DAFTAR -RIWAYAT SINGKAT 5 PAUS 5 PERTAMA MULAI DARI PETRUS

Simon Petrus

Simon Petrus (Simon nama aslinya, Petrus, atau Kefas nama yang diberikan Yesus) adalah salah seorang dari dua belas rasul Yesus. Ia adalah seorang nelayan dari Galilea yang diberi posisi pemimpin oleh Yesus (Matius 16:18, Yohanes 21:15-16). Ia dan saudaranya, Andreas adalah rasul pertama yang dipanggil oleh Yesus. Simon dinamakan sebagai Petrus atau “batu karang”, yang mengisyaratkan bahwa Yesus meletakkan landasan gereja-Nya di atas Petrus.

Dalam Perjanjian Baru

Latar belakang
Menurut Injil Yohanes Petrus lahir di Betsaida, Galilea, dan ayahnya bernama Yohanes (Yohanes 1:42)/Yunus (Matius 16:17). Dikisahkan juga bahwa Yesus pernah menyembuhkan ibu mertua Petrus yang berarti Petrus pernah menikah. Sebelum ia mengikuti Yesus, ia dan saudaranya, Andreas bekerja sebagai penjala ikan (nelayan).

Panggilan Yesus
Dalam Injil Matius dan Markus diceritakan bahwa Petrus sedang mencari ikan di danau Genesaret ketika Yesus menghampiri mereka dan berkata, “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (Matius 4:19).

Dalam Injil Lukas diceritakan bahwa Yesus naik ke perahu Petrus untuk mengajar orang banyak di tepi danau Genesaret, kemudian ia menunjuk Petrus untuk menebarkan jalanya karena ia tahu bahwa Petrus semalaman tidak mendapatkan ikan. Petrus mematuhi petunjuk Yesus dan ia serta nelayan lainnya mendapat ikan dalam jumlah besar. Dengan mujizat tersebut Petrus menjadi percaya kepada Yesus bersama-sama dengan Yakobus dan Yohanes. Andreas tidak disebutkan dalam kisah ini.

Dalam Injil Yohanes diceritakan bahwa Andreas adalah salah satu murid Yohanes Pembaptis yang pergi untuk mengikut Yesus. Ia lalu memanggil saudaranya, Simon, dan menceritakan bahwa ia telah menemukan Mesias. Andreas lalu membawa Petrus kepada Yesus dan Yesus menamakan Simon “Kefas” (bahasa Aram) untuk ‘batu’, bahasa Yunani maskulin: “Petros”, feminim: “Petra”. Di kemudian hari nama Yunaninya banyak digunakan karena bahasa Yunani adalah bahasa universal pada waktu itu.

Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."(Yohanes 1:42)

Yesus menamai Simon sebagai Petrus atau “batu karang”, yang mengisyaratkan bahwa Yesus meletakkan landasan gereja-Nya di atas Petrus. (Matius 16:18).

Mencuci kaki

Dalam Injil Yohanes diceritakan bahwa ketika Petrus menolak kakinya dicuci oleh Yesus yang mencuci kaki murid-muridnya (karena ia merasa tidak layak), Yesus menjawabnya “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.” Petrus lalu menjawab Yesus, “Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!” (Yohanes 13:6-9)

Berjalan di atas air

Dalam Injil Matius diceritakan Petrus yang berjalan di atas air ketika ia melihat Yesus yang berjalan di atas air, namun karena ia takut, maka ia tenggelam lalu ditolong oleh Yesus. (Matius 14:22-32). Injil Markus juga menceritakan Yesus yang berjalan di atas air namun tidak menceritakan Petrus yang berjalan di atas air.

Mengakui Yesus sebagai Kristus

Petrus yang pertama kali mengakui imannya akan Yesus sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup (Matius 16:16, Markus 8:29, Lukas 9:20). Petrus juga hadir dan berbicara dalam kisah-kisah lebih sering daripada rasul-rasul yang lain, misalnya dalam peristiwa Transfigurasi Kristus, peristiwa Petrus menegur Yesus yang berkata bahwa Ia akan disalibkan, kisah Petrus dan pemungut bea Bait Allah, kisah Yesus berdoa di taman Getsemani, kisah Yesus dan pohon ara, dan lain-lainnya.

Penangkapan Yesus

Dalam Injil Yohanes diceritakan bahwa ketika Yesus akan ditangkap, Petrus menghunus pedangnya dan memotong telinga kanan hamba Imam Besar yang mencoba menangkap Yesus, yang bernama Malkhus. Yesus lalu menegur Petrus, dan di dalam Injil Lukas ditambahkan bahwa Yesus lalu menjamah telinga Malkhus dan menyembuhkannya. (Lukas 22:51)
Petrus menyangkal Yesus

Yesus memperingati Petrus bahwa setelah Ia ditangkap nanti, Petrus akan menyangkalNya tiga kali, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” (Matius 26:34) Sebelum dan sesudah Yesus mengatakan itu, Petrus masih bersikeras bahwa ia adalah murid yang paling setia.

“ Petrus menjawab-Nya: “Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak.” (Matius 26:33) ”

“ Kata Petrus kepada-Nya: “Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.” Semua murid yang lainpun berkata demikian juga. (Matius 26:35) ”

Pada akhirnya diceritakan bahwa tepat seperti perkataan Yesus, Petrus telah menyangkal Yesus tiga kali sebelum ayam berkokok.

Lanjut dibawah…

“ Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, katanya: “Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu.” Tetapi ia menyangkalnya di depan semua orang, katanya: “Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud.” Ketika ia pergi ke pintu gerbang, seorang hamba lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ: “Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.” Dan ia menyangkalnya pula dengan bersumpah: “Aku tidak kenal orang itu.” Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata: “Pasti engkau juga salah seorang dari mereka, itu nyata dari bahasamu.” Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: “Aku tidak kenal orang itu.” Dan pada saat itu berkokoklah ayam. (Matius 26:69-74) ”

Karya setelah penyaliban Yesus

Petrus masih belum berkarya banyak pasca kenaikan Yesus ke Surga. Petrus dan murid-murid yang lain masih tinggal di dalam kota Yerusalem, berkumpul untuk bertekun dan berdoa bersama dengan sekitar seratus dua puluh orang, sampai tiba hari Pentakosta, di mana Roh Kudus dicurahkan seperti lidah-lidah api. Setelah peristiwa itulah, Petrus memberikan kotbah yang akhirnya menyebabkan tiga ribu orang memberi diri dibaptis.

Di kemudian hari Petrus pergi dan tinggal di Roma. Roma kala itu adalah pusat seluruh Kekaisaran Romawi. Di sana, Petrus mempertobatkan banyak orang. Ketika penganiayaan yang kejam terhadap orang-orang Kristen dimulai, jemaat di sana memohon pada Petrus untuk meninggalkan Roma dan menyelamatkan diri.

Quo Vadis

Konon menurut tradisi, ia memang sedang dalam perjalanan meninggalkan Roma ketika ia berjumpa dengan Yesus di tengah jalan. Petrus bertanya kepada-Nya, “Tuhan hendak ke manakah Engkau pergi?” (dalam bahasa Latin: “Quo Vadis Domine?”) Jawab Yesus, “Aku datang untuk disalibkan kedua kalinya.” Kemudian Petrus berbalik dan kembali ke Roma. Ia mengerti bahwa penglihatannya berarti bahwa ia harus menderita dan wafat bagi Yesus.

Kepausan
Saat itu belum disebut paus, namun Petrus telah menjadi kepala Konsili Para Rasul di Yerusalem pada tahun 50.

Karya

Selain berkhotbah, Petrus juga menulis 2 surat (Surat 1 Petrus dan 2 Petrus) yang termasuk dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.

Kematian

Menurut tradisi, Petrus wafat dengan cara disalibkan terbalik di Roma saat pemerintahan Nero setelah menolak disalibkan dengan kepala di atas karena ia merasa tidak layak untuk mati dalam posisi yang sama seperti Yesus. Petrus dimakamkan di tempat yang kini persis di bawah altar utama Basilika Santo Petrus di Vatikan.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Simon_Petrus

Paus Linus Pengganti Petrus

Paus Santo Linus (???-±76) adalah pemimpin kedua dari kesatuan Gereja Katolik di kota Roma. Gereja Katolik mengidentifikasikan Linus sebagai Paus kedua setelah Rasul Santo Petrus. Namun demikian, sebagian peneliti Protestan menganggap Santo Linus sebagai Uskup Roma yang pertama, yang dipilih pertama kali oleh Santo Paulus atas dasar pernyataan Santo Petrus dalam Konstitusi Apostolik (Bab VII Bagian IV).

Tertulianus menyebutkan Santo Klemens sebagai penerus pertama Santo Petrus, laporan-laporan lainnya kebanyakan menyatakan Linus sebagai Uskup Roma pertama yang menggantikan Petrus, walaupun laporan-laporan tersebut sangat bervariasi dalam menyebutkan tanggal awal kepemimpinan Linus.

Kebanyakan sumber menuliskan bahwa Linus menjadi Paus pada tahun 67. Eusebius mencatat tahun 69, Catholic Encyclopedia mencatat 64, Liber Pontificalis mencatat 56, Liber Pontificalis mencatat 56, dan Liberian Catalogue mencatat tahun 55. Vatikan sendiri dalam Annuario Pontificio tahun 2003 menyebutkan tahun 68. Perbedaan-perbedaan ini kemungkinan disebabkan karena Linus merupakan asisten dari Santo Petrus selama hidupnya, dan beberapa sumber mungkin tidak tepat dalam memilih waktunya. Linus menjadi Paus selama antara sebelas hingga lima belas tahun; Liberian Catalogue mencatat selama 12 tahun, 4 bulan, dan 12 hari.

Pandangan Santo Petrus sendiri tercatat dalam Apostolic Constitution mengenai pemilihan Linus sebagai Uskup Roma yang pertama. Petrus menuliskan:

"Sekarang mengenai para uskup yang telah diangkat selama hidup kita, kami memberi tahu kalian bahwa mereka adalah sebagai berikut: ...
Untuk gereja di Roma, Linus putra Claudia adalah yang pertama, ditahbiskan oleh Paulus; dan Klemens, setelah Linus meninggal, sebagai yang kedua, ditahbiskan oleh aku, Petrus."

Pernyataan Petrus ini dapat dipercaya karena Paulus tiba di Roma sebelum Petrus, dan karenanya Paulus berada dalam posisi yang lebih mungkin untuk mengangkat seorang Uskup.

Seorang penatua Gereja Apostolik, Ireneus, murid Polikarpus (lahir ± 130 M) dan kemudian Uskup Smyrna, juga memperkuat bukti penunjukan Linus. Ia menulis dalam karyanya “Melawan Ajaran Sesat”, bahwa “Setelah para Rasul yang Kudus mendirikan dan menata aturan Gereja (di Roma) mereka menyerahkan tugas-tugas kantor episkopal (keuskupan) kepada Linus. Linus yang sama disebutkan oleh Santo Paulus dalam suratnya kepada Timotius (2 Timotius 4:21). Penerusnya adalah Anakletus.” [1]. Juga, "Para rasul, setelah mendirikan dan membangun Gereja di Roma, menyerahkan pelayanan yang berada di bawahnya kepada Linus. Inilah Linus yang disebutkan oleh Paulus dalam suratnya kepada Timotius."[2]

Sumber-sumber juga bervariasi dalam mencatat tanggal kematiannya. Kebanyakan menuliskan bahwa ia meninggal pada tahun 79, sementara Liber Pontificalis mencatat tahun 67, Zedler mencatat tahun 78, dan Eusebius tahun 81. Kebanyakan sumber, khususnya Liber Pontificalis, tetapi bukan Ireneus, menyatakan bahwa ia meninggal sebagai seorang martir. Tapi karena tidak ada penganiayaan pada lingkup waktu kematian Linus, kebanyakan sejarawan menganggap kemartiran Linus kemungkinan besar hanya kabar burung.

Hari perayaan bagi Linus adalah tanggal 23 September, hari ia menjadi martir menurut buku Liber Pontificalis. Buku yang sama juga menyatakan bahwa Linus dikuburkan di Bukit Vatikan. Pada abad ke-7, sebuah prasasti ditemukan di dekat ruang pengakuan dosa Santo Petrus, yang dipercaya tertuliskan nama Linus.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Paus_Linus

Paus Anakletus Pengganti Linus

Paus Santo Anakletus atau Kletus (wafat sekitar tahun 88) adalah Paus Gereja Katolik Roma sejak tahun 79 hingga 88.

Pada masa lampau, sempat terjadi pembedaan terhadap nama Anakletus dan Kletus. Dua nama tersebut dianggap sebagai dua orang yang berbeda. Namun, sesuai dengan daftar resmi Paus dikeluarkan Takhta Suci Vatikan serta daftar yang diterbitkan oleh Santo Ireneus, Paus Anakletus dan Kletus adalah orang yang sama.

Pada masa jabatannya, ia membagi Roma ke dalam 25 paroki, membangun kapel di jalan Ostian untuk menghormati Santo Paulus dab kapel di atas makan Santo Petrus di Vatikan.

Anakletus wafat sebagai martir dalam masa penganiayaan Kaisar Domitianus. Menurut Buku Para Paus (Liber Pontificalis), ia dimakamkan di dekat makam Santo Petrus.

Paus Klemens I Pengganti Anakletus

Paus Santo Klemens I (???–±98) adalah seorang Paus, pemimpin Gereja Katolik Roma, uskup Roma antara tahun 88-98.

Awal hidup

Klemens adalah putera dari Faustinianus, seorang senator Romawi yang memiliki relasi yang baik dengan Kaisar Roma. Ia termasuk salah satu yang pertama dibaptis oleh Santo Petrus. Ia adalah Klemens yang disebut oleh Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Filipi (Filipi 4:3).

Karya

Menurut Tertulianus, Klemens ditahbiskan menjadi uskup oleh Petrus. Klemens menghadapai tantangan berat dalam pengimanan. Ia hidup semasa dan sekota dengan Domitianus, Kaisar Roma. Domitianus menghambat karya gereja dan melakukan penganiayaan terhadap umat Kristen.

Hambatan muncul pula pada dalam diri orang Kristen sendiri, seperti yang terjadi di Korintus. Mereka tidak mau menerima dan menghormati uskup yang telah ditahbiskan. Maka, Klemens menulis surat kepada umat di Korintus untuk menghentikan gejolak. Surat itu diterima baik oleh umat.

Akhir hidup

Pada masa akhir hidupnya, ia ditangkap dan dibuang oleh Kaisar Trayanus ke Krimea dan meninggal sebagai martir.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Paus_Klemens_I

Paus Evaristus Pengganti Klemens I

Paus Santo Evaristus, nama lahir Aristus (???-±105), adalah Paus Gereja Katolik Roma sejak tahun ±98 hingga ±105.

Ia lahir di Yerusalem dari orang tua Yahudi dan mengenyam pendidikan di Anthiokia, Yunani.

Selama Paus Klemens I dibuang ke Krimea, ia menggantikan posisi kepausan, dan akhirnya dipilih menjadi paus pada tahun 97. Ia melanjutkan pembagian Roma menjadi beberapa paroki dan setiap paroki dipimpin oleh kardinal. Inilah awal dari Dewan Kardinal pada masa kini.

Ia membuat suatu dewan yang membantu tugasnya dan memberikan gagasan untuknya, sehingga mencegah perselisihan keputusan.

Evaristus meninggal sebagai martir pada 105 dan dimakamkan di dekat makam Santo Petrus.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Paus_Evaristus

Rasul Petrus adalah Paus I ?

klo dia paus I berarti dia ingkar terhadap ajaran yang diterima dari Yesus

Yakobus yang tercatat di Alkitab sebagai pemimpin gereja di Yerusalem dan konsili pertama tersebut,dan dialah yang mengambil keputusan.

Kis.15:13 Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus: "Hai saudara-saudara, dengarkanlah aku.

Hanya para Nabi dan Rasul yang menjadi landasan gereja (Kitab Suci) dan Yesus sebagai batu penjurunya.

Efesus 2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru

Petrus juga yang mengkianati yaitu menyangkali Yesus tiga kali dan pernah dihardik sebagai Iblis oleh Yesus.

Petrus juga Rasul yang kawin dan memiliki istri berbeda dengan mereka yang mengaku penerus Petrus tetapi munafik melarang perkawinan (selibat).

Tidak pernah ada bukti Petrus tinggal di Roma dan menjadi Paus pertama disana.

Sumber : Alkitab yang infallible.

Adalah mentertawakan dan jelas sekali kepalsuannya kalau Rasul Yohanes yang masih hidup harus tunduk kepada Paus-Paus yang katanya mengangkat dirinya sebagai Yesus dan tuhan didunia ini.

Shalom,

Bro Clay, boleh dinyatakan apa yang hendak Bro katakan degan post Bro (yg juga dikutip dari wikipedia) ini?

Demikian, semoga bermanfaat,
Salam, JBU, Jericho, J.

Mau lebih heboh?

St Polykarpus murid langsung St Yohanes Penginjil ketika St Yohanes masih hidup, pergi ke Roma menanyakan tgl Paskah yang benar mengikuti tanggal Paskah Yahudi atau Purnama Paskah Katolik.

Hasilnya sudah diketahui bukan?

Mau lagi?

Surat Paus Klemens kepada Umat di Korintus dibacakan setiap Minggu ketika Misa selama bertahun-tahun!

Mau lagi?

Silahkan mualaf menjadi Katolik dulu ya ;D

Salam