cara membedakan hajaran dan ujian

saya tiba2 penasaran waktu ingat kitab Ayub, bagaimana cara membedakan hajaran (agar bertobat) dan ujian dari Tuhan? dua2nya sepertinya menderita. misalkan Tuhan tidak berbicara pada kita meskipun sudah doa dan puasa dengan benar, tapi masih menderita terus, dan kita tidak tau apa dosanya/menentang kehendak Tuhan dalam hal apa.

Ada beberapa ayat yg perlu direnungkan tentang kedua hal diatas, a.l yg berbunyi :

  1. Tuhan menghajar orang2 yg dikasihinya ! Kata tepatnya “mengembleng” !
  2. Tuhan tidak memberikan PENCOBAAN kepada kita, tetapi “Keinginan kita sendirilah” yg akan mencobai kita ,tulis Rasul Paulus
    3.Tuhan tidak akan mengizinkan Pencobaan yg datang pada kita MELEBIHI Kekuatan Kita dalam menanggungnya !
    4.Carilah Hikmat dari setiap UJIAN, PENCOBAAN yg terjadi pada Kehidupan kita … kata Orang Bijak “Laut yg tenang tidak akan menghasilkan Pelaut yg Tangguh !”
    Bukankah setelah kita LULUS melewati UJIAN maka kita dinyatakan Naik Kelas untuk SIAP dan MAMPU mendapat Pelajaran, Tugas dan TanggungJawab yg lebih Besar?
misalkan Tuhan tidak berbicara pada kita meskipun sudah doa dan puasa dengan benar, tapi masih menderita terus, dan kita tidak tau apa dosanya/menentang kehendak Tuhan dalam hal apa.
Pengalaman Hidup saya mengajarkan: "Nilai 1 Piring Makan dengan Santapan yg SEDERHANA sekalipun" baru kita rasakan setelah kita mengalami KELAPARAN yg [u][b]AMAT SANGAT[/b][/u] !

Tuhan tidak menjanjikan Kekayaan (Keinginan kita sendiri) tetapi KECUKUPAN
Tuhan tidak memberikan Obat tetapi KESEHATAN
Tuhan tidak memberikan kita KENYAMANAN (Amussement) tetapi KEBAHAGIAAN (HAPPYNESS)
Tuhan tidak memberikan Tempat Tidur yg MEWAH tetapi TIDUR NYENYAK !
Tuhan tidak menjanjikan Rumah Mewah (HOUSE) tetapi Keharmonisan Rumah Tangga (HOME)

Jadi pandai2 dan menjadi Bijaklah kita dalam menikmati “Comfortable” Kenyamanan dalam bentuk apapun yg Tuhan Berikan!
Bersukacitalah kamu senantiasa didalam Tuhan baik dalam keadaan SUKA maupun Duka !

Maaf, tapi saya masih bingung perbedaannya. Mungkin kata2 saya di post pertama yang kurang jelas.
Misal saya mendapat masalah bertubi-tubi, sangat menderita. Sudah doa minta petunjuk Tuhan kenapa saya banyak mendapat masalah dan sangat lama tidak pernah selesai, apakah saya salah dihadapan Tuhan ataukah ini ujian, tapi tidak ada jawaban dari Tuhan. Kan jadi bingung, apakah harus merendahkan diri di hadapan Tuhan atau menguatkan diri menghadapi ujian.

Yang penasaran dgn Ayub itu Iblis, bukan Tuhan
Jadi yg mencobai Ayub itu Iblis krn mengira bahwa Tuhan memagari dia shg dia hidup benar dihadapan Tuhan.
Apakah anda merasa sdh hidup spt Ayub?
Tuhan hanya mengajar mereka yg dianggap anak2-Nya,
apakah anda benar2 sdh ternasuk bilangan anak-Nya?

ada banyak hal yg menghalangi doa kita,
antara lain dosa, dan juga motivasi doa yg salah
Mungkin status anda baru pada phase percaya,
seharusnya ketika menjadi milik Kristus, maka kita harus percaya dan mempercayakan diri
mempercayakan diri artinya yakin dan percaya bahwa segala sesuatu hanya dpt terjadi hanya kalau Dia ijinkan terjadi,
dan kalau itu terjadi kita harus percaya bahwa Dia tidak pernah salah.

Semua INDAH pada waktunya!

Setiap DOA ada 3 Kondisi Jawaban-Nya :

  1. Dijawab YA dan diluluskan
  2. Jawaban-Nya TUNGGU/BELUM/Not Yet !” agar si Pendoa mengalami Rasa Lapar Jawaban yg amat sangat sehingga SAAT Jawaban datang maka akan lebih bernilai Tinggi Value Jawaban-Nya itu !
  3. Dijawab TIDAK alias DITOLAK karena bila diluluskan malah akan membuat si Pendoa jadi JATUH dan makin jauh dari Tuhan !
    Silahkan anda Klik Power Point Tommy’s Window dibawah ini dan BUKA yg berjudul Not Yet/Belum
    Not Yet = Belum !

http://www.tommyswindow.com/en/indonesian.html?start=70

Renungkan setiap PESAN dalam Slide disana ! :coolsmiley: :happy0062:
Semoga anda mengerti SEMUA yg TERJADI pada diri anda !
Bila anda ingin Sharing berbuka tentang Problem yg anda hadapi silahkan Kirim Pesan Pribadi anda “PM” (PersonalMessage) pada sebelah kiri dari Nama saya , kebetulan saya seorang Therapist Holistik menangani Spiritual, Mental, Emosional dan Physical anda ! :coolsmiley: :happy0062:

bagian mana dari kata2 saya yang menyamakan saya dengan ayub?
jawaban anda kok tidak ada hubungannya dengan penjelasan perbedaan hajaran dan ujian, baca keseluruhan dulu.

kenapa kok tidak ada yang menjawab tentang perbedaan penderitaan karena dihajar Tuhan dan penderitaan sedang menerima ujian, kok malah menjawab tentang jawaban doa.
woi! baca woi!

Sssssttttt Berisik, woi !
PENDERITAAN mah biar beda2 penyebabnya tetap aja SAKIT namanya !
Mosok sih SAKIT itu BEDA2.
Coba aja kalau Pipi ditabokin sama dikemplang Pukulan Kasti apa ada BEDA nya ?
Kalau ditabokin Sakitnya ada pandangan ber kunang2 ketemu Bidadari dan kalau Dikemplang ada pandangan ber Kunang2 ketemu Kuntilanak ?? Ada2 saja kamu ini !
Makanya Renungkan itu Power Point “BELUM” yg disuguhkan, tahu ! Becanda Bro ! :coolsmiley: :happy0062:

Baca lagi kali kamu sdh lupa, dan belajar agak sopan dikit napa?
pantas saja kesulitan yg kamu hadapi bertubi2

Beda rasa atau cara merasakannya bro. Kalau rasanya sama2 luar biasa menderita. Lahir Batin menderita kuadrat. Cuma merasakannya lain. Yang hajaran dari Tuhan disyukuri karena Tuhan masih mengasihi dan yakin seyakin yakinnya ada kebaikan buat kedepannya, entah kapan tapi itu pasti. Yang ujian dari iblis laknat jahanam (bukan dari Tuhan, tapi diijinkan Tuhan terjadi) ya dihadapi dengan bersandar pada Tuhan, jangan pernah mengandalkan kekuatan sendiri/ di luar Tuhan.
Satu ayat yang saya ingat ingat kalau pas down dengan hajaran dan ujian ini adalah Yunus 4:4 Tetapi Firman Tuhan: "Layakkah engkau marah? " dengan mengingat ayat ini pasti rasa kecewa pikiran nglantur ngedumel dan mengarah hujatan akan stop.

Syalom