cerita inspirasi "Gambar Seni" by Jeanne Knape

Suatu siang aku mengelilingi museum seni sambil menunggu suamiku menyelesaikan rapat bisnisnya. aku sangat ingin memandangi lukisan dengan tenang.

sepasang pasangan muda di depanku memandangi lukisan sambil bicara tanpa henti. sekilas aku memperhatikan mereka dan menyadari bahwa hanya yang perempuanlah yang terus bicara. aku mengagumi kesabaran sang pria dalam menghadapi rentetan kata yang tanpa henti itu. karena merasa terganggu oleh suara mereka, aku berpindah tempat.

ketika berpindah ke ruangan-ruangan lainnya, beberapa kali aku bertemu mereka. setiap aku mendengar perempuan itu berbicara, aku pindah tempat.

aku sedang berdiri di kasir toko suvenir museum untuk membeli sesuatu ketika pasangan itu mendekati pintu keluar. sebelum pergi, si pria meraih kantongnya dan mengeluarkan sebuah benda putih. Ia menariknya menjadi sebuah tongkat putih yang panjang kemudian berjalan dengan bantuan tongkatnya ke ruang penyimpanan jaket untuk mengambil jaket istrinya.

“ia pria yang berani”, kata pramuniaga toko. " sebagian besar kita akan menyerah jika kita buta pada usia semuda itu. selama penyembuhan ia bersumpah bahwa hidupnya tdk akan berubah. jadi, seperti sebelumnya, ia dan istrinya akan datang kesini setiap ada pertunjukan seni yang baru."

" tetapi apa yang ia dapat dari sini?" tanyaku. " ia tidak bisa melihat"

" tidak bisa melihat? Anda salah. Ia melihat begitu banyak. lebih dari yang Anda dan aku duga" kata si pramuniaga itu. " istrinya menjelaskan setiap lukisan sehingga ia bisa melihatnya di dalam kepalanya."

hari itu aku belajar sesuatu tentang kesabaran, keberanian, dan cinta. aku melihat kesabaran seorang istri muda menjelaskan lukisan-lukisan kepada seseorang yang tidak bisa melihat dan keberanian seorang suami yang tidak membiarkan kebutaan mengubah hidupnya. Dan, aku melihat cinta di antara dua manusia ketika aku melihat pasangan ini berjalan menjauh sambil bergandeng tangan.

Cerita yang bagus… :afro:

ceritanya jadi ispirasi buat para couple2 yg mu melangkah ke tingkat yg lebih seriusss… hahaha