darah dalam bumbu masak

maaf,newbie mungkin kurang sopan dalam mengajukan topik ini, begini: Beberapa waktu yang lalu saya mengundang teman saya untuk suatu acara dirumah,pada saat waktu makan hidangan yang kami sediakan adalah masakan khas batak yaitu 'jagal na margota".itu adalah daging babi yang di masak dengan mencampurkan darah dalam bumbu nya,sehingga masakan itu menjadi lebih lezat dan sangat sesuai dengan lidah orang batak. teman saya itu menolak dengan mengatakan bahwa dia telah di sucikan dan mengharamkan jenis makanan yng seperti itu.singkat cerita kemarin saya menanyakan apakah dalam ajaran kristen hal itu di larang?soalnya setahu saya bapak pendeta dan tua tua gereja selama ini enjoy aja ketika ada hidangan seperti itu.tapi jawabannya kurang memuaskan dan kurang bisa menjawab argumen saya.jadi saya mohon pencerahannya dari teman teman sekalian.

[email protected]

Kisah Para Rasul 15:29 kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat."

Kisah Para Rasul 21:25 Tetapi mengenai bangsa-bangsa lain, yang telah menjadi percaya, sudah kami tuliskan keputusan-keputusan kami, yaitu mereka harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan."

Salam. GBU…

Pertanyaan anda itu bagus sekali buat semua orang Kristen.
Sebab banyak orang Kristen tidak mengerti, alasan apa kita tidak boleh makan/minum darah,

Orang Kristen tidak boleh makan darah yang masih segar.
Darah yang sudah dimasak, boleh.
Dengan kata lain, orang Kristen tidak boleh makan daging mentah, sebab bukankah daging mentah itu masih mengandung darah.

Pertanyaan: Mengapa orang Kristen tidak boleh makan darah ?

Jawabnya:

  1. Sebab darah itu adalah nyawa.
    Terbukti pada tahun 2000, ternyata dengan cara Cloning, hidup dapat diperbanyak dengan darah.
  2. Darah sudah disediakan oleh Yesus sendiri, dengan minum darah Yesus, Yesus dipersatukan dengan kita.
    Yoh.6:56.
    Barangsiapa makan daging Ku dan minum darah Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

    Dengan adanya darah yang lain, tentunya akan mengkamiri persatuan darah kita dengan darah Yesus.

Larangan minum darah sebab darah Tuhan akan disediakan untuk kita, sudah disebutkan di Hk. Taurat.
[b]Im.17:10-11.

  • Setiap orang dari bangsa Israel dan dari orang asing yang tinggal di tengah-tengah mereka, yang makan darah apapun juga Aku sendiri akan menentang dia dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya.
  • Karena nyawa makhluk ada didalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.[/b]

Sayang sungguh menyedihkan, banyak orang kristen menolak minum darah Yesus, bahkan anggur yang sebenarnya harus kita imani sebagai darah Yesus, diganti dengan air juice, dan semua yang sudah dimeteraikan oleh Allah Bapa, pengertiannya dirobah menjadi peringatan belaka.

Terima kasih banyak buat saudaraku “MBAH SAM” atas jawaban nya yng begitu mencerahkan,tapi darah yng terkandung di dalam “masakan” yg saya maksud pastinya sudah masak,tetapi teman saya itu tetap bersikukuh bahwa itu tidak boleh di makan,sesuai dengan ketetapan yang ada di gereja mereka (pantekosta).tolong mbah,bagaimana saya harus menyikapinya. apakah darah yang di maksud di ayat di atas?apakah ada di katakan darah mentah atau darah masak? maafkan atas kebodohan saya ini. sekali lagi terimakasih banyak,kiranya TUHAN memberkati.

Larangan makan darah (baik mentah maupun sudah diolah) telah ada sejak jaman Nuh, pasca air bah.

Kejadian 9:4
Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan.

Pada jaman para rasul, larangan itu dikemukakan kembali dalam Sidang Yerusalem (Kisah Para Rasul 15).

Larangan makan darah ini lama kelamaan diabaikan gereja, terutama di Barat (gereja Katolik Roma dan juga sebagian besar aliran Protestan). Namun di gereja Timur (Orthodoks Timur, Oriental, Armenia dsb) larangan ini masih ditekankan. Beberapa aliran Protestan (seperti Pentakosta dan Advent Hari Ketujuh) menganggap larangan ini tetap mengikat orang percaya, tetapi kebanyakan aliran Protestan lain menganggap “tidak ada makanan yang haram”, termasuk makan darah.

Anda tidak bodoh, anda sungguh rendah hati dan mau belajar menerima kebenaran Allah.
Allah paling berkenan kepada orang yang merasa kecil dihadapan Tuhan, dan mau membuka diri.
Banyak orang merasa paling benar, sehingga kalau diberi tahu tersinggung.

Jawab kepada teman anda itu,
Apa bedanya, makan darah yang sudah dimasak, seperti “dedeh ayam”, dengan makan daging yang sudah dimasak ?

Bukankah daging itu juga mengandung darah !

Kalau teman anda itu konsekuen, seharusnya dia juga tidak boleh makan daging yang sudah dimasak.

Binatang yang hendak disantap haruslah disembelih dan darahnya dicurahkan keluar sebanyak mungkin. Yang termasuk “binatang” di sini adalah mamalia dan burung.

Sekalipun disembelih, tetap saja daging itu masih ada darahnya.

Darah yang sudah matang tidak bisa dibuat Cloning, sebab sudah tidak ada nyawanya lagi.
Sedangkan darah yang masih mentah dan segar bisa, dikembang-biakkan menjadi binatang yang persis sama dengan binatang aslinya.

Jadi intinya: Darah yang sudah matang boleh dimakan, baik darah itu berupa makanan dedeh maupun terkandung didalam daging.
Kalau masih mentah, dilarang.

terimakasih banyak buat saudaraku DERAYA atas jawabannya yang begitu memuaskan,tetapi… (maaf lho…)bukan bermaksud bebal,tetapi orang bodoh seperti saya ini memang harus di ajarkan berulang ulang karena kurang mampu mencerna atau menjabarkan sesuatu,jadi mohon pengertian yang sangat dalam dari saudaraku DERAYA.(peace)…Saya baru mendapat pencerahan dari saudara Mbah Sam,bahwa intinya di dalam daging itu ada darah dan sebaliknya,walaupun darah itu dapat di curahkan,tetapi adalah satu kesatuan dengan daging,maka bila tidak boleh makan darah walaupun sudah di masak berarti kita juga tidak boleh makan daging.bagai mana menurut anda? tolong jangan marah kalau saya sebenarnya lebih suka kalau jawaban itu bukan haya menurut pemahaman pribadi anda tetapi alangkah bahagianya saya bila anda juga menyertakan referensinya,kiranya Tuhan memberkati anda. dan satu lagi sepertinya anda harus mendengar kata maaf sekali lagi dari saya,saya tidak bermaksud mengkonfrontir anda denngan Mbah Sam.tapi itu hanya semata mata karena kebodohan saya.terima kasih.

Weh, jadi kalo makan salmon sashimi, boleh atau tidak?
Salmonnya udah ga ada darah sih… tapi daging mentah…

btw, thanks untuk pengetahuan rohaninya untuk kk Siphiroz Purba, kk MbahSam, dan kk Deraya.
Saya tidak tahu kalau ada larangan makan darah-darah begitu.

wah…
sayang sekali…

jangan dibuang ya…
dikirim ke saya aja…

ehehehe…
slurrrpppp… uenak tenan…