China Aid Melaporkan Penindasan yang dialami penganut Kristen

China Aid Melaporkan Penindasan yang dialami penganut Kristen

Belum lama ini, China Aid Association mengeluarkan laporan tahunan tentang penindasan yang dialami oleh penganut Kristen di Daratan China. Menurut laporan tersebut, tahun 2007\8 terlihat peningkatan penindasan secara luas dan menyeluruh sejak tahun lalu.

Statistik mempelihatkan bahwa jumlah kasus penindasan, jumlah orang yang ditindas dan jumlah yang ditangkap serta ditahan meningkat secara dramatis sejak 2006.

Pada 2007, kasus religius yang diketahui dimana gereja rumah ditindas oleh pemerintah meliputi 18 provinsi dan satu kotamadya secara langsung di bawah yurisdiksi Pemerintah Pusat serta terdapat 60 kasus penindasan, atau meningkat menjadi 30,4% dari tahun 2006.

Jumlah total orang yang ditindas adalah 788 orang, atau naik 18,5% dari tahun sebelumnya. Jumlah orang yang ditangkap dan ditahan sebanyak 693 orang, naik 6,6% dari tahun sebelumnya. Sebanyak 16 orang dijatuhi hukuman penjara, turun 5,9% dari tahun sebelumnya.

Ada empat karakteristik penganiayaan yang terjadi di China.
Pertama, sasarannya adalah pemimpin gereja rumah
. Itu juga adalah karakteristik pada tahun 2006 yang mana berbeda dari penindasan berskala besar terhadap penganut awam pada 2005. Sebanyak 415 pemimpin gereja ditangkap pada 2007. Sebanyak 59,9% dari jumlah itu ditangkap dan 52,6% menderita penganiayaan.

Kedua, terhadap gereja rumah di daerah perkotaan. Diantara 60 kasus penindasan, 35 terjadi didaerah perkotaan (tidak termasuk kota kecil) yang mencapai 58,3%. Diantara ini, sebanyak 599 orang dianiaya di daerah perkotaan, yang merupakan 76% dari jumlah total 788 orang.

Ketiga, terhadap publikasi Kristen. Ada tujuh kasus penindasan sehubungan dengan operasi, percetakan, transportasi dan distribusi materi publikasi Kristen. Ada 11,7% dari 60 kasus penindasan. Meskipun persentase tipe ini tidak terlalu tinggi, dua kasus religius menimbulkan perhatian komunitas internasional: pertama adalah kasus dimana Zhou Heng dianiaya karena menerima kiriman Kitab Injil dan menjalankan publikasi Kristen secara resmi. Kasus lain adalah Shi Weihan dianiaya di Beijing karena menjalankan publikasi Kristen secara resmi.

Keempat, penindasan yang ditujukan terhadap Kristen asing dan misionaris
. Karena “Operasi Taifun No. 5,” lebih dari 100 (84 sudah dikonfirmasikan) umat Kristen asing ditangkap, diinterogasi dan diusir. Kebanyakan Kristen asing ini berasal dari Barat dan sedikit dari mereka berasal dari Korea Selatan dan negara-negara lain. Sekitar 70 umat Kristen asing dianiaya di Xinjiang. Beberapa dari mereka bukan misionaris, namun mempunyai profesi sekular di China. Meskipun demikian, karena mereka menganut kepercayaan Kristen atau berhubungan dengan gereja dan umat Kristen setempat, mereka dianiaya oleh pemerintah China. “Ini adalah operasi penindasan terbesar dengan pengusiran umat Kristen asing sejak awal 1950-an ketika PKC mengusir semua misionaris asing,”.

Pada tahun 2009, setelah Olimpiade Beijing, penindasan terhadap gereja dan umat Kristen diperkirakan akan meningkat dan kondisi hak asasi manusia akan menjadi sangat buruk.

Sumber: China Aid.com
Erabaru.or.id

[i]Hmmm… bulan lalu ada gempa di China… mungkin Tuhan mo kasi signal yah ? hehehe

biarlah berita kebenaran-NYA semakin dinyatakan di negri China :afro:

[/i]

ada yang punya statistiknya tentang penindasan kristen di indonesia… :rolleye0014:

penguasa china menyangka dan takut jika kekristenan semakin menyebar dapat mengubah / menenggelamkan kebudayaan china yg sudah mengakar kuat pada rakyat RRC.


http://dl.glitter-graphics.net/pub/1207/1207951d772b3rgfz.jpg

Tuhan tau apa yang harus diperbuat… yaitu menyelamatkan orang percaya

setuju,