Darah Yesus untuk menebus manusia siapa ?

Darah Yesus dicurahkan untuk membayar tebusan untuk manusia siapa ?

Apakah untuk semua orang,
Dengan tidak membedakan mereka dari suku maupun bangsa apa.
Dengan tidak membedakan mereka dari aliran atau agama apa, maupun atheist.
Dengan tidak membedakan mereka kaya atau miskin, sehat atau cacat.

Atau

Hanya untuk manusia tertentu yang sudah ditentukan oleh Allah untuk diselamatkan.

Mohon ditanggapi.

Untuk semua orang… tapi ga semua orang percaya pada penebusan darah Kristus…

Pertanyaan:

  • Katanya percaya dan iman itu adalah pemberian Tuhan, apakah benar ?

  • Bagaimana mungkin ada orang yang percaya pada penebusan darah Kristus, dan ada yang tidak percaya, siapa yang menentukan, Tuhan atau karena usaha manusia ?

Darah Yesus atau anugerah hidup, diberikan oleh Allah sendiri supaya maksud Allah agar manusia milikNya pada akhirnya dapat memuliakanNya, tanpa anugerah ini tdk ada yang akan memuliakanNya .
Yang perlu untuk kita ketahui bahwa manusia pada umumnya di dunia ini terdiri dr :

  1. manusia yg dilahirkan dari darah dan daging ( manusia yg niscaya binasa , yg sedang menjalani hukuman menuju binasa kekal akibat laranganNya di Kej2:17 yg dilanggar ).

  2. manusia yg menjadi milikNya , mrk ini memang dari tdk ada sampai ada lewat rencanaNya sejak kekekalan/ diciptakanNya unt memuliakanNya/ direncanakan dan ditulis dikitab kehidupan sejak sebelum dunia dijadikan. Karena mereka ini tetap harus lahir lewat rahim manusia (dg inisiatif Allah ditaruh dlm rahim manusia) Yoh1:12-13 , maka secara fisik mereka ini tdk berbeda dg point 1. diatas( bisa putih,kuning,hitam,merah,cacat,sehat,pintar,bodoh,dr lingkungan beragama,dr lingkungan ateis dll), ttp secara roh ada bedanya, sebab mereka ini tdk sedang menuju kepada binasa kekal, ttp sedang dlm perwalian/pengawasan unt pada saatNya dilawatinya/dianugerahiNya/dibasuhNya dg darah Yesus (Gal4:1-3).

Maka memang benar bahwa anugerahNya/ darah Yesus hanya dialamatkan :
Hanya untuk manusia tertentu yang sudah ditentukan oleh Allah untuk diselamatkan.Gby

Iman (percaya) adalah tindakan respon individu.

Jikalau “iman itu adalah pemberian Tuhan” (saja), coba beri ayatnya, ntar kita bahas bersama.

Bantu copas ayat,
ini ayatnya:

Ef 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah

Saya kira bukan hanya percaya dan iman saja pemberian Tuhan bahkan pertobatanpun dikaruniakan Tuhan Perhatikan ayat2 ini yang menunjukkan bahwa IMAN dan PERTOBATAN pun dikaruniakan oleh Allah.

Fil. 1:29. Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia

Ayat Fil. Ini menunjukkan secara jelas bahwa iman adalah karunia dari Allah. Kalau Allah tidak mengaruniakan iman kepada seseorang, maka orang itu tidak mungkin akan percaya kepada Yesus.

KPR 11:18b. Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: "Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup."

Ayat ini KPR ini juga mengatakan bahwa pertobatan merupakan karunia/pemberian Allah.

KPR 10:43 Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya."

Maka jelas yang dimaksud dengan pertobatan disini adalah datangnya / berimannya seseorang kepada Yesus.

1Kor. 12:3b… Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus.

Jadi secara explicit mengatakan bahwa tidak ada seorangpun bisa mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan, kalau bukan karena ROH KUDUS. Amin.

Pertanyaan:
Kalau keselamatan setiap individu manusia dari awal sudah ditentukan oleh Tuhan.

Lalu untuk apa kita semua disuruh mengabarkan Injil keseluruh dunia.

Untuk apa kita semua dengan susah payah belajar mengenai Firman Allah dsb.

Hidup saja seenaknya sendiri, tanpa Tuhan-Tuhanan, dan berusaha mencari kebenaran Allah.

Wow…ayat andalan orang calvin nih… ;D

Mantep ayatnya… mari kita kaji bersama:

* Efesus 2:8-9
2:8 LAI TB, Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
KJV, For by grace are ye saved through faith; and that not of yourselves: it is the gift of God:
TR, τη γαρ χαριτι εστε σεσωσμενοι δια της πιστεως και τουτο ουκ εξ υμων θεου το δωρον
Translit interlinear, tê gar {sebab} khariti {karena anugerah, noun - dative singular feminine} este sesôsmenoi {kalian telah diselamatkan} dia {melalui} tês pisteôs {iman, noun - genitive singular feminine} kai touto {dalam hal ini, demonstrative pronoun - nominative singular neuter} ouk {bukan} ex {dari} humôn {kamu} theou {dari Allah} to {itu} dôron {pemberian, noun - nominative singular neuter}

2:9 LAI TB, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
KJV, Not of works, lest any man should boast.
TR, ουκ εξ εργων ινα μη τις καυχησηται
Translit interlinear, ouk {bukan} ex {dari} ergôn {perbuatan-perbuatan} hina {supaya} mê {jangan} tis {ada orang} kauhêsêtai {menyombongkan diri}

“Pemberian Allah”, ‘theou to dôron’ ini bakal membingungkan orang karena ada beberapa unsur menurut ayat di atas yang dikaitkan dengan kata ini yaitu: kasih karunia (1), iman (2), dan keselamatan (3). Apakah ayat ini menyatakan bahwa “iman” adalah pemberian Allah? Atau yang dimaksud adalah “kasih karunia”, bahkan “keselamatan”?

Perhatikan kata ‘kai touto ouk ex humôn’ yang diterjemahkan dengan “itu bukan hasil usahamu”. Kata “itu” diterjemahkan dari kata τοῦτο - touto, bentuknya netral (Jika feminin ‘tautê’). Kata ‘touto’ ini tidak ditujukan kepada “kasih karunia” (χάρις - kharis yang feminin) atau “iman” (πίστις - pistis yang juga feminin). Jika ditujukan kepada kedua hal ini, harus menggunakan kata ‘tautê’.

Jadi jelas, ayat ini tidak mengungkapkan bahwa iman adalah pemberian langsung dari Allah, yang dimaksud ayat ini adalah tindakan “kalian telah diselamatkan”, ‘este sesôsmenoi’ itulah yang berasal dari Allah, bukan hasil perbuatan manusia.

bersambung…

Bahasa Yunani itu unik, segala sesuatu terkait menurut kasus, person, dan gender termasuk kata-kata seperti kharis yang feminin, pistis yang feminin, harus dirujuk dengan kata-kata yang gendernya sama. Perhatikan ayat ini:

* Ibrani 11:1-2
11:1 LAI TB, Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
KJV, Now faith is the substance of things hoped for, the evidence of things not seen.
Translit interlinear, estin {adalah} de {adapun} pistis {iman, noun - nominative singular feminine} elpizomenôn {(dari hal-hal) yang diharapkan} hupostasis {keyakinan/kenyataan} pragmatôn {dari hal-hal} elegkhos {bukti/kepastian} ou {tidak} blepomenôn {(yang) dilihat/ (yang) kelihatan}

11:2 LAI TB, Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita
KJV, For by it the elders obtained a good report.
Translit interlinear, en {dengan} tautê {(iman) ini, demonstrative pronoun - dative singular feminine} gar {sebab} emarturêthêsan {telah dibuktikan} hoi {itu} presbuteroi {(orang2 zaman) kuno}

Kata ‘taute’ yang feminin di sini benar-benar merujuk kepada “iman”, pistis yang feminin.

Untuk membedakan antara kata dôron dengan kata kharisma, yang kedua-duanya mencakup makna “pemberian”, saya beri ilustrasi sederhana.

Yesus Kristus adalah “pemberian” Allah (Yohanes 3:16) dengan pengertian dôron dan bukan kharisma, demikian pula “keselamatan” adalah “pemberian” (dôron) Allah.

Dalam 1 Korintus 12:8-10: Iman, berkata dengan hikmat, berkata dengan pengetahuan, adalah pemberian Allah dalam pengertian dôron sedangkan menyembuhkan, mengadakan mujizat, bernubuat, membedakan roh, berbahasa lidah dan menafsirkan bahasa lidah adalah “pemberian” Allah dalam pengertian ‘kharisma’. Karunia ini berbeda-beda pada masing-masing orang. Sedangkan '‘dôron’ mencakup pengertian universal. Yesus Kristus dan keselamatan dari Allah adalah buat semua orang.

Bersambung…

* Yohanes 3:16
BIS, Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia ini, sehingga Ia memberikan (DORON) Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan mendapat hidup sejati dan kekal.
LAI TB,Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
KJV, For God so loved the world, that he gave (DORON) his only begotten Son, that whosoever believeth in him should not perish, but have everlasting life.
TR, ουτως γαρ ηγαπησεν ο θεος τον κοσμον ωστε τον υιον αυτου τον μονογενη εδωκεν ινα πας ο πιστευων εις αυτον μη αποληται αλλ εχη ζωην αιωνιον
Interlinear, outôs {demikian} gar {karena} êgapêsen {mengasihi} ho theos {Allah} ton kosmon {manusia di dunia} hôste {sehingga} ton huion {anak} autou ton monogenê {yang tunggal/ yang unik} [url=http://www.blueletterbible.org/lang/lexicon/lexicon.cfm?Strongs=G1325]edôken {Ia telah memberikan, verb - aorist active indicative - third person singular}[/url] hina {supaya} pas {setiap (orang yang)} ho pisteuôn {percaya} heis {kepada} auton {Dia} mê {tidak} apolêtai {menjadi binasa} all {melainkan} ekhê {beroleh} zôên {hidup} aiônion {kekal}

Catatan:
Frasa “Ia telah memberikan” diterjemahkan dari kata εδωκεν - edôken (verb - aorist active indicative - third person singular) dari kata δίδωμι - didomi yang berasal dari kata dasar δῶρον - dôron.
Reff: http://gospelhall.org/bible/bible.php?search=didomi&dict=vine&lang=greek
didomi, dorea, dorema, doma, dosis, dll adalah bentuk-bentuk kata dari kata doron.

bersambung…

* 1 Korintus 12:8-10
12:8 MILT 2008, Sebab melalui Roh, kepada yang seorang diberikan (DORON) perkataan hikmat, dan kepada yang lain, melalui Roh yang sama, perkataan pengetahuan.
LAI TBSebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. :arrow: LAI menambahkan kata ‘karunia’ (kharisma) yg tidak terdapat dalam naskah bahasa asli
KJV, For to one is given (DORON) by the Spirit the word of wisdom; to another the word of knowledge by the same Spirit;
TR, ω μεν γαρ δια του πνευματος διδοται λογος σοφιας αλλω δε λογος γνωσεως κατα το αυτο πνευμα
Translit interlinear, hô men {kepada yang satu} gar {sebab} dia {oleh} tou pneumatos {Roh} didotai {diberikan, verb - present passive indicative - third person singular } logos {kata} sophias {hikmat} allô {kepada yang lain} de logos {kata} gnôseôs {pengetahuan} kata {menurut} to auto {yang sama} pneuma {Roh}

12:9 MILT, Dan kepada orang yang berbeda, dalam Roh yang sama, iman; dan kepada yang lain, dalam Roh yang sama, karunia (KHARISMA) kesembuhan.
LAI TB, Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan.
KJV, To another faith by the same Spirit; to another the gifts of healing by the same Spirit;
TR, ετερω δε πιστις εν τω αυτω πνευματι αλλω δε χαρισματα ιαματων εν τω αυτω πνευματι
Translit interlinear, heterô {kepada yang lain} de pistis {iman} en {oleh} tô autô {yang sama} pneumati {Roh} allô {dan kepada yang lain} de kharismata {karunia-karunia, noun - nominative plural neuter} iamatôn {penyembuhan2} en {oleh} tô autô {yang sama} pneumati {Roh}

12:10 MILT, Dan kepada yang lain, pekerjaan mukjizat, dan kepada yang lain, nubuatan, dan kepada yang lain, membedakan roh-roh. Dan kepada orang yang berbeda, berjenis-jenis bahasa lidah, dan kepada yang lain, penafsiran bahasa lidah.
LAI TB, Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.
KJV, To another the working of miracles; to another prophecy; to another discerning of spirits; to another divers kinds of tongues; to another the interpretation of tongues:
TR, αλλω δε ενεργηματα δυναμεων αλλω δε προφητεια αλλω δε διακρισεις πνευματων ετερω δε γενη γλωσσων αλλω δε ερμηνεια γλωσσων
Translit interlinear, allô de {dan kepada yang lain} energêmata {perbuatan-perbuatan} dunameôn {(yang menghasilkan) mujizat2} allô {yang lain} de {dan} prophêteia {karunia memberi pesan (nubuat)} allô {(kepada) yang lain} de {dan} diakriseis {membedakan} pneumatôn {roh-roh} heterô {yang lain} de {dan} genê {jenis-jenis} glôssôn {bahasa-bahasa lidah} allô {(kepada) yang lain} de {dan} hermêneia {menafsirkan} glôssôn {bahasa-bahasa lidah}
Catatan:
Ayat di atas menggunakan 2 macam kata “pemberian”, yaitu dôron dan ‘kharisma’:
Perkataan hikmat, perkataan pengetahuan dan iman adalah dôron.
Sedangkan: kesembuhan, mukjizat, nubuatan, membedakan roh-roh, berjenis-jenis bahasa lidah, dan penafsiran bahasa lidah adalah “pemberian” Allah dalam ‘kharisma’.
Dari sini dapat kita tarik pengertiannya lagi bahwa '‘dôron’ mencakup pengertian yang lebih universal sedangkan ‘kharisma’ lebih spesifik kepada orang-orang tertentu dan ‘kharisma’ bisa berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya.

Seringkali mereka hanya melihat dari 1 sisi saja, dan mengabaikan yang lain.
mereka hanya berpandangan “IMAN ADALAH KARUNIA ALLAH,” titik!

Sedangkan ayat yang diajukan adalah Efesus 2:8-9.
Padahal dalam Efesus 2:8-9, kata iman tidak dalam kategori ‘dôron’, tetapi lebih merupakan ‘respon individu’.
Sedangkan dalam 1 Korintus 12:8-10, kata iman adalah dalam kategori ‘dôron’ (pemberian Allah).

Kata “IMAN” mencakup makna yang luas sekali, lihat http://www.sarapanpagi.org/iman-dan-percaya-vt739.html#2455

Dan perlu diketahui ada 2 pengertian posisi iman:

  1. Ada Iman yang muncul sebelum “lahir baru” (sebagai respon individu, dan tindakan percaya yang suka-rela akibat karya Allah)
  2. Iman yang muncul sesudah/ akibat “lahir baru” (bahwa murid2 Kristus diperkuat imannya untuk menjadi laskar Kristus yang kuat dan siap melawan segala peperangan rohani)

Jikalau hanya dimaknakan sempit bahwa “IMAN ITU MUTLAK PEMBERIAN ALLAH” saja, maka peristiwa di dalam ayat-ayat di bawah ini perkataan Tuhan Yesus hanyalah “sandiwara” :

Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh (Matius 15:28).

Kalau memang “iman” itu mutlak pemberian Allah, dan bukan “respon individu” pujian Tuhan Yesus kepada perempuan itu hanya basa-basi alias bersandiwara. Perhatikan lagi dimana Lukas mencatat, sbb:

Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!” (Lukas 7:9).

Jikalau “iman” itu adalah “mutlak pemberian Allah” dan bukan merupakan “respon individu,” lha ngapain Tuhan Yesus pake heran segala… sebab itu hanya merupakan sandiwara alias munafik.

Setiap milikNya yang direncanakan sejak awal tidak semuanya dibentuk/diciptakan langsung melalui tangan Allah, hanya Adam dan Hawa yg langsung, selebihnya mulai Habel sampai milikNya yg terakhir ( domba sesat terakhir ) harus melalui rahim manusia yg secara rohani telah mati, mk tdk berbeda milikNya tsb ketika dilahirkan dlm keadaan mati rohani Mzm51:7, Gal4:1-3, oleh sebab inilah mereka harus Allah anugerahi hidup/ dibasuh dg darah Yesus.
Proses dari mati menjadi hidup itu, digambarkan pula dg dr tidak mendengar menjadi mendengar:

Why2:29 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."
Lk14:35 Tidak ada lagi gunanya baik untuk ladang maupun untuk pupuk, dan orang membuangnya saja. Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
MilikNya yg direncanakan unt memuliakanNya itu pada akhirnya harus mendengar, mendengar itu= hidup , dan setelah hidup baru bisa memuliakan Allah, oleh alasan mendengar=hidup inilah kita bersusah payah belajar Firman Allah.

Kepada setiap kita diperintahkan unt menyampaikan Injil sampai manapun krn:
Rm10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Hidup saja seenaknya sendiri, tanpa Tuhan-Tuhanan, dan berusaha mencari kebenaran Allah.
Kalau ini yg dilakukan, mk walau dia diberi telinga ( milikNya) tetapi akhirnya tdk mendengar= mati. Kita coba renungkan dr : " barang siapa bertelinga hendaklah mendengar " Kalimat diatas mengandung makna: 1.Ada yg bertelinga, ada pula yg tidak bertelinga. 2.MilikNya pasti bertelinga, sedang yg tdk bertelinga itu pasti bukan milikNya ( kembangkan dr Yoh1:12-13) 3.Sasaran akhir Allah adl : milikNya itu mendengar, kalau tdk mendengar artinya diskwalifikasi.Gby

Pembahasan yang komprehensif dari @SarapanPagi… kesimpulannya, “Iman itu adalah respon manusia terhadap kasih karunia Allah…” :slight_smile:

Terima kasih untuk penjelasannya yang to the point… :slight_smile:

Terima kasih kepada sdr. Sarapan Pagi, atas penjelasannya yang panjang lebar.

Saya dapat mengerti seperti yang dikatakan sdr.scholar,
Dengan respond manusia yang berupa iman, maka kita bisa mendapatkan kasih karunia dengan cuma-cuma.

Sekarang saya ada pertanyaan lagi, yaitu mengenai ayat,
Mat.16:16-17.
Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup !’
kata Yesus kepadanya: ’ Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan BapaKu yang di sorga”.

Pertanyaan:
Kemampuan atau kesanggupan manusia untuk dapat percaya atau beriman kepada Yesus itu, bagi semua orang, datang dari dirinya sendiri atau diberi oleh Allah Bapa ?

Kalau tidak ada orang yang menyampaikan Injil, sehingga orang yang sudah dipilih oleh Allah untuk mendapat keselamatan, mereka tidak pernah mendengar Injil,

Pertanyaan: Apakah mereka tetap dapat memperoleh keselamatan ??

Petrus sudah menjadi orang percaya ketika dia meresponi panggilan Tuhan Yesus menjadi murid-Nya. Di dalam kebersamaannya dengan Tuhan Yesus, imannya bertumbuh, itulah yang saya maksud dengan:

Iman itu luas, tidak dipantek mati sebagai “respon individu” saja (Yohanes 3:16) ataupun “iman yang diberikan Allah” saja (reff: 1 Korintus 12:8-10).
Keduanya dapat berkesinambungan dalam kehidupan orang-orang percaya. Iman itu bukan hanya sesuatu yang pasif (sesuatu yang diberi Allah) tetapi juga sesuatu yang bersifat responsif, sesuatu yang dikerjakan (reff: Filipi 2:12-18). Bahwa iman adalah tanggung jawab dan respons manusia terhadap Injil keselamatan.

Dengan iman, Petrus menjadi murid.
Dengan iman yang diberikan Allah, Petrus mampu bersaksi, suatu pernyataan dorongan dari Bapa: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

Setiap milikNya yang lahir didunia ini adl krn inisiatif Allah, kapan dia dilahirkan, dimana dia dilahirkan, dan ini dikatakan lahir dari Allah Yoh1:12-13.
Jadi bukan niscaya lahir asal ada manusia , bedakan dg yg lahir dari darah dan daging atau krn keinginan seorang laki2 (Yoh1:13) dimana yg ini adl niscaya lahir.
Kalaupun Allah menempatkan milikNya lahir disuatu tempat yg sangat terisolir, dan atau dg kemampuan iq yg sangat rendah/terbelakang/cacat mental pastilah milikNya dianugerahi keselamatan (lewat proses menuju menang/mendengar yg hanya Allah sendiri yg tahu ukurannya ).Gby