Bolehkan bergaya hidup mewah?

Barusan saya melihat tayangan TV tentang mobil mewah (Lamborghini) yang harganya miliaran rupiah. Saya pernah baca, harga satu unit mobil seperti itu paling murah 7 M. Belum termasuk membeli asesoris mobilnya, yang tentu menghabiskan dana lebih besar lagi.

Kalau seseorang berpenghasilan Rp 7 juta sebulan (seperseribu 7 M), penghasilan yang cukup besar bagi banyak orang Indonesia, dihitung2 dia dapat membeli mobil tersebut setelah bekerja selama 1000 bulan atau sekitar 80an tahun! Itupun makan minum, pakaian, dan kebutuhan hidup lain ditanggung orang lain.

Yang dinamakan kemewahan itu memang realtif. Memiliki ponsel yang paling sederhana saja bisa dianggap mewah di suatu masyarakat tertentu. Boleh dikata, definisi kemewahan itu adalah sesuatu yang sangat mahal, padahal bukan merupakan kebutuhan penting dalam hidup, lebih hanya sebagai gengsi. Misalnya mobil mewah itu, apa sebenarnya kebutuhan untuk memakai mobil itu? Kalau sekedar transportasi, tidak perlu membeli mobil semahal itu, harga 140 juta (2% dari 7M) juga sudah sangat memadai.

Bagaimana dengan orang percaya, bolehkah mempunyai gaya hidup mewah?

Salam
Selama itu org2 percaya jemaat bukan Hamba Tuhan boleh2 saja menurut sy bro.
Tapi hidup mewah juga hrs menyeselaraskan dgn lingkungan,spy jgn terlihat sombong atau jd batu sandungan org lain. :slight_smile:

Maksudnya perbedaan hamba Tuhan dan jemaat biasa apaan mas? Jadi pendeta ga boleh hidup mewah ya?

Kayaknya alkitab tidak membicarakan masalah kemewahan boleh atau tidak, tapi pesta pora termasuk dalam buah kedagingan. Memang pesta pora dan kemewahan itu boleh dibilang sama boleh dibilang tidak. susah menentukannya.

Galatia
5:19
Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,

5:20
penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,

5:21
kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Alkitab tidak dengan tegas melarang kemewahan.
Tetapi Alkitab mengecam dengan tegas bagi orang yang menimbun harta dunia untuk kepentingannya sendiri. (Perumpamaan orang kaya yang bodoh). Saya pikir orang yang dipimpin Roh tidak akan sanggup untuk menjalani hidup mewah sementara saudara-saudaranya hidup berkekurangan.
Dengan kata lain, orang yang hidup mewah sementara hatinya tega dan tanpa belas kasih terhadap saudaranya yang berkekurangan, hidup orang ini tidak dipimpin oleh Roh. ====> belum diselamatkan.
= Saya percaya, Tuhan melakukan perbaikan karakter pada orang-orang yang diselamatkan-Nya.
Orang yang sudah diselamatkan pasti memiliki hati mengasihi dan menjadi terang dan garam dunia.

Salam
Saya juga mengimani itu namun pada kenyataannya bila kita meminta dgn iman selalu ada yg di beri,hanya org tsb kuat or tidaknya menjalani menjadi kelebihan u/ org yg kekurangan dgn tulus.
Sebenarnya kemewahan or kekayaan ,sesuatu yg dpt sekali mudah u/ jatuh, bagaimana tdk?
karena momon itu adalah harta dan ketika kita mempunyai harta jd mematok rejeki seseorang layaknya Tuhan.

Hidup mewah itu boleh. Namun orang tersebut harus dapat menggunakan kekayaannya dengan bijak. Jadi kekayaannya itu bukan dinikmati sendiri, namun juga dapat menjadi berkat bagi orang-orang disekitarnya.

Kalau orang itu memiliki hubungan secara pribadi dengan Tuhan, maka orang itu akan tahu kemana kekayaan yang Tuhan percayakan itu akan digunakan. Tuhan bisa beritahu itu semua.

Salah satu contohnya yaitu Bapak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang sekarang ini menjabat menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Apapun yg kita lakukan jangan sampai menjadi batu sandungan bagi org lain
I Korintus 8:9 Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.

Prinsip kehidupan kristen adalah kesederhanaan, bukan kemewahan:

I Timotius 6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.

Kalau nurut saya sih kehidupan kekristenan bukan soal boleh atau gak boleh, tapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Kalau punya mobil mewah tapi gak damai sejahtera buat apa?

menurut saya boleh…karena tidak alasan untuk berkata tidak boleh

Jangan buat perbandingan antara si kaya dan si miskin dalam hal bergaya hidup mewah. pasti tidak akan sinkron sejak jaman dahulu kala…

karena Lain orang, lain kemampuan… di dunia ini, kehidupan kemampuan seseorang ibarat diatas langit masih ada langit.

yang tidak boleh itu hidup diperhamba duit serta Kikir… :smiley:

Ada dua golongan yang bergaya hidup mewah. Yang pertama, golongan “besar pasak daripada tiang”. Golongan ini memang mengejar gaya hidup mewah sekalipun tidak mampu secara finansial. Akibatnya, mereka melakukan berbagai cara untuk mencapai apa yang diinginkan hati mereka, mulai dari pinjam sana pinjam sini, menipu, korupsi, dan berbagai kejahatan lain. Bahkan ada yang tidak peduli kebutuhan keluarga/orang tua mereka hanya demi mencukupi gaya hidup mereka. Tentu yang seperti ini adalah berdosa.

Yang kedua, memang mereka mampu, dalam arti kebutuhan hidup keluarga mereka tercukupi sekalipun mebeli barang2 yang sangat mahal tersebut, dan memakai uang sendiri, bukan meminjam apalagi mencuri. Bisa saja orang seperti ini berkata,“uang, uang saya, kenapa yang lain protes?” Menurut saya, tidak ada yang salah dengan membeli barang-barang yang kita senangi, selama mampu. Yang jadi masalah adalah apakah kita cukup berhikmat menggunakan kekayaan kita padahal uang sebesar yang dipakai membeli barang tersebut bisa digunakan untuk membantu orang miskin, atau menyokong pelayanan gereja. Lagi misalnya, ada orang kaya memelihara anjing ras impor yang untuk biaya makannya bisa mencapai 3 juta sebulan, padahal pembantu runah tangga hanya digaji 1,5 juta (separoh biaya makan anjing).

Kemewahan seseorang dapat dianggap sebagai tolok ukur, apakah seseorang sudah hidup didalam Yesus Kristus atau belum.

Dalam pengalaman hidup saya, dahulu saya bernafsu mengejar kekayaan dan pamer kemewahan.
Sekarang setelah saya mengenal Yesus, semua itu saya anggap bukan apa-apa.
Saya bisa makan setiap hari saja, didalam hati saya sudah mensyukuri atas berkat yang Tuhan berikan.

Saya tidak yakin, orang yang hidupnya mewah, berani meninggalkan hartanya demi Yesus !

Shalom.

Salam
Benar2 apa yg disampaikan Firman bro kaya=boleh tapi hidup mewah=tidak boleh. :afro:

Salam
Hamba Tuhan(Pdt/Pastor/Ev/org percaya yg sdh 100% hidupnya di serahkan untuk melayani Tuhan),
kalau HT itu hidup mewah maka akan menjadi batu sandungan baik itu secara lgs or tdk lgs,krn HT itu layaknya selebritis yg selalu di pantau dan menjadi tolak ukur seseorang akan Tuhannya,ketika HT itu melakukan yg tidak menyenangkan thdp org(percaya/tidak) akan membuat org tsb mengukur jg Tuhannya yg selalu di bicarakan.

Jemaat adalah org2 percaya / pengikut golongan yg tidak begitu di sorot dan malah menjadi penyokong dana/berkat bagi org2 yg membutuhkannya.

HT boleh lah kaya tapi harus dgn kesederhanaan sama seperti pak Jokowi dimana dia tdk terlihat kaya namun kaya.Masak HT yg mengajarkan kasih tetapi tidak dapat mencontoh apa itu kasih :mad0261:(apa bd nya dgn ahli taurat/farisi).
:slight_smile:

Salah satu masalah dengan gaya hidup mewah adalah sifat memamerkan kekayaan atau kesuksesan. Banyak PRT yang saat pulang kampung berdandan berlebihan, pakai perhiasan, ber-make up menor, lalu nraktir makan teman/saudara untuk menunjukkan bahwa dirinya sudah sukses di kota. Ada juga artis yang dulunya hidup pas-pasan dan sering diolok-olok teman dan saudara, setelah sukses membeli rumah mewah, mobil mewah, pakaian serba mahal, dan jalan-jalan ke luar negeri, untuk menunjukkan bahwa dirinya mampu. Dengan cara demikian seolah mereka mau berkata,“Nih, saya buktikan bahwa saya mampu jadi orang sukses!”

Cara hidup demikian tentu tidak sesuai dengan firman Tuhan, karena menunjukkan kesombongan dan membanggakan diri. Akan tetapi, menampilkan kesederhanaan pun bisa juga merupakan kesombongan. Ada yang justru membanggakan diri sebagai orang sederhana, seolah-olah mau berkata bahwa dialah yang paling rohani, paling suci, karena tidak hidup mewah tapi penuh kesederhanaan. Jadi baik kemewahan maupun kesederhanaan dapat menjadi cara menyombongkan diri.

Semua orang percaya itu Hamba Tuhan, yang anda maksud itu gelar pendeta selebritis.

Salam
Yup :slight_smile: HT yg sy maksudkan lebih kepada komitment mereka untuk melayani seluruh hidupnya u/ Tuhan seperti Pendeta,Pastor,Patriakh,Romo,Ev.

menurut saya kalo misal memang punya berkat yang berlebih sehingga mampu beli hal2 gituan ya gakpapa sih, asal jangan lupakan perpuluhan dan juga membagi berkat kepada yang kurang mampu… hahaha
tapi untuk apa kita bergaya hidup mewah? mengejar kepuasan pribadi? sampai kapan? karena kepuasan itu gak akan pernah cukup, contoh… saya beli lamborghini, setelah beli lambo, pasti pengen modif… udah modif gila2an, lama kelamaan akan bosan juga, pasti pengen beli mobil baru lagi, pengen beli pesawat pribadi… yang pasti kagak pernah akan puas deh… hehehe
tapi kalo misal memang punya berkat yang berlebih sehingga mampu beli hal2 gituan ya gakpapa sih, asal jangan lupakan perpuluhan dan juga membagi berkat kepada yang kurang mampu… hahaha

ORANG KAYA DAN LAZARUS YANG MISKIN
Luk 16:19 Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.

Kita semua tahu bahwa pada akhirnya (dalam Luk 16:19-31) si orang kaya masuk neraka dan Lazarus masuk sorga (duduk dalam pangkuan Abraham). Mengapa ? Dalam Luk16:19-31 tidak dijelaskan apakah si orang kaya itu berdosa atau tidak, hanya dijelaskan bahwa “setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan”. Bersukaria dalam kemewahan atau dapat disebut juga “bergaya hidup mewah” jelas merupakan keinginan daging atau lazim disebut hawa nafsu kedagingan. Sekarang mari kita renungkan; mengapa seseorang ingin bergaya hidup mewah ? karena dia ingin dihargai orang, bukan ? Siapakah menurut anda yang membutuhkan penghargaan atau pengakuan seperti itu ? Roh atau daging ? Jelas jawabannya adalah daging, karena salah satu sifat daging adalah egois atau “mementingkan diri sendiri” (Gal 5:19-21) Roh tidak membutuhkan pengakuan seperti itu, karena roh tidak memiliki keinginan untuk hidup bermewah-mewah (Gal 5:22-23) Disitu dijelaskan pula bahwa keinginan daging selalu bertentangan dengan keinginan roh, dan barang siapa yang melakukan itu tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah (Gal 5:21b Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah)

Dalam 1 Tim 2:9-10 dijelaskan juga bahwa Allah tidak suka orang yang gaya hidupnya bermewah-mewah.
(1 Tim 2:9 Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal, 2:10 tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah.)Mengapa dalam nas ini yang disinggung orang perempuan ? Karena biasanya merekalah yang bergaya hidup bermewah-mewah, walaupun orang laki2 pun juga ada yang demikian.
Walaupun sebetulnya nas diatas membahas mengenai sikap orang dalam ibadah jemaat, namun bukan berarti setelah ibadah kita boleh melakukannya. Kalau dalam ibadah saja kita harus berdandan dengan pantas, sopan dan sederhana, apalagi setelah ibadah. Apakah kita mau orang memperolok kita dengan mengatakan “Oh, orang itu cuma di gereja saja sikap, pakaian dan penampilannya sederhana. Diluar gereja sikapnya semau gue, tukang pesta pora, gaya berpakaiannya seronok dan penampilannya sok pamer !” Apakah kita mau orang berkata seperti itu ? Tentu tidak, bukan ? Kalau kita ini manusia yang jahat saja bisa sebal melihat orang seperti diatas, apalagi Allah kita.

Perlu dicatat bahwa bukan berarti tidak ada orang kaya yang berkenan dihadapan Allah. Dalam alkitab terdapat beberapa tokoh yang kaya raya, seperti Ayub dan Salomo (walau diakhir hidupnya Salomo ditolak oleh Tuhan karena tidak taat). Meskipun mereka orang2 yang kaya raya, hidup kesehariannya PASTILAH TIDAK bermewah-mewah, melainkan penuh kesederhanaan. Karena bila tidak, TIDAK MUNGKIN Allah mengasihi mereka ! (karena bila mereka bergaya hidup mewah, mereka hidup dalam daging, bukan dalam roh)

Saya tangkap bahwa ada beberapa sobat disini menunjukan tujuan kemewahan:

  1. Untuk pamer

  2. Supaya dihormati.

  3. Kemewahan berarti egois, karena sebenarnya uang kemewahan bisa untuk membantu yang kekurangan.

  4. Menunjukan belum lahir baru.

Sejauh ini baru ada 4 yang saya baca disini tujuan dari kemewahan. dan semua negatif, mungkin ada sobat yang bisa membantu untuk menunjukan segi positif dari hidup bermewah2?