capek ke gereja

beberapa bulan ini saya merasa capek (saya tidak bisa mendeskripsikan dengan tepat, tapi capek paling mendekati) ke gereja. hal ini sepertinya terulang terus tiap pindah gereja.
pertama datang ke gereja, gereja masih kecil, orangnya baik2, menurut saya benar di mata Tuhan (bukan sempurna). saya juga merasakan hadirat Tuhan waktu ibadah. ketika gereja berkembang, segalanya perlahan berubah. jemaat yang sederhana tergantikan jemaat2 yang menampilkan berkat2nya (pakaian mewah, mobil bagus, ngomong tentang hal2 yang mewah). jemaat yang benar2 datang untuk mencari Tuhan tergantikan jemaat2 yang datang ke gereja karena gereja ini sedang berkibar namanya. pengurus2 yang rendah hati tergantikan pengurus2 yang memandang uang. jemaat yang dulu menyemangati, sekarang jadi jemaat yang menghakimi, kalau dulu saya bermasalah didoakan dan disemangati, sekarang saya disuruh tobat dari dosa2, dibilang nyimpan kepahitan, dibilang kurang doa. dulu khotbahnya kebanyakan tentang kebenaran, sekarang ujung2nya melakukan firman Tuhan agar diberkati. pengurus2nya dulu benar di mata Tuhan, sekarang ada beberapa pengurus yang pergi ke paranormal (mama saya bukan kristen, jadi kadang saya mengantar mama saya ke beberapa rumah paranormal dan menunggu di kendaraan, jadi tau ada beberapa pengurus yang juga pergi). kaum pemuda yang dulu sederhana, kumpul2 di gereja, sekarang kumpul2nya ke restoran2 yang mahal, yang kaya berkelompok dengan yang kaya.
saya seperti capek untuk pindah2 gereja, mulai adaptasi lagi dan terulang lagi. tapi saya sudah tidak tahan lagi dengan keadaan gereja yang tidak sama lagi. sudah saya doakan tapi kok tetap saja gereja jadi berubah ke arah yang menurut saya negatif.
ada masukan?

bila anda melihat orangnya, pengurusnya, anda akan bosen, cape. . .

Carilah Yesus, Dia ada di gereja kecil atau gereja sederhana, yang berjalan sesuai FIRMAN TUHAN, Yesus ada, yang penting, hati kita. . .

pasti anda akan bertumbuh. . .

bila suka pindah pindah, mencari sesuai “selera” kapan bisa bertumbuh ?

seperti pohon, di tanam di belakang rumah, sebulan kemudian, cabut, pindah ke depan, kemudian dicabut lagi pindah ke samping, apakah pohon ini bisa bertumbuh ? barangkali pohon ini akan kering dan mati dengan sendirinya.
salam

Benar yg sist Janet katakan, jangan liat manusia dan jangan suka pindah2 gereja :slight_smile:

Statement sodara, jika gereja semakin diberkati maka prilaku org2nya berubah berikut kepemimpinannya tidaklah benar, itu kembali lg ke manusianya. Jika dasar imannya kita uda benar, tidak ngaruh dg situasi kondisi di luar sana karna kita meletakkan pertahanan kita hanya kepada Tuhan Yesus saja. Semangat bro dan pandang saja kepada Yesus :slight_smile: Saya berdoa agar hidup sodara mulai dicerahkan perjalanan imannya mulai detik ini dimanapun sodara berada. Ditunggu kesaksiannya yg membangun stelah ini, bagi Tuhan tiada yg mustahil :slight_smile:

Mgkn lbih baik kl bro berpikir bahwa mereka smua punya kebebasan bertindak dan berpenampilan, ga harus ikut pikiran bro semua, jd bro bs menerima perbedaan dan melepas perasaan yg tertekan… yg pntg ke gereja cari Tuhan Yesus.
Masalah motivasi kelakuan, omongan, dan penampilan mereka, serahkan aja sama Tuhan, biarlah Tuhan yg mengadili…
Kalau kotbahnya udah sering ttg berkat, pindah aja, itu gereja teologi kemakmuran, bro, tidak mendidik jemaat dalam pengenalan yg benar ttg Tuhan. Buat apa di paksain di sana.

Gereja itu buatan manusia makanya tidak ada yang sempurna.

saya ngerti ama perasaan anda
kalau anggota gereja tidak berperan sebagai gereja lagi itu bukan gereja, itu brotherhood atau creed
saran saya tinggalin aja gereja yang seperti itu

kalau berulang terus gimana?
saya cuma bisa bilang, pencarian gereja bukan sesuatu yang mudah
cuma jangan harap akan ketemu yang 100% “nyaman” buat anda
saya sendiri pernah mencari yang cocok, yang sekarang saya hadiri secara esensi bagus, saya ga merasa terpaksa ke gereja, cuma jauhnya bukan main dan saya harus siap terima kenyataan bahwa komunitas orang indonesia saya hilang (gereja lama itu isinya 90%-95% orang indonesia)
tapi gpp, pencarian saya terhadap Yesus memang ga akan 100% nyaman buat saya
disini prioritas kita dalam bergereja diuji, apa sih yang kita cari dari gereja
saya bisa saja ke gereja lama demi komunitas orang2 indonesianya (enak kan ya ngobrol pake bahasa sendiri, kalau masak2 makanannya makanan indo, etc) tapi berasa gereja cuma beban (asal nampang muka aja, dateng telat terus karena terbeban)
tapi setelah digumuli saya sadar bahwa tujuan gereja bukanlah itu

jadi untuk saudara:
carilah Tuhan ditempat dimana anda kehilangan Tuhan
selamat mencari Tuhan

apakah yang anda maksud “gereja” adalah tempat ibadah ?

dalam kasus TS ya, lebih tepatnya organized religion
tidak perlu tertukar dengan ekklesia ataupun body of christ
thx buat klarifikasinya

kalau pake istilah pohon, sepertinya gerejanya tidak lagi berbuah roh, dan seperti pohon ara yang tidak berbuah, dibuat kering oleh Tuhan Yesus. saya yang dicangkokkan ke cabang (gereja) yang ini tidak lagi merasakan “nutrisi” rohani dari cabang tempat saya di cangkokkan, kalau nutrisinya hanya dapat dari buku dan radio, untuk apakah ke gereja.

dah dijawab ya oleh francesco. trims untuk francesco :slight_smile:

masakan dari sekian banyak gereja, semuanya “tidak cocok dengan selera anda” ??

klo sikap anda merasa “lebih” sreg dapat nutrisi dari nbuku dan radio ya, silahkan. . . .

tetapi lihat Musa ketika Yosua sedang berhadapan dengan orang Amalek, ketika Musa menurunkan tangannya, maka kalahlah orang israel, ketika Musa meninggikan tangannya, menanglah bangsa israel, melihat hal ini, maka Harun dan Hur membantu menopang tangan Musa sehingga akhirnya bangsa israel keluar sebagai pemenang.
ini menggambarkan, kebersamaan, saling membantu dan bersekutu, itu indah…

Sebetulnya keadaaan saya hampir sama dengan anda,bro.
Saya skrg di sumatera. Dulu beribadah di GBI salah satu rayon, mang gerejanya besar, kalau ibadah sore penuh. Bisa di bilang ini gereja kristen terbesar di kota. Pertama beribadah sih enjoy aja. Setelah beribadah bertahun2 dsana, saya tergelitik dgn kenyataan bahwa gembala dsana selalu mengundang pengkhotbah dari golongan mayoritas, padahal banyaak sekali pendeta di luar golongan itu yang kotbahnya bagus, dan juga pandai mengajar.
Dugaan saya, gembala GBI tsb sengaja mengundang pengkhotbah dari suku mayoritas karena ingin memuaskan jemaat suku mayoritas di sana.
Aneh saja, karena saya berasal dari jawa, kuliah di jakarta, beribadah di GBI juga, di sana yg kotbah pdt dari suku macam2.
Kalau semua manusia adalah sama di mata Tuhan, kenapa gembala dan team gereja tsb membuat perbedaan dalam menyusun pengkhotbahnya? bukankah banyak pengkhotbah dari suku lain yang berkualifikasi? Gembala dan keluarganya punya rumah di australia, dan sesekali pulang ke indo utk berkhotbah. Anak2 gembala juga sekolah di australia. Setahun 2-3x ke Israel. Punya bisnis SPBU.
Apa yg hendak di kata dari gembala seperti itu?
Sekarang saya tidak beribadah di sana lagi, masuk ke GBI rayon yg lain. Pengajarannya si baik, cuma akhir2 ni banyak kotbah ttg berkat. Kalo lifestyle nya, gembala n pengerja pakai jas keren, gembala setahun 2-3x pulang pergi ke Israel. Sekali ke Israel, minimal 30 jt pasti abis lah.
Setiap persembahan selalu di doakan, habis itu bersama2 mengucapkan “deklarasi” yg bersumber dari hukum taurat kitab maleakhi ( saya percaya setelah memberikan perpuluhan, Tuhan akan mengusir belalang pelahap, dll ) beserta amplop di angkat ke atas.
Kalau hukum taurat dan segala ketentuannya sudah di batalkan Tuhan Yesus di kayu salib, mengapa pula megucapkan bersama2 ( mengimani ) “deklarasi” yg bersumber dr hukum taurat kitab maleakhi?
Apa motivasi dari pengucapan deklarasi tsb?
Saya jg capek pindah gereja lg, bro, apalagi saya melihat masih ada beberapa hal baik di gereja ini.
Skrg yg saya lakukan, beribadah aja, segala yg tdk sesuai firman Tuhan sepanjang yang saya ketahui, saya tidak menerimanya, gitu saja. memang susah memaksakan kehendak kita sendiri.

Untuk berkat jangan salah persepsi karna Tuhan Yesus berkenan memberkati anak2NYA, saya lebih fokus ke motivasi hati. Saya tdk akan utak atik mengenai kekayaan seseorang jika memang benar berasal dr Tuhan Yesus. Harus dipahamin pekerjaan Roh Kudus juga bersifat memfasilitasi anak2NYA, tdk mungkin dibiarkan. Maka itu kejarlah berkat yg sempurna yang mencakup berbagai aspek rohani dan fisik. Asal hidup kita benar di hadapan Tuhan Yesus pasti diberkati, jadi is about pure HEART :angel:
Contoh: Ayub, Yusuf dan Daniel dkk. #Purity

Cerita gereja lagi…jadi ingat waktu pertama masuk gereja, ga lama setelah duduk ada yang nari-nari di panggung, dalam hatiku berbicara…koq kayak nabi baal yang menari nari tuk panggil tuhannya dlm cerita Nabi Elia. Tapi ternyata saya salah namum hal itu tdk mempengaruhi kehausan saya tuk mencari Tuhan. Gereja tempat kebaktiaan saya mungkin lbh parah kondisi dari yg Ts tulis, namun tetap sekali lagi tidak mempengaruhi tujuanku ke Gereja.

Bagaimana dapat bertumbuh, pengalaman TS itu kepalanya udah pusing 8 keliling.

Pengalaman saya juga sama, kalau dinasihati malah bertengkar.

Ujung-ujungnya buat gereja sendiri-sendiri deh.

Terserah sendiri mau diarahkan ke mana itu gereja.

Pada dasarnya manusia itu memandang muka.

Gitu… Aja kok repot, hidup tulus dan benar di hdapan Tuhan sudah pasti diberkati :slight_smile:

Hidup tulus benar itu menasihati saudara yang keluar dari FT.

Memang repot, kalau anda tidak demikian; gak tahu dech pengertian anda tulus benar di hadapan Tuhan itu apa??

pasti gembala mengerti apa yang perlu untuk domba dombanya.

tidak mungkin gembala memenuhi domba dombanya secara individu, mungkin dalam acara khusus, misalnya pendalaman rohani, atau pemahaman alkitab, domba domba bisa mengikuti lebih mendalam
sebab dalam satu kebaktian yang ratusan atau ribuan umatnya, pasti mereka terdiri dari “bermacam-macam” tingkatan, sehingga pada saat fiman disampaikan, pembicara harus pandai membagikan sekian % untuk mereka yang baru mengenal Tuhan, sekian persen untuk golongan “anak-anak” dan sekian persen untuk golongan “dewasa” rohani.
sangat berbeda dengan di kuliah, mereka yang hadir semuanya level sama dalam tingkatan yang sama, sehingga dosen tinggal berikan mata kuliah sesuai literaturnya.

Ke gereja untuk bersekutu, sharing, tumbuh bersama . Sebagai sama-sama senasib :tongue:
kalau nutrisi dan kehidupan, dapat dari hidup bergaul dengan Tuhan .

GBU