Butuh Ide untuk Konsep Praise and Worship

haloo teman2, saya karisma, saya pelayanan di salah satu gereja di depok, dan saya seorang pemuda, gereja saya mau mengadakan acara praise and worship, dan saya bingung bagaimana saya membuat konsepnya, yang sudahh ada pengalamannya boleh bagikan ke saya…

Pedoman Dasarnya:

  • Setiap kegiatan dalam bentuk apapun harus mempunyai tujuan.
  • Setelah mendapatkan tujuan yang akan dicapai maka urutkan tujuannya itu berdasarkan skala prioritas berpedoman pada pola ini:
    Specific=tujuannya khusus (spesifik), untuk ‘praise=pujian, worship=penyembahan’.
    Measurable= dapat diukur/dapat dicapai melalui perkiraan ukuran yang dipakai.
    Accuracy= akurasi/tepat, cocok/pas untuk pujian+penyembahan.
    Responsibility, reasonable= tanggung jawab, logis (masuk akal)/ tujuannya dapat dipikir ulang apakah masuk akal atau tidak?.
    Time-limit= batas waktu pengadaan pujian+penyembahan.

Tujuan pujian+penyembahan yang akan diadakan itu:

  • Membuat suasana pujian yang bersemangat.
  • Pujian ini memuliakan Tuhan Yesus.
  • Mengajak kawula muda untuk belajar memuji Tuhan Yesus.
    Tiga hal di atas menjadi fokus pencarian judul+syair lagu+accord keyboard/gitar/piano yang selaras-serasi-dan seimbang. Libatkan tim pemusik+singers+ketua Komisi Pemuda/Sie Ibadah (Persekutuan Pemudanya) untuk berdiskusi baik via HP/telp/pertemuan sebelum acara dimulai 2-3 minggu sebelum hari pelaksanaannya.
    Tanyakan:
  • Bagaimanakah cara membuat suasana pujian yang bersemangat:
  • Rythem/tempo keyboard memakai: 2/4, 6/8 atau Style: Waltz/Swing sekitar 85-125.
  • Bila lagunya dalam suasana untuk kemuliaan Tuhan Yesus seperti “Yang Terutama Di Dalam Hidup Ini’, atur tempo/ketukkannya ¾ atau 4/4 lebih lambat. Keyboard Roland: Foxtrot sekitar 68-85. Lagu “Kumasuk Gerbang Mahakudus” juga lambat. Sangat baik bila lagu-lagu yang akan dinyanyikan itu sudah pernah dinyanyikan atau sering mendengar via CD/kaset. Juga dapat mencarikannya via google dengan kata kunci judul lagunya.
  • Semua pujian itu dinyanyikan punya standar: diulangi 1x, 2x, 3x, 4x, atau maunya berapa kali, harus punya standar 1 lagu HARUS dinyanyikan berapa kali. Hal ini masuk ke kategori ‘Time-limit’ pujian dan waktu dari awal ibadah (doa) sampai selesainya pujian+penyembahan itu.
  • Tanyakan kepada diri sendiri+tim musik+senior: lagu ini (1-5 lagu) sudah mewakili pujian+penyembahan, apakah perlu penambahan lagunya?. Hal ini harus dapat diukur/dicapai. Apakah saya menguasai lagu+syairnya termasuk tim lainnya? Di sini perlu persiapan sebelum menentukan lagu yang akan dipilih.
  • Akurasinya: apakah lagu+renungan/khotbah+kesaksian+dls ‘pujian+penyembahan’ cocok untuk acara tsb.
  • Tanggung jawabnya: kesungguhan mencari judul lagu+latihan yang cukup.
  • Terakhir: tentukan durasi (lamanya waktu pujian+penyembahan) itu: 1 jam, 2 jam, 3 jam dls.

Lengkap juga ya panduan si @jadiforumkusaja :slight_smile:

Nambahin dikit ya, tapi ini khusus untuk segmen remaja/dewasa :

  1. Theme
    Ini penting banget, masbro. Sebab temalah yg akan menentukan pilihan lagu dan renungan atau apapun yg akan dibawakan dalam acara tersebut. Tema tidak usah panjang-panjang tetapi harus bombastis, mudah diingat & cukup mewakili keseluruhan isi acara dan disesuaikan dengan tujuan. Misal tujuannya adalah “penjangkauan” maka temanya bisa “reach”, “harvest” atau yg “bau-baunya” spt itu. Boleh pake bahasa inggris biar lebih kelihatan keren.

  2. Stage
    Ini juga memegang peranan penting kalo even-nya khusus remaja/dewasa. Tata panggung yg keren akan lebih membuat perhatian audiens tertuju ke depan. Tema juga bisa dibuat dalam banner sehingga audiens bisa langsung tau tema acara.

  3. Lighting
    Jika sarana & pra-sarana memadai, keberadaan lighting yg keren dapat menambah suasana lebih meriah apalagi pas lagu-lagu praise dinyanyikan. Serasa kayak di konser JPCC.

  4. Dancer
    Jika ada, sangat membantu “menaikan” semangat audiens terutama pas lagu-lagu praise. Apalagi jika ada segmen khusus dance di awal atau tengah-tengah acara.

  5. Stylish
    Penampilan WL, singer/backing vocal, pemusik & dancer yg oke akan membuat semakin percaya diri. Pemilihan kostum yg tepat disertai dengan “dress-code” warna baju sama misalnya akan memperlihatkan kekompakan tim kepada audiens.

  6. Variation
    Tidak perlu ngotot nyanyi full music dari awal sampai akhir tapi coba selingi dengan aroma akustik, duet, slow-rap atau beat-box kemudian bisa ditambahkan dance performance, pantomim atau pembacaan mazmur yg diiringi lagu via mp3.

  7. Audio Visual
    Penggunaan video-video yg menunjang tema sangat membantu menjaga perhatian supaya tetap ke depan. Youtube menyediakan banyak sekali vdeo-video yg bisa diunduh. Kemudian penggunaan easy worship untuk tema, lirik lagu atau ayat-ayat Firman Tuhan harus dibuat seindah mungkin. Kalo soal audio, sptnya tidak perlu dijelasin lagi.

  8. Atmosphere
    Tantangan terbesar ketika acara praise & worship adalah atmoshphere (suasana). Bahkan konser sekelas Sidney Mohede atau True Worshippers saja belum tentu 100% ok dari awal sampe akhir. Untuk itu diperlukan kesatuan tubuh, jiwa & roh utk semua yg terlibat baik di stage maupun backstage. Saran dari @jadiforumkusaja adalah jawaban untuk tantangan ini.

  9. Giving Your Best
    Mencomot slogan grup band rohani no.1 di Indonesia, GMB alias Giving My Best, saran terakhir ane adalah lakukan yg terbaik. Untuk Tuhan, untuk audiens dan untuk diri masbro sendiri.

Selamat ber-praise & worship!