Cerita "CROSS"

“CROSS”

Malam yang gelap menyelimuti saat aku sedang merenung. Tetesan air hujan kudengar saat air dari langit itu jatuh menghantam tanah. Aku sendirian memandang jendela dan hanya bisa melihat kegelapan melaluinya. Begitu sepi, aku tak bisa mendengar suara apapun selain hembusan nafasku sendiri. Aku mencoba memejamkan mataku sejenak untuk menyelami lebih dalam keheningan ini. Seharian mendengar kebisingan kota metropolis yang sepertinya tak ada habisnya membuatku menghargai keheningan yang bisa aku dapat sekarang. Setelah puas merasakan keheningan malam, aku membuka mataku dan memandang ke depan. Kulihat Alkitab didepan mejaku dan mengambilnya untuk membacanya.

Sebenarnya ini bukan hal yang biasa aku lakukan, dilihat dari Alkitabku yang terlihat masih baru padahal telah kubeli sejak 5 tahun yang lalu membuktikan aku jarang sekali membukanya. Tapi entah mengapa malam itu aku terdorong untuk membuka kembali Alkitabku dan membacanya secara acak. Saat tanganku membalik-balikan halamannya secara asal saja, jari-jariku terhenti di kitab 1 Petrus ayat 24 yang tertulis “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” Aku membaca ayat ini berulang-ulang dalam hati, dan mencoba merenungkannya.

Sebelum membaca ayat ini sebenarnya aku hampir lupa jika segala dosaku telah ditebus oleh Tuhan Yesus. Selama ini aku hanya hidup seolah-olah tidak memiliki Tuhan. Aku adalah seorang Kristen ‘Biasa saja’. Aku tak setiap minggu ke Gereja, kebanyakan aku pergi kesana hanya disaat orang tuaku memaksaku melakukannya atau teman-teman mengajakku untuk pergi. Bahkan seingatkau walau sekarang telah bulan Juni, aku hanya pergi ke Gereja sebanyak 5 kali tahun ini. 2 diantaranya saat perayaan tahun baru dan juga hari paskah.

Disaat aku membaca ayat ini aku langsung tersadar bahwa selama ini aku telah menyia-nyiakan keselamatan yang telah Tuhan berikan. Aku membiarkan Tuhan mati menggantikan diriku dan berlaku seolah-olah Dia tak pernah melakukannya. Bahkan aku sama sekali tak pernah menaikkan ucapan syukurku pada Tuhan atas pengorbananNya bagiku. Begitu mudah aku mengikut teman-temanku melakukan perbuatan dosa hingga akhinya karena telah aku lakukan berkali-kali perbuatan yang mendukakan hati Tuhan itu membuatku merasa bahwa hal-hal itu bukan lagi dosa.

Hidup dengan cara dunia terlihat begitu enak dan mengasyikan sehingga aku memilihnya dan pergi jauh meninggalkan jalan Tuhan. Walau terkadang aku tersadar hidup seperti ini hanya akan menghancurkan masa depanku tapi toh aku tetap hidup didalamnya.
Tapi pada malam itu aku sadar aku harus kembali padaNya. Dengan segala kelemahanku aku berdoa pada Tuhan memohon ampun padaNya. Aku berterima kasih kepada Tuhan karena malam itu telah mengingatkanku kembali akan kasihNya yang begitu luar biasa.

Pengorbanan Dia telah memberiku kesempatan kedua untuk hidup, dan kesabaranNya atas segala kesalahan-kesalahan yang telah aku perbuat membuatku makin terkagum akan kebesaranNya. Ya, memang seharusnya aku yang digantung di atas kayu salib tapi semata-mata hanya karena kasihNya bagiku, Dia rela menggantikanku. Terima kasih Bapa untuk segala kebaikan dan kasihMu, mulai sekarang hingga selama-lamanya jadilah kehendakMu dalam hidupku.

Buat cerita inspiratif Kristen lainnya bisa visit blog saya disini www.thomasmuliastories.blogspot.com atau disini buat cerita inspiratif non rohani www.thomasmulia.blogspot.com follow juga twitternya @GodBesideUs , hanya ingin berbagi… semoga bisa jadi berkat ya… Gbu :slight_smile: