Cara Gus Dur dan SBY Selamatkan TKI dari Hukuman Mati

Gelombang kecaman dan keprihatinan atas dihukum pancungnya TKI asal Bekasi, Ruyati binti Satubi terus bergulir. Masyarakat pun mulai mempertanyakan kinerja pemerintah Indonesia yang dinilai lalai dan lamban sehingga mengakibatkan seorang warganegaranya tewas tanpa adanya upaya diplomatis yang solutif.

Bukan kali ini saja TKI mendapat hukuman mati, namun hal tersebut dapat tertangani dengan baik. Sebelumnya di masa almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjabat sebagai Presiden, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia Siti Zaenab selamat dari hukuman mati. “Zaman Gus Dur, Siti Zaenab tahun 1999 selamat dari hukuman mati karena Gus Dur menelepon sendiri ke Raja Saudi minta pengampunan dalam diplomasi tingkat tinggi,” kata Mantan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi Senin (20/6).

Hal ini juga dipertegas oleh Direktur Wahid Institute, Zannuba Arifah Chafsoh atau lebih dikenal dengan panggilan Yenny Wahid yang tidak lain adalah anak dari mendiang Gus Dur. “Para pejabat mengatakan hukum di Arab Saudi luar biasa susah ditembus. Tapi waktu zamannya Gus Dur dulu, beliau melakukan diplomasi tingkat tinggi dengan melobi langsung kepala negara. Jadi, antarkepala negara melobi kepala negara sehingga bisa menyelamatkan Siti Zaenab dari ancaman hukuman mati,” ujar Yenny.

Hasyim melihat bahwa di pemerintahan SBY, Indonesia sulit mengharapkan diplomasi tingkat tinggi seperti ini karena SBY tidak biasa menyelesaikan masalah yang beresiko. “Yang biasa dilakukan adalah menjaga jarak dengan masalah agar pribadinya tidak terkena masalah. Toh rakyat akan lupa masalahnya dengan tumpukan masalah yang lain yang akan menyusul. Hukuman pancung bukan hanya Darsem, tapi puluhan lain yang menunggu,” tegasnya.

Yenny pun dapat menunjukkan kenyataan bahwa sebenarnya Ruyati bisa diselamatkan atau melindungi TKI lainnya yang sedang dalam ancaman hukum di negara lain apabila Pemerintamemang punya kepedulian dan kesungguhan. “Bisa kok kalau kita mau serius. Kalau pemerintah mau serius, bisa dilakukan upaya-upaya untuk menyelamatkan anak bangsa yang nasibnya sedang terancam sekarang, di mana pun, di negara manapun,” kata Yenny.

Kedua tokoh besar di Indonesia tersebut memang masing-masing mempunyai cara dan zaman pemerintahan yang berbeda, namun setidaknya pemerintah sekarang dapat mencermati keberhasilan cara pendekatan Gus Dur dalam melindungi TKI agar kasus seperti Ruyati tidak terjadi di kemudian hari.

Source : Berbagai Sumber/DPT

GUS DUR = langsung MOVE
SBY = pidato pencitraan dulu, aplikasi ? ga ada

benar saudara arranger^^, hidup seseorang dilihat dari perbuatannya, bukan perkataannya^^