Conflict konsep keselamatan iman, atau perbuatan.

mari kita lihat sekali lagi, FAKTA PREDESTINASI ONLY

Waktu = SEBELUM BUMI DICIPTAKAN

Tuhan sudah menetapkan, segerombolan orang untuk diselamatkan, dan sisanya (jumlah sisanya adalah bermilyar milyar manusia), akan di buang keneraka.

dalam doktrin mereka, manusia tidak mungkin bisa selamat lagi, karena manusia benar2 tak berdaya. Mereka ini pasti masuk neraka, karena jalan masuk ke neraka, hanya SATU ARAH, yaitu, JIKA TUHAN MENARIK MANUSIA. JIKA TUHAN TIDAK MENARIK MANUSIA, MAKA MANUSIA PASTI BINASA

ITULAH INTI DOKTRIN PREDESTINASI ONLY

doktrin ini berbulan2 terus di promosikan oleh rita, sotel and the gang.

JIKA TUHAN TIDAK MENARIK MANUSIA, MAKA MANUSIA PASTI BINASA

PERTANYAAN SAYA ADALAH :

mengapkah tuhan “predestinasi only” tidak mau menyelamatkan manusia yang lain ?
Jumlah manusia yang sedang berjalan ke neraka jumlahnya milyaran manusia
TETAPI
TUHAN PREDESTINASI SAMA SEKALI TIDAK MEMILIKI HATI UNTUK MENYELAMATKAN MEREKA
TIDAK, SAMA SEKALI TIDAK
MEREKA TELAH DI TINGGALKAN OLEH TUHAN PREDESTINASI ONLY (PDO), UNTUK MASUK KENERAKA

tuhan PDO sama sekali tidak pernah terbersit dalam hatinya untuk menyelamatkan milyaran manusia itu

ini adalah FAKTA pengajaran doktrin predestinasi only

mereka TAKUT DAN GEMETAR kalau kita semua mengetahui FAKTA ini

mereka berjuang, agar kita tidak sadar akan FAKTA ini

waspadalah …

@Onde,

Supra rasional berarti kebenaran Tuhan yang diatas kemampuan rasional manusia,yang hanya bisa dimengerti melalui bantuan iman.

Contohnya mengenai ajaran Trinitas,apakah bisa anda tangkap secara rasional satu sama dengan tiga dan tiga sama dengan satu ?

Jelas sekarang ?
sudah… dari awal malah, anda sendiri yg ga jelas dengan statement anda hehehehe…

jadi sesuai tulisan anda bisa dikatakan bahwa nalarnya = iman… dimana salahnya? anda “melogika” atau mendasari pikiran anda dengan iman bukan? kok ga pede?

Saya tidak pernah mengidentikkan nalar = iman,itukan kalimat anda sendiri saja.

Nalar tanpa dibantu oleh iman tidak mungkin mengerti kebenaran Tuhan yang bersifat supra-rasional.

Tidak ada yang bisa di PD kan kalau hanya berdasarkan nalar manusia yang sudah polusi,sebab Tuhan berkata tanoa iman tidak ada yang berkenan bagi-Nya.

Mudah mudahan jelas agar jangan dimentahkan lagi oleh anda,bahwa nalar bukan iman dan iman buka nalar.

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Kalau manusia tidak bisa mengerti sepenuhnya rahasia Tuhan maka itupun bisa diterima secara rasional dan masuk akal bro karena manusia memang terbatas kemampuannya. yg dibahas kan bukan manusianya, tapi teorinya apakah masuk akal atau tidak.. jadi teorinya ga rasional, dan itu wajar karena manusia terbatas rasionya. begitukan? jadi boleh kan saya sebut teori ga rasional? teori ga rasional wajar dan sah2 saja ("masuk akal") buat anda kan?

Saya sedang membahas Firman Tuhan disini berdasarkan Kitab Suci.

Jadi bukan teori melainkan ayat ayat suci dari Alkitab.

Kalau bicara Firman Tuhan maka rasionalitas anda harus diterangi oleh iman baru bisa memahami,kalau tidak anda sama saja dengan orang paganisme cara berpikirnya.

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Oleh karena itu kebenaran Tuhan harus kita pahami dengan bantuan Kitab Suci,iman dan pimpinan ROH KUDUS. tentu saja kebenaran TUhan itu dimengerti dengan nalar yg bisa dimengerti...

Nalar tidak mungkin bisa memahami sepenuhnya kebenaran Firman Tuhan tanpa dibantu oleh iman .

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Saya tidak pernah mengaku Calvinisme melainkan hanya ajaran Alkitab karena semua argumentasi saya hanya menurut ayat ayat Alkitab.

Calvin masih menganut ajaran maria GRK yang saya tidak bisa terima,jadi saya bukan Calvinist seperti yang anda bayangkan makanya janganlah anda memfitnah terus.
oooo… jadi anda bukan calvinisme, atau anda tidak mengakui sebagai calvinisme?

ajaran yg anda imani itu ajaran calvin, dan anda tidak PD dengan kebenaran dari calvinisme itu sendiri… anda langsung mengatasnamakan kitabsuci supaya membenarkan anda. semua tau kita berdebat tentang kitabsuci. dan tidak ada kesimpulan, jadi mengatakan berdasar kitabsuci secara sepihak = ngotot.

Bukankah anda yang ngotot terus dengan segala tuduhan kosong ?

Saya hanya membahas ajaran predestinasi berdasarkan Alkitab sebagai berikut tetapi sampai sekarang anda tidak mampu menjawab pertanyaan saya :

Roma 8:29 For whom he did foreknow, he also did predestinate to be conformed to the image of his Son, that he might be the firstborn among many brethren.

Roma 8:30 Moreover whom he did predestinate, them he also called: and whom he called, them he also justified: and whom he justified, them he also glorified.

Efesus 1:5 Having predestinated us unto the adoption of children by Jesus Christ to himself, according to the good pleasure of his will,

Efesus 1:11 In whom also we have obtained an inheritance, being predestinated according to the purpose of him who worketh all things after the counsel of his own will:.

Itu sama sekali bukan teori melainkan Firman Tuhan,jadi janganlah anda selalu melencengkan diskusi kalau tidak mampu menjawabnya bro.

Nah sekarang sya tunggu jawaban anda apakah predestinasi itu ajaran Alkirab atau tidak ?

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Sekarang dari semua ayat Kitab Suci yang sudah saya berikan itu silahkanlah dibahas satu persatu daripada buang buang waktu memfitnah sesuatu yang sudah tidak diakui seseorang. seperti yg saya katakan, saya hanya ingin tau dasar berfikir anda, dan standing posistion anda dulu... kalau dasar befikir sodara aja belum jelas, standing position juga entah dimana, maka mendiskusikan ayat2 kitabsuci hanya akan sampai kemana2 dan akhirnya pelcehan kitabsuci terjadi tanpa disadari.. sekarang silahkan anda paparkan lagi ayat sodara, saya akan tanggapi.. saya dengan senang hati melayani anda, mari mulai.. mari diskusi kitabsuci...

Mengalihkan persoalan lagi,silahkan baca pertanyaan saya diatas dan jawab saja kalau anda memang punya kemampuan bro.

Jangan cari cari alasan cara berpikir saya kalau Firman sudah berbicara seperti ayat yang saya kutip diatas.

Jadi silahkan to the point saja jangan melenceng kesana kemari penuh alasan,silahkan jawab pertanyaan saya saja.

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Predestinasi itu sudah saya berikan ayat ayat Alkitabnya,maka silahkan dibuktikan saja apakah Alkitab salah ? mohon diulang lagi, kita mulai dari sini... (walaupun saya tidak yakin jadinya seperti apa, karena anda tidak rasional.. hehehehe.... maksudnya nalarnya = iman. Lihat pertanyaan saya diatas ! Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Anda saja yang tidak teliti membaca semua postingan saya.

Didalam replay saya #1024 mengapa anda tidak baca dengan teliti bahwa saya sudah menjelaskan semua manusia sejak lahir sudah mati rohani dan menuju kepada kebinasaan kalau Allah tidak datang untuk menebus manusia.
itu bukan jawaban atas pertanyaan saya, itu kothbah untuk saya… sygnya saya ga butuh kothbah, saya hanya butuh jawaban dari pertanyaan saya saja…

Lho…,anda minta benang merah lalu saya jelaskan benang merahnya mulai dari penciptaan sampai proses keselamatan manusia,malah bukannya dihargai dituduh kotbah ???

Apa anda sudah kehabisan kata kata untuk membantah semua benang merah saya tersebut ?

Jawaban saya disana sudah cukup jelas bahwa manusia yang berdosa sejak lahir hanya menuju satu arah saja,menjawab pertanyaan anda.

Sekarang giliran anda coba ditanggapi benang merah saya itu kalau bisa.

Jadi berhentilah selalu melempar tuduhan kosong.

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Jadi jelas sekali disitu bahwa hanya satu saja kondisi mereka yang tidak dipilih yaitu dihakimi menurut dosa dosanya. ya, jawaban yg klise dan ga pede, saya ingin pernyataan yg lebih tegas, : berarti orang yg dalam kondisi "dihakimi" itu pasti binasa ya mas bro? Sudah pasti kalau tidak ditebus oleh Yesus,dan yang ditebus oleh-Nya hanya domaba dombanya saja. Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Jadi sebenarnya pertanyaan anda sudah terjawab,anda saja yang tidak teliti membacanya. mohon dipertegas posisinya..

Diatas sudah saya jawab,apanya yang menurut anda kurang tegas,jangan ngambang lagi komentarnya.

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Kalau manusia mempunyai kehendak sebebas bebasnya anda belum menjawab pertanyaan saya apakah kehendak bebas manusia itu netral yaitu tidak memiliki kecenderungan tertentu apakah memihak Allah ataukah Iblis ? manusia hanya dihadapkan pada pilihan memihak Allah, atau Iblis? dan guide dari pilihan itu sudah ada di Firman2nya.. untuk itulah ada kitabsuci, ada ajaran Tuhan, ada wahyu Tuhan, ada yg disebut kabar gembira, kabar keselamatan. manusia diajarkan supaya memihak Allah.. tinggal manusia percaya atau tidak.

Jadi kalau begitu kehendak bebas manusia sudah memihak dong,kalau tidak Allah ya Iblis.

Kalau begitu dimana letak bebas mutlaknya ?

Kalau bebas mutlak tentu bebas juga dong untuk tidak memilih apapun ?

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Apakah kehendak bebas anda tidak dipengaruhi oleh motivasi hati nurani anda ? kehendak bebas adalah kebebasan saya memilih.. kalau saya ingin A lalu saya dipaksa B, atau saya melakukan B tapi keinginan saya A, saya disebut tidak melakukan dengan kehendak bebas saya.

Kalau paksaan itu datangnya dari hati nurani anda sendiri yang berkonflik dengan pikiran anda dan perasaan anda bagaimana ?

Apakah itu paksaan atau apa namanya ?

Kalau Yunus walau tidak mau ke Niniwe tetapi terpaksa pergi juga sesuai dengan kehendak Allah,apakah ini paksaan menurut anda ?

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Apakah kehendak bebas anda tidak bisa dikuasai oleh si Iblis ? bisa, kalau saya memilih untuk dikuasai iblis.... saya menyerahkan diri saya pada kuasa iblis... kalau saya tidak mau, saya akan menentangnya.. itulah yg disebut pergumulan hidup. dan, sebagai umat Allah kita punya suatu akses doa, kita boleh berlindung, dan kita boleh memohon kapadanya agar membebaskan kita dari yg jahat.

“…dan janganlah masukan kami kedalam pencobaan, tapi bebaskanlah kami dari yang jahat”

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Kalau Tuhan YESUS mengatakan bahwa manusia berdosa sudah menjadi hamba dosa,maka apakah kehendak bebas manusia itu masih bebas namanya ? menjadi hamba dosa yg dimaksud disana adalah manusia yg sudah terjerat dalam kedosaan, manusia yg sudah memasukan dirinya dalam lembah kelam, misal: ketika manusia sudah mencintai uang, jabatan.. sehingga melakukan segala2nya demi hal2 itu, mereka sudah menjadi hamba dari uang itu, seorang kecanduan narkoba, itu juga telah terjerat dalam dosa. kembali lagi disini, apakah manusia mau menjadi hamba dosa atau hamba Tuhan (kebenaran)? itu pilihan... ada yg dinamakan pertobatan jika sesorang telah berbalik arah... kitabsuci juga memberi kita "tips" untuk lepas dari kedosaan itu.. dan harus kita ingat, Tuhan selalu menolong kita untuk lepas dari kedosaan itu, tergantung, apakah kita mau atau tidak...? mau atau tidak adalah pilihan...

Kalau Augustinus mengatakan bahwa manusia yang sudah jatuh didalam dosa hanya bisa berdosa saja (non posse non peccare) apakah kehendak bebas manusia sudah terbelenggu oleh Iblis melalui jerat dosa disini ?

Kej.6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata

Shalom Aleikim

@Onde,

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Apakah kehendak bebas manusia mampu memilih Tuhan dengan benar dari dirinya sendiri ? disebutnya YESUS sebagai juru selamat, membuat manusia bisa memilih Tuhan dengan benar.

Tuhan yang memilih manusia atau manusia yang memilih Tuhan disini ?

Siapakah yang lebih dahulu memilih disini ?

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Apakah kehendak bebas manusia sebelum dan sesudah kejatuhan Adam sama saja kondisinya ? sama freewillnya... beda kondisinya.

Manusia tidak diciptakan berdosa. Allah menciptakan manusia seluruhnya suci dan tidak berdosa. Kondisi kita yang berdosa ini bukan hasil karya kreatif Allah, tetapi merupakan konsekuensi sejarah penyalahgunaan kehendak bebas kita.

setelah dengan freewillnya adam melakukan suatu dosa, maka dia di turunkan kedunia, dan gerbang surga tertutup. (kondisi)

Setelah Adam berdosa apakah dosanya yang berakibat maut itu tidak menjalar kepada semua manusia tanpa terkecuali ?

Apakah kemampuan kebebasan manusia akibat kondisi yang sudah berbeda itu sama sebelum dan sesudah kejatuhan Adam ?

Bisakah manusia yang sudah berdosa itu dengan kemampuannya sendiri memilih Tuhan dengan benar ?

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Saya belum jelas apa maksud anda dengan kemahatahuan Tuhan disini ? Tuhan tau pilihan kita, Tuhan sudah tau mana yg akan menolak, dan mana yg akan menerima bekerjasama denganNya. namun Tuhan tidak memaksa/interfensi pilihan orang tsb. singgle predestinasi bukan double predestinasi.

Jadi apakah Tuhan memilih manusia setelah mengetahui terlebih dahulu bahwa manusia akan memilihnya ?

atau dpl Tuhan memilih berdasarkan kemahatahuannya bahwa manusia itu nanti akan memilih-Nya ?

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Apa kaitannya kemahatahuan Tuhan dengan kehendak bebas Yunus ? sejak semula TUhan telah mengetahui pilihan yunus.

Jadi Tuhan selalu bertindak hanya berdasarkan apa yang Dia tahu akan diperbuat manusia akan datang ?

Dengan kata lain semua tindakan Tuhan ditentukan oleh apa yang akan dilakukan oleh manusia ?

Apakah dengan demikian Tuhan tidak punya inisiatif sama sekali melainkan hanya sebagai pemadam kebakaran saja ?

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Kalau manusia secitra dengan Tuhan apakah berarti kehendak bebas manusia sama kuasanya dengan kehendak bebas Tuhan ? buknkah sudah saya jelaskan diatas? coba simak lagi.. kehendak bebas manusia tidak berkuasa atas segala kondisi. Allah berkuasa atas segala kondisi, Allah tidak terikat kondisi, namun Manusia terikat suatu kondisi. namun demikian manusia berkehendak, bukan robot. saya punya kehendak menjadi presiden, tapi saya belum tentu bisa menjadi presiden, karena ada kondisi2 yg yg tidak saya kuasai sepenuhnya.

Kalau manusia terikat kondisi maka berarti kebebasan manusia hanya terbatas bukan bebas sebebas bebasnya dong ?

Dan kalau kondisi manusia sudah terikat dengan dosa maka kebebasannya tentu sudah dikuasai oleh dosa dong ? (non posse non peccare)

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Kalau kehendak bebas Tuhan bertentangan dengan kehendak bebas manusia apakah yang terjadi ? it's okay.... kehendak bebas Allah untuk kebaikan manusia, untuk keselamatan manusia, kalau manusia tidak mau, manusia binasa. jadi jika kehendak bebas manusia bertentangan dengan kehendak Allah maka Manusia itu rugi, dan Allah bersedih.

Jadi kebebasan manusia berada dibawah kedaulatan Allah dong ?

Jadi kalau Allah menghendaki sesuatu tentu kebebasan manusia tidak bisa menentangnya dong ?

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Saya tidak berteori melainkan hanya menyajikan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci,tetapi anda tetap tidak mau mengupasnya satu demi satu ada begitu banyak ayat saya sajikan! saya inginnya memperjelas konseptualnya dulu, supaya tidak ada kesemrawutan dalam konsepsi kitabsuci, saya hanya yakin bahwa akan banyak kontradiktif yg tak berujung jika kita mulai dari kitabsuci.. tapi kalau anda penasaran, silahkan saja... walaupun saya males..

Tidak ada yang semrawut kalau saya hanya mengutip ayat ayat Kitab Suci mengenai ajaran keselamatan.

Anda tidak bisa membuktikan bahwa saya berteori tentang keselamatan yang bukan berdasarkan Kitab Suci.

Makanya silahkan back to the Bible diskusinya jangan mencari alasan kemana-mana dan tidak fokus.

Diatas saya sudah kutip ayat ayat Kitab Suci mengenai predestinasi,jadi jangan males membahas kebenaran Allah.

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Coba silahkan berikan apa saja kesalahan saya satu persatu didalam menafsirkan ayat ayat suci Alkitab yang pernah saya kutip itu ? silahkan diulang saja brother.. kompi saya lg lelet abis nih...

Baca lagi diatas,silahkan dimulai sbb :

  1. 4 Ayat Kitab Suci yang sudah saya kutip mengenai ajaran predestinasi

  2. Benang merah keselamatan yang sudah saya persembahkan kepada anda yang sibuk mencarinya terus itu.

Silahkan dibahas keduanya

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Kalau seorang pencuri masuk penjara,maka yang menghukum dia apakah hakim atau dirinya sendiri ?

Adakah pengadilan dimana hakimnya adalah dirinya sendiri dan mengadili dirinya sendiri dan menghukum dirinya sendiri dan menjalani hukum dirinya sendiri ???
tentu saja konteksnya tidak demikian, itu terlalu naif dalam menelaah tentu hakim,KUHPnya, pengacara, jaksa, dllnya adalah sebuah sistem, atau bisa kita jadikan analogi bagi ketetapanNya, itulah keadilan Allah.

jadi jika anda merokok anda sakit dengan berbagai sitem yg terlibat (sistem kesehatan), anda membenci, maka anda tidak punya teman, anda mencuri maka anda dipenjara… anda tidak belajar, maka anda tidak lulus. anda tidak belajar maka tidak lulus tentu tidak dengan sendirinya anda tidak meluluskan diri anda, namun ada suatu sistem disana, ada ujian, ada penilaian, dan ada syarat kelulusan… nilai sekian anda tidak lulus. jadi tetep saja bukan anda yg tidak meluluskan diri anda, tapi HAKIKATNYA andalah yg membuat anda tidak lulus. paham ya bro… ?

Manusia yang membuat dirinya gagal karena ulah kehendak bebasnya bukan ?

Tetapi Kitab Suci mengatakan Allah-lah yang menghakimi segala pemberontakan manusia itu.

Kalau tidak ada Hukum tentu tidak akan ada penghakiman bukan ?

Jadi janganlah mengangkat manusia menjadi hakim bagi dirinya sendiri tetapi ada Allah yang akan menghakimi setiap manusia dengan adil.

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Ya,kan sudah terbukti tidak sama . yg mana tuh?

yg ini:
Reply #913
Quote from: Soter on July 31, 2011, 02:45:43 PM
Takdir bukan ajaran Alkitab tetapi agama lain dimana semua nasib manusia apakah selamat atau binasa sudah ditentukan oleh kuasa tertentu,tanpa memperhatikan apa yang sudah diperbuat orang tsb.

perbuatan apa yg diperhatikan oleh ajaran calvinisme? diperhatikan untuk apa? untuk keselamatan? saya jadi bingung apa korelasinya dengan ajaran predestinasi yg sering saya baca.

mohon penjelasannya… dan standing position anda dalam hal ini… saya belum jelas…

Anda ini rupanya seorang yang sangat pendendam dan menyimpan bara api terus dihati anda terhadap Calvin,persis seperti si Lo2rest.

Amarah yang membabi buta seperti ini akan sangat merugikan diri anda sendiri saja bro !

Anda sama sekali tidak respek didalam berdiskusi karena saya berulang ulang mengatakan bahwa predestinasi itu adalah ajaran Alkitab mulai dari Paulus lalu ke Augustinus sampai ke Calvin,tetapi anda tidak pernah membahas Alkitabnya melainkan hanya mendeskreditkan Calvin doang.

Tetapi hati anda yang penuh dengan kedengkian api dendam kesumat yang membara itu hanya mampu melihat bayangan Calvin saja,sedangkan dia sudah ratusan tahun yang lalu mati.

Anda hanya bisa menuduhnya tetapi sama sekali tidak mampu menunjukkan kesalahan ajarannya yang juga berasal dari Augustinus itu.

Sedangkan Augustinus gurunya Calvin anda pura pura tidak kenal,apalagi Paulus yang menelorkan ajaran predestinasi itu.

Makanya jangan kabur terus kalau mau berdiskusi mengenai proses keselamatan berdasarkan Alkitab bro. Hentikanlah alasan yang dibuat buat itu.

Hentikanlah nightmare anda terhadap Calvin itu kalau kemampuan teologi anda saja tidak ada sedikitpun artinya dibandingkan dengan dia bro.

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Anda mengatakan diatas bahwa predestinasi berarti Tuhan menginginkan semua orang selamat ? Kalau begitu apakah definisi anda dengan predestinasi ? predestinasi definisi sederhananya adalah menentukan.. kalau dalam kamus disebut takdir

brother… Tuhan memang telah menentukan siapa yg selamat, namun yg ditentukan Tuhan itu juga harus mau menerima keselamatan itu. (single predestination). jadi yg tidak selamat adalah karena mereka sendiri yg tidak mau meninggalkan kedosaannya.

bukan:
Tuhan menentukan siapa yg selamat, dan juga menentukan siapa yg tidak selamat. (double predestination) yg berarti segala kebaikan dan kejahatan adalah karya Tuhan, kuasa Tuhan.
Kalau begitu keselamatan bukan karena kasih karunia Tuhan dong,karena tanpa kemauan manusia dia tidak bisa selamat ?

Bagaimana manusia yang sudah mati rohani masih mampu memilih Tuhan ?

Bagaimana manusia yang belum lahir baru mampu memilih Tuhan ?

Yohanes 3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Kalau keselamatan berdasarkan kehendak manusia maka bagaimana jawaban anda terhadap ayat berikut ini :

Roma 9:18 Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya.

Kalau keselamatan berdasarkan maunya manusia maka bagaimana anda menjelaskan ayat suci berikut ini dimana tidak ada disinggung kemauan manusia :

Efesus 1:5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya.

Kalaupun manusia punya kehendak untuk selamat bagaimanakah tanggapan anda bahwa itupun bukan datang dari dirinya sendiri :

Filipi 2:13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.

Shalom Aleikim

@Onde,

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Kalau ada yang memilih mau selamat apakah itu berasal dari usaha dan jasanya sendirikah ? Atau hasil freewill nya sendirikah ? Tanpa Tuhan mengadakan keselamatan itu, tidak akan ada keselamatan. ok ya... nah tugas manusia adalah menerima keselamatan dari Tuhan itu. jadi diperlukan kerjasama dari pihak manusia dalam menaggapi karya keselamatan Tuhan bagi manusia.

Boleh nggak tahu anda pakai kalimat “kerjasama” didalam keselamatan itu datangnya dari ajaran Alkitab atau teori anda sendirikah ?

Bisakah sesuatu yang dalam kondisi mati bekerja-sama sebelum dia dihidupkan kembali ?

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Kalau natur manusia menurut anda baik bagaimanakah anda menjelaskan ayat suci berikut ini (bukan teori saya lho !) Roma 3:4,12 Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong, seperti ada tertulis: "Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman-Mu, dan menang, jika Engkau dihakimi. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak maaf saya meralat tulisan saya bro.. maksud saya manusia itu bisa berbuat baik. saya hanya ingin menekankan bahwa manusia punya freewill, freewill itu bisa baik, dan juga bisa buruk.

Apakah masih ada freewill yang baik kalau kondisinya sudah non posse non peccare (not able not to sin) ? sesuai dengan Roma 3:4,12 diatas bro ?

Kalau freewill nya hanya bisa menghasilkan kebohongan dan bukan perbuatan baik,apakah masih ada freewill yang baik itu bagi mereka yang berdosa ?

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Allah “menawarkan” keselamatan itu apakah ada ayat pendukungnya didalam Alkitab bro ? atau hanya ajaran tradisi gereja anda sajakah ? tampaknya anda tidak sabar untuk ayat2 kitabsuci bro..

bagi saya sesungguhnya seluruh esensi dari kitabsuci adalah tawaran keselamatan pada kita.
berikut ini ada cerita yg saya kutip dari Kitabsuci:

Injil Matius 22:1-14 = Perumpamaan tentang perjamuan kawin
(Luk 14:15-24)

(1) Lalu YESUS berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka: (2) Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.(3)Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.(4) Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.(5) Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, (6) dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.(7) Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka. (8) Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.(9) Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.(10) Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.(11) Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.(12) Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.(13) Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.(14) Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

begitulah hal kerajaan Surga / keselamatan menurut Tuhan YESUS.



Tetapi Kitab Suci dengan jelas jelas mengatakan bahwa keselamatan itu :

  1. Dianugerahkan
  2. Diberikan
  3. Berdasarkan kemurahan hati Tuhan
  4. Berdasarkan kasih karunia
  5. Belas-kasihan Allah

Tidak ada satupun ayat Kitab Suci mengatakan bahwa keselamatan itu ditawarkan karena Allah berdaulat penuh didalam menganugerahkan keselamatan :

Efesus 1:11 Aku katakan “di dalam Kristus”, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan – kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya –

Tidak pernah sekalipun diajarkan peranan freewill didalam keselamatan manusia diajarkan didalam Kitab Suci.

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Kalau Alkitab mengatakan (bukan teori saya lho) bahwa keselamatan adalah kasih karunia dan bukan perbuatan manusia,apakah ini tidak bertentangan dengan teori freewill anda bro ?

Roma 11:6 Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.
tentu saja tidak bro… dalam ajaran saya tidak pernah mengatakan perbuatan/ freewill menyelamatkan.

Keselamatan tidak mungkin ada tanpa Tuhan yg menganugrahkannya… kepada kita… namun, diperlukan juga tanggapan dari kita akan keselamatan itu, dengan freewill kita…

semua kitabsuci esensinya juga freewill…
saya kutipkan ayat favorit protestan:

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa YESUS adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. (Roma 10:8-10)

ada jika-maka disana… jika adalah merujuk pada suatu kondisi dari pilihan.
jika pilih ini maka itu… nah anda tinggal pilih ini atau itu? hehehehe… freewill bro…

Mampukah seseorang percaya sebelum dia dilahirkan kembali oleh Roh Kudus bro ?

Apakah manusia yang sudah mati rohani mampu mengaku percaya sebelum memperoleh karunia iman percaya ?

Apakah manusia yang berdosa mempunyai kemampuannya sendiri mencari Allah yang benar sebelum Allah lebih dahulu mencari dia.

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Anda belum menjawab pertanyaan saya malah melenceng ke double predestination lagi. yg mana tuh? apa ada yg kelewat? Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM Kalau Allah memilih semua manusia sesuai kehendaknya menurut anda,mengapa ada yang masih masuk neraka ? tentu saja karena banyak manusia yg tidak mau diselamatkan. (bukan double predestination)

Mengapa manusia tidak mau diselamatkan bro ?

Apakah yang menyebabkan dia tidak mau ? Adakah alasannya ?

Bisakah manusia menjadi mau selamat begitu saja tanpa iman yang mendahului ?

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM

Apakah Allah ternyata gagal didalam rancangan-Nya bro ?

Mengapa ada yang bisa menolak kehendak Allah yang menghendaki semua manusia selamat ?

Apakah kehendak manusia lebih berkuasa dari kehendak Allah ?

Allah adalah Kasih (1 Yoh 4:8) dan kasih yang sempurna tidak pernah memaksa pihak yang dikasihi untuk mengasihinya kembali. Sebab definisi kasih menurut St. Thomas Aquinas adalah menginginkan kebaikan bagi orang yang dikasihi (willing the good of another-whom we love). Jadi kasih ini pada hakekatnya tidak memaksa pihak yang dikasihi untuk mengikuti semua keinginan kita yang mengasihi. Sebab jika demikian, kasih itu menjadi egois/ selfish. Nah, karena hakekat kasih/ kebaikan itu selalu membagi/ memancar (Bonum diffusivum sui), maka Sang Kasih itu dengan sendirinya mempunyai kodrat untuk berbagi kasih; dalam hal ini pertama- tama terjadi dalam kehidupan Pribadi-Nya sendiri (dalam Trinitas) dan kemudian kepada para mahluk ciptaan-Nya.

Nah, jika manusia saja dapat memberikan kasih yang tulus (yang tidak didasari cinta diri sendiri) apalagi Tuhan. Kasih-Nya yang sempurna tidak memaksa pihak yang dikasihi-Nya untuk membalas cinta-Nya. Saat menciptakan malaikat dan manusia menurut gambaran-Nya, dalam artian sebagai mahluk yang berakal budi dan berkehendak bebas, Tuhan sudah mengetahui bahwa akan ada sebagian dari mereka yang akan menerima kasih-Nya, namun ada sebagian lagi yang lain, yang akan menolak kasih-Nya. Namun demikian, Allah tetap memutuskan untuk menciptakan malaikat dan manusia karena hakekat-Nya yang adalah Kasih itu. Maka yang menciptakan dosa (penolakan akan kasih Tuhan) bukanlah Tuhan, namun mahluk ciptaan-Nya itu sendiri.

Kalau anda percaya Allah bekerja berdasarkan kemahatahuan-Nya akan apa yang akan dipilih manusia berarti anda adalah penganut Arminianisme dan Pelagian baik secara sadar ataupun tidak.

Dan ajaran inilah yang dilawan oleh Augustinus didalam apologetikanya.

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM

Kalau Agustinus mengajarkan ajaran yang sesuai dengan Alkitab apakah gereja anda tidak tunduk kepada kewibawaan Alkitab bro ?
Gereja lebih sesuai dengan alkitab broo…
Agustinus saja tunduk pada Gereja, masa saya tidak?
brikut saya kutipkan kata2 St. Agustinus,

"Dalam Gereja Katolik, ada banyak hal lain yang layak membuat saya tetap berada dalam rahimnya. Kesepahaman orang-orang dan bangsa-bangsa membuat saya bertahan dalam Gereja; begitu pula otoritasnya, dikukuhkan oleh mukjizat-mukjizat, disuburkan oleh pengharapan, diperbesar oleh kasih, dan diperkokoh oleh usia. Suksesi para imam membuat saya bertahan, mulai dari tahta Rasul Petrus sendiri, yang kepadanya Tuhan, sesudah kebangkitanNya, memberi tugas untuk menggembalakan domba-dombaNya (Jn 21:15-19), turun sampai para uskup yang ada sekarang.
"Dan begitulah, akhirnya, dengan nama Katolik, yang, bukan tanpa alasan, di tengah-tengah begitu banyak bidaah, telah dipertahankan Gereja; sehingga, sekalipun semua kaum bidaah ingin disebut umat Katolik, namun bilamana ada orang asing yang bertanya di manakah Gereja katolik berhimpun, tidak satupun bidaah yang sanggup menunjuk kapel atau rumahnya sendiri.
"Sebanyak itulah jumlah dan makna ikatan-ikatan mulia yang dimiliki nama Kristiani itu yang menahan seorang beriman agar tetap dalam Gereja Katolik, sebagaimana yang seharusnya ... Dengan kamu, di mana tak ada satu pun hal-hal ini untuk memikat atau menahan saya... Tak seorangpun dapat melepaskan saya dari iman yang mengikat pikiran saya dengan ikatan-ikatan yang begitu banyak dan begitu kuat pada agama Kristiani... Di pihak saya, saya tidak percaya akan injil kecuali digerakkan oleh otoritas Gereja Katolik."
— St. Augustinus (354–430)</blockquote>

Kalau gereja sesuai Kitab Sauci kok ada Kitab Suci yang dikurangi dan ditambah tambah ?

Kalau gereja sesuai Kitab Suci kok Kitab Suci dianggap tidak cukup pada dirinya sendiri ?

Quote from: Soter on Yesterday at 06:50:45 PM

Apakah otoritas Alkitab berada dibawah otoritas gereja anda bro ?
kenapa suka mengadu kitabsuci dengan Gereja? suka banget bilang yg lain pendapat dengan melawan KS… kaya bro aja yg paling negrti KS… hehehehe… ngga kan bro? kita saling menghargai pendapat kita akan KS ya bro…

Kitabsuci bagian dari Gereja. Kitabsuci tidak bertentangan dengan Gereja. Otoritas kitabsuci yg ditapsir oleh bukan Gereja adalah omong kosong, otoritas itu Kitabsuci/wahyu illahi yg di interpretasikan oleh Gereja. masa mikir gitu aja kok susyah si bro…

Shalom Aleikim

Kalau Kitab Suci bagian dari gereja sedangkan Kitab Suci sendiri mengatakan bahwa dialah yang menjadi fondasi gereja apakah anda tidak merendahkan otoritas Kitab Suci bro ?

Shalom Aleikim

Jadi penjahat yang satu sampai detik2 terakhir juga masih sempat yah...:)

Itulah Tuhan kita sista sayang pada semua manusia even terhadap penjahat yang pantas dihukum salib .

Yang perlu kamu renungkan adalah keduanya tau bahwa YESUS tidak berdosa dan Ia adalah Mesias.

liat lagi pengetahuan penjahat yang satunya
Luk 23:39
Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: “Bukankah Engkau adalah KRISTUS? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!”

Keduanya diberi pengetahuan yang sama , keduanya sama2 penjahat yang pantas dihukum mati namun…yang satu merespons secara berbeda dengan yang lain.

Respons inilah yang dikehendaki Tuhan dalam menanggapi kabar baik-Nya.

Respons yang berbeda menghasilkan tanggapan akhir dari Tuhan yang berbeda pula.

Dan respons ini jelas bertentangan dengan pandangan predistinasi only yang tidak membutuhkan respon manusia dalam menanggapi karya Keselamatan Allah.

Kalau anda sudah berpikir tentang adanya respon penjahat bertobat dalam menanggapi karya Allah selamat sista…anda sudah lebih maju selangkah dari kawan2 anda :slight_smile:

Leo,
Cara pandangan kita berbeda lagi dalam menganalisa 2 penjahat di kayu salib :

Semua manusia telah berdosa :
Roma 3
3:10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.

3:11 Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah.

3:12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak.

Dalam keadaan beginilah ke 2 penjahat , dalam natur berdosa, sedang mendapat hukuman atas dosa mereka.
Penjahat yang satu , menghujat Tuhan, karena memang naturnya yang telah berdosa.

Penjahat yang satu lagi, naturnya telah di rubah oleh Tuhan, matanya telah terbuka, mengetahui keadaannya yang berdosa, dan sepantasnya di hukum, hanya orang yang telah dirubah oleh Tuhan, yang mampu melihat keadaan dirinya yang berdosa.

Memang ANUGERAH TUHAN, telah di berikan pada salah satu penjahat, sehingga ia mampu melihat dirinya yang berdosa.

Dari kata2 pengakuan dosanya saja, kita melihat perbedaan ke duanya, penjahat yang tetap dalam naturnya yang berdosa, menghujat.

Sedangkan penjahat yang mendapat ANUGERAH ALLAH, mengakui dosa dosa nya, memohon Tuhan YESUS , untuk mengingatnya.

Sekarang kita melihat respon mereka berdua, yang satu tetap berdosa, yang lain, mengakui dosanya.

Siapa yang mengatakan, manusia tidak merespon , manusia telah di beri free will pada saat penciptaan, tentu manusia pasti merespon.

Predestinasi Agustinus mengajarkan, manusia merespon setelah di rubah oleh Tuhan, karena matanya , pikiran yang terselubung, terbuka, sehingga otomatis responnya adalah mengakui dosanya, dia dapat melihat sekarang betapa berdosanya dirinya.

Agustinus tidak pernah mengajarkan bahwa manusia itu robot, free will manusia tetap merespon pada keadaannya yang telah di rubah oleh Tuhan, untuk melihat dirinya yang berdosa.

Orang2 reform rata2 belajar dari predestinasi Agustinus, jadi kalau kamu mau belajar predestinasi, belajarlah dari Bapa Gereja Agustinus.

Permasalahannya disini Allah hanya memberikan kesempatan untuk sebagian orang saja untuk lahir baru padahal yang sebagian lagi adalh ciptaan-Nya juga.

Dan dari perikop diatas jelas even terhadap penjahat yang pantas disalib pun Allah masih memberikan kasih-Nya.

Dan tidak ada istilah to late baby bagi mereka yang mau bertobat. !

Bukankah Tuhan YESUS sendiri yang mengatakan, Aku datang untuk orang berdosa.

Hanya orang yang telah di rubah oleh Tuhan, yang mampu mengatakan bahwa DIRINYA BERDOSA.

Roma 1-3 mengatakan, manusia tidak merasa diri berdosa, dan tidak membutuhkan Allah.

Dari PL, kita melihat bahwa cara Allah bekerja, memang memilih, bangsa Israel yang di pilih, Yakob yang di pilih, Nabi2 yang di pilih, Raja2 yang di pilih.

Pada saat Paulus di Efesus mengatakan, Allah memilih sebelum dunia di ciptakan, Umat Pilihan bagi diri Nya.

kenapa kita harus heran dan kaget dan tidak dapat menerima ?

Kenapa kamu dapat menerima Paus, padahal di pilih bukan ?

So sekarang Paulus mengatakan , Allah memilih , kita juga harus menerima.

Dari seluruh dunia manusia yang harus dihukum masuk keneraka semuanya, karena dosa.

Kasih Allah mengirim Anak Nya, untuk mendamaikan diri Nya dengan manusia yang di kasihi Nya, yang di pilih Nya didalam kekekalan.

Allah yang lebih dahulu mengasihi kita, Allah yang memilih kita, bukan kita yang lebih dahulu mengasihi Allah dan bukan kita yang memilih Allah.

Jika manusia mau merespon Allah even dalam detik2 nya yang terakhir maka Allah berkenan menyelamatkan dia.Dan semoga dimengerti pula tuisan orang reform disini sama sekali tidak memperhitungkan respon manusia dan selalu mendengang-dengungkan Rencana kekekalan Allah bagi sebagian manusia saja .

Even manusia mau merespon ? Roma 1 - 3 sudah jelas mengatakan, tidak ada manusia pun yang mau merespon Allah, tidak ada satupun yang mencari Allah.

Untuk itulah Allah mengirim Anak NYa, untuk menjadi pendamaian, dengan darah Nya yang kudus dan mahal, memampukan manusia, dengan merubah dan lahir kembali menjadi CIPTAAN BARU

Dengan keadaan menjadi ciptaan barulah , manusia baru dapat merespon Allah.

Manusia berdosa tidak mampu merespon Allah, karena keadaan natus yang rusak, kehilangan kemuliaan Tuhan, terpisah dari Allah, buta, tuli dan pikiran terselubung.

Sisanya ...bagi mereka ...[b]Allah meninggalkan mereka dalam ketidakmampuannya. [/b] [b]Inilah konsep Allah yang sungguh absurd...karena sangat2 tidak adil. [/b] konsep ini tidak memberikan kesempatan yang sama bagi setiap orang.

Kalau kamu telah mengerti keadaan manusia di Roma 1- 3, sekarang kamu harus mengerti sifat2 Allah yang tidak dapat bertentangan.

Karena KASIH ALLAH, dari semua manusia yang harus mendapat hukuman, kalau memilih Umat Nya, yang di kasihi Nya, di beri ANUGERAH.

Karena KEADILAN ALLAH sisa manusia yang tidak mendapat kasih Allah, mereka mendapat KEADILAN ALLAH yang harus menghukum dosa, karena ALLAH KUDUS.

[b]DIMANAKAH LETAKNYA KETIDAK ADILAN ALLAH ?

BUKANKAH KEADILAN ALLAH TELAH DI BERIKAN KEPADA SISA MANUSIA ?[/b]

Janganlah kita menghakimi Allah, rancangan Allah, Allah tidak mempunyai hutang pada manusia, Allah tidak mempunyai kewajiban memberikan semua manusia Anugerah yang sama.

Roma 9
9:18 Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya
dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya.

Allah menegarkan hati , itu yang kalian langsung mengatakan Allah Kejam, marilah kita melihat apa yang di katakan ALKITAB.

Yudas
1:6 Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar,

Semua manusia telah berdosa Roma 1-3 , kalau Allah tidak menahan kejahatan manusia dan menahan setan2 dalam batas kekuasaan, tentu manusia sudah lebih jahat dari Sodom dan gomora.

Bersyukurlah Tuhan tetap mengontrol segala sesuatu.

[b]Dalam keadaan manusia yang berdosa, pada saat Tuhan mengangkat tangan Nya dari manusia berdosa, atau istilah menegarkan, manusia yang naturnya berdosa, akan dengan lebih bebas melakukan dosa.

Itulah , istilah " menegarkan atau mengeraskan " yang di maksudkan Alkitab, bahwa Allah mengangkat tangan pemeliharaan Nya atas manusia berdosa.

Yang selama ini manusia berdosa hanya terbatas berbuat dosanya, pada saat Allah berpaling dari dia, maka manusia itu akan lebih bebas melakukan dosa.[/b]

Manusia itu binasa karena perbuatannya sendiri., sama seperti Raja Firaun yang Tuhan melepaskan tangannya, dia binasa karena dosanya.

Dan karena itu tidak akan pernah bisa menjelaskan kenapa : 1. YESUS masih juga merindukan Yerusalem untuk bertobat jika Dia tidak memilih mereka untuk selamat. Apakah YESUS lupa bahwa mereka bukan orang2 yang tidak masuk dalam rencana keselamatan Allah
  1. YESUS memerintahkan penginjilan bagi semua orang.
    Apakah YESUS lupa keselamatan hanya bagi orang2 yang telah ditetapkan-Nya sejak kekekalan.
    Buat apa diinjili orang2 yang tidak termasuk dalam ketetapan-Nya tersebut karena toh sia2 belaka.

  • Tuhan YESUS disini menunjukkan , sifat kemanusiaannya , yang merindukan semua manusia selamat.
    tetapi apakah Tuhan YESUS, begitu terbatasnya, sehingga tidak mengetahui rancangan Allah Bapa ??

  • Tuhan YESUS mengetahuinya, Tuhan sendiri mengatakan, Aku tahu siapa yang Ku pilih.

    2. Penginjilan adalah perintah Tuhan YESUS , bukan Tuhan tidak tahu siapa yang dipilih, tetapi kita manusia yang tidak mengetahui SIAPA SIAPA YANG DI PILIH.

    Panggilan efektif dari Allah, adalah mereka yang telah menerima Anugerah Allah, melalui lahir kembali dari air dan Roh, yaitu Firman dan ROH KUDUS.

    ROH KUDUS yang melahir barukan, dan Firman Tuhan yang menyatakan panggilan efektif Allah melalui pertobatan.

    Makanya kita harus giat menginjili, karena kita tidak tahu siapa siapa yang telah menerima anugerah Allah.

    Firman Tuhan harus tiba pada orang2 pilihan Allah, karena itu adalah panggilan efektif Allah.

    Nah betul…! Dengan Nalar juga kamu harusnya bisa jawab lelucon anda…!


    Silakan Kamu JAWAB…!

    Nalar yang sudah terpolusi…? Ajaran mana lagi ini…??

    eniwei, Jika anda meng-amini Yesus = Manusia 100% maka Nalar kamu ini SALAH TOTAL…!!!

    kecuali kalo kamu mengatakan Yesus PUN juga sudah terpolusi, saya nga bisa ngomong lagi deh…!!! ;D :smiley:

    hanya memulung Ayat2 kitab suci sudah berani mengatasnamakan kitab suci…! :mad0218:

    Ketentuan FK “DISKUSI DI FK HARUS MENGUNAKAN AYAT2 KITAB SUCI” seandainya HANYA kamu, Rita, salutis, Petra9 dan teman2mu itu SAJA yang mengunakan kitab suci tentu kami semua (kecuali kamu dan teman2 kamu) sudah di banned…!

    Nalar nga…?

    kamu itu selalu berputar2, dan sudah berkali2 diajarkan Katolik tidak menolak Ajaran bahwa “KESELAMATAN ===> ANUGRAH”…!

    Tetapi Manusia Harus merespon Anugrah tsb…! Karena Manusia BUKAN ROBOT.! [kita bahas di trit freewill soter] :afro:

    Allah menghendaki SEMUA ORANG merespon Anugrah tsb…!

    Liat…!!

    :slight_smile:

    Pekerjaan penginjilan luar biasa terjadi di suku Sawi di Papua.

    Pada tahun 1962-an suku Sawi di Papua masih jahat, suka berperang, saling membunuh, dan dikabarkan masih kanibal.

    dua orang suami istri-misionaris dari Kanada pergi menetap di antara anak-anak suku Sawi. Mereka membangun rumah mereka di sebuah dataran yang memisahkan 2 kelompok anak suku Sawi, dimana kedua kelompok suku itu saling berperang sejak dahulu sampai saat kedua misinaris suami istri itu tingal bersama mereka.

    kedua orang tersebut menjalankan hidup dengan tatacara masyarakat setempat yaitu membangun gaya rumah sesuai gaya tradisional mereka, berpakaian sesuai dengan gaya mereka dan makan dari makanan mereka tujuannya adalah untuk mengambil hati orang2 suku tersebut untuk diberitakan Injil Tuhan Yesus. Mereka juga belajar bahasa setempat.

    Orang2 suku sawi dari kedua anak suku sangat tertarik dengan kedua suami istri itu, dan mereka membangun rumah mereka di daerah sekeliling dataran tempat misionaris itu tinggal, sati di seberang sini, satu lagi diseberang sana.

    Sudah 5 tahun kedua orang itu menetap disitu, tetapi mereka hampir putus asa, karena selama waktu tersebut sudah terjadi 14 kali perang Saudara terjadi di sekitar rumah mereka. Meski kedua suku tersebut saling bermusuhan dan saling membunuh dan kadang2 kanibal, tetapi kedua suku itu sangat menghormati kedua suami-istri itu dan mereka tidak pernah mengganggunya. perang hanya terjadi diantara mereka sendiri.

    dan kesedihan besar lainnya adalah, bahwa mereka berdua tidak memiliki cara masuk, bagaimana caranya untuk menceritakan Tuhan Yesus kepada orang suku Sawi itu. Mereka tidak mau mendengarnya, mereka kepala batu, keras kepala.

    sampai pada tahun keenam, kedua suami istri itu tidak tahan dengan peperangan yang berlangsung suatu malam menyampaikan pesan kepada kedua pimpinan dan tua-tua kedua suku, bahwa mereka akan segera pulang ke negeri asalnya di Kanada, dan meningalkan suku tersebut dalam keasyikan peperangan mereka.

    tanpa disangka, malam itu masing-masing suku mengirimkan wakilnya datang ke rumah kediaman kedua misionaris dan memohon dengan sangat, bahwa mereka akan bersedia untuk tidak berperang, dengan syarat dan permintaan agar kedua orang kulit putih itu tetap tinggal di tengah-tengah wilayah mereka. tetapi kedua misionaris itu tidak menyampaikan kata setuju, karena mereka secara jujur tidak mempercayai lagi kata-kata damai dari kedua anak suku tersebut.

    Pagi-pagi benar keesokan harinya, kedua suami istri itu sudah bersiap-siap, dengan barang-barang mereka, untuk meninggalkan wilayah itu, meninggalkan rumah mereka, meninggalkan suku Sawi, tanpa keberhasilan sedikitpun untuk memberitakan Injil Tuhan Yesus.

    Namun dengan sangat kaget, kedua orang itu melihat bahwa di seberang sini anak suku yang satu sudah mengatur barisan besar orang2 laki-laki berbaris diam di depan rumah mereka, bergerombol seperti siap-siap melakukan sesuatu. tetapi mereka tidak bersenjata, mereka kelihatan sangat siap untuk suatu yang penting, tetapi jelas itu bukan perang.

    anak suku yang lainnya melakukan hal yang sama, semua pria dewasa mereka berdiri siap, tak berkata, di depan rumah mereka semua berbaris, mengatur pasukan. suap untuk suatu yang penting, tetapi mereka juga tidak memegang senjata. jelas bersiaga untuk suatu yang sangat penting tetapi itu jelas bukan perang.

    kedua suami istri itu menjadi waspada dan bersiap-siap masuk ke rumah. tetapi mereka menunggu perkemba ngan apa yang terjadi.

    tiba-tiba seorang pria pimpinan pasukan salah satu anak suku itu berteriak keras, dan berlari cepat masuk ke dalam rumahnya, dan masih berteriak, ia sudah memegang seorang anak bayi laki-laki dan mengangkat anak itu tinggi-tinggi sambil berteriak. semua anggota pasukannya diam. ternyata anak bayi itu adalah anak laki-laki sulungnya, anaknya satu-satunya.

    sambil berlari, mengangkat anaknya tinggi-tinggi, orang itu berlari ke arah pasukan lawannya, anak suku seberang, dan mengucapkan kata-kata dengan berteriak. pasukan di seberang juga hanya diam. maka sampailah pria itu ke hadapan pasukan lawannya, dan ia mengangkat anaknya, di hadapan pemimpin anak suku lawannya, dan berkata dengan suara lantang,

    “ini, terimalah anak laki-lakiku satu-satunya sebagai anakmu. ini akan menjadi ANAK PERDAMAIAN, jadikan ia anak bagimu dan bagi sukumu, dengan memelihara anak ini tetap hidup, maka kami, suku kami akan mengikat perdamaian dengan sukumu. tetapi jika anak ini meninggal, maka perdamaian dari suku kami kepada suku kamu akan rusak. jadi jagalah peliharalah agar anak ini tetap hidup. kami tidak akan berperang dengan suku kamu”.

    lalu pria itu menyerahkan anaknya kepada pimpinan suku lawannya.

    dan segera setelah pidato lawannya itu selesai, pria itu setelah menerima anak kecil itu, menyerahkannya kepada orang lain disitu, ia pun lari ke dalam rumahnya sendiri, dan keluar dengan cara yang sama, ia membawa seorang anak bayi laki-laki.

    dan ritual yang sama, dilakukannya kepada pimpinan suku yang baru saja datang menyerahkan anaknya kepadanya, dan ia menyerahkan balik anaknya sendiri kepada pimpinan suku yang datang itu.

    telah terjadi pertukaran anak bayi laki-laki.

    kedua maisionaris suami istri itu hanya mengamati situasi itu, dan kemudian hari mereka mengetahui bahwa kedua anak yang dipertukarkan itu merupakan TANDA PERDAMAIAN, kedua anak laki-laki itu akan dijaga tetap hidup, dan selama kedua anak itu hidup, kedua suku tidak boleh berperang atau saling memusuhi, tidak boleh membunuh orang dari suku yang lain.

    kedua misionaris itu secara tiba-tiba melihat INSPIRASI yang luar biasa dari peristiwa itu. INILAH MOMENT YANG SANGAT TEPAT, YANG DIIJINKAN TUHAN TERJADI DIMANA INJIL KABAR BAIK TUHAN YESUS DIBERITAKAN SEGERA.

    Di dalam situasi perdamaian yang baru saja tercipta, kedua misionaris itu berkunjung kepada pimpinan-pimpinan suku dari kedua anak suku Sawi tersebut. mereka berdua berbicara kepada para tua-tua tentang SEORANG ANAK PENDAMAIAN BERNAMA YESUS KRISTUS, merupakan ANAK PENDAMAIAN YANG LUAR BIASA, yang merupakan PENDAMAIAN antara manusia dan TUHAN PENGUASA SEMESTA ALAM, diamanA sepanjang Anak yang bernaka YESUS KRISTUS ITU HIDUP, maka ALLAH akan berdamai dengan MANUSIA.

    Berita yang disampaikan oleh kedua misionaris itu sangat diterima dengan baik oleh kedua belah pihak dari suku Sawi itu.

    dan begitulah kisahnya, kedua misionaris suami istri itu telah memiliki jalan masuk leluasa memberitakan Injil Tuhan Yesus mulai dari pimpinan dan tua-tua kedua suku, dan terus kepada seluruh anggota suku-suku itu.

    Demikianlah awalnya sehingga suku Sawi di Papua ditaklukan bagi Tuhan Yesus, dengan suatu cara yang benar-benar ajaib.

    Sekarang ini suku Sawi telah menjadi Kristen yang taat, mereka tidak lagi berperang saudara di antara mereka, dan tidak lagi kanibal, karena ANAK PENDAMAIAN YANG SEJATI TETAP HIDUP SELAMANYA DI SORGA MULIA, DAN ALLAH BERDAMAI DENGAN MANUSIA SELAMANYA, karena ANAK PENDAMAIAN ITU TETAP HIDUP SAMPAI KEKAL :slight_smile:


    Kisah nyata ini menceritakan bagaimana KEHENDAK ALLAH YANG KEKAL UNTUK MENYELAMATKAN MANUSIA SUKU TERPENCIL dengan cara yang sangat ajaib, melalui utusanNya, dua manusia yang hampir putus asa.

    Terpujilah Tuhan Allah Bapa, Putra, Roh Kudus sampai kekal selama-lamanya. :slight_smile:

    salam - Petra9

    Lah yah kenapa dibedakan dan hanya dipilih yang satu…dari mana Allah yang seperti itu pilih2 seperti itu sista…

    Anda bilang Allah datang untuk orang berdosa tetapi kenapa hanya datang pada penjahat yang satu bukan yang satunya lagi…sama2 berdosa dan sama2 penjahat toh…

    Again lagi dan lagi kenapa Allah yang datang untuk manusia berdosa hanya memilih2 saja…sebagian dan yang lain tidak.

    Semua tulisan yang diilhamkan oleh Allah berguna untuk kita belajar.

    begitu juga respons yang dilakukan penjahat yang bertobat.
    Respons itu ditulis dalam kitab suci agar kita belajar dari respons tersebut menjadi manusia2 yang rendah hati dan mau bertobat dari dosa.

    Respons yang lain juga ditulis sebagai pelajaran kita jangan hanya tegar tengkuk dihadapan Allah. Akuilah dosamu, mintalah pengharapan kasihnya …yang selalu rindu untuk menyelamatkan orang berdosa siapapun dia.

    Allah kita adalah Allah yang sanggup meninggalkan 99 dombanya yang merasa aman dan mencari kesana ke-mari untuk yang satu domba yang tersesat.

    Allah tidak meninggalkan manusia berdosa even itu hanya 1 orang saja.

    Jadi di bagian mana yang mengajarkan Allah memilih sebagian saja.

    letak ketidak adilannya karena Allah hanya memberikan anugrah-Nya kepada sebagian manusia saja.

    Kalau bapak mempunyai 2 orang anak adakah keduanya disayang atau ia hanya memberi makan kepada salah satu anak saja…

    Allah kita bagaikan bapak yang menerima kembali anak yang telah pergi meninggalkannya…
    Ingat perumpamaan anak yang hilang.

    Justru sebaliknya kita harus giat2 menginjili karena Allah berkenan dan merindukan mereka untuk pulang ke rumah-Nya dan Ia akan memberikan cincin terbaik dan mengadakan pesta perjamuan untuk setiap anaknya yang pulang…even yang pulang adalah anak durhaka.

    salam :slight_smile:

    Still watchinnggg hehe … ;D

    SDG

    jawabnya hanya satu : DOKTRIN predestinasi only SALAH KAPRAH.

    Di Eropa, banyak yang sudah bertobat.

    kalau disini ???

    Bro Petra, cerita yang sangat bagus dan membangkitkan semangat menginjil, tq. :cheesy:

    Leo, kalau kamu tidak mau mengerti cara Tuhan bekerja dengan selalu, MEMILIH ,sampai kapanpun kamu tidak akan mengenal Tuhan dengan baik.

    Pengenalan pada Tuhan harus lengkap dengan sifat2 Tuhan, BERDAULAT, KUDUS, ADIL, MAHAKUASA, KASIH, MAHA ADA, MAHA TAHU, DLL.

    Kalau tidak kita akan sulit mengerti Firman Tuhan secara ke seluruhan, memang pencerahan mengenal Tuhan adalah KARUNIA JUGA.

    Kalau kamu tetap menolak cara Tuhan bekerja, dengan MEMILIH silakan bro.

    Saya sudah baca diskusi kamu dengan Soter, tulisannya lebih dari cukup menjelaskannya.

    Kalau kamu , limited, onde2 masih belum dapat menerima, ya tidak ada gunannya di teruskan diskusinya.

    Terima kasih.

    Leo, good, kamu masih menggunakan nalar secara tepat.

    Tuhan tidak sesadis spt yg dipromosikan para penggemar predestinasi only

    Tuhan tidak pilih kasih. Menyelamatkan yang satu, dan dengan sengaja membuang milyaran manusia lainnya ke neraka. Doktrin ini tidak alkitabiah, melainkan ciptaan seorang manusia yg bernama calvin

    bahkan para pengikut calvin di benua eropa telah banyak yang bertobat, dan meninggalkan pengajaran manusia ini.

    waspadalah.

    sambil semua bro-2 and sista2 saya berdiskusi, silahkan dilanjutkan, saya akan menyanyikan lagi Kris Kristofferson “Why Me Lord”. Ini lagu yg sangat menyentuh, suara seorang manusia yang hatinya disentuh dengan sangat lembut oleh Allah Putra, sehingga ia menyerah kepada Yesus. Jika bro/sista mendengar suara penulisnya sendiri (Kris, penulis “Help Me Mak It Through the night” dan juga bintang tamu dalam 2 dari 4 sekuel film Blade, manusia pembasmi vampir :slight_smile: ), ia menyanyikan lagu ini dengan penuh perasaan, mengalir jauh dari dalam hatinya. Very touching.

    G C
    Why me Lord? What have I ever done?
    G
    To deserve even one
    D
    Of the pleasures I’ve known
    G C
    Tell me Lord.What did I ever do
    G
    That was worth loving you
    D G
    Or the kindness you’ve shown

    Chorus:
    C G
    Lord help me Jesus, I’ve wasted it so
    D G
    help me Jesus, I know what i am
    C G
    Now that I know,that I needed you so
    D G
    help me Jesus, my soul’s in your hands

    G C
    Try me Lord.If you think there’s a way
    G
    I can’t try to repay
    D G
    All i’ve taken from you
    G C
    Maybe Lord.I can show someone else
    G
    What I’ve been through myself
    D G
    On my way back to you

    Repeat Chorus Twice

    Last Line
    D G
    and Jesus,my soul’s in your hands.

    salam - Petra9

    doktrin predestinasi only

    Ketika Tuhan dgn sengaja membuang milyaran manusia ke neraka,

    pertanyaanya adalah :

    Jika Tuhan adalah Tuhan yang maha kasih, lalu DIMANAKAH KASIH TUHAN, KETIKA TUHAN DENGAN SENGAJA MEMBUANG MILYARAN MANUSIA KE NERAKA ?

    semoga hatinya terketuk dan bertobat.

    yang kamu pikirkan, bukan apa yang alkitab katakan, tetapi kamu hanya mengikuti semua perkataan calvin.

    mengerti ???

    kayaknya tidak sih.

    Seorang pendeta pernah berkhotbah tentang hal ini:

    Kesalahan manusia dan godaan si jahat dimulai dengan memberikan ayat Kitab Suci, tetapi MEMELINTIR, MENGKORUP SEDIKIT, HALUS DAN TAK KENTARA, coba perhatikan dialog di bawah ini :

    Kejadian
    2:16. Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
    2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

    Kejadian
    3:1. Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”
    3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
    3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”
    3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati,
    3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”


    Pertama : PEMELINTIRAN PERINTAH ALLAH

    Perhatikan bagian firman yang berwarna merah :

    Tuhan berkata : “semua pohon boleh kau makan buahnya, tetapi …”

    Iblis berkata : “semua pohon … jangan kaumakan …”

    disini sudah ada usaha menkorup Firman Allah …

    Kedua : PEMELINTIRAN “SEDIKIT” DARI FAKTA DETAIL DARI PERINTAH ALLAH

    Perhatikan bagian firman yang berwarna biru :

    Tuhan : “PADA HARI … PASTILAH ENGKAU MATI”

    Hawa : “NANTI KAMU MATI” -----> Manusia Hawa telah menggesar WAKTU EFEKTIF HUKUMAN dari PASTI → NANTI

    Iblis : “SEKALI-KALI … TIDAK AKAN MATI” ----> Iblis menggeser lebih parah lagi: TIDAK AKAN MATI ----> sangat kontradiksi dengan Titah Allah = PASTILAH MATI


    TUHAN ALLAH sudah bertitah PASTILAH MATI …

    jika ada siapapun menggeser arti dari Titah Allah “PASTILAH MATI” tersebut, maka hanya ada 2 oknum yang melakukannya, yaitu EITHER MANUSIA OR IBLIS

    salam - Petra9

    @soter

    tampaknya diskusi dengan bro ini semakin tidak jelas…

    saya ajak anda menelusuri jalan ke selatan, namun anda tetap tetap tidak bergeming dengan terus berjalan ke utara. anda sudah fix dan asik dengan teori anda (teori anda yg sangat alkitabiyah itu, menurut anda) :), tanpa membuka peluang, dan mau melirik sedikitpun sebuah opsi lain sebagai bahan pembanding dan penguji. jadi saya memutuskan untuk break dulu berdiskusi dengan anda…

    namun begitu saya coba menjawab penasaran anda akan ayat2 yg anda sodorkan,
    [i]
    Roma 8:29 For whom he did foreknow, he also did predestinate to be conformed to the image of his Son, that he might be the firstborn among many brethren.

    Roma 8:30 Moreover whom he did predestinate, them he also called: and whom he called, them he also justified: and whom he justified, them he also glorified.

    Efesus 1:5 Having predestinated us unto the adoption of children by JESUS CHRIST to himself, according to the good pleasure of his will,

    Efesus 1:11 In whom also we have obtained an inheritance, being predestinated according to the purpose of him who worketh all things after the counsel of his own will:. [/i]

    bro soter, FYI Gereja katolik itu menerima, dan mengajarkan Predestinasi.

    Gereja Katholik, lewat St. Augustine (seperti Grace and Free Will, 1,1:sermon 169,11,13), menerima predestinasi sebagai pemilihan orang yang akan masuk ke surga, namun juga mengakui kehendak bebas manusia, sehingga membuat posisi gereja berbeda dari penganut Calvin.

    Kitabsuci memang mengatakan predestinasi, namun juga esensi dari seluruh kitabsuci adalah kehendak bebas… salah satunya prikop yg saya kutip diatas:

    Injil Matius 22:1-14 = Perumpamaan tentang perjamuan kawin
    (Luk 14:15-24)

    i Lalu YESUS berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka: (2) [b]Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya./bIa menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.(4) Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.(5) Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, (6) dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.(7) Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka. (8) Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.(9) Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.(10) Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.(11) Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.(12) Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.(13) Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.(14) Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."
    [/i]

    nah, sekarang apa yg dimaksud predestinasi itu? bagaimana beda predestinasi ala katolik dan calvinisme itu?
    bagi katolik:

    1. Predestinasi bukan Predeterminasi :

    “Predestinasi tidak lebih dari pengetahuan dan kepastian (sebelum sesuatu terjadi) bahwa pemberian rahmat karunia akan dapat memastikan keselamatan dari semua yang diselamatkan.” (St. Augustine, Persever 14:35) Predestinasi adalah kepastian Tuhan akan kebahagiaan kaum terpilih. Pengetahuan Tuhan yang tidak mungkin salah (termasuk predestinasi) yg melibatkan kehendak bebas manusia. Pengetahuan Tuhan tidak bisa memaksa manusia dengan menginterfensi kehendak babs manusia, namun kemaha Tahuan Tuhan tidak dapat salah dalam hal ini. Tuhan mengetahui semua aktifitas bebas manusia dengan tepat, bahwa orang tersebut akan bersedia melaksanakannya atau menolaknya, predestinasi bukanlah predeterminasi dari keinginan manusia.

    2. Pemilihan adalah konsekuensi dari pengetahuan Tuhan :

    Secara definisi, kaum TERPILIH adalah mereka yang telah dilihat Tuhan secara tidak dapat salah akan diselamatkan (Roma 8:28-30). Dengan definisi ini, adalah tidak mungkin bagi orang yang terpilih untuk terlepas, tepatnya karena Tuhan mengetahui sejak semulal siapa saja yang tidak akan lepas. Tetapi karena pemilihan tergantung pada pengetahuan Tuhan yang tidak dapat salah, kita tidak punya cara untuk mengetahui apakah kita masuk dalam kategori yang terpilih – Tuhan mengetahui dengan pasti orang yang dipilihNya, tapi kita tidak. Kaum terpilih dipredestinasi dalam pengertian bahwa Tuhan mengenal mereka, dan berkenan kepada mereka dengan memberikan rahmat, sehingga mereka diselamatkan.

    3. Kehendak bebas bisa menghalangi dan menolak rahmat Allah :

    “Dan kamu orang orang yang bertegar-tengkuk (keras kepala)… kamu selalu menolak ROH KUDUS” (Kis 7:51). Malaikat-malaikat mempunyai rahmat dan intelektual yang lengkap dan sempurna, dan meskipun demikian mereka tetap bisa jatuh kedalam dosa. Seberapa dekat orang Kristen yang lahir-baru, yang memiliki rahmat tapi juga mengandung nature yang bernoda dan intelektual yang gelap, untuk dapat berdosa. Paulus menyebutkan dosa-dosa yang dapat menjauhkan seorang manusia dari Kerajaan Tuhan: perzinahan, percabulan, homoseksual, mencuri, keserakahan, dan lain-lain (1 Kor 6:9-10).

    Ketika YESUS diberi pertanyaan yang jelas tentang apa yang harus dilakukan seseorang untuk memperoleh kehidupan kekal, Ia menjawab, “taatilah perintah-perintah Allah,” dan kemudian menyebutkan perintah-perintah moral dalam perikop tersebut (Mat 19:16-21). Kitab wahyu menggambarkan tempat mereka adalah lautan belerang yang bernyala, kematian kedua: “tetapi bagi orang-orang pengecut, pengkhianat, pembunuh, pezinah” dan seterusnya (Wahyu 21:8). Apakah orang Kristen yang sudah lahir-baru bisa melakukan dosa-dosa ini ? Dan jika mereka mati dalam dosa-dosa ini, bagaimana mungkin mereka mewarisi surga? Jikalau Adam dan Hawa dapat jatuh dari keadaan berahmat, pastilah kita dapat jatuh pula. Pastilah kita bisa mengeraskan hati-hati kita dan menolak ROH KUDUS.

    4. Kita tidak boleh mencampur-adukkan Pemilihan dan “Lahir Baru”:

    Pandangan tentang mereka yang telah “lahir-baru” (dalam ajaran Katholik dan pengertian selama sejarah Kristen adalah mereka yang telah dilahirkan kembali “oleh Air dan Roh” dalam Sakramen Baptis – Yoh 3:3,5; Kis 2:38) tidak berarti bahwa mereka pasti akan bertahan dan memperoleh hidup kekal. Orang Kristen yang lahir-baru dapat jatuh. Jikalau tidak demikian kehendak bebas dan dosa (yang mematikan) hanyalah khayalan dalam kehidupan sekarang yang penuh pencobaan dan ziarah. Jika demikian semua kata-kata dalam Alkitab untuk tetap teguh sampai pada akhirnya agar bisa selamat (cf Mat 10:22; 24:13; Fil 2:12-13) akan menjadi tidak masuk akal.

    PERBANDINGAN KONTRAS ANTARA CALVINISME DAN KATHOLIKISME

    Calvin : Ke-maha-kuasa-an Allah menentukan kehendak (manusia).

    Catholic : Ke-maha-kuasa-an Allah mengikut-sertakan kehendak bebas (manusia).

    Calvin : Predestinasi adalah predeterminasi.

    Catholic : Predestinasi adalah ramalan (mengetahui sebelum terjadi) yang tidak dapat salah.

    Calvin : Allah menghendaki hanya yang dipilih yang akan selamat.

    Catholic : Allah menghendaki keselamatan semua orang.

    Calvin : Allah memberikan rahmat hanya kepada orang yang dipilih.

    Catholic : Allah memberikan rahmat kepada semua orang, namun tidak semua orang mau menerima dan menanggapinya.

    Calvin : KRISTUS mati hanya bagi orang-orang yang dipilih.

    Catholic : KRISTUS mati bagi semua orang.

    Calvin : Allah telah menentukan sebelumnya bahwa beberapa orang akan masuk ke neraka.

    Catholic : Manusia memperoleh nilai kenerakaan karena kejahatan mereka sendiri.

    Calvin : Mereka yang dipilih adalah mereka semua yang telah lahir-baru.

    Catholic : Mereka yang dipilih adalah mereka yang bertahan teguh sampai pada akhirnya.

    Calvin : Rahmat menguasai / menentukan kehendak bebas manusia.

    Catholic : Rahmat membantu menyempurnakan kehendak bebas yang menanggapi rahmat tersebut.

    Calvin : Mereka yang menerima rahmat (lahir-baru) tidak mungkin murtad.

    Catholic : Mereka yang menerima rahmat dapat dengan bebas berbuat dosa dan kehilangan rahmat.

    Calvin : Mereka yang dipilih akan berhasil berteguh sampai akhir.

    Catholic : Mereka yang dipilih adalah mereka yang mampu berteguh sampai akhir.

    Calvin : Mereka yang dipilih dijamin akan diselamatkan.

    Catholic : Ya, tapi hanya Allah yang mengetahui siapa saja mereka.

    Calvin : Predestinasi menghapuskan nilai baik dan buruk manusia.

    Catholic : Predestinasi mengikut sertakan didalamnya nilai baik dan buruk manusia.

    PERLU ANDA TAU:
    Kesesatan Pelagianisme adalah karena mereka percaya bahwa manusia sendirian (tanpa rahmat Allah) bertanggung jawab terhadap keselamatannya sendiri. Calvinisme mulai dengan basis yang berlawanan dengan itu, bahwa Tuhan sendirilah yang bertanggung jawab terhadap keselamatan manusia.

    @ soter i :slight_smile:

    Coba pertimbangkan apa artinya ini dan apakah ini alkitabiah :

    1. Tidak ada kehendak yang betul betul bebas (ditolak dengan pengalaman, dan dengan ajaran untuk meminta maaf, menata ulang, mematuhi perintah Allah, melakukan perbuatan amal, dan berteguh sampai akhir).

    2. Dengan demikian tidak ada karunia dan kehilangan karunia (ditolak oleh seluruh Alkiab yang menjadi saksi adanya karunia dan penghukuman dari Allah menimpa semua orang tergantung pada perbuatan-perbuatan mereka, e.g. Mat 16;27; Rom 2:5-10; 2 Kor 5;10; Wah 22:11-12; etc).

    3. Allah menghendaki keselamatan hanya bagi mereka yang dipilih (Ditolak dengan 1 Tim 2:4; 2 Petrus 3:9; Mat 23;37; Ezek 18:23-32; 33:11; etc).

    4. Kristus wafat hanya untuk mereka yang dipilih. (Ditolak dengan yoh 3:16-17; 4:42; 1 Yoh 2:2; 4:9-14; Roma 5;6,18; 2 Kor 5;14-15; 1 Tim 2:6; 4:10; etc).

    5. Allah memeberikan rahmat hanya bagi mereka yang dipilih. (Ditolak dengan Titus 2:11; Yoh 1:9,16; Rom 2:4; etc).

    6. Tuhan sejak awal mula langsung menentukan kaum yang dipilih untuk diselamatkan, termasuk perbuatan-perbuatan baik mereka. (Ini mengesampingkan unsur kebebasan manusia untuk menanggapi rahmat Tuhan)

    7. Allah sejak awal mula langsung menentukan kaum yang akan dimusnahkan, termasuk dosa-dosa mereka. (Ditolak dengan Yak 1:13-14; Sirakh 15;11-20; 1 Kor 10:13 dan mengesampingkan penolakan murni yang berasal dari kehendak manusia).

    8. Kaum yang dipilih akan diselamatkan tanpa memperdulikan usaha dan perbuatan mereka sendiri. (Ini menolak upah surgawi).

    9. Kaum yang tidak dipilih akan dimusnahkan tanpa kesalahan mereka sendiri. (Ini menolak kesalahan yang murni dilakukan manusia dan layak mendapatkan penghukuman).

    Diantara dua ekstrim ini, dogma Katholik tentang predestinasi tetap memelihara makna yang tepat, karena dogma ini mengajarkan kebahagian kekal sebagai karya Tuhan dan buah rahmatNya dan juga sebagai buah dan upah dari perbuatan baik yang telah ‘diketahui’ Allah sebelumnya.

    Luk 6

    6:39 Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: "Dapatkah orang buta menuntun orang

    buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?