman kita. Hukumnya sudah berbeda. Lagi pula saat itu mereka berperang karena mendapat mandat langsung dari Allah. Sedangkan kita sekarang tidak.

  3. Dalam perang Harmagedon, yang berperang adalah Yesus Kristus dan pasukan malaikatnya melawan setan dan pengikutnya. Jadi bukan orang Kristen yang ada di bumi.

Pengkhotbah 3: 8 ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.

Ayat ini (dan ayat-ayat sebelumnya) hanya berbicara tentang kondisi-kondisi yang ada di bumi ini. Ada yang lahir, ada yang mati, ada yang membunuh, ada yang berperang, dsb. Tetapi bukan berarti kita harus ikut dalam membunuh atau berperang.

Yohanes Pembaptis belum mengenal hukum Kasih. Hukum Kasih diperkenalkan oleh Yesus Kristus.

Daud membunuh Goliath Perang Abraham, setelah itu diberkati Melkisidek. dll...

Setelah adanya hukum Kasih, ayat-ayat tentang peperangan tidak relevan lagi. Hukum “mata ganti mata” tidak berlaku lagi.

Bagaimana jika nyawa kita terancam? Tentu saja kita bisa membela diri, namun membela diri tidak harus berarti membunuh. Cukup dilumpuhkan. Namun bagaimana jika dalam upaya melumpuhkan, ternyata kita tanpa sengaja malah membunuhnya? Jika sudah begini, semua terserah kepada Allah. Kita minta ampun kepadaNya, dan selebihnya terserah Allah. Yang penting, motif awal kita bukan untuk membunuh, sekalipun nyawa terancam.

Wahyu 19:19 Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya.

Thanks banyak atas koment2nya. Dari beberapa koment diatas saya secara pribadi sih lebih bisa menerima penjelasan Isaacus. kita tidak boleh membunuh dan harus taat sampai mati, walaupun pembunuhan mengancam.

dan saya juga mau tanya dalam ayat di atas dikatakan tentara-Nya, siapakah ini? apakah ini adalah orang2 Kristen yang akan pergi berperang melawan orang2 non Kristen?

Benarkah?

Imamat 19:18 Jkasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri;

Ulangan 6:5 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.

Sejak kapan Yesus berkotbah di Perjanjian Lama?

Bukan bro. “Tentara” di ayat 19 itu memaksudkan pasukan di ayat 14:

Rev 19:14 Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih.

“Tentara” di ayat 19 itu bukan memaksudkan orang Kristen di bumi, karena dikatakan “pasukan yang di surga”.

Ini berhubungan dengan Mat 25:31,

Mat 25:31 "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.

Jadi “pasukan di surga” yang dimaksud di Why 19:14 adalah “malaikat-malaikat”.

Sekali lagi, orang Kristen di bumi tidak ikut berperang.