Church Hopping & Pasif di Gereja

Hi,

Saya mau bertanya mengenai hal-hal berikut :

Church Hopping :

To go from one Church to another Church, experiencing many worshipping services.

To attend more than one Church service and partake in many other Church activities, other than your usual Church.

The concept of people leaving one church where they find the doctrine hard to swallow, for another; whose doctrine is more palatable.

Bagaimana pendapatnya mengenai hal ini dari ketiga definisi diatas? masih bisa dibenarkan?

Pasif di Gereja

Seberapa pentingkah kita (umat yang “awam”) terlibat dalam kegiatan/pelayanan di Gereja? Tidak cukupkah datang mengikuti ibadah sekali setiap minggu?
Bukankah di gereja sudah ada Clergy atau orang-orang yang didedikasikan untuk mengurus kehidupan gereja, perlukah kita terlibat juga? seberapa jauh kita boleh terlibat?

mohon tanggapannya, terima kasih untuk tidak OOT.
Salam.

ane ga berani bilang benar salahnya,tapi apakah salah jika seseorang pindah gereja karena kerohaniannya tidak bertumbuh di gerejanya yang lama??memang sih kesannya egois karena cuma cari kesenangan sendiri sementara tidak berlaku setia.jujur aja ane sendiri pernah pindah gereja karena ane ngerasa jemaat di gereja lama ga welcome alias ga ramah(mau terlibat pelayanan aja susah & musti punya koneksi sama ‘orang dalem’,terlalu eksklusif gitu).walopun di gereja yg skrng juga ada kekurangannya sendiri sih,tp ane blom pindah gereja lagi(hopefully not).paling suka pindah2 komsel aja he he(bukan karena keinginan sendiri sih tp krn ane jd korban ‘politik’ para pemimpin di komsel).

hmmmm…

beribadah itu cari yang cocok atau nyaman dengan diri sendiri… beribadah itu panggilan hati… bukan paksaan… bukan kewajiban… jadi pilih sendiri dahhh… ^^ masalah doktrin itu hanya buatan manusia…

yang terpenting itu bukan melayani gereja akan tetapi melayani TUHAN dengan cara mengasihi TUHAN dengan seluruh hati, jiwa, dan akal… bagaiman cara menerapkannya??? yaitu dengan mengasihi sesama… ini adalah dasar yang mencakup seluruh aktifitas kita untuk melayani TUHAN setiap waktu…

Tul, apalagi kalau pindah dari gereja yang kerjaannya ngajakin orang berdoa bukan pada Tuhan. Sangat dianjurkan sekali :smiley:

GBU

Pasif di gereja tidak benar… simak artikel dibawah ini;

Tidak ada penonton didalam gereja Tuhan. Semua adalah pemain.

Setiap Minggu kita duduk dibangku gereja, kita menyanyikan lagu pujian, kita mendengarkan kotbah yang diberitakan, dan kita pulang, demikian kita ulangi lagi minggu depan. Seakan kita adalah penonton, dan mereka menyebut kita jemaat biasa, mereka memanggil kita anggota gereja. Kita hanya datang dan mendengarkan, lalu pulang. Memang tidak salah dengan sebutan jemaat atau anggota, tetapi kita harus menyadari bahwa kita bukan penonton di gedung gereja seperti sedang menonton konser. Kita semua, seperti yang dikatakan Firman Tuhan, mempuyai bagian peran masing-masing.

Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, –yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota–menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih. (Efesus 4:16)

Setiap bagian dari tubuh Kristus, yaitu jemaat Allah, mempunyai tugasnya masing-masing. Tubuh Kristus terbentuk oleh pelayanan semua bagian dari tubuh tersebut, bukan hanya pelayanan dari pedeta, deaken atau penatua, tetapi semua orang yang menyebut dirinya jemaat Allah, adalah bagian dari tubuh Kristus yang mempunyai fungsinya sendiri-sendiri. Mereka adalah pelayan-pelayan Tuhan, mereka adalah pemain didalam gereja Tuhan, bukan penonton.

Banyak orang Kristen tidak menyadari hal ini, karena itu pertumbuhan gereja Tuhan menjadi lambat, sebab setiap bagian dari tubuh tidak berfungsi, dan kita menyebut diri kita hanya jemaat bisa atau hanya anggota gereja, bukan pelayan Tuhan.

Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya. Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh. Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh? Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi. (1 Korintus 12:27-31)

Didalam tubuh Kristus, setiap orang mempunyai bagiannya masing-masing, tidak semua menjadi rasul, tidak semua menjadi nabi, menjadi pengajar, tetapi setiap orang diperlengkapi oleh Allah pekerjaan baik yang harus mereka lakukan sebagai bagian dari anggota tubuh yang berfungsi (Efesus 2:10). Jika kita membayangkan melayani itu hanya menjadi rasul, nabi, guru, gembala dan penginjil, maka kita tidak akan pernah sampai kepada kepenuhan tubuh Kristus. Kita seharusnya melayani dengan karunia-karunia yang telah diberikan Roh kepada kita secara khusus.

Karena itu, nasihat Firman Tuhan, “berusahalah untuk mengetahui karunia apa yang diberikan kepada kita”, berusahalah untuk tetap tinggal didalamnya, maka Allah akan menyempurnakan pelayanan dari setiap bagian tubuh Kristus. Jangan membayangkan untuk menjadi nabi, guru, rasul, pengijil atau gembala, tetapi mari kita melihat apa karunia kita (Roma 12:3-4).

BERSAMBUNG DIBAWAHNYA…

SAMBUNGAN DARI POSTING DIATAS

Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam KRISTUS; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita. . . . (Roma 12:4-8). Bacalah seluruh pasal 12.

Tiap orang dilengkapi Tuhan dengan karunia yang berlainan, karena itu carilah tahu apa karunia utama anda, dan layani masing-masing anggota tubuh KRISTUS dengan karunia tersebut, baik menasihati, melayani, memperhatikan, membimbing, mengajar, memberi dan lain-lain. Setiap jemaat mengambil peran masing-masing didalam tubuh, mereka semua adalah pemain, bukan penonton didalam gereja.

Pantaskah kita berdiam diri, menjadi penonton didalam gereja? Hanya merasa cukup datang dan mendengar setiap minggunya. Kita tentu tidak pantas disebut anggota tubuh KRISTUS, sebab kita adalah bagian tubuh yang mati dan tidak berfungsi.

Mulai hari ini, mari kita terlibat didalam pelayanan dengan bersungguh-sungguh, bukan untuk menjadi pekerja gereja, bukan untuk menjadi pendeta, penatua atau deaken, atau jabatan-jabatan lainnya dalam organisasi gerja, tetapi melalui karunia yang kita terima, masing-masing kita melayani sesama anggota tubuh KRISTUS. Bukankah Galatia 6:2 berkata, “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum KRISTUS.”

Kita melayani Allah, adalah melayani manusia, melayani mereka orang-orang beriman, saudara-saudara kita didalam KRISTUS. Bukan hanya menjadi song leader, menjadi singer, pemain musik, petugas usher atau pengkotbah yang melayani di gereja, tetapi setiap hari tugas anggota tubuh KRISTUS adalah melayani satu sama lain, didalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya pada saat jam kebaktian.

Ingatlah kata Tuhan YESUS dalam Matius 25:31-46, bukankah saat itu mereka berkata, “Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Matius 25:37-40).

Melayani Allah adalah melayani saudara seiman, mereka yang disebut sebagai saudara-Ku oleh Tuhan YESUS KRISTUS. Berikan mereka minum, maka upahmu tidak akan hilang di Kerajaan Surga (Markus 9:41).

Mari kita sebagai bagian dari tubuh KRISTUS, mengambil peran kita masing-masing dan berfungsi selayaknya anggota tubuh yang hidup. Layanilah saudara seiman dengan karunia yang telah diberikan Roh kepada kita, dan mari kita saling mengasihi dan tolong menolong.

Banyak alasan orang suka pindah-pindah gereja. Mungkin kalau didata bisa ada puluhan alasan.

Alasan utama setiap orang yang suka pindah-pindah gereja yang paling tersembunyi (didalam hatinya) yang jarang diungkapkan adalah rasa ketidak puasan. Karena rasa tidak puas inilah maka seseorang pindah-pindah gereja, entah tidak puas terhadap pengajarannya, entah terhadap pendetanya, entah terhadap kominitasnya, entah terhadap seseorang atau beberapa orang yang berpengaruh disana, entah terhadap penyembahan dan puji-pujiannya (gereja kharismatik), entah karena anaknya pendeta juga dapat membuat rasa tidak puas dan mencoba melangkah ke gereja-gereja lainnya.

Tidak puas berbeda dengan benci, atau tidak suka. Kalau tidak suka biasanya sudah pasti ditinggalkan, tetapi tidak puas menunjukan ada sesuatu hal yang tidak cocok tetapi tidak seluruhnya, sehingga masih ada ikatan dibawah sadarnya dengan gereja-gereja tertentu, entah karena keluarga, teman, persahabatan, pekerjaan, pengajaran atau hal-hal lainnya sehingga walau tidak puas tetap terkadang datang kesini dan terkadang datang kesana.

Ketidak puasan inilah yang harus ditemukan dalam pelayanan pribadi sehingga seseorang tidak lagi melakukan aktivitas rutinnya pindah-pindah gereja. Ketidak puasan pribadi merupakan bagian dari kedagingan, yang menyamar dalam bentuk rohani, sehingga terkesan alasannya menjadi alasan yang rohani, tetapi sesungguhnya karena ada ketidak nyamanan atau ketidak nikmatan dalam dagingnya, sehingga mencari kenyamanan atau kenikmatan daging yang berbalut rohani tersebut di gereja-gereja lainnya.

“Disini puji-pujian dan penyembahannya lebih bagus dari gerejaku”
“Disana Firman Tuhannya lebih dalam dan jelas dari pada disini”
“Pelayan Tuhan ditempat ini lebih ramah dan lebih peduli dibandingkan dengan gerejaku”
“Pengajaran disini lebih membumi dari gerejaku”
“Besok disana yang menyampaikan pendeta “anu”, lucu lho kalau Firman”
“Ini lagi, ini lagi, memang ga ada orang lain lagi yang bisa kotbah apa?”
“Aku merasa lebih nyaman berada disini, gedungnya bagus dan saundnya enak”
“Digereja ini lho bagus, ga ada perpuluhan, ga ada kolekte”
“Kalau saja di gerejaku banyak pemimpin pujian yang suaranya enak kaya disini…”

dll…

betul, saya juga setuju kalau ada orang yang memutuskan pindah gereja, asal dengan pertimbangan yang matang, tidak emosional dan alasan yang dangkal serta cenderung mengada-ada.

Trus, menurut pendapat Jegan, bagaimana dengan orang-orang yang “multi church”, orang yang ke gerejanya banyak, dan menganggap semuanya baik, asal iman bertumbuh, semua gereja bisa didatangi, istilahnya "dating’ all kinds of church, all denominations.

@Mr. Krispus

thx artikelnya, bagus sekali.
Masalhnya, kalau di gereja saya yah, itu tipe gereja yang “slow”, “stabil”, agak beda dengan yang “meriah-meriah” :smiley: :D.
Kalau gereja “meriah” kan, sepertinya umat itu aktif sekali yah, umat biasa juga partisipasinya terhadap pelayanan tinggi, awamnya terklerisisasi sekali, kalau ditempat saya mah rasanya aneh jadinya kalau seperti itu.

Tapi, saya setuju dengan pernyataan ini :

Apa ini bisa diartikan melayani “diluar tembok gereja”?

kalau seperti ini :

To go from one Church to another Church, experiencing many worshipping services.

To attend more than one Church service and partake in many other Church activities, other than your usual Church.

bagaimana?

Ya, melayani itu bukan harus didalam tembok gereja saja. Gereja itu sebuah lembaga dan pelayannnya terbatas hanya untuk liturgi dan pembinaan saja, tetapi pelayanan sesungguhnya bukan dibatasi oleh lembaga gereja, jadi ada banyak pelayanan yang dapat kita lakukan. Melayani juga bukan artinya menjabat jabatan didalam organisasi gereja, tetapi melakukan sesuatu yang baik dan bermanfaat bagi saudara kita yang membutuhkan bantuan atau pertolongan. Baik rohani maupun jasmani. Gereja boleh pasif, tetapi jemaat satu dengan yang lain saling melayani kehidupan satu dengan yang lain didalam Kristus itu adalah pelayanan.

Pelayanan diluar gereja bukan identik dengan penginjilan, sebab didalam melayani saudara seiman, kita memberikan hidup kita kepada mereka untuk kemajuan mereka, seperti yang Paulus katakan, 1Tesalonika 2:8, “Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi.” Saling tolong menolong menanggung beban adalah bentuk pelayanan didalam Kristus.

Amsal 20:13, “Janganlah menyukai tidur, supaya engkau tidak jatuh miskin, bukalah matamu dan engkau akan makan sampai kenyang.” Secara rohani ayat ini menceritakan tentang pelayanan, karena Yesus pernah berkata “makananKu adalah melakukan kehendak Allah” (Yohanes 4:32-35), sehingga saat kita membuka mata kita, kita melihat banyak pelayanan yang dapat kita lakukan dan kita dapat melakukan kehendakNya yang telah memanggil kita.