Bos yang tidak pernah puas

Pekerjaan saya di mulai dengan pengangkatan diri saya sebagai manajer untuk merintis sebuah toko.
Waktu itu, saya di target 3.5 jt sebulan, dengan keberadaan pesaing 2 toko yang sejenis. Target itu bisa tercapai dalam 6 bulan, dan naik menjadi 150jt sebulan. Singkat kata, target naik lagi menjadi 200jt, kmd 250jt sebulan. Waktu dah berjalan 3.5 tahun,dan sekarang saingan pun dalam radius 1 km ada 5 toko, sedang pelanggan ( market ) tidak bertumbuh, bahkan cenderung berkurang.
Masalahnya, bos mengeluh karena penjualan tidak bisa naik2, selalu berkisar 250-280jt sebulan, kalau rame bisa 300 jt sebulan, dan saya di anggap tidak mampu bekerja dan akan di pindah ke bagian lain.
Saya merasa mempertahankan omset segitu sudah bagus di tengah persaingan yang semakin ketat dan market yang tidak bertambah, untung saja penjualan tidak turun, tapi pikiran bos beda pula…
Saya merasa seperti: “Habis manis sepah di buang”
Berdasarkan pengalaman saya bekerja,kalau sudah mencapai target, pasti naik, dan bos tidak pernah puas. Target 250jt tercapai, pasti naik lagi 300jt, kemudian 400jt sebulan, tidak lama kemudian setengah milyar!!
Menurut teman2 FK gimana dengan pekerjaan dan model bos yg seperti ini?
Kok enak sekali ya, target bisa semau2nya, kalau bisa setinggi angkasa, tanpa mempedulikan sikon, dan siapa yg tidak mencapai target dianggap tidak becus, tidak sanggup bekerja?
Perasaan kok bos rakus sekali, dan kalau tidak dapat yang diinginkan, mencari tumbal ?
Kalau teman2 sebagai bos, bagaimana, apakah seenaknya pasang target selangit, dengan anggapan pasti di kabulkan Tuhan? Bisa cepat jadi Trilyuner dong, bahkan jadi orang terkaya nomor 1 di dunia. Apakah dunia yang kita tinggali seindah itu?
Saya yakin, apabila bos di posisi saya, pasti dia tidak akan sanggup bekerja dengan target yang tidak masuk akal.

Harapan boleh2 aja ada dalam satu titik tertentu dan bila memang sesuai dg kapasitas. Tapi bila suatu pencapaian dikelukahkan berarti tidak ada pengucapan syukur. Dalam bekerja perlu dilakukan dg segenap hati. Bos sodara “kurang mengucap syukur”. Dg story sodara seharusnya ada appreciate yang layak diberikan sesuai hasil kerja keras sodara.

So, jika sodara masih pengen stay disana, bekerjalah selayaknya anak Tuhan yang bekerja. Tetap kerjakan pekerjaan sodara dg penuh tanggungjawab dan coba koreksi diri sodara apakah sodara tanpa disengaja atau disengaja ada persungutan di hati??? Dan sudahkah bekerja dg jujur??? Satu yang perlu saodara pegang dalam hidup ini, KETULUSAN HATI pasti berbuah KETULUSAN. Apa yang sodara tabur itu yang sodara tuai, jd nothing to lost lah. Kalo kita berdiri diposisi orang benar, pasti ada pembelaan dari Tuhan. Jd sebaiknya mulai kroscek diri dulu, apakah tindakan2 sodara sendiri ada yang perlu dibenahi. Jika sudah tepat, jangan kuatir semua akan baik2 saja dalam perlindungan Tuhan Yesus dan doakan pimpinan sodara juga agar hidupnya juga di jamah Tuhan lewat hidup sodara.

Dimanapun kita berada, kita ini adalah Saksi Kristus. Jbu O:)

Iya,sis, trims atas masukannya…
Kita ttp ‘do the best’ lah di posisi yg baru…
Dengar2 pkerjaan jaman skrg modelnya sprti itu ya,sis?

Yang bagian marketing rentan dg ketidak jujuran. Jalan lurus aja Yung Sen, sudah pasti aman. Biasanya yg kalo dilapangan uda bermain tidak jujur pasti ada sikut menyikut dibelakangnya. Posisi pelakunya walau aman untuk awal tapi pasti deh kena sikut jg, ga aman. Itu tabur tuai. Jangan mikirin untung di awal tapi kita harus mikirin konsistensi keberadaan pekerjaan kita dalam jangka panjang dan rasa aman karna kita tdk bermain curang, menjadi seorang yang dipercayai kredibilitasnya di masa kini sudah langka loh. Semoga Yung Sen lolos ya dalam pekerjaan dg cara2 bersih karna pasti Tuhan bela dan ga akan tinggal diam. Jbu O:)

Ok,sis…
Thanks…
JBU.