Cara untuk memasrahkan hidup kita kpd Tuhan ditengah kegagalan

Saya pernah percaya bahwa Tuhan melihat lebih dari kegagalan saya dalam satu hari dari apa pun yang saya lakukan dimasa lalu. Saya percaya ini karena saya tahu bahwa saya berhak dihukum, dan itu memang layak. Apabila saya membandingkan kegagalan saya dan berkat yang saya terima.

Tapi, bagaimana jika itu adalah cara berpikir yang salah tentang Tuhan? Bagaimana jika sesungguhnya Tuhan tidak bekerja memperbaiki kehidupan kita disaat kita gagal, melainkan pada saat kami menyerah?

Tuhan mulai bekerja memperbaiki hidup kita justru pada saaat kita mulai pasrah kepada-Nya, itu anugerah dalam tindakan. Karena kesediaan Kristus dan pengorbanan Tuhan. Kita bisa berjalan bebas tanpa hukuman, namun begitu banyak dari kita masih merasa kotor, bersedih hati, dan tanpa harapan. Mengapa demikian? Mengapa kita tidak bisa dibentuk menjadi pribadi yang Tuhan inginkan?

Kita perlu memiliki iman bahwa Tuhan tidak bekerja seperti yang kita lakukan, dan bahwa jalan-Nya yang tak terduga. Ini akan membantu kita menempatkan hidup kita ke dalam perspektif surgawi. Setelah kita menyadari bahwa Allah bekerja tidak bekerja pada saat-saat kita gagal, tapi saat kita menyerah, kita bisa berjalan dalam kebebasan dan cahaya baru. Ini adalah cahaya harapan. Kita hanya perlu membuka tangan kita dan memasrahkan hidup kita kepada Tuhan.

Jikalau engkau ini menyediakan hatimu, dan menadahkan tanganmu kepada-Nya, jikalau engkau menjauhkan kejahatan dalam tanganmu, dan tidak membiarkan kecurangan ada dalam kemahmu, maka sesungguhnya, engkau dapat mengangkat mukamu tanpa cela, dan engkau akan berdiri teguh dan tidak akan takut. (Ayub 11:13-15)

Kita dapat memiliki harapan ini juga. Kita bisa dipulihkan. Tuhan tidak berkenan pada rasa sakit hati anda, Tuhan tidak menertawakan kesalahan kita, Melainkan Tuhan menerima kita dan menyuruh kita untuk melawan sifat kedagingan kita. Tuhan mencuci kita setiap hari, hanya karena kita tidak bisa merasakanNya, bukanberarti itu tidak mengabaikan bahwaterjadi karena tiap hari Tuhan mencurahkan air hidup-Nya yang kudus di dalam diri kita. Tuhan ingin membebaskan kita, untuk mengetahui tujuan hidup kita, untuk mengetahui identitas kita. Dia juga menginginkan agar kita memilih untuk datang kepada-Nya setiap hari, dan tidak hanya ketika kita susah.

Itulah arti menyerah/pasrah yg sesungguhnya; untuk setiap hari menyerahkan hidup kita ke dalam tangan-Nya dengan ucapan bibir kita dan tindakan dalam hati kita, Pada saat Tuhan melihat kita menyerah, maka Tuhan akan mulai membentuk kita dan hidup kita untuk kemuliaanNya.

karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu, baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya (Filipi 2:13)