Bolehkah seorang hamba Tuhan berbisnis di luar gereja?

Bolehkah seorang hamba Tuhan berbisnis di luar gereja?Kalaupun boleh, bisnis yg bgmnakah yg dianggap halal?

Berbisnis di luar gereja bukan dosa, namun Yesus pernah berkata:

“Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.” Lalu kata mereka kepada-Nya: “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?” Jawab Yesus kepada mereka: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.”? (Yohanes 6:27-29)

Maka ayat 2 Tesalonika 3:10b “jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.” artinya orang yang tidak peduli akan pekerjaan Allah - yaitu penyebaran Injil-Nya - tidak mendapat bagian dalam Injil-Nya, atau tidak diselamatkan"

“Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.” (1 Korintus 9:23)

Sayanglah ayat “jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.” itu sering disalahgunakan oleh pendeta gereja sebagai alasan untuk tidak membantu orang miskin, dengan meminta mereka untuk bekerja keras!

Tetapi bukan begitulah artinya ayat itu.

Waktu dipanggil Yesus, orang penjala ikan meninggalkan semuanya:

“Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.” (Markus 1:16-20)

Itu tidak berarti bahwa menangkap ikan adalah salah, sebetulnya setelah Yesus bangkit, ada waktu rasul-Nya lagi pergi menangkap ikan (lihat Yohanes 5 dan 21), tetapi mereka tidak menangkap apa-apa. Di luar kehendak Tuhan, pekerjaan apapun yang kita coba lakukan tidak berhasil:

"Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa….” (Luka 5:5)

Tetapi waktu Yesus berkata: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” (ayat 3), dan mereka melakukan apa yang diminta Yesus itu, "mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak." (ayat 6)

Pekerjaan yang dilakukan menurut kehendak Yesus akan berhasil tanpa kesulitan. Ikan-ikan yang ditangkap itu ditangkap di tepi pantai. Tidak perlu mendayung dengan payah keras sepanjang malam hari.

Yesus berkata:

“sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:5)

Akan tetapi pekerjaan penangkapan ikan itu simbol dari penyebaran Injil juga, namun semua pekerjaan yang kita lakukan harus dilakukan menurut kehendak Tuhan, termasuk pekerjaan bisnis.

“Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” (Yakobus 4:13-17)

Tuhan memberkati

tergantung tujuannya brooo… bila sebagai hamba TUHAN segala kebutuhan sudah terpenuhi… lalu untuk apakah bisnis tersebut…??? itulah yang menentukan… untuk duniawikah… atau untuk hal lain…???

boleh boleh aja.

bisnis yang halal ??

semua bisnis halal asal jangan bertentangan dengan peraturan

Bikin Gereja kan juga “bisnis” zaman sekarang :slight_smile:

Halal pula… ;D

klo pandangan anda demikian itu mammon zaman sekarang.

Siapa bilang…? :slight_smile:

Yang “bisnis ginian” dapet jawaban “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Surga…

Boleh, Paulus seorang pembuat kemah

KPR 18:3 Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah.
GBU

boleh asal tidak menjadi batu sandungan (baca: “mempermalukan” nama Tuhan)

yupp…setuju dengan bro pa_ul…
seorang hamba Tuhan ga masalah mempunyai pekerjaan atau berbisnis asal tdk bertentangan dengan Firman Tuhan

Iya mas…
betul juga…
ngapain masih bisnis yang lain lagi ?
kurang perlu ah…

kalaupun omzetnya kurang kan bisa Buka Gereja Cabang?

artikel ini paling baik untuk menjelaskan secara detail: Yahoo | Mail, Weather, Search, Politics, News, Finance, Sports & Videos

Setuju sekali dengan bro Ibmagi, Paulus menjadi tukang tenda untuk mendukung pelayanannya, jadi pelayanan adalah nomor satu dan bekerjapun agar pelayanan menjadi lebih baik. Dengan konteks itu menurut saya Hamba Tuhan boleh bekerja.

Tapi kalau dengan konteks tidak puas dengan pendapatannya digereja (walaupun sebenarnya cukup) atau mau punya standard hidup lebih mewah, itu saya tidak setuju. Terutama kalau sudah menjadi so called full timer (namanya saja sudah obvious) konsentrasi dan seluruh kerinduan dan tenaganya adalah memperlebar kerajaan Kristus dan bukan kerajaan pribadi. Kalau masih berpikiran begitu mending menjadi part timer saja, yaiu suatu hal yang baik juga, tanpa menjadi batu sandungan dan mencuri waktu yang sudah dijanjikan kepada Tuhan dengan memanggil diri full timer.

silahkan anda lakukan aje :cheesy: :cheesy:

Apakah kalau tidak berbisnis…maka tidak bisa memberi makan keluarga…??

Jika ada hamba Tuhan yang berbisnis diluar gereja…maka dicari tahu dahululah…level si hamba Tuhan itu sebagai seorang Pendeta atau hanya Pelayan Tuhan ( biasa-biasa saja ). Dan bukan maslah bisnis halal ataupun tidak halal…bukan disitu persoallan pokoknya.

Persoallan pokoknya pada hamba Tuhan tsb …perlu dipertanyakan lagilah…apakah dia sudah mengerti ayat Firman Tuhan yang menginformasikan…" CARILAH DAHULU KERAJAAN ALLAH…Yang lain…bla…bla…bla…
Nah…jika si Hamba Tuhan TSB SUDAH pernah mendengar AYAT TSB DAN DIANGGAP SEPI SAJA OLEh YBS…??? Sehingga dia berbisnis di luar gereja…?? Maka lebih baik / mending dia berbisnis saja dan tinggalkan LADANG Tuhan
Atau sebaliknya memilih tetap jadi Hamba Tuhan dan tingalkan bisnis di luar gereja.
Karna Alkitab mengajarkan kita supaya jangan menyembah pada 2 Tuan maupun 2 Tuhan…Gammpu kita nantinya memeilih mana yang harus kita prioritaskan…Pasti jika mengutamakan yang satu , yang lainnya di buata sedmikian rupa untuk tidak dikasih…dll.

Salam GBU.

Thank you bros & sis’ buat tanggapan2nya