Buku The Purpose Driven Life & Memperlengkapi Kaum Awam

Apakah ada di antara Anda yg memberdayakan Buku The Purpose Driven Life & Memperlengkapi Kaum Awam? Bila ada/pernah memanfaatkannya:

  1. Apakah dampak dari pemberdayaannya untuk diri sendiri & orang lain yg dapat diukur/hasilnya?
  2. Kelompok usia yang cocok untuk kedua buku tsb.

Ban Ban Kam Sia

Saya sudah pernah baca, The Purpose Driven Life. Bagus sih isinya, bagi yang rindu ingin bertumbuh dalam pengenalan yang benar akan KRISTUS bisa baca buku tsb. Buku yang mengarahkan kita untuk hidup dan masuk dalam rancangan TUHAN YESUS. Ya semoga memberkati, 40 hari yang mengubahkan bagi siapa yang menjalankannya sungguh, tapi sebaiknya ada partner sih karna ada bahan diskusinya.

Buku memperlengkapi kaum awam, belum pernah baca.

Iseng-iseng untuk membaca dan memberikan beberapa catatan ringan, untuk sementara kumpulan URL/link:

70_130413_0650
99_150413_15.30
105_160413_03.16
111_200413_1040
137_180513_05.00(26)

Iseng browsing dapat beberapa tulisan, di antaranya (kutipan ke-1):

1.1 Arti Hidup Menurut Perspektif Dunia 1. Hidup Adalah Perjuangan Pertama, dunia kita melihat hidup adalah suatu perjuangan. 2. Hidup Adalah Kesempatan Kedua, dunia kita yang terus mau berjuang, adalah dunia yang juga mengidentikkan hidup adalah kesempatan.
  1. Hidup Untuk Kerja
    Ketiga, hidup adalah kesempatan direalisasikan oleh banyak manusia sekarang dengan bekerja.

  2. Hidup Adalah Uang
    Keempat, orang yang sudah memfokuskan hidupnya pada bekerja, maka dapat dipastikan banyak dari mereka juga memfokuskan hidupnya pada uang.

  3. Hidup itu Biasa Saja
    Prinsip kelima dari definisi hidup yang dunia sedang ungkapkan yaitu hidup itu biasa saja, jadi jalani sebagaimana adanya.

  4. Hidup Adalah Penderitaan
    Kalau pada poin kelima, dunia kita mengartikan hidup itu sebagai sesuatu yang biasa saja, lalu bisa bertindak seenaknya sendiri, maka pada poin keenam, sebagai kebalikannya, beberapa manusia dunia yang ekstrim mengatakan bahwa hidup itu penderitaan.

  5. Hidup Untuk Orang Lain
    Terakhir, hanya sedikit manusia bisa memiliki tujuan hidup demi orang lain.

Kutipan ke-2:

1.2 Arti Hidup Menurut Perspektif “Kristen” yang Palsu Dari judul bukunya saja, kita sudah menemukan ide yang sudah saya jelaskan tadi, yaitu istilah “Kristen” dijadikan topeng (dengan cara mengutip ribuan ayat Alkitab yang kebanyakan di luar konteks asli) untuk menyelimuti esensi sebenarnya yaitu humanisme, pantheisme, materalisme dan pragmatisme. Tentu, di dalam metode penafsiran Alkitab, Warren menggunakan tafsiran-tafsiran Alkitab yang semau gue menurut seleranya pribadi tanpa memperhatikan konteks, bahasa asli dan terjemahan-terjemahan Alkitab yang lebih tepat. Itulah metode eisegese dalam penafsiran Alkitab yang salah, tetapi laris dalam masyarakat “Kristen” (khususnya yang bertheologia Injili non-Reformed). Hal ini akan banyak disinggung dan diuraikan secara tuntas pada bab kedua makalah ini. Kembali, apakah hidup kita digerakkan tujuan ? Kalau benar demikian, sebenarnya ada tiga pertanyaan penting yang perlu dipertanyakan. Pertama, siapa yang mengarahkan tujuan itu. Kedua, apakah tujuan yang diarahkan itu ? dan ketiga, tujuan siapa yang dituju ? (atau untuk apa tujuan itu ?) Jelas, di dalam buku The Purpose Driven Life, meskipun menggunakan nama “Tuhan”, sebenarnya yang mengarahkan tujuan itu adalah diri manusia itu sendiri, tujuan itu adalah berkenaan dengan cita-cita manusia yang hebat dan mulia (tanpa Allah) lalu tujuan itu membawa kemuliaan bagi diri manusia sendiri (persis terbalik dari Roma 11:36 yang mengajarkan bahwa segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia dan untuk Dia, bagi Dia lah kemuliaan selama-lamanya). Inilah jiwa humanisme sekuler (atau sekularisme) tetapi yang masih memperalat “Tuhan” agar kelihatan “rohani”. Inilah jiwa manusia berdosa.

1.3 Arti Hidup Sejati Menurut Alkitab
Lalu, apa kata Alkitab tentang hidup sejati ? Pada bagian awal Bab 1 ini, saya sudah mengutip Kejadian 2:7, “ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.”

Pertama, hidup itu berpusat kepada firman Allah. Hal ini tercantum di dalam Matius 4:4, “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (dikutip dari Ulangan 8:3) Hidup manusia bukan sekedar makan, minum, bersenang-senang, tetapi hidup manusia itu berasal dari Allah, atau lebih tepatnya dari setiap firman Allah.

Kedua, hidup yang tidak kuatir. Di dalam Matius 6:25, Tuhan Yesus mengajarkan, “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?” Hidup manusia sudah ada di tangan-Nya, karena Ia lah yang mengaturnya, tetapi seringkali di dalam hidup, manusia seringkali kuatir akan makanan, minuman, pakaian, dll, mengapa ?

Ketiga, hidup manusia sejati adalah hidup seperti anak kecil (rendah hati). Matius 18:1-6 mengajarkan prinsip ini, “Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?” Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.

Keempat, hidup manusia sejati adalah hidup kudus. Kekudusan hidup diajarkan oleh Tuhan Yesus di dalam Matius 18:8-9 yang berkaitan dengan penyesatan, “Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal. Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua.” Hidup sejati adalah hidup yang kudus.
Kelima, hidup yang rela membayar harga demi Kristus. Di dalam Matius 19:29, Tuhan Yesus mengajarkan, “Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.”

Kutipan ke-3

Keenam, hidup sejati adalah hidup yang beriman. Di dalam Yohanes 3:15-16, Tuhan Yesus bersabda, “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Terakhir, hidup sejati adalah hidup yang berpengharapan dan menuju kepada kekekalan. Hal ini diajarkan oleh Tuhan Yesus di dalam Yohanes 10:27-28, “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.”, Yohanes 11:25,26, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.” dan Yohanes 12:25, “Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.” Di dalam Yohanes 12:25,

Setelah kita merenungkan ketujuh poin makna hidup menurut ajaran Tuhan Yesus, sudahkah kita berani menentukan fokus hidup sejati yaitu kepada dan di dalam Kristus itu sendiri ? Biarlah kita mulai mengambil keputusan untuk segera men-Tuhan-kan Kristus di dalam hidup kita dan menentukan tujuan hidup kita berpijak dari firman Allah, bergantung kepada pimpinan Roh Kudus dan murni untuk memuliakan-Nya selama-lamanya.

Perlu memeriksa ajaran Alkitab tentang:

  1. Tujuan manusia bekerja (Kej 3, 1 Tes4, 2 Tes 3).
  2. Khotbah di Bukit ttg garam+terang dunia.
  3. Perintah kasih itu untuk apa.
  4. Hormat kepada Orang tua (Kel 20 & Ef 6).
  5. Mengerjakan segala sesuatu seperti untuk Tuhan (Kol 3).
  6. Kesetiaan (Lukas 16:10).
  7. Amanat Agung (Mat 28:19-20).
  8. Tahu yang baik tidak melakukannya (Yak 4).

Tujuan & tanggung jawab manusia itu???
Apakah keyakinan pengikut Reformed itu BETUL INJILI???

Jelas, di dalam buku The Purpose Driven Life, meskipun menggunakan nama “Tuhan”, sebenarnya yang mengarahkan tujuan itu adalah diri manusia itu sendiri, tujuan itu adalah berkenaan dengan cita-cita manusia yang hebat dan mulia (tanpa Allah) lalu tujuan itu membawa kemuliaan bagi diri manusia sendiri (persis terbalik dari Roma 11:36 yang mengajarkan bahwa segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia dan untuk Dia, bagi Dia lah kemuliaan selama-lamanya). Inilah jiwa humanisme sekuler (atau sekularisme) tetapi yang masih memperalat “Tuhan” agar kelihatan “rohani”. Inilah jiwa manusia berdosa.

Analisa Kritikan yang muncul di dunia maya khusus untuk masalah tujuan dan pemakaian nama Tuhan atau Allah termasuk kutipan banyak terjemahan Alkitab bahasa Inggris.
The Purpose Driven Life terjemahan dari Penerbit Gandum Mas,2005, 354 halaman.
Halaman v, ix-xiii
Buku ini dipersembahkan bagi Anda. Sebelum Anda dilahirkan, Allah merencanakan saat ini dalam kehidupan Anda. Bukanlah kebetulan kalau Anda sedang memegang buku ini. Allah rindu agar Anda menemukan kehidupan yang Allah ciptakan untuk Anda jalani – di sini di bumi, dan selamanya dalam kekekalan.

Aku katakan “di dalam Kristus”, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan—kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya— (Ef 1:11).
Di dalam Kristuslah kita menemukan siapa kita dan untuk apa kita hidup, Jauh sebelum kita mendengar tentang Kristus untuk pertama kali, … Dia telah melihat kita, merancang kita bagi kehidupan yang penuh kemuliaan, bagian dari keseluruhan tujuan yang Dia kerjakan di dalam segala sesuatu dan semua orang (Ef 1:11 Msg).

Saya berterima kasih kepada ratusan penulis dan pengajar, baik yang klasik maupun kontemporer, yang telah membentuk kehidupan saya dan menolong saya untuk mempelajari kebenaran-kebenaran ini. Saya berterima kasih kepada Allah dan kepada Anda atas hak istimewa untuk membagikan kebenaran-kebenaran tersebut kepada Anda.

Catatan Komentator untuk analisa kritikan:
Di sini, tertulis ‘…Allah merencanakan… Allah rindu… Allah ciptakan untuk…’.
Halamn 17-22
Semuanya Diawali dengan Allah.
Ada kutipan Kolose 1:16 dan kutipan Bertrand Russell.
Ini bukan mengenai Anda.
Tujuan hidup Anda jauh lebih besar … Anda harus memulainya dengan Allah, Anda dilahirkan oleh tujuan-Nya dan untuk tujuan-Nya. … Anda tidak akan menemukan makna hidup dengan mencarinya di dalam diri Anda sendiri (halaman 17-18).
Allah bukan sekedar titik awal dalam kehidupan Anda, Dialah sumber kehidupan (halaman 20).

Jelas, di dalam buku The Purpose Driven Life, meskipun menggunakan nama “Tuhan”, sebenarnya yang mengarahkan tujuan itu adalah diri manusia itu sendiri, tujuan itu adalah berkenaan dengan cita-cita manusia yang hebat dan mulia (tanpa Allah) lalu tujuan itu membawa kemuliaan bagi diri manusia sendiri (persis terbalik dari Roma 11:36 yang mengajarkan bahwa segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia dan untuk Dia, bagi Dia lah kemuliaan selama-lamanya). Inilah jiwa humanisme sekuler (atau sekularisme) tetapi yang masih memperalat “Tuhan” agar kelihatan “rohani”. Inilah jiwa manusia berdosa.

Dari mana kesimpulan yang diambil itu???

  • halaman 17-22 = pengantarnya tidak ada masalah, bahkan pada hal 21 ke-3 poin yang ada kepada Yesus
    Kristus.
  • halaman 23-27 = bukan kebetulan.
Untuk sementara kutipan lengkap kritisi terhadap buku The Purpose Driven Life yang akan dikritisi oleh versi JadiForumkuSaja untuk menguji apakah BENAR-BENAR Reformed = INJILI ???

http://wp.me/P2KOQo-1R

Untuk membuktikan buku yang memberikan banyak manfaat ini dan kritisi yang diluncurkan, maka membuat daku penasaran dan ingin membuat perbandingan nyata:

  • Apa, siapa, dan bagaimana Rick Warren.
  • Apa, siapa, dan bagaimana Denny CS.
  • Perkembangan gereja Saddaleback dan Gereja Reformed yang di dalamnya Denny bercokol sehingga memberikan asumsi dan prediksi yang lebih konkrit.
  • Bila pihak Gandum Mas tidak keberatan, tulisan yang berhubungan dengan ‘Tujuan’ yang tercetak di dalam buku versi Gandum Mas dikutip lengkap dan ditampilkan di dunia maya.

Akan kusiapkan pada halaman khusus di sini