Cara melawan Pendeta yg main paksa jemaat bayar perpuluhandengan ancaman kutukan

Teman2, kalau anda dipaksa oleh pendeta/gembala anda dengan diancam ayat2 dari Maleakhi, maka inilah jawaban2nya:
Pendeta: Kamu harus setor perpuluhan, kalau tidak belalang pelahap akan memakan habis uangmu!
Jemaat : Hei, pendeta! Kita ini umat pemenang! Bagaimana mungkin umat pemenang kok takut sama belalang? Suruh kesini belalangnya, kita akan tangkap belalang2 itu, kita akan pesta sate belalang!
Pendeta: Tapi kamu akan saya kutuki loh!
Jemaaat : Kutukilah! Saya sudah ditebus oleh Darah Yesus yg Mahal! Semua kutuk sudah ditanggung Yesus Kristus diatas kayu salib! Dalam nama Yesus Kristus, aku patahkan semua kutuk2mu!

Ini thread humor ya?

Umat pemenang? Menang dari apa? Kutuk ditanggung Yesus? Kutuk apa? Kalau ini thread humor saya dukung, tapi kalau thread ini sifatnya serius dan esensial maka si “jemaat” tidak lebih lucu dari si “pendeta”.

Semoga mengerti… :smiley:

Bukankah segala kutukan sudah ditanggung oleh Tuhan Yesus di atas kayu salib, tidak ada lagi kutukan didalam Kristus.

Katakan saja kepadaa pendeta yang rakus uang itu.

Paulus diKorintus telah mengatakan memberi dengan sukacita

2 Korintus 8:12
Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu.

2 Korintus 9:7
Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Berikan saja pada pendeta itu ayat ayat nya.

Ada cara yang lebih gampang, cukup 1 kalimat tanpa perlu lanjutan.

Pendeta: Kamu harus setor perpuluhan, kalau tidak belalang pelahap akan memakan habis uangmu!
Jemaat: Coba tunjukkan kata “Perpuluhan” di Alkitab. Kalau tidak ada, saya tidak akan bayar.

Salam

:afro: Tepat sekali hahahhaha

Bro Kahlil: Hahaha…! Setuju! :afro: ;D

Pertama, melawan otoritas gak baik. Kita harus mencontoh cara Daud terhadap raja Saul. Daud diurapi Tuhan, sedangkan Saul keseringan kerasukan roh jahat. Meski demikian, meski nyawa terancam oleh Saul sekali pun, Daud tidak menentang Saul selama Saul adalah raja. Padahal Daud tidak gentar menghadapi Goliath atau pasukan Filistin sekalipun seluruh pasukan Israel gemetar. Jika kita tidak bisa menundukkan diri terhadap otoritas, kita bukan orang yang bisa dipercaya dalam kerajaan Allah.

Kedua, memberikan sepersepuluhan kepada Tuhan adalah hal yang baik. Yang tidak baik adalah jika uang tersebut tidak dikelola dengan benar. :smiley:

GBU

mas,
kalo saya sih… dimaklumi aja… namanya juga orang usaha & orang jualan…
pasti segala cara dipakai biar omzet nya masuk target…

kalo kita toh udah yakin bahwa semua omongan nya dia itu cuma bualan kosong… ya didiemin aja toh… wong cuma bualan… kalo dijawab… nanti kita jadi bantah-bantahan dengan pembual… ehehe… malah jadi srimulat…

ibarat mas lagi di Jakarta Fair ditawarin obat super mujarab oleh yang ngaku profesor ahli pengobatan dari jupiter… pasti dia bakal bilang kalau anda gak beli obat ini… pulang rumah bakal langsung sakit kanker…
nah… kalo yg model gitu elo tanggepin… ehehe… malah seneng dia…
kalo elo tinggal pergi… beres kan… toh elo gak bakal langsung sakit sesampainya dirumah… eheh…
daripada buang waktu ngeladenin orang begitu… eheh… mending ngopi-ngopi aja malah enak…

Apalagi kalau ditambah Santapan Rohani yg Ngebul dan masih Hangat ditengah Malam yg Dingin ini … pasti Oke punya deh ! :happy0062: :afro: ;D

Yang harus teman2 ingat: Yesus tidak sekalipun mengharuskan orang miskin bayar perpuluhan di seluruh Perjanjian Baru! Camkan ini baik2!

Mas ini ternyata miskin yak … :slight_smile:
wahh… susah dapet gebetan

GBU

Jangankan di Perjanjian Baru, di Perjanjian Lama saja tidak ada yang membayar perpuluhan.

Salam

i would like to hear some supporting arguments di sini.

Untungnya Gereja saya tempat Ibadah ga pernah nagih Bro :smiley:

Jadi yah biasae ditunaikan dalam bentuk ungkapan kasih kepada orang2 yang memerlukannya

Benar sekali bro.

Tetapi Tuhan juga mengingatkan kita, memberi dengan suka rela, seperti perempuan miskin yang memberi dari kekurangannya.

Bukan seperti Farisi yang sengaja masukan uangnya dengan suara , supaya semua orang dapat melihatnya.

Memberi dengan tangan kanan, tangan kiri tidak mengetahuinya, itulah yang dikehendaki oleh Tuhan.

Orang kaya juga tidak diharuskan kok bro, santai aja lagi, kaya miskin tidak ada keharusan seperti itu… ;D

Iya, lebih baik begitu daripada ada unsur “terpaksa” :smiley:

Supporting arguments yang bagaimana?
Apa mungkin yang seperti ini:

Salam

Keep it clean our heart brother.

Saya percaya masih ada pendeta-pendeta yang berhati mulia di muka bumi ini.
Lagipula masa penghakiman belum tiba, siapa kita menghakimi orang lain. Apakah hidup kita sudah suci, mari kita benahi diri agar nama TUHAN jua yang dipermuliakan, disempurnakan mengikuti teladan KRISTUS.

Salam :slight_smile:

Dya, saat ini saya secara finansial memang miskin. Tapi saya sudah menikah, istri saya kerja ikut orang sudah lama. Sebentar lagi saya juga kerja dagang kelilingan. Saya percaya bahwa Tuhan mampu berkati saya tanpa perpuluhan sekalipun.

Kayaknya ada yg KUDU di BETULIN deh susunannya agar gak TERBALIK … Saya akan memberikan perpuluhan atas semua berkat yg diizinkan melimpah kepada saya !
Kalau ngasih PERPULUHAN dahulu, lalu minta BERKAT-Nya … kata anak anak Sekolah Minggu … Idih si Om suka MAKSA Tuhan dengan Perpuluhan , ya ? :coolsmiley: :happy0062: :cheesy: