Cape

Siang ini aku cape sekali.
Kalau mengingat apa yang telah kulakukan. Dan semua hal, terutama kesalahan-kesalahanku. Aku gak tau harus mulai dari mana memperbaikinya.
Kemarin aku baru disadarkan. Ketika kebaktian Minggu sore.
Aku sudah keluar dari jalan Anugerah Allah.
Yang aku dapat KUTUK.
Usahaku amburadul.
Buntu.
Tidak menghasilkan.
Semua hasil yang kudapat hanya kugunakan untuk membayar hutang.
Hampir aku tidak menikmati berkat yang Tuhan berikan.
Aku masih dikasihani oleh TUHAN. itu yang kurasa.
Tapi sepertinya TUHAN udah cape sama aku.
Gimana caranya jalan pulang lagi?
Gimana ke jalan ANUGERAH itu lagi?
Aku cape.
Gak tau harus bagaimana.
Apa mungkin dosa-dosa ini diampuni?
Rasanya tidak mungkin.
TUHAN YESUS… bolehkah aku kembali?
Tolong…

cayoo!! Semangat sis :afro: keadaan tidak akan berhenti kalo kita tidak bertindak. Tuhan juga capek jika kita cuma berdiam diri dan tidak melakukan sesuatu yang baru.

  1. Bagaimanakah pengeluaran sist selama ini ? Apakah untuk konsumtif atau produktif ?
  2. Sudahkah sist membuat rencana anggaran pendapatan dan pengeluaran ?
  3. Jika sist terlilit hutang kartu kredit, masihkah kartu itu diperlukan ? Baiknya dipotong atau didiamkan saja ?
  4. Lunasilah hutang yang paling memberatkan dulu. Hiduplah berhemat, kurangi pengeluaran
  5. Mohon TUhan campur tangan atas keuangan saudari.
  6. Bayarlah perpuluhan.
  7. Kenapa ya itu bisa terjadi ? Apakah karena gaya pengeluaran, di luar kontrol (tiba2 krismon misalnya), atau apa ? Atasi itu.

Thx a lot.

  1. Bagaimanakah pengeluaran sist selama ini ? Apakah untuk konsumtif atau produktif ?
    Pengeluaran untuk konsumtif (keluarga) dan produktif (usaha). Awal yang salah mungkin, aku nanggung banyak orang.
  2. Sudahkah sist membuat rencana anggaran pendapatan dan pengeluaran ?
    Ini yang baru akan saya lakukan.
  3. Jika sist terlilit hutang kartu kredit, masihkah kartu itu diperlukan ? Baiknya dipotong atau didiamkan saja ?
    Kartu kredit tidak kok.
  4. Lunasilah hutang yang paling memberatkan dulu. Hiduplah berhemat, kurangi
    Itu yang sedang saya pikirkan. Dan nyari cara untuk melunasinya.
  5. Mohon TUhan campur tangan atas keuangan saudari.
    Iya.
  6. Bayarlah perpuluhan.
    Iya. Ini kelemahan saya beberapa waktu. Ada satu usaha yang saya tidak berikan perpuluhan.
  7. Kenapa ya itu bisa terjadi ? Apakah karena gaya pengeluaran, di luar kontrol (tiba2 krismon misalnya), atau apa ? Atasi itu.
    Ini terjadi bukan karena saya konsumtif, sama sekali tidak. Dua tahunan ini saya berat sekali menanggung kebutuhan rumah, salahnya saya tidak mengkomunikasikan itu dengan lainnya.
    Saya tinggal dengan saudara-saudara. orang tua udah meninggal. Rumah tempat saya tinggal adalah rumah keluarga. Karena saya dan 2 adik saya masih single (belum menikah), kakak saya nomor dua yang sudah berkeluarga tinggal dengan saya dan adik2. Saya sok kuat, gak mau bicara dengan fair tentang kebutuhan sehari-hari pada kakak saya itu. Sehingga untuk mengatasi kekurangan akhirnya saya meminjam.
    Sedikit demi sedikit saya pinjam hingga banyak.
    Pinjamnya keliru juga… di renternir.
    Sudah. Saya tamat.
    Itu pikir saya saat ini.
    Saat ini saya sedang memikirkan pendapatan dan pengeluaran. Dan saya sedang melakukan apa yang saya bisa dulu.

Memang cape kalu hidup dgn kepura2an,
apalgi sampai twerjerat hutang kpd rentenir
Tuhan mau spy kita mencukupkan dgn apa yg ada dan jangan berhutang
Jadi yg salah anda sendiri,
Tuhan tdk pernah meninggalkan atau melupakan anda

Sis, aku juga sering kaya gitu.
Sering berpikir sih… aku sudah minta maaf, lakuin lagi, minta maaf lagi, lakuin lagi.
Sampai ke poin, dimana aku ga mau jadi kristen lagi.
Tapi mau kemana? (Ha ha… aku percaya Tuhan Yesus, satu-satunya. Jadi yg lain ya bukan Tuhan)
Tapi aku mau bilang bahwa bahkan para rasul, nabi2 pun melakukan kesalahan. Kan kita hanya manusia.
Tuhan kan disalib buat nebus kita ga sementara.
Anda tau klo Tuhan itu maha Tahu?
Apakah Anda (dan saya) tau klo Tuhan mengerti kita bakal jatuh lagi?
Jadi ya, anda minta maaf saja sama Tuhan dan bilang ke diri sendiri ‘aku anak Tuhan, Tuhan telah mati dikayu salib buat menebus dosa2 ku’

Sis, doa saja dan obrolin sama Papa (Father God).

Apa yg anda alami, saya alami juga. Merasa Tuhan sudah cape.
Tapi aku pernah dengar bahwa God grace is new every day.

Aku yakin Tuhan Yesus sangat ingin anda kembali.
Bayangakan bahwa anda sangat mengasihi seseorang meski org itu telah menyakiti anda sedemikian rupa. Namun, anda tetap mengasihi orang itu. Org itu mau balik sama anda lagi. Nah, anda pasti senang, kan?

  1. Tuhan bilang kita harus memaafkan org 7x7 / 77x77 ? (Lupa)
    Jadi Tuhan pasti memaafkan anda.

Mari kita sama2 berdoa memohon perlindungan Tuhan dari godaan dan tuduhan iblis.

kalo sis mau silahkan kirim alamat lengkap … sy akan mengirimkan buku “Yesus Membukakan Rahasia Keuangan” by Gary Keesee… pasti buku iniakan memberkati Sis…

oh ya bukunya gratis krn sy sekedar membantu

bagaimana Tuhan bisa ikut campur dalam hidupmu dan memberikan penglihatan2 dan mimpi
jikalau engkau tidak mau hidup didalam Tuhan.

Jagalah mulut dan langkahmu dan serahkan dirimu kepada Tuhan.
dan jangan mendahului Tuhan.

Jesus bless you

wiihh jd pengen cari bukunya tuuhh…
hhehehe

Tahukah Saudari Sophia, bahwa saat hatimu Rindu mencari Wajah-Nya…
Dia sudah berlari mendahului menyambutmu…
Saat kamu lelah & tak kuat tuk berjalan lagi dalam hidupmu…
Dia sudah terlebih dahulu menggendongmu dalam Kasih-Nya…
Percayalah…
Dia amat sangat mengasihimu…
Melebihi kasihmu akan dirimu sendiri…
Jadi sekarang…
Serahkanlah seluruh hatimu pada-Nya…
dan katakanlah…, ini aku Tuhan…
inilah seluruh hidupku yang telah sia-sia…
sebab tak mendengarkan Suara-Mu…
Dan mulai saat ini sampai selamanya…
Jadilah Kehendak-Mu atas hidupku…
dan Bukan kehendak-ku lagi…
Amin.

Salam…God Bless You… :afro:

:afro: Jika demikian halnya, cobalah berkomunikasi dengan jujur pada saudara-saudara Anda. Moga2, mereka mengerti dan mau membantu. Jika tidak, ya… nasib. Terpaksa Anda yang membayar hutang itu. Tapi, ke depannya berani tegas! Saya bukanlah wonderwoman yang bisa menyelamatkan semua orang.
Ada tertulis, Janganlah kamu menjadi penanggung utang orang lain. (Amsal 22: 26). Membantu itu boleh, tapi jangan sampai kita sendiri yang keteteran. Bukankah Anda sudah mengalaminya sendiri ?!