Bra Pembunuh kanker

Artikelnya ada di :
http://www.technology-indonesia.com/kesehatan/alat-kesehatan/262-permintaan-bra-pembunuh-sel-kanker-melonjak

@Ykoo : Perhatikan Peraturan Forum

Dilarang membuka new topic hanya Link (FK Adalah Forum Diskusi, diharapkan dalam setiap postingan mengudang diskusi kecuali dalam permainan kata).

Permintaan Bra Pembunuh Sel Kanker Melonjak
PostAuthorIconDitulis oleh Laksmi | PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 1
JelekBagus

PENEMUAN bra yang bisa membunuh sel kanker benar-benar menggegerkan. Di satu sisi, kalangan kedokteran dan pasien kanker payudara bergembira, namun di sisi lain hal ini juga ‘merugikan’ sejumlah rumah sakit yang selama ini telah menerapkan terapi kemo dan radiotherapy. Belum lagi teknologi pembedahan dengan menggunakan pisau gamma. Betapa pun nilai investasi yang dikeluarkan untuk pengobatan kanker tidaklah sedikit.

Maka tak heran bila timbul pro kontra di kalangan kedokteran menyangkut penggunaan bra penbunuh sel kanker yang ditemukan oleh Dr. Warsito Purwo Taruno, M.Eng. Yang pasti, hasrat pasien kanker yang ingin cepat sembuh dari siksaan sel-sel kanker tak bisa dibendung lagi.

Dalam bincang-bincang dengan Teknologi Indonesia di Bandung baru-baru ini, Dr. Warsito mengungkapkan, dirinya agak kewalahan memenuhi pesanan bra pembunuh sel kanker tersebut. Jika awalnya dia hanya membuat untuk 20 pasien, maka setelah dipublikasikan media, pesanan bra tersebut mencapai 100 buah. “Sekarang sudah mencapai 630 pasien yang menunggu dibuatkan alat ini,” ujar Warsito.

Guna mengantisipasi hal itu, dosen Ilmu Fisika Medis Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) tersebut menambah jumlah karyawan yang membantunya membuatkan alat tersebut. Di bagian produksi ‘baju terapi’ ada 15 orang lulusan SMK elektronik. Sedangkan desainer elektroniknya ada dua orang lulusan S2 dan S3. “Di divisi Research and Development ada 15 orang, semuanya lulusan S2 dan S3,” ungkap staf khusus Menristek ini.

Dengan tenaga sebanyak itu, Warsito berhasil membuat 10 unit ECVT (Electrical Capacitance Volume Tomography) setiap bulannya. Sedangkan scanner yang diproduksi sehari mencapai 50 unit.

Selain pasien kanker dari dalam negeri yang langsung memesan, sejumlah rumah sakit di dalam negeri juga tertarik untuk bekerjasama. Di samping itu, sebanyak 5.000 dokter India juga siap bekerjasama dengan tim Warsito. “Dari lima ribu dokter itu, 50 orang diantaranya adalah dokter spesialis onkologi di India,” katanya.

Dijelaskan, ECVT merupakan teknologi pembindai atau tomografi kapasitansi listrik berbasis medan listrik statis. Temuannya tersebut sudah dipatenkan pada bulan Desember 2011 dan registrasinya pun sudah keluat bulan Januari 2012. Dengan bekal tersebut, Warsito berani membawanya ke luar negeri. Setidaknya, ada lima Negara yang siap bekerjasama, yaitu Cina, India, Malaysia, Singapura, dan Jepang. Rencananya, hasil temuan yang menghebohkan itu juga akan dipresentasikan di Badan Sertifikasi Dokter di Amerika Serikat. (laksmi)

sumber : http://www.technology-indonesia.com/kesehatan/alat-kesehatan/262-permintaan-bra-pembunuh-sel-kanker-melonjak

Hmm, bagaimana tanggapannya atas penemuan ini ?