Dalam Tekanan atau apa....???

Sudah seminggu hampir 2 minggu gan…Saya merasa tertekan…salah sedikit Besar rasanya…
slalu terintimidasi…merasa lemah…ga kuat…ga stabil…

Apa yang harus utama saya lakukan…mohon dijawab gan…GBU :angel:

utamakan Tuhan Yesus…
kalo dulu hidupmu bertolak belakang sama keadaanmu sekarang yang kamu rasa km pengen lebih deket sama Tuhan Yesus, pasti ga nyaman…

butuh waktu buat beradaptasi sama perubahan…
apalagi keadaan dimana punya kerinduan buat menyenangkan hatiNya…

kalo salah sedikit besar rasanya, bener-bener harus bersyukur karena Tuhan Yesus bikin hatimu sadar kalo kamu ngelakuin kesalahan… :afro:

2 Korintus 12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

haleluyah agan merasa lemah ga kuat dan ga stabil karena Tuhan Yesus sedang menyatakan kuasaNya yang begitu sempurna untuk agan… :happy0064: :happy0064:

Saya juga sering merasa tertekan bro. Dan langkah yang paling tepat untuk menghilangkan tekanan adalah berdoa puasa mendekatkan diri pada Tuhan. Pasti Dia akan mengangkat beban kita.

Datanglah padaKu hai kamu sekalian yang letih dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan padamu.

Janji Tuhan tidak pernah bohong bro, kita inilah yang sering tidak mempercayai janjiNya.

Shalom,

Ingat “1 Tes 5:16 Bersukacitalah senantiasa”, Bro. Perkataan yg diilhamkan Allah itu tidak mungkin salah. Itu bisa terjadi pada diri kita. Jika itu tidak bisa terjadi pada diri kita, berarti Allah berbohong. Allah tidak mungkin berbohong. Maka itu pasti bisa terjadi pada dirid kita, bila kita berserah sepenuhnya kpd Allah.

Sukacita bisa terjadi dalam keadaan yg tidak menggembirakan (Mat 5:1-13). Itulah mujizat besar lebih dari sekedar mujizat kesembuhan, mujizat sukses bisnis. Mujizat yg sama besar dgn itu ialah mujizat pekerjaan Roh Kudus yg membuat hati taat (Yeh 36:27), mujizat pembenaran oleh iman, mujizat pengudusan oleh Roh Kudus yg menuntun kepada seluruh kebenaran (Yoh 16:13), kpd pertobatan dan penurutan kepada Allah (Rom 2:4; 8:4, Maz 143:10), mujizat pemuliaan (Rom 8:17, 1 Kor 15:50-54). Semua ini membuat kita bersukacita (1 Tes 5:16), meski kematian sekali pun mengancam (Rom 8:39), karena kematian sekalipun tidak AKAN sanggup memisahkan kita dari kasih Allah (Rom 8:39) yakni pemuliaan yg akan kita terima (Rom 8:17).

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.

wah bagus dong, makin tertekan makin bagus, makin putus asa makin bagus… terusin tertekannya, terusin putus asanya, mentokin kawan.

jangan lupain janjiNya… kalo punya kebranian buat nuntut, tuntut aja janjiNya
gw kalo tertekan, gw tuntut abis janiNya… katanya anak raja, tapi kok kayak anak gembel, katanya Yahwe kota bentengku kepada siapa aku harus takut, tapi ketakutan sama masa depan, katanya israel, katanya jangan kamu khawatir… gw cari terus janji janjiNya, trus gw tagihin semuanya.

abis itu gw di cambuk hikmat.
dan ternyata setiap hari Tuhan bersama gw.
dan janjiNya tidak pernah tidak di genapi, dan dia Bapa yang tidak memberikan ular beracun kepada anaknya yang meminta roti.

Shalom,

Bagusnya adalah, sukacita BISA terjadi dalam keadaan yg tdk menggembirakan. Keadaan yg tdk menggembirakan tdk harus membuat tertekan. Tekanan bisa tidak harus membuat tertekan. Dalam keadaan yg tidak menggembirakan Tuhan mengaruniakan kuasa untuk tetap hidup benar dalam keadaan yg tdk menggermbirakan.

Jadi, menyadari bhw dlm keadaan tdk menggembirakan BISA terjadi sukacita, itu tdk membawa pikiran kpd menjadi berpikir “makin tertekan makin bagus, makin putus asa makin bagus… terusin tertekannya, terusin putus asanya”. Pikiran yg telah keluar dari relnya seperti ini bisa menjurus ke gnostisisme.

Lain lagi bila pikiran yg timbul adalah mentokin kawan, ini bukan lagi hanya keluar rel, tapi sudah berbalik arah menjadi penekan atau sumber tekanan bagi orang lain.

Anak Raja, yes, Yahwe kota bentengku, yes, namun Tuhan tidak berkata bhw umat-Nya yg setia tdk akan pernah mengalami keadaan yg tidak menggembirkan (Mat 5:1-13, Rom 8). Tetapi dalam setiap keadaan yg tdk menggembirakan, Tuhan mengaruniakan kuasa utk tetap hidup benar/bersukacita dalam keadaan itu.

Anak gembel? Tuhan tidak membuat definisi gembel seperti definisi manusia tok. Tuhan mengaruniakan kuasa berpikir untuk memahami hal ini, sehingga seorang yang menjadi gembel dalam pengertian manusia tok, tidak harus tertekan dengan keadaan itu.

Inilah berkat rohani (lihat juga Ef 1:8, Flp 1:9; 4:11-13) yg tdk disadari oleh yg telah atau masih tertutup selaput mata (mata hati, mata rohaninya) oleh berkat badani yg menggembirakan saja.

Tuhan tidak pernah tidak menepati janji, yes; menuntut janji dgn berani, yes. Namun sebelum menuntut janji-Nya, pahami dulu dengan baik janji-Nya itu oleh berserah kepada tuntunan Roh Kudus dlm memahami janji-Nya itu, supaya jangan menjadi penuntut liar atau penuntut kebablasan atau pemalak atau jangan menjadi “debt collector” atau bahkan jangan menjadi “jaksa” bagi Tuhan.

Optimis, yes, optimis dalam pemikiran yg dituntun oleh Allah.

Tuhan tidak pernah memberi ular berbisa kpd yg meminta roti, yes; permohonan, yes, tetapi sadarilah bahwa Tuhan yg lebih tahu; termasuk lebih tahu mana yg roti dan mana yg ular berbisa. Rasul Paulus bermohon, tetapi Tuhan menjawab “cukuplah kasih karunia-Ku bagimu” (2 Kor 12:9). Satu berkat rohani yg dikaruniakan Allah yg tdk disadari oleh “para penuntut” yg telah tertutup matanya oleh hanya berkat badani yg menggembirakan saja, adalah “kuasa berpikir bhw Tuhan telah, sedang dan akan melakukan yg terbaik bagi pemohon yg permohonannya tidak dikabulkan”.

Nah, justru dengan kelimpahan berkat2 di atas, umat Tuhan tdk akan takut menghadapi masa depan. Ini bukan khotbah kosong, tetapi kesaksian kisah nyata diri sendiri. Saya telah membagikan kisah nyata ini di beberapa jemaat. Saya rindu suatu saat boleh membagikan kisah nyata ini di jemaat Bro dan menyampaikan kebenaran yg menyukacitakan (Kis 2:28) dalam perbaktian yg dalam roh dan kebenaran, utk membangkitkan semangat orang2 yg merasa tertekan, tertindas, kesusahan, dsb (2 Kor 1:5, 2 Kor 4:7, 15; 7:4; 9:12, dsb).

Kepada yg dalam keadaan menggembirakan secara badani/materi, Allah mengaruniakan kuasa untuk tetap hidup benar dalam kelimpahan berkat badani/materi itu; tidak menjadi menyimpang ke jalan yg salah oleh berkat yg berlimpah itu. Selain berkat itu, Allah mengaruniakan kuasa kemampuan membagikan berkat itu kpd orang lain (menjadi saluran berkat). Kuasa itu memampukan hanya mengambil secukupnya dari berkat yg berlimpah itu, lalu membagikannya kpd orang lain yg membutuhkan. Untuk itu Allah mengaruniakan kuasa atau kemampuan mendengarkan Tuhan untuk mengetahui kpd siapa/ke mana berkat berlimpah itu dibagikan.

Berbagai karunia berkat rohani yg disebut di atas, akan membentengi umat Tuhan tidak terperosok pada ajaran manusiawi ttg sukses atau kemakmuran atau tidak terperosok pada menyesuaikan FT kpd ajaran manusiawi ttg sukses atau kemakmuran, sehingga juga misalnya tidak membaca ayat berikut dalam magnit kemakmuran dan sukses pikiran manusiawi.

2 Kor 9:8 Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

Ef 2:7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.

Teologi yg berada pada magnitude atau episentrum sukses atau kemakmuran manusiawi bisa membaca berbagai ayat dalam kitab suci yg kudus menjadi bias, karena kelimpahan yg disebut dalam ayat di atas misalnya berbeda dgn kelimpahan yg dipikirkan teologi yg berpusat pada sukses dan kemakmuran manusiawi.

Mignitude atau episentrum pengertian sukses dan kemakmuran manusiawi seperti itu, bisa hanya membuka mata terhadap mujizat sukses/kemakmuran dan mujizat kesembuhan misalnya, sehingga mata tertutup thd mujizat2 dalam karunia2 yg disebut di atas (mujizat tetap hidup dan bersukacita dlm keadaan tidak menggemberikan, mujizat bisa membagi saat berkelimpahan, mujizat tidak menyimpang saat berkelimpahan berkat badani/materi, mujizat hikmat dan pengertian);

dan juga tertutup mata thd tiga mujizat besar dalam karunia keselamatan, yakni (1) mujizat pembenaran yg diterima oleh yang beriman saat menerima Tuhan Yesus Kristus sbg Tuhan dan Jureselamat dan seluruh ajaran dan teladan-Nya, (2) mujizat pengudusan atau penyucian yang menyanggupkan yg telah beriman kpd Yesus untuk menuruti perintah dan teladan-Nya sebagaimana dituntun Roh Kudus ke seluruh kebenaran (Yoh 16:13), hingga didapati sempurna pd saat kedatangan Yesus ke2x dan (3) mujizat pemuliaan yg akan diterima yg beriman yg setia sampai akhir (dibakakan/hidup kekal) di sorga dan bumi yg baru.

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.

wah, yang diatas lebih jelas menjabarkannya.
aji mumpung, saya tanya tanya sekalian

“masalah muncul karena kesenjangan antara harapan dan kenyataan”
dan harapannya yang gak sesuai sama kehendakNya, lebih tersesuai dengan kehendaknya sendiri biasanya.
dan saya samar samar melihat kehendakNya, proses… cepat atau lambatnya proses itu, terserah Tuhan dengan individu tersebut, bukan terserah supporter ato tim cheerleader

Tekanan,
Daud berkali kali brada dalam tekanan, entah brapa taun ato bulan dia mengalaminya, dalam tiap tekanannya ketika waktunya datang, ada perbedaan signifikan. misalnya waktu dia di uber uber Saul, hidupnya sperti pelarian, kalo gak salah dia sempet join sama filistin? musuhnya bukan tuh? [cmiw] selesai sudah tekanan, dia jadi raja. karena janjiNya… mau kemana juga, janjiNya tetap janji. seolah olah seperti sudah takdirnya jadi raja. dia bikin dosa perzinahan kan, karena janji, tetep jadi raja, yah tapi tetep kena hukuman, anaknya mati. Firmannya udah keluar, dia tiarap 7 hari ya? mati juga tuh anaknya.
Daud manusia, apa mungkin dia setangguh itu gak pernah putus asa? 7 hari dia tiarap gak mau makan, putus asa, berharap sama Tuhan, bgitu tau anaknya udah mati, langsung makan, lapar, bukti kemanusiaan dia. dan dimata bangsa bangsa dia orang hebat kan? hayo jujur, mukanya kemerah merahan bisa mimpin bangsa, dan bangsa yang tegar tengkuk loh, pasti bikin repot.

orang jempolan di mata Tuhan! makanya bisa mimpin bangsa tegar tengkuk.

makin besar tekanannya, makin besar juga arti person tersebut terhadap dampak kehidupan, apapun itu. makin putus asa, makin berserah sama Tuhan, makin lancar pertolonganNya.
ex: Daud, Ayub, Abraham, Yakub,
dan yang paling top! Yeshua… disiksa, dibunuh mungkin orang masih bisa pasrah, disiksa… siapa yang gak getar? kamu disiksa dulu baru dibunuh, siapa yang gak getar? udah disiksa, trus mati… knapa gak mati langsung aja sih? tekanan…
makin dicecer setan, makin besar arti existensi orang itu.
tapi, dari mana kita tau itu tekanan berasal dari setan? atau dari manusia itu sendiri entah karena paradigmanya atau ulahnya, atau itu tekanan karena tulah dari Tuhan? [ex: mesir dan firaun, jaman Musa]

Janji,
karena janjiNya dengan Daud, Salomo dapet toleransi sama Tuhan, padahal dia berhala, yang mana fatal sekali. dia gak dibunuh sama Tuhan hari itu, tapi kerajaannya di cerai beraikan. dan gak tau juga nasibnya setelah kematian gimana.

ini bukan soal menuntut, tapi janji punya peran luar biasa.
saya melihat, ternyata janji bagi Tuhan besar peranannya. Salomo buktinya, makmur! karena perjanjian bapaknya sama Bapanya. tapi besar juga tanggung jawabnya… Salomo janji apa sama Tuhan, gak ditepatin, malah nyeleweng, hancurnya parah, sampe ke rakyatnya… coba, brapa anak Daud? doi yang kepilih… sekali pun Tuhan tau Salomo akan nyeleweng, Janji tetap janji…
btw… apa anaknya Daud itu begundal semua ya?..
berarti kalo kita bikin janji sama Tuhan, kalo mlenceng… waduh, gak tau…
saya punya juga janji itu, Tuhan bilang, siapa yang percaya Yeshua, dia adalah israel…
kalo saya israel… manteb dong, gw dapet warisannya Abraham, skarang tinggal ngikutin aturan maennya
aturannya gimana?

Thanks bgt buat semuanya…TUHAN YESUS MEMBERKATI Dengan Berlimpah-limpah… :slight_smile: ;D ;D