Bukti bahwa Uang bukanlah segala-galanya!

PRIA INI HIDUP TANPA UANG!!!
Jum’at, 20 Agustus 2010 | 13:49 WIB Mark Boyle (telegraph.co.uk) TEMPO Interaktif, Hidup manusia tidak mungkin dipisahkan oleh uang. Hampir semua hal di dunia berhubungan dengan uang. Hal ini tidak berlaku bagi Mark Boyle. Sejak November 2008, pria 31 tahun ini hidup tanpa uang sepeser pun. Boyle saat ini tinggal di salam sebuah mobil caravan yang ia dapatkan secara gratis dari Freecyle (uk.freecycle.org). Caravan ini ia parkir di dekat sebuah pertaniah organik di Bristol, Inggris. Di pertanian tersebut, Boyle menjadi sukarelawan selama tiga hari dalam seminggu. Selama ini dia menanam sendiri berbagai bahan makanan, kemudian memasaknya dengan kompor kayu bakar. Bagaimana dengan listrik? dia menggunakan energi solar (alatnya dia beli 360 pound sebelum dia hidup tanpa uang). Dia punya telepon genggam hanya untuk telepon genggam masuk dan punya laptop yang menggunakan energi solar. Sebelum memutuskan hidup seperti ini, Boyle telah menjadi vegetarian selama enam tahun. Pada 2007 Boyle mulai dengan Freeeconomy, sebuah jaringan online yang mendorong orang-orang untuk membagi keahlian masing-masing. Saat ini jaringan online tersebut memiliki 17 ribu anggota. Pengalaman hidup Boyle selama setahun tanpa uang ini dibukukan olehnya. Bukunya berjudul The Moneyless Man: A Year of Freeeconomic Living. Buku ini dijual dengan harga 10,99 Poundsterling yang baru keluar baru-baru ini. Dalam bukunya, Boyle menuliskan, inspirasinya menjadi ‘moneyless man’, awalnya adalah pub, saat dia nongkrong dengan temannya. Mereka ngobrol ngalor ngidul soal masalah yang ada di dunia ini, dari lingkungan yang rusak, perang, percobaan hewan, sampai pada suatu kesimpulan bahwa semua ini rusak karena uang. Boyle akhirnya mencoba untuk hidup tanpa uang, Dia menjual rumah kapalnya di Bristol, dia juga berhenti dari tempatnya bekerja, sebuah perusahaan makanan organik. Kemudian dia membuat daftar, hal apa saja yang bisa dapatkan tanpa harus membeli dan mencoba menggantikan beberapa benda, misalnya, untuk pasta gigi saya memakai campuran tulang sotong dengan biji adas liar. Nah, untuk benda yang tidak tergantikan, Boyle benar-benar meninggalkan, seperti Ipod. “Saat ini kicauan burung adalah Ipod saya,” ujarnya. Hidup tanpa uang ini sebenarnya dia jalani hanya untuk setahun, tapi ternyata dia sangat menikmati. “Saya sangat bahagia,” ujar Boyle. Orang tua Boyle sempat heran dengan eksperimen ini. Tapi setelah dijelaskan mereka mengerti dan mendukung. Bahkan mereka ingin mencoba hidup seperti Boyle. Boyle sempat frustasi dalam hal menjalankan pertemanan tanpa uang, karena tradisi di sana biasanya saling traktir di antara teman. Tapi masalah ini terpecahkan, dia mengundang teman-temannya datang ke caravan. Saat ini Boyle hidup membujang, tapi gara-gara buku dan blognya, banyak perempuan yang mendekatinya. Boyle tidak menutup kemungkinan untuk berkencan dan berpacaran. “Saya sangat beruntung bila nantinya dapat pacar yang tidak peduli dengan uang, bahkan hidup tanpa uang,” ujarnya. TELEGRAPH I POERNOMO GR

Kira-kira cewek2 sini ada yg mau nggak ya kalo ada cowok hidupnya kayak Mark Boyle gitu? :azn: :wink:


hehe…kalo cewe dr indonesia yg mau sih salut bgt gw…apalg kota besar spt jakarta…kwkwkkww

ada bukunya Mark Boyle - Moneyless Man. bisa didapatkan di toko buku terdekat

Apa bro kidd mau nyoba2 hidup kayak Mark Boyle gitu? Siapa tau setelah dirilis di internet ada banyak yg mau kenalan dan kencan sama anda? :cheesy: :smiley:

indo apa sih yg gak mungkin…
gw yakin klo di indo ada spt itu pasti gak butuh wkt lama bakalan jd artis…cobain deh :smiley:

untuk suatu contoh keunikan cara hidup untuk hanya bisa menyambng hidup…ya jempolan lah dia si Boyle…??
Tapi apakah dia seorang kristen atau atheis…?? Kalau dia atheis ya okeh-okeh sajalh punya cara hidup seperti itu…
Tapi kalau dia seorang Kristen…?? kapan dong waktunya dia sebagai saluran berkat bagi orang lain…?? Wong dia hidup hanya demi menyambung hidup saja kan…( egoistisme )…?? hanya perihal makan dan minum dll nya…ya duniawi semata saja yang mau dia tonjiolan.dan berusaha memampukan yang tidak mampu dilakukan manusia lain…PADAHAL hidup bukan hanya demi itu saja bukan…??

Hidup tanpa uang dalam waktu tertentu sih bisa saja. Tetapi jika tanpa batas waktu sepertinya mustahil.

Jika memang benar ingin hidup tanpa uang, bisa mencoba ke pedalaman Papua, dan mulai hidup secara orang Papua pedalaman, tanpa celana dari kain, tanpa peralatan yang harus dibeli, tanpa makanan yang harus dibeli, tanpa tempat tinggal yang harus dibeli, semua dibuat dan dicari di alam. Nah, itu contoh yang lebih pas dibanding si Boyle di atas itu. He he he he. BTW, Papua lebih dekat untuk dikunjungi, silahkan jika ada yang berminat, he he he.

Cuma pake “koteka” bro? Weleh, weleh… Masuk angin! Tapi gara2 gaya hidup kayak gini orang Papua itu pertumbuhan penduduknya luar biasa! Hehehe…

Terus terang ngga ngerti bagaimana hubungannya antara hidup kayak gini dan pertumbuhan penduduk yang meningkat, he he he.

:angel:

mungkin maksud dia tuh… krn pk koteka doang jd kedinginan…klo kedinginan biasanya bro Lion of Judah I punya pemikiran bakalan sering terjadi “serangan fajar” (maaf sedikit diperhalus walau gak nyambung :D) jdnya pertumbuhan penduduk meningkat :smiley:

mas bro Lion of Judah I bisa aja ah candanya wkwkwkwk… ;D

Spiros Purba/Hamayama Sunnu,

sebelum anda berkomentar ga karuan, bacalah dulu bukunya

Hhahahahahha…
Brooo…memeng sih saya punya dua nama tapi satu visi dan misi kok…hanya memang ada dua fasiltas saja…
maklum yang satu nebeng dan yang satnyalagi juga nebeng…hehehehe

OYA…?? ADA BUKUNYA TAH…??? KOK SEPERTINYA ANDA PENGGEMAR BERAT SI BOYLE @BROO…??
WOOW…diberkatikah anda dengan cerita di buku itu broo…???

Jika sudah anda baca…?? ya bagi kesinilah kesan dan pesan yang bisa anda ambil dong…!! Apa ada pesan kerohaniannya disitu broo…??
Kalu ada pesan yang memberkati ya okeh lah…Tapi alo tidak ya mending saya baca Alkitab saj abukan…?? hahahhaha

Salam damai…

bukankah sudah pernah saya post di halaman 1.

daripada sharing,
saya sarankan anda coba beli saja di toko buku, Rp 32.000 (20% OFF)

tapi kalau anda tidak mau membeli, ya terserah anda

Sinopsis Buku:

Saat kita muak dengan berita tentang orang-orang serakah yang melakukan korupsi,
Mark Boyle hadir sebagai penyegar.
Dia memilih untuk bersenang-senang dengan hidup tanpa menggunakan uang.
Dia berhenti bekerja sebagai manajer sebuah perusahaan makanan organik,
lalu melakukan eksperimen gila ini selama setahun sejak November 2008.

Di mana dia tinggal?
Apa yang dia makan?
Apakah dia menjadi orang yang terkucil?

Dalam buku luar biasa ini,
Mark mengungkapkan bagaimana dia tidak hanya bertahan hidup,
tapi juga melakukannya dengan gembira. Tanpa mengeluarkan uang sepeser pun,

dia membuat kertas dari jamur,
merakit kompor ramah lingkungan, dan
mendapatkan makanan dari toko tanpa harus membeli, mengemis, apalagi mencuri.

Dia juga menerangkan filosofi di balik kegiatannya ini.
Lalu, apakah Mark mengajak kita membenci uang lewat buku ini? Sama sekali tidak.
Dia hanya menawarkan cara lain untuk bersenang-senang.

Mark Boyle adalah aktivis pendiri Freeconomy, komunitas yg anggotanya
dpt memberi dan menerima keterampilan, peralatan, dan tempat dengan cuma-cuma.

Dia juga menulis secara rutin untuk blog Freeconomy, Guardian, dan majalah Ethical Consumer.
Kegiatan yang dilakukannya telah membuat dia tampil di sejumlah media,
seperti Sky News, BBC Radio Four, BBC Two, Daily Mirror, Daily Mail, Telegraph, dan The Times.

Pujian:

“Saya jadi lebih semangat berhemat. Tidak hanya uang, tapi juga energi dan air.”
—Rahmani Astuti, penerjemah dan ibu rumah tangga

“Petualangan Mark hidup tanpa uang telah memberinya banyak pelajaran dan menjadi inspirasi banyak orang.”
—CNN

“Mark menceritakannya dengan jenaka dan penuh semangat.”
—Patrick Whitefield, penulis The Earth Care Manua

Pesan saya tetap sama

Spiros Purba/Hamayama Sunnu,
sebelum anda berkomentar ga karuan, bacalah dulu bukunya

Bro repento, mungkin buku itu boleh dijadikan bacaan wajib buat pendeta2 yang kemaruk duit perpuluhannya jemaat! Biar bisa meniru cara hidupnya Mark Boyle. Kalo bisa niru seperti itu kan sudah gak butuh perpuluhannya jemaat lagi! :slight_smile: :wink:

hahaha, setuju bro :slight_smile: :wink:

wkwkwkwkwwkkwkwk… ;D :2funny:

kayaknya jemaat di gereja perlu minta pendeta2nya utk bertobat nih, atau klo perlu suruh tinggal 2 bln belajar ke sono :smiley:

Lha, yang pendetanya sudah terbiasa naik mobil mewah, sudah pasti ogah kotbah hal-hal yang anti uang dong.

biasanya cewe suka sama yg ber’bulu’ eh ber’bule’