Cara Gereja Orthodox Mencegah Perpecahan Gereja

Mekanisme iman Orthodox dijaga dengan cara yang berbeda dan unik, yakni melalui sifat Episkopalisme dan Konsiliarisme. Inilah pilar resistance Orthodox yang tidak dapat dimiliki dan ditiru Katolik Roma maupun Protestan.

Episkopalisme artinya semua Uskup berada pada derajat yang sama, tidak ada kuasa supremitas tunggal di puncak Hierarki kecuali Tuhan Yesus Kristus sendiri. Karena sifatnya yang Episkopalisme tersebut maka antara satu yuridiksi dengan yuridiksi lainnya saling menjaga, saling menjadi pagar penjaga Tradisi Rasuli, dan jika memang suatu masalah benar-benar genting maka diadakan Konsili (Konsiliarisme) dimana dalam Konsili semua pagar-pagar yuridiksi itu dipertemukan untuk mencari deposit iman yang sejati dan benar dari para rasul.

Mereka melayani orang-orang yang TUHAN percayakan untuk mereka gembalakan. Jatah masing-masing gembala janganlah saling iri hati, sebab seorang dapat datang kepada TUHAN dan masuk dalam sebuah gereja itu karena ditarik oleh Bapa, bukan oleh hebatnya orang-orang mengelola organisasi gereja.

Apa yang baik dipelajari, tetapi belum tentu dapat diterapkan. Apa yang kurang juga dipelajari, tetapi juga belum tentu terjadi pada kelompok yang lain. Mengerti tugasnya masing-masing itu adalah panggilan TUHAN. Tukang ribut dan adu domba antar golongan dan denominasi adalah panggilan IBLIS.

Jika ingin berdiskusi sebaiknya kita bicarakan pada kebaikan yang patut dipelajari dan kekurangan yang patut diwaspadai. Jika fokusnya untuk mengadu siapa paling hebat, paling benar, paling diakui Allah, maka sebaiknya merenungkan kembali tulisan saya diatas…

Iman deposit? Gimana tuh contohnya? Asli saya baru dengar… :smiley: