Cerita Inspiratif Tentang Memberi-1

   Disebuah hutan hiduplah tiga jenis binatang yang berlainan terdiri dari seekor kelinci, seekor burung merpati dan seekor kera. Mereka hidup rukun juga saling membantu dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada pada masing-masing binatang tersebut. Pada suatu hari terjadi kebakaran hutan tempat ketiga binatang itu hidup  sehingga ketiganya berpencar untuk menyelamatkan diri masing-masing.

 Ketika kelinci berlari kearah pantai lalu  bertemu dengan seekor kura-kura yang berjalan dengan lambat. Kura-Kura tahu bila kelinci dapat berlari lebih cepat kemudian timbulah suatu pikiran licik di benak kura-kura untuk memanfaatkan kelincahan kelinci. Kura-Kura dengan wajah dan suara yang memelas berkata pada kelinci:

 “Kelinci, aku sudah berhari-hari tidak makan. Sekarang aku sangat lapar sekali“

 “Teman, mengapa bisa seperti ini“

 “Kelinci, seperti yang engkau lihat aku ini berjalan tidak bisa cepat sehingga selalu kalah ketika berebut makanan dengan binatang lainnya yang jalannya lebih cepat dariku. Kasihanilah aku yang malang ini“

 “Teman, apa yang dapat aku bantu untukmu?“

 “Kelinci, engkau dapat berlari dengan cepat dapatkah engkau menolongku untuk memberikan makanan setiap hari padaku? Agar aku tidak kelaparan lagi seperti yang aku alami sekarang ini“

 Kelinci sempat terpengaruh dengan sandiwara kura-kura sehingga kelinci merasa kasihan. Namun ketika kelinci melihat kura-kura yang lain walaupun berjalan sama lambatnya dengan kura-kura yang ada di hadapannya, tetapi mereka tetap berusaha mencari makan sendiri tanpa berkeluh kesah. Saat itu juga kelinci menyadari, bahwa kura-kura yang ada di hadapannya ini sedang berusaha mencari keuntungan di atas kelemahannya lalu kelinci pun pergi melanjutkan perjalannya dan  meninggalkan kura-kura.

 Saat burung merpati terbang melintas di atas suatu perkampungan terdengar olehnya suara tangisan yang lemah dari seorang anak yang sedang di gendong oleh seorang nenek. Burung merpati menghampiri mereka dan bertanya apa yang terjadi lalu nenek itu bercerita, bahwa kampung tempat mereka tinggal terkena bencana kelaparan yang hebat sehingga tidak ada makanan yang dapat di makan oleh mereka. Burung merpati menyadari keterbatasannya dia tidak dapat membawa makanan dalam jumlah yang banyak dengan patuknya. Namun dia mempunyai hati yang tulus  untuk menolong sehingga keterbatasannya tidak menjadikan halangan baginya. Burung merpati pun dengan rela harus terbang berkali-kali untuk mencari dan membawa makanan bagi kedua orang itu.Ketulusan yang telah dilakukan oleh seekor  burung merpati, maka kedua orang itu dapat terselamatkan dari bencana mati kelaparan.
  • Bersambung…

… Sambungan dari kisah sebelumnya…

 Terakhir adalah Kera yang menyelamatkan diri ke perbukitan ketika sedang meloncat dari satu pohon ke pohon lainnya dia melihat dua ekor Kera yang satu tergeletak tidak berdaya sementara yang satunya lagi seperti kebingungan berputar-putar mengelilingi temannya yang tergeletak itu. Kemudian Kera ini datang menghampiri dan bertanya:

  “Teman, apa yang terjadi? Mengapa engkau berjalan berputar-putar? Mengapa temanmu ini tergeletak?“

 “Dia temanku yang sedang pingsan. Hutan tempat kami mencari makan terbakar dan telah berhari-hari kami tidak makan, karena kondisi temanku ini lemah sehingga ia jatuh pingsan“

 “Sungguh kasihan. Teman, bisakah engkau menungguku disini? Sekarang akau akan pergi mencari makanan dan aku akan segera kembali setelah aku mendapatkan makanan“

 “Baiklah teman, engkau baik sekali dan aku akan menunggumu disini sampai engkau datang kembali dengan membawa makanan untuk kami makan“

 “Aku berjanji akan menolong kalian“

 Kera tersebut pergi untuk mencari makanan dan di dalam perjalanan  ketika dia melihat seorang bapak yang sedang tertidur dan di sampingnya ada setandan pisang lalu kera diam-diam mengambil sesisir pisang kepunyaan bapak itu dan di bawanya pergi untuk kembali ketempatnya. Di tengah perjalanan pulang kera melihat seorang anak sedang menggembalakan kawanan kambing kemudian timbul keingian untuk memperoleh susu kambing, lalu kera mencoba membujuk anak gembala itu:

  “Teman, nampaknya engkau anak yang baik dan rajin. Bolehkah aku meminta sedikit susu kambing?“

 “Teman, aku ini hanya seorang pengembala yang di percaya oleh tuanku untuk menggembalakan kawanan kambing dan kambing ini bukan kepunyaanku jadi aku tidak berani memberikan susunya kepadamu, karena aku takut di marahi tuanku“

 “Tuanmu tidak disini dan ia juga tidak melihat bila engkau memberikan susu kambing itu padaku. Ayolah berikan segera padaku“

 “Teman, walaupun tuanku tidak melihat, tetapi aku tidak mau melakukannya tanpa mendapatkan izin darinya terlebih dahulu“

 Anak itu tetap tidak mau memberikan susu kambing yang di minta kera, karena dia takut di marahi oleh tuannya. Kera kemudian memakai tipu muslihat seolah-olah hendak menukar pisangnya dengan susu kambing. Namun ketika anak gembala telah memberikan susu kambing padanya maka kera pun pergi berlari meninggalkan anak gembala itu. Dalam hal memberikan pertolongan kera melakukannya dengan cara yang tidak benar. Pisang di dapat dari hasil mencuri sementara susu kambing pun di dapat dari hasil memperdaya anak gembala. 


 Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu.
  • 2 Korintus 8:12
  • Dikutip dari buku: Aku Bersama Yesus, Karangan RuiLian Zheng

:slight_smile: Nice.
Nilai dari Ketulusan…