cara berpikir dalam beritakan keselamatan Injil?bolehkah egois?

cara berpikir dalam beritakan keselamatan Injil?bolehkah egois?
a.orang yang berpikir dia sudah selamat,sudah merasa aman,terus tidak mau berbagi Injil keselamatan kepada sesamanya,apa sikap ini dibenarkan oleh Tuhan?
Ex:orang itu dan keluarganya sudah menerima Kristus,tapi tidak berbagi kebenaran/keselamatan Injil kepada orang lain siapapun itu. yang penting orang itu dan keluarganya selamat,orang lain mah biarkan saja.
b.apakah Allah akan membuat perhitungan kepada hambaNya yang egois atau Allah membenarkan karena iman?
c.apakah kita semua anak2 Tuhan/orang kristen bertanggung jawab kepada setiap orang yang kita temui,tanpa beritakan kebenaran Injil?

  1. Tidak, tiap kita wajib memberitakan injil…
  2. Allah membenarkan karena iman tetapi kita akan diminta tanggung jawab atas tiap orang yang “mati” karena kesalahannya…tanpa kita memberitahu bahwa ada keselamatan melalui Injil, ini berlaku untuk tiap orang yg kita temui.
  3. Ya bertanggung jawab, jadi teladan bagi teman-teman dekat dan tetangga juga sudah awal mmberitakan Injil.

Selamat Natal ya brooo…jangan lupa bukw keranjang Natal… :smiley:

selamat natal juga bro, iya…hahaha… :stuck_out_tongue:

Boleh, Walaupun Tuhan Yesus memberikan Amanat Agung, tapi manusia tetap diberikan kebebasan untuk :

  1. Masa bodoh, pokoknya saya sudah selamat !
  2. Dalam hati berkata, ah… Tuhan lagi bergurau dengan saya, masak saya diutus di-tengah tengah srigala ?

Jawaban yang ter-baik :

Wahyu 22:12
‘’ Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.

Nah anda mau mendapatkan upah dari Tuhan ?
Kalau saya mau sekali !

GBU !

saya juga mau dapat upah dari Tuhan…

kalau keinginan saya, scara mendalam scara egois egois otak gw, mau nya si, biarlah Tuhan menciptakan robot, menggunakan KEMAHA KUASAAN NYA UNTUK MENDISAIN ROBOT SAJA… YANG BISA SETURUT DENGAN PERINTAHNYA… JADI TIDAK ADA PELANGGARAN OLEH KARENA FREE WILL…

namun kalo egois seprti itu , BERARTI SAYA TIDAK REALISTIS DONK… alias PEMIMPI…
dimana itu semua hanya mimpi…

karena yang nyata… Tuhan menciptkan manusia serupa dengan gambaranNya lengkap dengan free will, dan pengaruh lain yang menentukan keputusan free will tersebut…
jadi egoisme untuk diciptkan robot saja oleh Tuhan sangatlah tidak mungkin…

so…

saya juga ingin dapat upah… melalui perkataan YEsus berikut: "

Luk 12:4
Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi.

yah… setelah membunuh tubuh lalu tidak bisa berbuat apa2 lagi…
slesai… daging yang ingin dibunuhnya… telah tuntas…

namun…

Mat 10:28
Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

takutlah kepada DIA (ALLAH) yang berkuasa membunuh dan membinasakan daging BAHKAN JIWA ITU SENDIRI…

jadi…

orang hanya bisa membunuh daging… kalau diperboleh kan scara hukumnya… baik hukum Indonesia tercinta…
membunuh karakter sering yah…
pasti ga takut akan hal itu…
jadi tetap berbuat… agar dapat upahnya…

salam…

Siapa yang tahu kita pasti selamat jika ternyata perjalananan hidup kita, tidak kita rasakan kehadiran Allah setiap langkah hidup kita?

Jika ia tidak pernah rindu untuk hidup dalam terang dan berbuah-buah didalam kebenaran, saya kira ia parlu bertanya apakah benar-benar saya telah diselamatkan sebelum banyak bercarita tentang wajib menginjil.

Sebab menginjil itu tidak lagi menjadi kewajiban tetapi kerinduan saat kita benar-benar menjadi milikNya dan Kristus ada didalam kita.

Dengan apa garam diasinkan jika sudah menjadi tawar bro… :afro: