curhat:apakah anjing baik yg mati saya bunuh, rohnya diterima Tuhan ?

maap, sekedar curhat & pingin tau menurut temen2 Kristen disini.

Stlh 2 hari menderita & gak sembuh2, td pg tak bw ke klinik hewan. Distemper : penyakit yg mematikan - membunuh scr perlahan dan penuh derita tak terlukiskan.

SAYA YG MINTA : Suntik mati.
Nangis kejer didepan org2 klinik.
Superduper kehilangan dia.

Inget film Hachiko, apakah binatang ada “kehidupan” di alam sana ? Apakah binatang yg baik hidupnya, bahagia di “kehidupan” tsb stlh mati ?

tanggepan cacian saya terima - gak saya ambil pusing,
tanggepan “YA, dia hdp bahagia disana” - menghibur saya.

:slight_smile:
salam.

Apa anjing punya roh? :slight_smile:
kalau ‘dia bahagia di sana’, dia sebagai apa dan dia lagi di mana??

Lah… makanya saya tanya… :slight_smile:

Syalom

Hewan itu tidak mempunyai Roh
mereka hanya punya jiwa dan raga

berbeda dgn manusia
manusia mempunyai jiwa , raga dan roh

setelah hewan mati , yah mati aja…
jika ada yg melihat roh hewan itu iblis yg sedang menyamar

Terima kasih

Tuhan Memberkati :angel:

hocai, makasih atas masukannya.

HIKS ! :’( - jadi percuma aja yah… saya bunuh dia agar dia gak menderita idup di dunia… agar stlh mati, sakitnya dia lenyap semua - diganti “hidup” senang disana nanti bersama dgn Tuhan … hiks hiks… :’( :’( :’(

:’( my endiiittt… :’(
kenapa Tuhan gak mao “ngeliat & menilai” jasa2 dan kebaikanmu yaaa ??

tidak diterima maupun tidak ditolak …krn anjing ngga punya roh

menurut saya sih hanya manusia yang punya roh karena hanya manusia yang dihembuskan nafas hidup oleh ALLAH sedangkan yang lain tidak… untuk hal suntik mati… akan lebih baik dilakukan agar pet anda tidak terlalu menderita… kalo penyayang binatang bilang perikebinatangan heheheh…

Syalom Bro

Mengenai Roh Hewan Itu di Alkitab tidak pernah di ceritakan bahwa hewan itu punya roh , makanya hewan itu tidak bisa mempunyai pikiran dan akal budi…

salah satu contohnya nyamuk , jika hewan ini punya roh , brpa byk hewan ini di bunuh 1 harinya

hanya manusia sajalah yg di berikan Roh , di hembuskan napas dari ALLAH…

Tuhan Memberkati :angel:

setau saya hewan tidak mempunyai roh… jadi hewan tidak ada kehidupan lagi setelah dia meninggal…
hanya manusia yang punya roh …
CMIIW

@ temen2 yg sudah respond makasih banyak atas masukan2nya.

saya gak tau,
makanya saya tanya kesini dg berharap ada jawaban yg bisa menghibur saya… :’(

sepertinya mayoritas berpendapat binatang gak punya roh.
Jadi anjing saya yg stlh mati itu - selesai sudah hidupnya di dunia - ya udah lenyap :’(
jadi ada perasaan “menyesal” saya udah ngebunuh anjing kesayangan sendiri yg sangat2 saya sayangin.

maap… pertanyaan saya jadi berkembang :

Mengenai Roh Hewan Itu di Alkitab tidak pernah di ceritakan bahwa hewan itu punya roh , makanya hewan itu tidak bisa mempunyai pikiran dan akal budi...

yg merah diatas, tidak terjadi pada anjing saya.
Dia jelas mempunyai pikiran dan akal budi.
Dia tau kalo saya bentak - dia tau saya sayang dia - dan saya tau, dia sayang saya juga.

jadi, kalopun dikatakan anjing gak punya roh, jelas bukan menyangkut pikiran & akal budi.

cuma satu kesimpulan yg MUNGKIN saya bisa ambil ttg kenapa binatang tidak punya roh, yaitu :
binatang tidak tau konsep keTuhanan…setara karena mrk tdk berpengetahuan konsep penciptaan.

apapun itu yg diatas,

anjing - buat saya mempunyai konsep keTUANAN.
Dia setia, dia mengerti, dia patuh, dia bisa kapok (bertobat ??), dia tau tuan-nya, dll.
( :’( :’( jadi mao nangis lagi inget semua sifat2 tsb pd anjing saya :’( :’( HIkS!)

pertanyaannya, apakah sudah bisa dipastikan :
bhw binatang (setidaknya anjing) hanya sekedar lenyap begitu saja setelah mati ?
apakah ada ayat alkitab yg secara explisit menyatakannya ttg binatang ?
(jd bkn krn di Alkitab tidak dikatakan, berarti ya tidak ada).

salam.

terus terang, kadang terlintas rasa menyesal nyuntik mati dia… :’(

kadang bertanya dalam hati, apakah saya cuma sekedar “memuaskan” hati diri sendiri ?
Walo jelas salah satunya saya gak tega melihat dia menderita menunggu kematiannya - kalo ga di suntik, namun terkadang saya membalikan pertanyaan itu kepada diri sendiri : “apakah jangan2 saya yg tidak tega pada diri saya sendiri (tdk mampu bertahan) - melihat anjing saya kesakitan” ??

bagaimana kalo anjing itu bisa ngomong, dan mengatakan
“saya masih mau hidup ! - biarlah saya kesakitan !” ??
“saya dalam kesakitan masih mau menghabiskan sisa2 waktu saya dgn tuan !” ??

:’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’( :’(

:’( hancur hati saya :’(

Jangan bersedih.
Kelak nanti kau di surga, kau akan bertemu lagi dengan anjingmu ini.

Itupun jika kau ke surga.

masukan yg menghibur.

Tidaklah menjadi penting, saya akan berjumpa dg dia lagi ato tidak - yg penting dia ada di surga, SETARA dgn tidak menjadi penting buat saya apakah saya masuk surga ato neraka, yg penting dia bahagia disana.

makasih siip atas respondnya.

salam.

Padahal ‘pertanyaan’ saya di atas cuma trigger aja. Eh, ternyata beneran ga tau ya? Hehehe…

Pada dasarnya kemampuan otak tidak membuktikan ia memiliki roh.
Sepintar/secerdas/sebaik apa pun binatang, ia tidak memiliki roh.

Tidak memiliki roh berarti dia hidup hanya sekali, bukan hidup selamanya.
Jadi kematiannya tidak akan berarti apa2 lagi, ibaratnya hilang lenyap seperti asap. :slight_smile:

sedih ya… :’(

Pada dasarnya kemampuan otak tidak membuktikan ia memiliki roh. Sepintar/secerdas/sebaik apa pun binatang, ia tidak memiliki roh.

tetapi kenapa sepertinya anjing bisa melihat roh ? (entah roh anjing juga ato bukan)
(ada pengalaman tersendiri yg membuat saya menyatakan demikian).

bagaimana bisa makhluk yg tidak punya roh bisa ngeliat roh ?

makasi pak dokter atas masukannya…:slight_smile:

salam.

Dari mana kita tahu anjing bisa melihat roh?
Itu kan hanya dugaan masyarakat saja toh?

pertama kali, tentu berangkat dari roh itu sendiri.
Menurut kepercayaan, roh itu ada, namun tidak kasat mata …dimana definisi kepercayaan itu sendiri berlandaskan pada sesuatu yg tdk bisa dibuktikan.
(kalo menurut Iptek kan, gak ada bukti = gak ada :))

Itu kan hanya dugaan masyarakat saja toh?
kata dugaan bisa juga dimaknai artian lain = kepercayaan/dipercayai. Sama setaranya, saya (+banyak org lain) menduga/percaya anjing bisa melihat suatu entitas yg tidak kasat mata...:)

tentunya percaya pada level menduga adalah bersifat “terbuka” berbeda dgn percaya pada level yakin bersifat “tertutup”.

jadi begitu keterangan dari saya Lades… :slight_smile:

salam.

anjing bisa melihat roh itu bisa saja kok , keledai aj bisa melihat malaikat yg kasat mata :

Bil. 22:23 Ketika keledai itu melihat Malaikat TUHAN berdiri di jalan, dengan pedang terhunus di tangan-Nya, menyimpanglah keledai itu dari jalan dan masuk ke ladang. Maka Bileam memukul keledai itu untuk memalingkannya kembali ke jalan.

Saya sih ngga mrasa perlu mbahas apakah binatang mmiliki roh atau tidak.

Skalipun binatang tidak mmiliki roh, Tuhan tidak kurang kuasa utk mbangkitkan binatang kesayangan yg sudah mati.


Yg penting bukan si binatangnya.
Coba Anda renungkan deh, apa sih yg mbuat anjing mjd lebih bahagia di surga?

Apakah krn di surga ada makan yg lebih enak? Atau krn di surga ada rumah khusus yg lebih nyaman baginya? Atau jika di surga ada orang yg lebih ramah utk diajak main sama si anjing?

Ptanyaannya :
Spt apakah kbahagiaan bagi seekor anjing?
Sbrapa maksimalkah anjing bisa mmahami apa itu kbahagiaan?

Ataukah itu hanya konsep di benak kita?


Dari yg saya lihat,
Anjingmu itu sudah mrasakan pemenuhan kebutuhan alamiah saat ia hidup di dunia.

Makannya dapat, tidurnya dapat, disayang-sayang juga dapat, diajak main juga dapat.

Saya yakin itu sudah melebihi ekspektasi seekor anjing akan kesenangan (jika memang seekor anjing bisa mnetapkan ekspektasi dan bisa mmahami apa itu ksenangan).

Kamu sudah jadi tuan yg baik dlm rentang ksempatan yg Tuhan brikan bagimu utk mmiliki anjing.

pernyataan yg menghibur lagi, makasi teman.

Ptanyaannya : Spt apakah kbahagiaan bagi seekor anjing? Ataukah itu hanya konsep di benak kita?
Mungkin ada benarnya kebahagiaan si-ndit adl konsep di benak saya, namun kalo saya liat lebih dalem lagi - konsep kebahagiaan itu sendiri abstrak.. dimana kita tdk tau org kaya itu [i]bahagia [/i]ato tidak, org miskin itu [i]pasti tidak bahagia[/i] ato tidak.

Tentunya memang saya tidak bisa menyatakan dg pasti, bhw “oh itu si ndit bahagia hidupnya” semata-mata krn makan cukup, dibolehkan masuk rumah, dsb.

Namun, spt kata Siip - konsep kebahagiaan si ndit itu “mao gak mao” ada di benak saya : krn tiap kali sy pulang kerja - dr jauh dia lari, dan stlh dekat menyerbu saya sambil melolong dg ekos kibas2 dan langsung masuk kepelukan saya - lalu sgr ikut masuk kdlm rumah :’( (si ndit adl anjing liar - tdk di piara didalam rumah)

Saya yakin itu sudah melebihi ekspektasi seekor anjing akan kesenangan (jika memang seekor anjing bisa mnetapkan ekspektasi dan bisa mmahami apa itu ksenangan).

Kamu sudah jadi tuan yg baik dlm rentang ksempatan yg Tuhan brikan bagimu utk mmiliki anjing.

terimakasih sekali lagi Siip, respondnya sangat menghibur saya.

salam.