Bolehkah orang Kristen percaya dengan adanya hoki atau keberuntungan?

Saya ingin bertanya apakah orang Kristen boleh percaya dengan yang namanya hoki atau keberuntungan, karena sudah lama saya penasaran dengan hal yang satu ini makanya saya mau minta pendapat saudara/i mengenai hal ini.

Tidak ada namanya kebetulan yang ada rencana Tuhan
tidak ada yang namanya keberuntungan yang ada berkat Tuhan… :afro:

di dalam Yesus …kita adl manusia yang beruntung dan HOKI
sebab??
baca Ps 23:6 :afro:

kalo mau percaya yang beruntung2… yang sial juga anda harus percaya dong…
jangan ga adil :slight_smile:

itu sama saja mengutuk diri sendiri…

Terkadang jika saya melihat realita di kehidupan ini, saya melihat ada faktor hoki atau keberuntungan juga, ini pendapat pribadiku.

Contohnya =

  1. Ada orang yang mencari nafkah lewat perjudian dan biasanya orang
    seperti ini lebih banyak menangnya daripada kalahnya, nah kalo dia tidak
    beruntung, mengapa dia bisa menang terus?

  2. Ada orang yang tidak punya suatu agama tertentu, bahkan jika ditanya
    dia menjawab tidak punya agama, kehidupannya suka berbuat dosa (bisa
    jadi suka judi, suka minum-minuman keras, suka berzina, dll), tapi
    anehnya kehidupannya asyik-asyik aja tuh, kalo orang tersebut buka
    usaha, usahanya berkembang pesat atau jika dia pekerja,gajinya juga
    tinggi. Apa itu bukan karena faktor keberuntungan?

  3. Ada anak yang terlahir di keluarga yang kaya raya, atau bahkan menjadi
    anak konglomerat, yang sudah pasti hidup si anak itu terjamin. Apakah
    bukan karena si anak itu yang beruntung bisa lahir di keluarga orang kaya?

Sebenarnya masih banyak contoh-contoh yang bisa membuktikan adanya faktor-faktor keberuntungan, kalo kita mau cermati masih banyak loh, nggak usah jauh-jauh, biasanya ada di hadapan mata kita kok.

Keberuntung versi dunia kali yah… :cheesy:

Krn ngeliat hanya dr faktor jasmaninya… ttp apakah adhit pernah wawancara dengan mereka, apakah mereka pernah merasakan kebahagian sejati ??

Kalau mereka tidak pernah menemukan kebahagiaan sejati tentu ngga bisa dikatakan beruntung…ttp buntung krn ahkir dr kehidupan mereka … gelap :smiley:

Pkh 8:14. Ada suatu kesia-siaan yang terjadi di atas bumi: ada orang-orang benar, yang menerima ganjaran yang layak untuk perbuatan orang fasik, dan ada orang-orang fasik yang menerima pahala yang layak untuk perbuatan orang benar. Aku berkata: “Inipun sia-sia!”

Pkh 8:13 Tetapi orang yang fasik tidak akan beroleh kebahagiaan dan seperti bayang-bayang ia tidak akan panjang umur, karena ia tidak takut terhadap hadirat Allah.

Orang Kristen mengharapkan keberuntungan boleh saja tapi harus dengan cara yang jujur dan benar, dan juga ketidakberuntunganpun harus dipandang positif.

@ adhit

Baca Ps 73:1-20

Sejatinya apa yang dianggap beruntung versi dunia … :coolsmiley:

Mrk ada dlm posisi Ps 73:18-20
Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka, Kaujatuhkan mereka sehingga hancur. Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap, habis oleh karena kedahsyatan! Seperti mimpi pada waktu terbangun, ya Tuhan, pada waktu terjaga, rupa mereka Kaupandang hina.

Tapi entah kenapa saya pikir dan saya rasa yang namanya faktor “luck” itu ada di dalam kehidupan manusia.

Dulu saya lebih cenderung tidak mempercayai adanya nasib baik atau hoki.

Waktu itu menurut hemat saya, strategi dan perjuangan serta persistensi adalah lebih baik daripada mengandalkan nasib baik. Tapi belakangan ini saya lebih setuju tentang adanya peranan nasib baik dalam kesuksesan seseorang.

Mengapa demikian?

Karena dengan bertambahnya usia dan pengalaman, saya lebih bisa melihat realita mayoritas bahwa memang demikianlah misteri hidup.

Ada orang yang nampaknya biasa-biasa saja, tidak saleh, tidak rajin, tidak pandai, tidak cantik/ganteng, tidak berkarakter cukup bagus, namun entah mengapa bisa sukses dan kaya.

Sebaliknya, ada orang yang saleh, rajin bekerja, hemat, berpendidikan tinggi, berpikiran positif, cukup cantik/ganteng bahkan ada yang sangat cantik/ganteng, namun entah mengapa hidupnya pas-pasan saja, bahkan biasanya kekurangan dalam segi ekonomi.

Sekalipun terdengar tidak adil, namun demikianlah realita kehidupan. Coba perhatikan, jika semua orang bisa sukses kaya dengan modal pendidikan tinggi, bekerja keras dan berpikiran positif, maka seharusnya semua sarjana strata-2 ke atas sukses kaya dan semua penganut positive thinking sukses kaya dan semua pekerja keras juga sukses kaya.

Namun apa yang terjadi?

Banyak orang yang berpendidikan tinggi hanya menjadi karyawan dari boss yang tidak berpendidikan tinggi dan banyak Positive Thinker hanya bisa berwacana, berteori, berhalusinasi, berutopia dalam kehidupan yang tetap marginal dan para pekerja keras hanya mendapatkan kelelahan fisik dan mental!

Sebagai manusia yang terbatas dan jauh dari sempurna, saya percaya akan adanya nasib baik ataupun nasib buruk, secara khusus saya juga percaya adanya “Faktor Tuhan” dalam hal ini yang memegang kehidupan manusia, yang berkuasa dan Kehendak-NYA tidak bisa diprediksi ataupun dicegah.

Salam.

mungkin terkadang ada yang ngga nyadari…
bhwa di dalam Yesus kita adl. orang beruntung, kaya ,diberkati krn menerima warisan sorgawi…

di dunia … adl… tempat transit saja… “mapir ngombe”

Mt 16:26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

gak boleh…

dosa tau

Di ayat berapa yang mengatakan keberuntungan/luck itu dosa? Karena semua pemberian yang baik datangnya dari Tuhan.

Yak 1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

kadang saya liat ada manusia yang memiliki tanda-tanda di tubuhnya yang menunjukkan hoki atau keberuntungan, saya biasanya perhatikan sampai banyak orang yang memiliki tanda-tanda sejenis dan ternyata mereka memiliki nasib baik atau hoki.

Mungkin terdengar agak aneh namun itu emang realita yang terjadi.

Jos 1:7 Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi.

Orang yang percaya Tuhan adalah orang yang beruntung.
Orang beruntung belum tentu kaya. Coba lihat nasib dari elvis penyanyi terkenal dan kaya raya itu. dia mati gara2 kebanyakan obat penenang. Ini kesaksian adiknya sendiri yang kebetulan waktu itu dirumah elvis, dia lihat botol obat penenang masih di dekat tangannya waktu dia mati.

Makan obat penenang bearti dia belum tenang.

Waktu saya kecil saya pernah ke dokter gigi. dan saya diruang tunggu sampai lebih dari dua jam. Saya pikir dua jam itu lama sekali.

Ada orang yang sekolah sd kelas lima ikut ujuian lalu masuk smp, kemudian kelas dua ikut ujian dan masuk sma jadi 7 tahun sudah lulus smp. tujuh tahun kelihatan cepat sekali, sedang 2 jam kelihatan lama.

Lama atau cepatnya waktu itu relatif, tergantung dibandingkan dengan apa.

kalau kita diberi kaya sehari saja lalu dimasukan penjara seribu tahun apa bisa dikatakan untung?
Waktu hidup didunia ini kalau dibandingkan dengan kekekalan adalah sedetik saja.
Setelah kita hidup didunia selama delapan puluh tahun kita akan mati dan masuk kekekalan yang jutaan tahun bahkan milyaran tahun.

Kalau selama hidup kita yang singkat ini kaya apa bisa dianggap beruntung?

Orang yang percaya akan FT tentang kekekalan ini akan punya pandangan lain dengan dunia seperti pandangan Paulus.

Paulus tidak mengatakan kaya itu untung tapi Bagiku Mati itu untung dan hidup itu Kristus.

Orang yang tidak percaya kekekalan maka fokusnya didunia sementara ini dan latar belakang berpikirnya pada perkara2 yang kelihatan.
Itu yang terus terang masih saya alami juga.
Walaupun saya belajar seperti Paulus, namun masih sering lupa dan masih menggunakan standart dunia.

paulus mengatakan aku tidak berfokus pada perkara2 yang kelihatan karena hal itu sementara, namun mataku tertuju pada perkara2 diatas yaitu kekekalan.

Sekali lagi buat apa kaya raya satu hari saja lalu masuk neraka milyaran tahun.

Kaya atau miskin selama kita dekat dengan Tuhan maka kita akan bahagia.
Bahagia datang dari Tuhan bukan dari kekayaan atau kemiskinan. Dua2nya tanpa Tuhan adalah kesengsaraan.

Kaya dan miskin tanpa Tuhan adalah neraka, mungkin ada bahagia sekejap saja dan semu, namun kebahagiaan Sejati dan keberuntungan sejati dan hoki sejati datangnya dari Tuhan saja, tidak dari yang lain.
Apakah ada kebernuntungan atau hoki?

Ada tapi hoki yang sejati hanya datang dari Tuhan saja, dan bentuknya belum tentu kekayaan.

Normalnya gak usah percaya hoki. Tuhan Yesus sudah kasih berkat bagi setiap umatnya namun gak dicari ya gak dapet deh.

tapi bagaimana dengan orang yang tidak percaya adanya eksistensi Tuhan, tidak pernah berdoa dan beribadah, tapi hidupnya selalu mujur dan beruntung, ada loh orang yang begitu, kalo bukan faktor hoki, apa donk namanya?

Itu sih kaya kisah Untung si Angsa dalam Donal Bebek.

he…he… lah mau kerja ya pasti untung dan mujur …
kalo doa dan ibadah …ttp ngga mau kerja koq mau diberkati …??

Siapa bilang jadi orang mujur/beruntung harus kerja dulu?

Saya kasih contoh saja, anak orang kaya, semasa lahir sampai dewasa bahkan sampai mati ngga kerja juga ngga apa-apa (saya punya teman yang seperti itu), kalo bukan namanya mujur atau hoki, jadi apa namanya?

Sebaliknya ada orang yang semasa kecil sudah kerja keras, banting tulang sampai dewasa, tapi kehidupannya biasa-biasa saja, gali lobang tutup lobang.

Setiap hari berapa banyak anak-anak jalanan yang mengais rejeki di jalanan, mereka inilah yang disebut anak-anak yang kurang beruntung.

Jangankan manusia, bahkan hewan saja memiliki nasib baik dan kurang baik.

Contohnya seekor anjing jika dipelihara oleh orang kaya, setiap hari makan enak dan bergizi, tidur enak, bahkan sampe disekolahin segala macam, ada ijasah kelulusan lagi, anjing yang seperti itu namanya anjing yang beruntung.

Sebaliknya berapa banyak anjing-anjing kampung yang berkeliaran mencari makan di gang-gang, selokan, tong sampah, anjing-anjing seperti ini kurang beruntung.

Jadi semuanya sudah kujelaskan dengan postingan saya yang di atas.