by: Ellen G. White --- "Pulang ke Rumah"

Tanggal 07, Hari Selasa
IBLIS TIDAK BISA MEMBUAT ENGKAU BERDOSA

Ayat Inti: Matiusus 4 : 10
”Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti”

Penggoda itu tidak akan pernah dapat memaksa kita untuk melakukan kejahatan. Ia tidak dapat mengendalikan pikiran kecuali pikiran itu diserahkan ke bawah kekuasannya. Kehendak mesti setuju, iman mesti melepaskan pegangannya dari Kristus, barulah Iblis dapat menggunakan kuasanya atas kita. Tetapi setiap keinginan jahat yang kita sayangi memberikan kepadanya tempat bertumpu. Setiap perkara yang dalamnya kita gagal untuk mencapai standar Ilahi, merupakan sebuah pintu terbuka yang melaluinya ia dapat masuk untuk menggoda serta membinasakan kita. Dan setiap kegagalan atau kekalahan di pihak kita memberikan kesempatan bagi dia untuk mempersalahkan Kristus.

Ketika iblis mencobai Tuhan Jesus, Iblis mengutip janji, “Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya,” ia tidak menyebutkan ucapan, “untuk menjaga Engkau di segala jalan-Mu” yaitu, pada segala jalan pilihan Allah.
Yesus tidak mau keluar dari jalan penurutan. Sementara menunjukkan iman yang sempurna pada Bapa-Nya, IA tidak mau menempatkan diri-Nya sendiri, dengan tidak disuruh, pada suatu kedudukan yang akan memerlukan campur tangan Bapa-Nya untuk menyelamatkan Dia dari maut. IA tidak mau memaksa Allah datang meluputkan Dia, dan dengan demikian gagal untuk memberikan kepada manusia satu teladan iman dan penurutan.
Yesus berkata kepada Iblis, “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu.” Perkataan ini diucapkan oleh Musa kepada bani Israel ketika mereka kehausan di padang belantara, lalu menuntut supaya Musa memberikan air kepada mueka, dengan berseru, “Adakah Tuhan di tengah-tengah kita atau tidak? (Kel. 17: 7). Allah telah mengerjakan hal-hal yang ajaib bagi mereka; namun dalam kesusahan mereka meragukan Dia, serta menuntut bukti bahwa IA tengah menyertai mereka, Dalam keadaan kurang percaya itu, mereka berusaha hendak menguji Dia. Maka Iblis pun mendesak Kristus untuk berbuat sedemikian juga. Allah telah membuktikan bahwa Yesus adalah Anak-Nya; dan kini untuk meminta bukti bahwa ialah Anak Allah, berarti menguji Firman Allah–mencobai Dia. Jika demikian maka adalah benar meminta apa yang tidak dijanjikan Allah. Hal itu akan menunjukkan adanya kurang percaya, serta benar-benar menguji atau mencobai Dia.

Jangan hendaknya kita menyampaikan permohonan kita kepada Allah untuk membuktikan apakah IA akan menepati janji-Nya, melainkan karena IA akan menepatinya; bukannya untuk membuktikan bahwa IA mengasihi kita, melainkan karena IA mengasihi kita. “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” (lbr. 11:6)

Akan tetapi iman itu sekali-kali tidak ada hubungannya dengan tindakan yang bersifat takabur. Hanya orang yang mempunyai iman yang sejati sajalah yang selamat dari sifat takabur. Sebab sifat takabur itulah pemalsuan Iblis akan iman. —Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 121, 122.

Pendalaman Alkitab
WA/Telegram : 08111-62662-9

Tanggal 08, Hari Rabu
untuk mengubahmu TUHAN HARUS MENDAPATKAN PERSETUJUANMU

Ayat Inti: Mazmur 28 : 7
“TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.”

Berdampingan dengan ajaran Injil, pembantu Iblis sedang bekerja tetapi hanyalah sebagai alat media roh-roh dusta. Ada orang yang mula-mula hanya ingin mengetahui, tetapi oleh karena melihat hasilnya, maka selangkah demi selangkah ia tertarik dan akhirnya ia telah dikuasai oleh suatu kemauan yang lebih kuat dari kemauannya sendiri. Ia tidak dapat meluputkan dirinya dari kuasa yang ajab itu.

Pertahanan jiwa telah rubuh. Ia tidak mempunyai tembok lagi untuk menghalangi dosa. Apabila sekali Firman Allah dan Roh-Nya ditolak, tidak ada seorang manusia yang mengetahui sampai berapa dalamnya ia akan tenggelam. Dosa-dosa tersembunyi atau hawa nafsu tertentu yang menjajah dia sebagai seorang tawanan sebagaimana orang yang dirasuk Iblis di Kapernaum. Walaupun demikian keadaannya belum juga putus asa.

Alat yang dapat mengalahkan si jahat ialah alat yang telah dipergunakan Yesus mengalahkan Iblis, yaitu kuasa Firman Allah. Allah tidak mengendalikan pikiran kita tanpa persetujuan kita;

tetapi jika kita rindu mengetahui dan melakukan kehendakNya, perjanjian-Nya akan menjadi milik kita; “Kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” “Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu ajaran-Ku” (Yoh. 8: 32; 7: 17). Oleh percaya akan perjanjian ini, setiap orang dapat dilepaskan dari jerat kesalahan dan kuasa dosa.

Tiap-tiap orang bebas memilih kuasa mana yang ia mau agar memerintah dirinya. Walaupun seorang yang telah jatuh begitu rendah, atau begitu najis, ia mendapat kelepasan di dalam Kristus. Orang yang dirasuk Iblis ini sebagai pengganti doa, ia hanya dapat mengucapkan perkataan dari Iblis; akan tetapi isi hatinya yang tidak dapat dikeluarkan itu telah didengar. Tidak ada tangisan dari suatu jiwa di dalam kebutuhan, walaupun tidak dapat dikeluarkan di dalam perkataan yang tidak akan diperhatikan. Mereka yang rela masuk dalam hubungan janji dengan Allah di surga tidak akan dibiarkan dalam kuasa Iblis atau di dalam kekurangan diri mereka. Mereka diundang oleh Juruselamat, “kecuali kalau mereka mencari perlindungan kepada-Ku dan mencari damai dengan Aku, ya mencari damai dengan Aku!” (Yes. 27: 5).

Roh kegelapan akan berperang bagi jiwa untuk takluk di bawah pemerintahannya, tetapi malaikat Allah akan merebut jiwa-jiwa itu dengan kuasa kemenangan Tuhan berkata: “Dapatkah direbut kembali jarahan dari pahlawan atau dapatkah lolos tawanan orang gagah? Sungguh, beginilah Firman Tuhan: _‘Tawanan pahlawan pun dapat direbut kembali, dan jarahan orang gagah dapat lolos, sebab Aku sendiri akan melawan orang yang melawan engkau dan Aku sendiri akan menyelamatkan anak-anakmu” (Yes. 49: 24, 25). --Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 268, 269.

Pendalaman Alkitab
WA/Telegram : 08111-62662-9

Tanggal 09, Hari Kamis
MELANGKAH GARIS BATAS

Ayat Inti: 1 Yohanes 2 : 15
“Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. …”

Kristus tidak mengatakan bahwa manusia tidak akan melayani dua tuan, tetapi Tuhan berkata dia tidak bisa melayani dua tuan. Perhatian untuk Allah dan perhatian untuk mamon tidak mempunyai persesuaian. Di mana kata hati orang Kristen mengamarkannya untuk menahan diri, menyangkal dirinya, berhenti, di situlah langkah-langkah dunia melewati garis, untuk memanjakan kecenderungan-kecenderungannya. Di satu pihak terdapatlah para pengikut Kristus yang menyangkal diri; di pihak lain adalah pencinta dunia yang memanjakan diri, menjadi kaki tangan kepada kebiasaan, ikut serta dengan tingkah laku yang tidak karuan, dan memanjakan dirinya dalam kesenangan yang terlarang. Ke pihak pencinta dunia itu orang Kristen tidak boleh pergi.

Tidak seorang pun dapat menempati posisi yang netral; tidak ada kelas menengah, yang tidak mengasihi Allah atau tidak melayani musuh kebenaran. Kristus harus tinggal di dalam diri para wakil-Nya dan bekerja melalui kemampuan-kemampuan mereka dan berperan melalui kecakapan-kecakapan mereka. Kehendak mereka harus diserahkan kepada kehendak-Nya; mereka harus berperan dengan Roh-Nya. Kemudian bukan mereka lagi yang hidup, tetapi Kristuslah yang hidup di dalam diri mereka. Orang yang tidak menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Allah berada dalam pengendalian kuasa lain, mendengar suara lain, yang usulnya sama sekali berbeda sifatnya. Pelayanan campuran menempatkan perantara manusia di pihak musuh sebagai seorang sekutu dari malaikat-malaikat kegelapan. Apabila manusia yang mengaku tentara Kristus ikut dengan persekutuan Iblis , dan selalu berada di pihaknya, mereka membuktikan diri menjadi musuh-musuh Kristus. Mereka mengkhianati kepercayaan-kepercayaan yang suci. Mereka membentuk suatu hubungan antara Iblis dan tentara-tentara yang benar, agar melalui perantara-perantara ini musuh itu senantiasa bekerja untuk mencuri hati tentara-tentara Kristus.

Kubu perbuatan buruk yang paling kuat di dunia kita ini bukanlah kehidupan yang lalim dari orang berdosa yang ditinggalkan atau orang buangan yang diremehkan; melainkan kehidupan yang sebaliknya kelihatan berbudi luhur, terhormat, dan mulia, tetapi di mana satu dosa dipelihara, satu sifat buruk dimanjakan. Kepada jiwa yang bergumul secara diam-diam melawan pencobaan yang sangat besar, bagaikan seorang yang gemetar di pinggir tebing curam adalah salah satu dari umpan yang paling berkuasa untuk berdosa. Orang yang diberkati dengan konsepsi kehidupan, kebenaran dan kehormatan yang tinggi namun dengan sengaja melanggar satu peraturan dari hukum Allah yang suci telah merusak karunia-Nya yang suci menjadi suatu pikatan kepada dosa. Kecerdasan pikiran, simpati, bahkan perbuatan kemurahan hati dan kebaikan, bisa menjadi umpan Iblis untuk memikat jiwa-jiwa lain ke tebing curam kebancuran hidup ini dan hidup yang akan datang. --Khotbah di Atas Bukit, hlm. 106, 107.

Pendalaman Alkitab
WA/Telegram : 08111-62662-9

Tanggal 12, Hari Minggu
KAMU TIDAK SENDIRIAN

Ayat Inti: Yohanes 17 : 9
“Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu.”

Satu-satunya perlindungan melawan kejahatan adalah tinggalnya Kristus dalam hati melalui iman dalam kebenaran-Nya. Karena sifat mementingkan diri yang ada di dalam hati kitalah pencobaan berkuasa atas kita. Tetapi apabila kita melihat kasih Allah yang besar, sifat mementingkan diri tampak kepada kita dalam sifatnya yang mengerikan dan menjijikkan, dan kita ingin supaya itu dibuangkan dari dalam jiwa. Apabila Roh Kudus memuliakan Kristus, hati kita dilembutkan dan tunduk, pencobaan kehilangan kuasanya dan kasih karunia Kristus mengubah tabiat.

[i][b]* Kristus tidak akan pernah meninggalkan jiwa yang untuknya Dia telah mati.

  • Orang bisa meninggalkan-Nya dan dan akhirnya orang tersebut dijejali dengan pencobaan,
  • tetapi Kristus tidak pernah dapat meninggalkan orang yang untuknya Dia telah membayar tebusan dari hidup-Nya sendiri. [/b][/i]

Sekiranya pandangan rohani kita dibangunkan, kita akan melihat jiwa-jiwa tunduk di bawah penindasan dan dibebani dengan dukacita, tertekan bagaikan sebuah kereta di bawah muatan dukacita, tertekan bagaikan sebuah kereta di bawah muatan berat dan siap untuk mati dengan keputusasaan. Kita akan melihat malaikat-malaikat terbang cepat untuk menolong orang-orang yang dicobai ini, bagaikan orang di tepi sebuah tebing curam. Malaikat-malaikat dari surga memaksa mundur malaikat-malaikat jahat yang mengelilingi orang-orang ini, dan memimpin mereka untuk menginjakkan kaki mereka di atas fondasi yang tahan uji. Peperangan yang berkecamuk di antara tentara kedua belah pihak nyata seperti orang-orang yang berperang dengan tentara-tentara dunia ini, dan kepada hasil pertentangan rohaniah inilah tergantung nasib abadi.

Kepada kita, seperti kepada Petrus, kata ini diucapkan, “Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, tetapi Aku telah berdoa, untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur” (Luk. 22: 31, 32). Bersyukurlah kepada Allah, kita tidak ditinggalkan sendirian. IA yang sangat mengasihi dunia “sehingga IA telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3: 16), tidak akan meninggalkan kita dalam peperangan melawan musuh Allah dan manusia. “Sesungguhnya,” kata-Nya, “Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu” (Luk. 10: 19). Hidup berhubungan dengan Kristus yang hidup, dan IA akan memegangmu kuat-kuat dengan tangan yang tidak pernah membiarkan pergi. Ketahui dan percayai kasih yang dimiliki Allah untuk kita, dan engkau terjamin; kasih itu adalah suatu benteng yang dapat menahan segala tipuan dan serangan setan. –Khotbah di Atas Bukit, hlm. 134, 135.

Pendalaman Alkitab
WA/Telegram : 08111-62662-9

Tanggal 14, Hari Selasa
HATI PENURUT

Ayat Inti: Yohanes 14 : 15
“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.”

Tetapi berdoa dalam nama Kristus banyak sekali artinya. Hal itu berarti bahwa:

  • kita harus menerima tabiat-Nya,
  • menunjukkan semangat-Nya, dan
  • melakukan perbuatan-Nya.
    Janji Juruselamat diberikan dengan syarat. “Jikalau kamu mengasihi Aku,” kata-Nya, “kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” IA menyelamatkan manusia, bukannya dalam dosa, melainkan dari dosa dan mereka yang mengasihi Dia akan menunjukkan kasih mereka oleh penurutan.

Penurutan sejati berasal dari dalam hati. Itulah pekerjaan hati bersama Kristus. Dan kalau kita setuju dan Rela, IA akan menyamakan diri-Nya dengan pikiran dan tujuan kita, menyatupadukan hati dan pikiran kita menjadi sesuai dengan kehendak-Nya, sehingga bila menurut Dia, berarti kita melaksanakan dorongan hati kita sendiri. Kemauan, yang dihaluskan dan disucikan, merupakan kesukaan yang paling tinggi dalam melakukan pekerjaan-Nya. Bila kita mengenal Allah karena kita mendapat hak istimewa untuk mengenal Dia, kehidupan kita menjadi kehidupan yang suka menurut. Oleh menghargai tabiat Kristus, oleh hubungan dengan Allah, dosa akan menjadi suatu kebencian bagi kita.

Sebagaimana Kristus hidup sesuai dengan hukum dalam kemanusiaan demikian juga kita dapat berbuat jika kita mau berpegang pada Yang Kuat supaya memperoleh kekuatan. Tetapi jangan hendaknya kita memindahkan tanggung jawab kewajiban kita kepada orang lain, dan menunggu mereka mengatakan kepada kita apa yang harus kita lakukan. Kita tidak boleh bergantung mengharapkan nasihat manusia. Tuhan akan mengajarkan kewajiban kita kepada kita sama relanya seperti Ia mau mengajar orang lain. Kalau kita datang kepada-Nya dalam iman, IA akan mengucapkan rahasia-rahasia-Nya kepada kita secara pribadi. Hati kita sering akan menyala bila Dia datang dekat untuk bergaul dengan kita sebagaimana yang diperbuat-Nya dengan Henokh.

Mereka yang memutuskan tidak berbuat apa-apa dalam hal apa pun yang tidak menyenangkan Allah, akan mengetahui, sesudah menyampaikan persoalan mereka di hadapan-Nya, jalan mana yang harus ditempuh. Dan mereka akan menerima bukan saja kebijaksanaan, melainkan kekuatan. Kuasa untuk menurut, kuasa untuk melayani, akan diberikan kepada mereka, sebagaimana yang telah dijanjikan Kristus. Apa saja yang diberikan kepada Kristus–“segala perkara" untuk mencukupkan keperluan manusia yang sudah jatuh–diberikan kepada-Nya sebagai kepala dan wakil manusia. Dan “apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya” (1 Yoh. 3: 22).

Sebelum mempersembahkan diri-Nya sebagai korban, Kristus mencari pemberian yang paling penting dan sempurna hendak dikaruniakan-Nya kepada para pengikut-Nya, suatu pemberian yang akan memudahkan mereka memperoleh sumber anugerah yang tiada batasnya. “Aku akan minta kepada Bapa,” kata-Nya, “dan IA akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain” yaitu ROH KUDUS (Yoh. 14: 16). --Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 309, 310.

Pendalaman Alkitab
WA/Telegram : 08111-62662-9

Tanggal 16, Hari Kamis
BAGAIMANA CARANYA KITA MENYANGKAL YESUS?

Ayat Inti: Matius 10 : 33
“Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan rnenyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”

Yesus melanjutkan: Sebagaimana kamu mengaku Aku di hadapan manusia, demikian juga Aku akan mengaku kamu di hadapan Allah dan malaikat-malaikat yang suci. Kamulah yang menjadi saksi-saksi-Ku di atas dunia, menjadi saluran melalui apa anugerah-Ku dapat mengalir untuk menyembuhkan dunia ini. Oleh karena itu Aku pun menjadi wakilmu di surga. Bapa tidak memandang tabiatmu yang bercela itu, tetapi IA melihat engkau seolah-olah disalut di dalam kesempurnaan-Ku. Akulah pengantara melalui siapa berkat-berkat surga datang kepadamu. Dan setiap orang yang mengaku Aku dengan jalan turut ambil bagian menyaksikan pengorbanan-Ku bagi orang yang telah hilang itu, akan diakui sebagai seorang yang turut arnbil bagian di dalam kemuliaan dan kesukaan orang tebusan.

Orang yang mau mengaku Kristus haruslah mempunyai Kristus berada di dalam dia. Ia tidak dapat berhubungan dengan yang tidak diterimanya. Barangkali murid-murid itu dapat berbicara dengan lancar mengenai doktrin agama, mungkin mereka dapat mengulang-ulangi sabda Kristus Sendiri; tetapi kecuali mereka memiliki kelemahlembutan dan kasih Kristus, mereka tidak mengaku Dia. Suatu roh yang bertentangan dengan roh Kristus berarti menyangkal Dia, apa pun pengakuannya.
Orang dapat menyangkal Kristus melalui

  • ucapan yang jahat,
  • dengan percakapan bodoh,
  • melalui perkataan yang tidak benar dan tidak ramah.
  • Mereka dapat saja menyangkal Dia dengan jalan bersungut oleh beban hidup,
  • oleh mengejar kesenangan yang penuh dosa.
  • Mereka bisa menyangkal Dia dengan cara kompromi dengan dunia,
  • dengan tabiat yang tidak sopan,
  • oleh mengasihi pendapatnya sendiri,
  • dengan membenarkan diri sendiri,
  • dengan keragu-raguan mencari kesusahan, dan
  • tinggal di dalam kegelapan.
    Di dalam cara-cara yang seperti ini mereka menyatakan bahwa Kristus tidak ada pada mereka…

Juruselamat mengatakan kepada murid-murid-Nya agar jangan menyangka bahwa musuh-musuh kabar Injil itu akan ditaklukkan, dan bahwa perlawanan itu akan berhenti sendiri. IA berkata: “Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.” Timbulnya perbantahan ini bukanlah akibat kabar Injil, melainkan hasil perlawanan terhadapnya. Dari semua penganiayaan yang paling berat ditanggung ialah perlawanan di dalam rumah tangga, kebencian sahabat-sahabat karib dunia. Tetapi Yesus berkata: “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-lakj atau perempuan lebih daripada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku”

Tugas hamba-hamba Kristus adalah penghormatan yang amat tinggi dan mulia. Tiada perbuatan yang baik dan ramah yang telah ditunjukkan kepada mereka atas nama-Nya yang akan gagal diakui dan diberi upah. Dan di dalam pengakuan ramah serupa itu IA mengikutsertakan yang terlemah dan terendah dari keluarga Allah. --Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 385, 386.

Pendalaman Alkitab
WA/Telegram : 08111-62662-9

Tanggal 20, Hari Senin
DARI KEMENANGAN KEPADA KEMENANGAN

Ayat Inti : 1 Yohanes 5:4
Inilah kemenangan yang mengalahkan dunia.

Melalui Kristus, pemulihan dan perdamaian disediakan bagi kita. Jurang yang dibuat oleh dosa telah dihubungkan oleh salib Golgota. Tebusan lengkap telah dibayar oleh Yesus, dan oleh kebaikan-Nya orang orang berdosa telah diampuni, sehingga keadilan hukum-Nya dapat ditegakkan. Semua orang yang percaya bahwa Kristus adalah korban pendamaian boleh datang dan menerima pengampunan atas dosa-dosa mereka; karena melalui jasa Kristus, hubungan terbentang antara Allah dan manusia. Tuhan dapat menerima saya sebagai anak-Nya, dan saya dapat menuntut Dia dan bersukacita di dalam Dia sebagai Bapa saya yang pengasih.

Kita harus memusatkan pengharapan kita hanya kepada Kristus Yesus yang di surga, karena Dialah Sang Pengganti dan Kepastian kita. Kita telah melanggar hukum Tuhan, dan dengan perbuatan-perbuatan hukum Taurat tidak seorang pun dapat dibenarkan. Upaya terbaik yang dapat kita lakukan dengan kekuatan kita sendiri tidak bernilai untuk memenuhi hukum yang kudus dan adil yang telah kita langgar; tetapi melalui iman di dalam Kristus kita dapat menuntut semua kebenaran dari Anak Allah. Kristus memenuhi semua tuntutan hukum dalam sifat kemanusian-Nya. Dia menanggung kutukan hukum bagi orang-orang berdosa, membuat penebusan bagi mereka, “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Iman yang tulus sesuai dengan kebenaran Kristus, dan orang-orang berdosa dijadikan untuk mengatasinya bersama dengan Kristus; karena mereka mengambil bagian dari kodrat Ilahi, dan dengan demikian Keilahian dan kemanusiaan digabungkan.

Semua orang yang berusaha mencapai surga dengan upaya mereka sendiri dalam menjaga hukum, adalah hal yang tidak mungkin. Kita tidak bisa diselamatkan tanpa penurutan, tetapi usaha kita seharusnya bukan dari diri kita sendiri; Kristus harus bekerja di dalam kita untuk kehendak dan untuk melakukan kesenangan-Nya. Jika kita dapat menyielamatkan diri kita sendiri dengan upaya kita sendiri, kita mungkin memiliki sesuatu dalam diri kita sendiri untuk bersukacita. Upaya yang kita buat dengan kekuatan kita sendiri untuk memperoleh keselamatan diwakili oleh persembahan Kain. Semua yang dapat dilakukan manusia tanpa Kristus tercemar oleh keegoisan dan dosa; tetapi apa yang dikerjakan melalui iman dapat diterima oleh Tuhan. Ketika kita mencari surga melalui kebaikan Kristus, jiwa membuat kemajuan. “Pandanglah kepada Yesus, yang memberikan dan menyempurnakan iman kita,” kita dapat melanjutkan dari kekuatan kepada kekuatan, dari kemenangan sampai kemenangan; karena melalui Kristus anugerah Allah telah menyelesaikan keselamatan kita.
Review and Herald, 1 Juli 1890 (Selected Messages, jld. 1, hlm. 363, 364).

Pendalaman
WA/Telegram : +62 811 162 6629

Tanggal 21, Hari Selasa
DOSA TIDAK MENARIK LAGI

Ayat Inti : Roma 5:10
Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!

Kebenaran Kristuslah yang membuat orang berdosa diterima dan dibenarkan Allah. Walaupun hidupnya berdosa, jika ia percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat pribadinya, ia berdiri di hadapan Allah dengan menggunakan jubah yang tak bercacat cela dari kebenaran Kristus.

Orang berdosa mati karena pelanggaran dan dosa dipersingkat oleh iman dalam Kristus. Ia melihat dengan iman bahwa Yesus adalah Juruselamat, dan ia akan hidup selamanya, dan Ia dapat menyelamatkannya jika saja ia datang kepada Allah melalui Yesus. Dalam penebusan untuknya orang percaya melihat suatu efisiensi dalam panjang dan tinggi dan dalamnya Kasih Tuhan—melihat betapa suatu kesempurnaan penebusan, yang dibeli dengan suatu harga yang sangat mahal, sehingga jiwanya dipenuhi dengan pujian dan rasa syukur.

  • Ia melihat dalam terang kemuliaan Tuhan dan
  • ia diubahkan sama seperti citra-Nya oleh kuasa Roh Tuhan.
  • Ia melihat jubah kebenaran Kristus, ditenun dalam mesin tenun surgawi, dibungkus dengan penurutannya, dan dianugerahkan kepada jiwa yang bertobat melalui iman di dalam nama-Nya.

Pada saat orang berdosa memandang kepada Yesus yang mempunyai karisma yang tak tertandingi, dosa tidak lagi terlihat menarik bagi orang itu; karena ia memandang pemimpin tertinggi di antara sepuluh ribu, satu-satunya yang indah. Ia menyadari melalui pengalaman pribadi akan kuasa Injil, yang desainnya hanya bisa diimbangi oleh kemuliaan tujuannya.

Kita mempunyai Juruselamat yang hidup. Dia tidak berada di dalam kuburan Yusuf yang baru; Ia bangkit dari antara orang mati dan naik ke atas sebagai Pengganti dan Penjamin bagi setiap jiwa yang percaya. “Sebab itu kita yang dibenarkan oleh iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita Yesus Kristus” (Rm. 5:1). Orang berdosa dibenarkan oleh karena kebaikan Kristus, dan ini adalah pengakuan Allah akan kesempurnaan dari penebusan bagi manusia. Bahwa Kristus taat sampai mati di kayu salib adalah sebuah janji dari penerimaan akan orang berdosa yang bertobat oleh Allah. Lalu apakah kita masih membiarkan diri kita mengalami keragu-raguan dan percaya, percaya dan ragu-ragu? Kita berdiri di hadapan Allah karena kebaikan-Nya, bukan karena kebaikan yang ada dalam diri kita, tetapi karena iman kita dalam “Tuhan Kebenaran kita”.

Yesus berdiri di dalam kesucian dari yang paling suci, muncul di hadapan Allah bagi kita. Di sana Ia tiada henti mewakili kita setiap saat, agar kita sempurna di dalam-Nya. Tetapi karena demikian kita diwakili oleh-Nya di hadapan Bapa, kita tidak boleh menyalahgunakan rahmat-Nya, dan menjadi tidak peduli, seenaknya dan mementingkan diri sendiri. Kristus bukanlah pelayan dosa. Kita sempurna di dalamnya, diterima dalam kasih-Nya, hanya jika kita tinggal di dalam Dia melalui iman.
~ Signs of the Times, 4 Juli 1892 (Iman dan Perbuatan, hlm. 185-187).

Pendalaman Alkitab
WA/Telegram : +62 811 162 6629

Tanggal 28, Hari Selasa
LIHATLAH KE ATAS, BUKAN KE BAWAH

Ayat Inti : Ibrani 12:12
Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah.

Jemaat, yang dianugerahi kebenaran Kristus, merupakan tempat penyimpanan-Nya, yang dalamnya kekayaan kemurahan-Nya, rahmat-Nya, dan kasih-Nya, harus kelihatan dalam pertunjukan terakhir yang sempurna itu. Kristus memandang pada umat-Nya dalam kesucian dan kesempurnaan mereka, sebagai pahala kerendahan-Nya, dan penambah kemuliaan-Nya—Kristus, Pusat Agung, yang dari pada-Nya bersinar segala kemuliaan.
~ Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 325.

Seluruh surga tertarik atas segala pekerjaan yang berlangsung di bumi ini, yang mempersiapkan pria dan wanita bagi masa yang akan datang, yakni kehidupan kekal. Adalah rencana Allah agar manusia memperoleh kehormatan yang tinggi untuk bertindak sebagai rekan sekerja dengan Yesus Kristus dalam menyelamatkan jiwa-jiwa … Mereka harus melihat pekerjaan Allah sebagai suatu pekerjaan suci dan mulia, dan harus menyerahkan kepada-Nya setiap hari, semua persembahan syukur, dengan sukarela, sebagai balasan atas kuasa kasih karunia-Nya, yang menyanggupkan kita meningkatkan hidup di dalam Ilahi …

Tidaklah perlu bagi siapa pun untuk menyerah kepada pencobaan Iblis lalu menyerang angan-angan hatinya dan menyusahkan Roh Kudus. Setiap ketentuan telah digariskan dalam Firman Allah di mana semua orang memperoleh bantuan Ilahi di dalam usaha mereka yang sungguh-sungguh untuk menang.

Dalam kehidupan agama setiap orang yang akhirnya memperoleh kemenangan ada suatu pemandangan menakutkan, ada kesusahan dan pencobaan tetapi pengetahuannya akan Firman Allah menyanggupkan dia menyelaraskan pikirannya dengan janji-janji Allah yang menguatkannya sehingga memberi penghiburan kepada hati dan menguatkan iman di dalam kuasa Yang Mahatinggi. Mereka membaca: “Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu—yang jauh lebih tinggi nilainya daripada emas yang fana—yang diuji kemurniannya dengan api—sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya …” (1 Ptr. 1: 7). Ujian iman jauh lebih berharga daripada emas. Semua harus belajar bahwa ini adalah bagian dari disiplin di sekolah Kristus …

Arahkanlah segala kemampuanmu untuk melihat ke atas, bukan ke bawah kepada perkara-perkara yang sulit; yang memungkinkan engkau tidak menemukan jalan keluar. Segera engkau akan melihat Yesus di atas awan-awan, mengulurkan tangan-Nya untuk menolongmu; dan apa yang harus saudara lakukan ialah mengulurkan tangan saudara dan menyambut uluran tangan-Nya dengan iman yang sederhana dan biarlah Dia sendiri yang menuntun Anda … Nama besar di antara manusia mungkin tersebar ke mana-mana, tetapi tabiat yang tiada bercacat cela akan bertahan sampai masa kekekalan. Allah memberi engkau pertimbangan sehat dan kepintaran agar engkau dapat menggenggam janji-janji-Nya; dan Yesus siap sedia menolongmu membentuk suatu tabiat yang kukuh dan terjalin.
~ Testimoniesfor the Church 5: 573, 574, 578, 579.

[i][b]DOA KITA HARI INI

Pendalaman
WA/Telegram : +62 811-162-6629[/b][/i]

Tanggal 30, Hari Kamis
AKHIRNYA: POSISI DI ATAS PARA MALAIKAT

Ayat Inti : Wahyu 3:21
Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.

Untuk sukacita yang ditetapkan di hadapan-Nya, Kristus menanggung salib, terhina dengan rasa malu, dan selamanya ditetapkan di sebelah kanan Allah. Dia mati di kayu salib sebagai pengorbanan bagi dunia, dan melalui pengorbanan ini datang berkat terbesar yang dapat Allah berikan—karunia Roh Kudus. Berkat ini untuk semua yang akan menerima Kristus.

Dunia yang jatuh adalah medan perang untuk konflik terbesar yang pernah disaksikan oleh alam semesta surgawi dan kekuatan duniawi. Ditunjuk sebagai teater yang akan diperangi perjuangan besar antara yang baik dan yang jahat, antara surga dan neraka. Setiap manusia berperan dalam konflik ini. Tidak ada yang bisa berdiri di daerah netral. Setiap orang harus menerima atau menolak Penebus dunia. Semuanya adalah saksi, baik untuk atau melawan Kristus. Kristus memanggil mereka yang berdiri di bawah panji-Nya untuk terlibat dalam konflik dengan-Nya sebagai prajurit yang setia, bahwa mereka dapat mewarisi mahkota kehidupan. Mereka telah diadopsi sebagai putra dan putri Allah. Kristus telah meninggalkan janji-Nya bagi mereka yang meyakinkan bahwa besarlah pahala di kerajaan surga bagi mereka yang mengambil bagian dalam penghinaan dan penderitaanNya demi kebenaran.

Salib Golgota memberi tantangan, dan akhirnya akan mengalahkan, setiap kekuatan duniawi dan neraka. Di atas salib semua pengaruh berpusat, dan dari itu semua pengaruh berjalan keluar. Ini adalah pusat daya tarik yang besar, karena di atasnya Kristus menyerahkan nyawa-Nya bagi umat manusia. Pengorbanan ini ditawarkan untuk tujuan mengembalikan kemanusiaan ke kesempurnaan aslinya; ya, lagi. Itu ditawarkan untuk memberi kita seluruh transformasi karakter, membuat kita lebih dari penakluk. Mereka yang di dalam kekuatan Kristus mengatasi musuh besar Allah dan umat manusia, akan menempati posisi di istana surga di atas para malaikat yang tidak pernah jatuh …

Dalam rencana Allah, kita harus memanfaatkan semua kekayaan surga. Tidak ada apa pun dalam perbendaharaan sumber daya Ilahi yang dianggap terlalu mahal untuk menyertai karunia besar dari Anak Allah yang tunggal. “Semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.” Kristus diberdayakan untuk menghembuskan kepada manusia yang telah jatuh napas kehidupan. Mereka Yang menerima Dia tidak akan pernah lapar, tidak pernah haus; karena tidak ada kesukaan yang lebih besar daripada di dalam Kristus.
~General Conference Bulletin, Kwartal Kedua, 1899, hlm. 33.

Pendalaman
WA/Telegram : +62 811-162-6629

TEMA M E I : KUNCI KE PERBENDAHARAAN SURGA

Tanggal 11 , Hari Senin
BELAJAR DENGAN DOA YANG SUNGGUH-SUNGUH

Ayat Inti : Roma 15 : 4
Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.

Mereka yang tidak mau menerima kebenaran Alkitab yang terang, jelas dan tajam, senantiasa mencari cerita-cerita dongeng yang akan mendiamkan hati nurani mereka sendiri.
Semakin kurang rohani, kurang penyangkalan diri dan merendahkan doktrin-doktrin yang dikemukakan, maka semakin besar kesukaan mereka kepada cerita cerita dongeng itu.

Orang-orang ini merendahkan kuasa intelektual untuk memuaskan keinginan-keinginan daging mereka. Oleh karena kesombongannya, mereka tidak perlu menyelidiki Alkitab dengan jiwa yang menyesal dan doa yang sungguh-sungguh memohon tuntutan Ilahi, mereka tidak mempunyai perisai untuk menangkis penipuan. Iblis siap sedia memenuhi keinginan-keinginan hati, dan menyembunyikan penipuannya itu di tempat kebenaran. Demikianlah caranya gereja yang murtad mendapat kekuasaannya atas pikiran-pikiran manusia; dan oleh penolakan kebenaran, sebab kebenaran itu melibatkan salib, maka Protestan pun menuruti jalan yang sama. Semua yang melalaikan Firman Allah, mempelajari kenyamanan dan politik agar mereka tidak mempunyai perbedaan dengan dunia ini, akan dibiarkan menerima bidat atau ajaran yang sesat yang terkutuk gantinya kebenaran agama. Setiap bentuk kesalahan yang dapat dipikirkan akan diterima oleh mereka yang dengan sengaja menolak kebenaran. Ia yang memandang ngeri suatu penipuan akan dengan mudah menerima yang lain.

Rasul Paulus, berbicara mengenai sekelompok orang yang “tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka," menyatakan bahwa: "… itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta, supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan” (2 Tesalonika 2: 10-12). Dengan amaran seperti itu di hadapan kita, maka kita perlu waspada mengenai doktrin-doktrin yang kita terima.

Di antara yang paling ampuh dari agen-agen penipu besar itu ialah ajaran-ajaran yang menyesatkan dan mukjizat-mukjizat palsu spiritisme. Dengan menyamar sebagai malaikat terang, ia menyebar jaringnya di tempat yang paling sedikit dicurigai. Seandainya saja orang mempelajari buku Allah dengan doa yang sugguh-sungguh agar mereka bisa mengerti, mereka tidak akan ditinggalkan di dalam kegelapan untuk menerima doktrin-doktrin palsu. Tetapi oleh karena mereka menolak kebenaran itu, mereka jatuh menjadi mangsa penipuan.

Kesalahan berbahaya lainnya ialah doktrin yang menyangkal keilahian Kristus, yang mengatakan bahwa Dia tidak ada sebelum kedatangan-Nya ke dunia ini. Teori ini diterima dengan senang oleh sekelompok orang yang mengatakan mereka pencaya Alkitab, namun secara langsung bertentangan dengan pernyataan Juruselamat yang paling jelas mengenai hubungan-Nya dengan Bapa itu, mengenai tabiat Ilahi-Nya, dan mengenai praeksistensi-Nya.-
dari buku: Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 549-551.

Pendalaman Alkitab
WA/Telegram : +62 811-162-6629

Tanggal 28, Hari Kamis
BERDOA DIMALAM HARI

Ayat Inti : Lukas 6: 12
Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman la berdoa kepada Allah.


Yang Mahatinggi di surga, sewaktu terlibat dalam pelayanan-Nya di dunia, banyak berdoa kepada Bapa-Nya. Dia sering bertelut sepanjang malam dalam doa. Jiwa-Nya sering berduka ketika Dia merasakan kekuatan kegelapan dunia ini, dan Dia meninggalkan kota yang sibuk serta kerumunan orang yang ribut, mencari tempat tersembunyi untuk mengadakan syafaat-Nya. Bukit Zaitun adalah tempat kesukaan Anak Allah untuk perbaktian-Nya. Seringkali setelah orang banyak itu meninggalkan Dia untuk sendirian di malam hari, Dia tidak beristirahat, meskipun lelah dengan pekerjaan hari itu. Dalam Injil Yohanes kita membaca: “Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya, tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun.”
Sementara kota itu diredam dalam keheningan, dan para murid telah kembali ke rumah mereka untuk mendapatkan penyegaran dalam tidur, Yesus tidak tidur. Permohonan Ilahi-Nya naik ke Bapa-Nya dari Bukit Zaitun sehingga murid-murid-Nya dapat terhindar dari pengaruh jahat yang akan mereka hadapi setiap hari di dunia, dan bahwa jiwa-Nya sendiri dapat diperkuat dan bersiap untuk tugas dan cobaan pada esok yang akan datang. Sepanjang malam, ketika para pengikut-Nya sedang tidur, Guru Ilahi mereka berdoa. Embun malam yang dingin jatuh di atas kepala-Nya yang tertunduk dalam doa. Teladan-Nya ditinggalkan bagi para pengikut-Nya.

Yang Mahatinggi di surga, ketika terlibat dalam misi-Nya, sering berdoa dengan sungguh-sungguh. Dia tidak selalu pergi ke Bukit Zaitun, karena para murid-Nya telah mengetahui tempat pengasingan favorit-Nya, dan sering mengikuti Dia. Dia memilih keheningan malam, ketika tidak akan ada interupsi.

Yesus dapat menyembuhkan yang sakit dan membangkitkan orang mati. Dia sendiri adalah sumber berkat dan kekuatan. Dia bahkan memerintah angin ribut, dan menuruti-Nya. Dia tidak tercemar dengan korupsi, orang asing bagi dosa; namun Dia berdoa, dan itu sering dengan tangisan yang kuat dan air mata. Dia berdoa bagi murid-murid-Nya dan untuk diri-Nya sendiri, dengan demikian mengidentifikasi diri-Nya dengan kebutuhan kita, kelemahan kita, dan kegagalan kita, yang sangat umum dengan umat manusia. Dia adalah seorang pemohon yang kuat, tidak memiliki sifat-sifat kejatuhan dan nafsu manusia kita, tetapi diliputi dengan kelemahan yang sama, dicobai dalam semua hal bahkan seperti kita. Yesus menanggung penderitaan yang membutuhkan bantuan dan dukungan dari Bapa-Nya.- Testimonies for the Church, jld. 2, hlm. 508, 509.

Pendalaman Alkitab
WA/Telegram : +62 811-162-6629

Tanggal 9, Hari Selasa
SUMBER DARI SEGALA HUKUM

Ayat Inti : Mazmur 119 : 97
Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari.

Di segala benda ciptaan Tuhan terlihat kesan Ilahi. Alam memberi kesaksian tentang Allah. Pikiran yang suka menerima, yang dibawa ke dalam hubungan dengan mukjizat dan rahasia alam semesta, tidak bisa lain kecuali mengakui pekerjaan kuasa Ilahi. Bukan oleh tenaganya yang ada pada bumi ini bumi menghasilkan kekayaannya, dan tahun demi tahun terus-menerus bergerak di seputar matahari. Tangan yang tidak kelihatan menuntun planet dalam perjalanannya di angkasa raya. Suatu kehidupan yang bersifat rahasia mengisi segenap alam, suatu kehidupan yang menunjang dunia yang tidak terhitung banyaknya di angkasa yang tak terukur, yang hidup dalam serangga kecil yang terapung dalam angin sepoi kemarau, yang mengayun sayap burung layang-layang, dan memberi makan kepada anak burung gagak yang berteriak, yang menjadikan kuncup mekar serta bunga berubah menjadi buah.

Kuasa yang sama yang menopang alam, juga bekerja dalam manusia. Undang-undang besar yang sama yang menuntun bintang dan atom, mengendalikan kehidupan umat manusia. Undang-undang yang menguasai kegiatan jantung, yang mengatur aliran hidup kepada tubuh, adalah undang-undang Oknum Cerdas yang berkuasa mempunyai kekuasaan hukum atas jiwa itu. Dari pada-Nya segala kehidupan berlangsung.

Hanya dalam keharmonisan dengan Dia bisa ditemukan suasana kegiatan yang sebenarnya. Bagi semua objek ciptaan-Nya, keadaanya adalah serupa kehidupan yang ditopang dengan menerima kehidupan dari Allah, suatu kehidupan yang sesuai dengan kehendak Allah. Melanggar hukum-Nya secara fisik, mental atau moral berarti menempatkan diri seseorang di luar keserasian dengan alam semesta, berarti memasukkan perselisihan, anarki dan kehancuran.

Bagi orang yang belajar untuk menafsirkan pengajarannya, seluruh alam diterangi; dunia ini sebuah buku pelajaran, kehidupan ini sebuah sekolah. Persatuan manusia dengan alam dan dengan Allah, dominasi universal dari hukum, akibat dari pelanggaran, tidak akan gagal menanamkan kesan dalam pikiran dalam membentuk tabiat.

Ini adalah pelajaran yang perlu dipelajari anak-anak kita.
Bagi anak yang kecil, yang belum sanggup untuk belajar dari halaman yang tertulis atau belum diperkenalkan dengan acara tetap di dalam ruang kelas, alam memberikan sumber pengajaran dan kegembiraan yang tidak akan gagal.
Hati yang belum dikeraskan oleh hubungan dengan kejahatan cepat mengenal kehadiran yang mengisi segala benda ciptaan.
Telinga yang belum dipekakkan oleh hingar-bingar dunia, menaruh perhatian kepada suara yang berbicara melalui penuturan alam. – Seri Membina Keluarga, jld. 3, hlm. 87, 88.

Pendalaman Alkitab
WA/Telegram : +62 811-162-6629

TUHAN MEMBERKATI

Tanggal 10, Hari Rabu
MENINGGIKAN HUKUM TAURAT

Ayat Inti : Mazmur 19 : 8
Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa.

“Selama belum lenyap langit dan bumi ini,” kata Yesus, “satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi”.

Dengan penurutan Yesus sendiri kepada hukum, Kristus menyaksikan tentang tabiat-tabiat-Nya yang kekal dan membuktikan bahwa lewat kasih karunia-Nya hukum itu dapat dituruti dengan sempurna oleh setiap putra-putri Adam.

Di atas bukit itu Dia menyatakan bahwa tidak satu iota terkecil pun ditiadakan dari hukum itu sebelum semuanya terjadi-segala sesuatu yang menyangkut umat manusia, segala yang berhubungan dengan rencana penebusan. Dia tidak mengajarkan bahwa satu waktu hukum itu akan dibatalkan, tetapi mengarahkan mata sepenuhnya kepada horizon masa depan manusia dan meyakinkan kita bahwa sebelum tujuan ini tercapai hukum itu akan tetap berwewenang, sehingga tak seorang pun boleh menyangka bahwa misi-Nya ialah untuk menghapus aturan-aturan dari hukum itu. Selagi langit dan bumi ada, prinsip suci hukum Allah akan tetap ada. Kebenaran-Nya adalah, “seperti gunung-gunung Allah” (Mazmur 36: 6), akan terus, suatu sumber berkat, mengalirkan sungai-sungai kecil untuk menyegarkan bumi.

Karena hukum Tuhan itu sempurna, dan tidak berubah, tidak mungkin bagi orang-orang berdosa, dengan kekuatan sendiri, untuk memenuhi standar tuntutannya. Itulah sebabnya mengapa Yesus datang sebagai Penebus kita. Misi-Nyalah, oleh membuat manusia ikut serta dalam sifat Ilahi, untuk membawa mereka sesuai dengan prinsip-prinsip hukum surga.

Apabila kita tinggalkan dosa-dosa kita dan menerima Kristus sebagai Juruselamat kita, hukum itu diagungkan. Rasul Paulus bertanya, “Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya” (Roma 3: 31).

Janji perjanjian baru itu ialah, “Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka” (Ibrani 10: 16).

Sementara sistem lambang nubuatan yang menunjuk kepada Kristus sebagai Anak Domba Allah yang harus menghapus dosa dunia harus dihentikan dengan kematianNya, prinsip-prinsip kebenaran yang diwujudkan dalam Sepuluh Hukum adalah tetap bagaikan takhta yang kekal.

Tidak satu perintah pun yang telah dibatalkan, tidak satu iota atau satu titik pun yang diubah. Prinsip-prinsip yang diberitahukan kepada manusia di Firdaus sebagai hukum besar kehidupan akan tetap tidak berubah di Firdaus yang dipulihkan itu. Apabila Eden berkembang kembali di dunia, hukum kasih Allah akan dituruti oleh seluruh manusia yang di bawah matahari.- Khotbah di Atas Bukit, hlm. 60, 61.

Pendalaman Alkitab
WA/Telegram : +62 811-162-6629

Tanggal 11, Hari Kamis
APAKAH ARTINYA MENJAGA PERINTAH TUHAN?

Ayat Inti : 1 Yohanes 5 : 3
Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya.

Agama resmi tak mampu membawa jiwa rukun dengan Allah.

  • Kekerasan dan kekakuan ortodoksi orang-orang Farisi,
  • tiadanya perasaan berdosa, kelemahlembutan atau kasih, hanya menjadi satu batu sandungan bagi orang-orang berdosa.

orang yang keras, kaku, tiada perasaan berdosa, tidak lemah lembut dan kasih adalah bagaikan garam yang telah menjadi tawar; karena pengaruh mereka tidak berkuasa untuk memelihara dunia dari kecurangan.

Satu-satunya iman sejati ialah yang “bekerja oleh kasih” (Galatia 5:6) untuk menyucikan jiwa. iman yang bekerja oleh Kasih Itu adalah bagaikan ragi yang mengubah tabiat.

Nabi Hosea telah menjelaskan apa yang merupakan dasar utama dari ajaran orang-orang Farisi, dalam kata-kata, “Israel adalah pohon anggur yang riap tumbuhnya, yang menghasilkan buah” (Hosea 10: 1).

[i]Dalam pelayanan mereka yang terkenal kepada Allah:

  1. orang-orang Yahudi benar-benar bekerja untuk diri.
  2. Kebenaran mereka adalah buah dari upaya mereka sendiri
  3. memelihara hukum menurut pikiran mereka sendiri dan untuk kepentingan mereka sendiri. [/i]

Karenanya itu tata cara atau upaya tersebut tidak lebih baik dari orang yang membuat tata cara atau upaya tersebut. Dalam upaya untuk membuat mereka suci, mereka coba membawa barang yang suci dari yang tidak suci.

Hukum Allah itu suci sebagaimana Dia suci, sempurna sebagaimana Dia sempurna. Hukum itu menunjukkan kebenaran Allah kepada manusia. Tidak mungkin bagi manusia memelihara hukum dengan kekuatan sendiri; karena sifat manusia sudah rusak, cacat, dan secara keseluruhan tidak menyukai tabiat Allah. Pekerjaan dari hati yang mementingkan diri adalah “seperti seorang najis” dan “segala kesalehan kami seperti kain kotor” (Yesaya 64: 6).

Selama hukum itu suci, orang-orang Yahudi tidak dapat mencapai kebenaran dengan upaya mereka sendiri untuk memelihara hukum. Murid-murid Kristus harus memperoleh kebenaran tabiat yang berbeda-beda dari orang-orang Farisi, jika mereka mau memasuki kerajaan surga. Di dalam Anak-Nya, Allah menawarkan kepada mereka, kebenaran yang sempurna dari hukum itu. Jika mereka mau membuka hati mereka sepenuhnya untuk menerima Kristus, maka hidup Allah sendiri, kasih-Nya, akan tinggal dalam diri mereka, mengubah mereka kepada keserupaan-Nya; dan dengan demikian melalui pemberian cuma-cuma dari Allah, mereka akan memiliki kebenaran yang dituntut hukum itu. Tetapi orang-orang Farisi itu menolak Kristus; “tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri” (Roma 10: 3) mereka tidak akan menyerahkan diri mereka kepada kebenaran Allah.

Yesus mulai menunjukkan kepada para pendengar-Nya apa artinya memelihara hukum-hukum Allah–bahwa itu adalah suatu salinan tabiat Kristus di dalam diri mereka. Karena di dalam Dia, Allah dinyatakan tiap hari di hadapan mereka. — Khotbah di Atas Bukit, hlm. 64, 65.

Pendalaman Alkitab
WA/Telegram : +62 811-162-6629

Tanggal 12, Hari Jumat
PENURUTAN ADALAH BUAH KASIH

Ayat Inti : Yohanes 14 : 21
Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku.

Biarlah masing-masing yang merasa cenderung untuk menjadikan pernyataan yang tinggi dari kesucian melihat ke dalam cermin hukum Allah. Sementara mereka melihat tuntutan-tuntutan dalam Hukum itu yang jauh menjangkau, dan mengerti pekerjaannya yang menembus pikiran dan isi hati, mereka tidak akan membanggakan hal tidak berdosa.

Mereka yang pura-pura suci, yang menyatakan bahwa mereka sepenuhnya adalah milik Tuhan, yang menuntut hak kepada janji-janji Allah, sementara menolak untuk memberikan penurutan kepada hukum-hukum-Nya adalah pelanggar Hukum.

Pelanggar-pelanggar hukum ini menuntut segala sesuatu yang dijanjikan kepada anak-anak Allah, tetapi prasangka ini adalah pada bagian mereka, karena Yohanes menceritakan kepada kita bahwa kasih yang benar bagi Allah akan dinyatakan dalam penurutan kepada segala hukum-Nya.

Tidaklah cukup untuk percaya teori kebenaran, untuk menyatakan iman kepada Kristus, untuk percaya bahwa Yesus bukanlah penipu dan bahwa agama dari Kitab Suci bukanlah reka-rekaan yang licik. “Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia tetapi tidak menuruti perintah-Nya,” Yohanes menulis "ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.

Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempuma kasih Allah. Dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia” (1 Yohanes 2:4, 5).

Yohanes tidak mengajarkan bahwa keselamatan itu harus didapat oleh penurutan; tetapi bahwa penurutan itu adalah buah iman dan kasih. “Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya supaya Ia menghapuskan segala dosa,” ia berkata, "dan di dalam Dia tidak ada dosa. Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia” (1 Yohanes 3: 5, 6). Jika kita tinggal di dalam Kristus, dan kasih Allah tinggal dalam hati, perasaan kita, pikiran kita, perbuatan kita, akan selaras dengan kemauan Allah. Hati yang disucikan adalah sesuai dengan ajaran hukum Allah.

Ada banyak orang yang berusaha menuruti hukum-hukum Allah, mempunyai sedikit damai dan kesukaan. Kekurangan dalam pengalaman mereka ini adalah akibat suatu kegagalan untuk menggunakan iman. Mereka berjalan sebagaimana adanya di tanah yang bergaram, di suatu padang pasir yang kering. Mereka menuntut sedikit, bila mereka boleh menuntut banyak; karena janji-janji Allah tidak terbatas. Orang yang demikian salah menggambarkan penyucian yang datang melalui penurutan akan kebenaran.

Tuhan menghendaki semua anak-anak-Nya laki-laki dan anak-anak-Nya perempuan gembira, damai, dan menurut. Dengan penggunaan iman orang percaya memiliki berkat-berkat ini. Melalui iman, setiap cacat tabiat dapat dipenuhi, setiap kenajisan dibersihkan, setiap kesalahan diperbaiki, setiap keunggulan diperkembangkan.- Alfa dan Omega, jld. 7, hlm. 474, 475.

Pendalaman Alkitab
WA/Telegram : +62 811-162-6629

Tanggal 20, Hari Senin
KUASA BERPIKIR DAN MELAKUKAN

Ayat Inti : Ayub 28:18
Memiliki hikmat adalah lebih baik dari pada mutiara.

Kitab Suci adalah standar kebenaran yang sempurna, dan dengan demikian itu harus diberi tempat yang paling tinggi dalam pendidikan. Untuk mencapai pendidikan yang sesuai dengan namanya, kita harus menerima pengetahuan tentang Allah, sang Pencipta, dan tentang Kristus, sang Penebus, sebagaimana itu semuanya dinyatakan dalam Firman yang kudus.

Setiap makhluk manusia, yang diciptakan menurut rupa Allah, dikaruniai kuasa yang serupa dengan Pencipta—kepribadian, kuasa berpikir dan melakukan. Orang-orang pada siapa kuasa ini dikembangkan adalah orang-orang yang memikul tanggung jawab, yang merupakan para pemimpin dalam perusahaan, dan memengaruhi tabiat. Adalah pekerjaan pendidikan yang benar mengembangkan kekuatan ini, untuk mendidik orang-orang muda menjadi para ahli pikir dan bukan hanya sekadar pemantul pikiran orang lain. Gantinya membatasi penyelidikan mereka terhadap apa yang dikatakan atau ditulis orang, hendaknya para pelajar diarahkan kepada sumber-sumber kebenaran, kepada lapangan-lapangan luas yang terbuka untuk riset di alam dan penyataan. Biarlah mereka merenungkan fakta-fakta besar mengenai kewajiban dan tujuan, sehingga pikiran akan menjadi luas dan kuat. Gantinya orang-orang lemah yang terdidik, lembaga-lembaga pendidikan akan menghasilkan orang-orang yang kuat berpikir dan bertindak, orang-orang yang adalah tuan dan bukannya budak keadaan, orang yang memiliki pikiran yang luas, pikiran yang jernih, dan keberanian terhadap keyakinan mereka.

Pendidikan seperti itu memberi lebih banyak daripada disiplin pikiran; memberi lebih banyak daripada pendidikan jasmani. Itu menguatkan tabiat, sehingga dengan demikian kebenaran dan ketulusan tidak dikorbankan untuk keinginan yang mementingkan diri atau ambisi duniawi. Itu menguatkan pikiran untuk menentang kejahatan. Gantinya nafsu yang berkobar yang menjadi kekuatan untuk membinasakan, setiap dorongan dan keinginan disesuaikan dengan prinsip-prinsip besar yang benar. Bilamana kesempurnaan tabiat-Nya direnung-renungkan, pikiran dibarui, maka jiwa dipulihkan kembali ke dalam citra Allah …

Lebih tinggi daripada yang dapat dicapai oleh pikiran manusia adalah cita-cita Allah bagi anak-anak-Nya. Kesalehan—keserupaan dengan Allah—adalah tujuan yang harus dicapai. Di hadapan pelajar terbentang suatu jalan yang terus-menerus maju. Ia mempunyai suatu tujuan yang harus dicapai, suatu standar Yang harus diraih, yang mencakup segala sesuatu yang baik, dan suci serta agung. Ia akan maju secepat dan sejauh mungkin dalam setiap cabang pengetahuan yang benar. Tetapi usaha-usahanya akan diarahkan kepada tujuan yang lebih tinggi daripada yang hanya mementingkan diri dan bersifat sementara sebagaimana langit lebih tinggi dari bumi.
Seri Membina Keluarga, jld. 3, hlm. 13, 14.

Pendalaman Alkitab
WA/Telegram : +62 811-162-6629

Tanggal 21, Hari Selasa
KUASA BERTARAK

Ayat Inti : 1 Korintus 6:20
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Bertarak dalam segala hal dalam hidup ini harus diajarkan dan dilaksanakan. Bertarak dalam hal makan, minum, tidur dan berpakaian adalah salah satu dan prinsip prinsip hidup keagamaan yang agung. Kebenaran yang dibawa dalam bait suci jiwa akan menjadi penuntun dalam pemeliharaan tubuh. Tidak ada sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan tubuh manusia dapat diabaikan begitu saja. Kesejahteraan kita untuk selama-lamanya bergantung atas penggunan waktu, tenaga dan pengaruh kita yang kita buat selama hidup kita ini.

Hanya satu kesempatan hidup diberikan kepada kita di dunia ini; dan pertanyaan yang harus ditanyakan oleh setiap orang haruslah, bagaimanakah saya dapat mengusahakan hidup saya ini agar dapat menghasilkan keuntungan yang terbesar?

Tugas kita yang pertama terhadap Allah dan sesama manusia adalah tugas untuk memperkembangkan diri sendiri. Setiap kesanggupan yang telah dikaruniakan kepada kita oleh Khalik itu harus dikembangkan kepada taraf kesempurnaan yang tertinggi, agar kita sanggup melaksanakan kebajikan yang paling besar untuk mana kita sanggup. Oleh sebab itu biarlah waktu digunakan untuk usaha yang baik yang diarahkan kepada pengokohan dan pemeliharaan kesehatan jasmani dan pikiran yang baik. Kita tidak boleh melumpuhkan atau mengerdilkan satu pun dari antara fungsi pikiran dan tubuh oleh kerja yang berlebih-lebihan atau dengan menyalahgunakan salah satu bagian mesin tubuh yang hidup itu. Bilamana kita melakukan hal ini pasti kita akan menderita akibat-akibatnya …

Setiap hari orang-orang yang berada dalam kedudukan penting harus mengambil keputusan-keputusan di atas mana bergantung akibat-akibat yang sangat penting. Sering mereka harus berpikir dengan cepat, dan hal ini dapat dilaksanakan dengan berhasil hanya oleh mereka yang menjalankan pertarakan dengan ketat. Pikiran akan dikuatkan di bawah pemeliharaan yang benar akan kuasa jasmani dan pikiran. Jikalau beban itu tidak terlalu besar, maka tenaga yang baru akan timbul bersama dengan setiap beban itu …

Mereka yang seperti Daniel, menolak untuk menajiskan diri mereka sendiri akan beroleh pahala dari kebiasaan bertarak mereka itu. Dengan ketahanan jasmani mereka yang lebih besar dan daya tahan mereka yang semakin bertambah, mereka memiliki simpanan yang dapat digunakan dalam keadaan darurat.

Kebiasaan-kebiasaan fisik yang benar meningkatkan keunggulan pikiran. Kuasa pikiran, kekuatan tubuh, dan umur panjang bergantung atas undang-undang yang tidak dapat diubahkan. Dalam hal ini tidak ada istilah kebetulan atau adu untung. Allah alam ini tidak akan campur tangan untuk menyelamatkan manusia dari akibat-akibat pelanggaran terhadap hukum-hukum alam.
~ Seri Membina Keluarga, jld. 2 hlm. 420, 421.

Pendalaman Alkitab
WA/Telegram : +62 811-162-6629

Tanggal 22, Hari Rabu
TELADAN DARI YOHANES PEMBAPTIS

Ayat Inti : Lukas 1:15
Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya.

Sebagai seorang nabi, Yohanes harus “membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi Nya.” Dalam mempersiapkan jalan bagi kedatangan Kristus yang pertama kali, ia mengibaratkan orang-orang yang akan mempersiapkan suatu umat bagi ke datangan Tuhan kita yang kedua kalinya. Dunia sudah terjerumus ke dalam jurang pemanjaan diri. Kesalahan dan cerita dongeng berlimpah-limpah. Jerat-jerat setan guna memusnahkan jiwa-jiwa dilipatgandakan. Semua orang yang mau menyempurnakan kesucian dalam takut akan Allah, wajib memahami pelajaran pertarakan dan pengendalian diri. Selera dan segala nafsu wajib ditundukkan ke bawah kuasa pikiran yang lebih tinggi. Pengendalian diri ini sangat penting bagi tenaga pikiran dan pengertian rohani, yang akan menyanggupkan kita untuk mengerti dan untuk mempraktikkan kebenaran-kebenaran Firman Allah yang suci. Oleh sebab ini pertarakan mendapat tempatnya dalam pekerjaan persiapan bagi kedatangan Kristus yang kedua kali.

Menurut keadaan yang sewajarnya, anak Zakharia itu harus dididik bagi keimamatan. Akan tetapi pendidikan di sekolah rabi-rabi pasti akan menjadikan dia tidak cocok untuk pekerjaannya. Allah tidak menyuruh dia pergi kepada guru-guru agama untuk belajar bagaimana menafsirkan Alkitab. Dipanggil-Nya dia ke padang belantara, supaya ia dapat belajar dari alam kejadian dan Allah alam kejadian itu.

Di suatu daerah yang sunyi ia tinggal, di antara bukit-bukit yang tandus, jurang-jurang yang dalam, dan gua-gua batu. Tetapi adalah kemauannya sendiri untuk meninggalkan segala kesenangan dan kemewahan hidup demi disiplin yang keras di padang belantara. Di sana keadaan di sekelilingnya cocok bagi kebiasaan-kebiasaan kesederhanaan dan penyangkalan diri. Dalam keadaan tidak terganggu oleh keramaian dunia, ia dapat mempelajari pelajaran-pelajaran dari alam kejadian, dari wahyu dan dari Allah. Perkataan malaikat kepada Zakharia itu telah sering diulangi kepada Yohanes oleh ayah bundanya yang beribadah itu. Sejak kecil tugasnya itu telah dinyatakan kepadanya, dan ia telah menerima kewajiban yang kudus itu. Baginya kesunyian padang belantara itu merupakan suatu tempat menjauhkan diri dari masyarakat di mana kecurigaan, sikap kurang percaya, dan percabulan yang sudah hampir merata. Ia tidak percaya pada kuasanya sendiri untuk rnelawan pencobaan, dan menjauhkan diri dari hubungan yang tetap dalam dosa, agar ia jangan kehilangan rasa akan kedahsyatan dosa itu.

Karena telah diserahkan kepada Allah sebagai seorang nazir Allah sejak lahir, ia sendiri menunaikan nazar itu dalam penyerahan seumur hidup.
~ Alfa dan Omega, jld. 5, hlm. 91-93.

Pendalaman Alkitab
WA/Telegram : +62 811-162-6629

Tanggal 23, Hari Kamis
KOMITMEN ORANG TUA

Ayat Inti : Efesus 5:8
Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang didalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang.

Kepercayaan yang suci telah diserahkan kepada para orang tua, untuk menjaga keadaan fisik dan moral anak-anak mereka, sehingga sistem saraf mereka memiliki keseimbangan yang baik, dan jiwanya akan aman. Para ayah dan ibu haruslah mengerti tentang hukum kehidupan, agar mereka tidak membiarkan kecenderungan yang salah berkembang di dalam diri anak-anak mereka melalui kelalaian. Diet memengaruhi baik kesehatan fisik maupun moral. Betapa hati-hatinya, seorang ibu seharusnya belajar untuk menyiapkan meja makan dengan kesederhanaan, dan dengan makanan-makanan yang menyehatkan, agar organ-organ pencernaan tidak menjadi lemah, agar saraf-saraf seimbang, atau kalau tidak, maka perintah-perintah yang mereka berikan akan dilawan.

Iblis melihat bahwa dia tidak memiliki kekuatan besar untuk menguasai pikiran kalau selera dikendalikan, daripada kalau dibiarkan melakukan pelanggaran, dan dia selalu rajin bekerja untuk menuntun orang melakukan pelanggaran.
Di bawah pengaruh makanan yang tidak menyehatkan, maka :

  • hati nurani akan menjadi bodoh,
  • pikiran digelapkan, dan
  • daya tahan pengaruhnya akan dilumpuhkan.
    Tetapi kesalahan dari si pelanggar tidaklah berkurang karena hati nurani telah ditekan sehingga tidak lagi mempunyai perasaan.

Karena keadaan pikiran yang sehat bergantung pada keadaan normal dari tenaga hidup, maka pemeliharaan haruslah dilatih untuk tidak membiarkan penggunaan obat-obatan narkotik. Namun tetap saja kita melihat sejumlah besar orang yang mengaku sebagai orang Kristen menggunakan tembakau. Mereka memanjakan kejahatan tidak bertarak; dan kalau berbicara melawan pemakaian minuman keras, orang-orang ini akan menyemburkan bau tembakau. Di dalam diri orang-orang ini haruslah ada perubahan sebelum akar kejahatan dapat dihentikan. Teh dan kopi juga dibiarkan memuaskan selera sebagai perangsang yang lebih kuat. Kemudian kita pulang ke rumah untuk menyiapkan makanan, dan bertanya, apakah pertarakan dilakukan di dalam segala hal? Apakah reformasi yang perlu diadakan demi kesehatan dan kebahagiaan dijalankan di sini?

Setiap orang Kristen sejati haruslah mengendalikan selera dan nafsunya. Kecuali dia bebas dari perhambaan selera, dia tidak akan dapat menjadi orang yang benar, hamba Kristus yang menurut. Pemanjaan selera dan nafsu akan memudarkan kebenaran yang ada di hati. Tidaklah mungkin bagi roh dan kekuasaan kebenaran menyucikan manusia, jiwa, raga, roh, bilamana dia masih dikuasai dan dikendalikan oleh keinginan-keinginan hawa nafsu.
~ Dasar-dasar Pendidikan, hlm. 148, 149.

Pendalaman Alkitab
WA/Telegram : +62 811-162-6629