Demam Berdarah

2 minggu lalu ada anak Sekolah Minggu gerejaku, kelas 4 SD yang meninggal karena DB… Sedih banget… :’(
Dia udah demam mulai dari hari minggu… Tapi karna senin nya dia mo tes akhir, alhasil…
Ortunya hanya kasih obat2 biasa aja… sampe selesai tes kenaikan kelas…
Hari kamis jam 11 malam baru dibawa ke RS… Trombositnya rendah banget…
Butuh transfusi darah 2 botol infus… Tapi tetep ga dapet…
N besoknya hari Jumat jam 11 siang, dia meninggal…

Hiks…

Padahal 2 minggu sebelumnya tetangganya yang kelas 2 SMP juga abis mondok di RS, karna DB.
Dan beberapa anak lain di komplek itu pun juga abis kena DB.
Ga berhenti sampe di situ aja…
Sekarang tetangga2 yang lain anak2nya juga pada demam, n ada gejala DB…

Hmm… Intinya…
Jangan anggap sepele dengan DEMAM!!


Tanda dan gejala

Penyakit ini ditunjukkan melalui munculnya demam secara tiba-tiba, disertai sakit kepala berat, sakit pada sendi dan otot (myalgia dan arthralgia) dan ruam; ruam demam berdarah mempunyai ciri-ciri merah terang, petekial dan biasanya mucul dulu pada bagian bawah badan - pada beberapa pasien, ia menyebar hingga menyelimuti hampir seluruh tubuh. Selain itu, radang perut bisa juga muncul dengan kombinasi sakit di perut, rasa mual, muntah-muntah atau diare, pilek ringan disertai batuk-batuk. Kondisi waspada ini perlu disikapi dengan pengetahuan yang luas oleh penderita maupun keluarga yang harus segera konsultasi ke Dokter apabila pasien/penderita mengalami demam tinggi 3 hari berturut-turut. Banyak penderita atau keluarga penderita mengalami kondisi fatal karena menganggap ringan gejala-gejala tersebut.
Demam berdarah umumnya lamanya sekitar enam atau tujuh hari dengan puncak demam yang lebih kecil terjadi pada akhir masa demam. Secara klinis, jumlah platelet akan jatuh hingga pasien dianggap afebril.

Sesudah masa tunas / inkubasi selama 3 - 15 hari orang yang tertular dapat mengalami / menderita penyakit ini dalam salah satu dari 4 bentuk berikut ini :

  • Bentuk abortif, penderita tidak merasakan suatu gejala apapun.
  • Dengue klasik, penderita mengalami demam tinggi selama 4 - 7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit.
  • Dengue Haemorrhagic Fever (Demam berdarah dengue/DBD) gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan perdarahan dari hidung (epistaksis/mimisan), mulut, dubur dsb.
  • Dengue Syok Sindrom, gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok / presyok. Bentuk ini sering berujung pada kematian.

Karena seringnya terjadi perdarahan dan syok maka pada penyakit ini angka kematiannya cukup tinggi, oleh karena itu setiap Penderita yang diduga menderita Penyakit Demam Berdarah dalam tingkat yang manapun harus segera dibawa ke dokter atau Rumah Sakit, mengingat sewaktu-waktu dapat mengalami syok / kematian.

Penyebab demam berdarah menunjukkan demam yang lebih tinggi, pendarahan, trombositopenia dan hemokonsentrasi. Sejumlah kasus kecil bisa menyebabkan sindrom shock dengue yang mempunyai tingkat kematian tinggi.

Sumber : wikipedia

gw punya kesaksian tentang ini, demam berdarah, tapi sembuh total gag jadi dirawat. wkwkwkk… mantabzz … HE is Good !

WASPADALAH…!!!

kalo menurut chrisma kasus ini terjadi (si anak meninggal) karena:

yah kalau sudah bicara prioritas susah deh…(tes akhir)
ortu juga “awam” dalam mencari solusi
pelayanan RS di Indonesia rata-rata masih kurang baik, pasokan darah juga kurang terkontrol…


*turut berdukacita

@arranger: Dishare aja… :wink:
@The-an: Hehehe… bang Napi mode ON :cheesy:
@chrisma: pasokan darah kurang terkontrol ato jarang2 orang mau mendonorkan darahnya…
Setetes darah itu emang bener2 dibutuhkan yah… :char12:

yup emang ngga semua orang mau mendonorkan darahnya, tapi kebanyakan karena ketidaktauan/keawaman ybs terhadap baiknya untuk mendonorkan darahnya
share: di greja ku sekarang rutin ada donor darah 1 bulan 1x
semuanya mau koq…karena dah tau kalau mendonorkan darah itu baik buat kesehatan ybs dan juga membantu orang lain
(catatan: ybs adalah orang yang sehat walafiat ya, kalo ngga darahnya juga useless)

pasokan darang kurang terkontrol…cek saja bagaimana pendistribusian darah di Indonesia…
(share: banyak pasien di sini yang membutuhkan darah tapi harus menunggu proses pengirimannya, darah di sini cuma bisa didapat dari PMI itupun juga harus pake prosedur yang cukup berbelit)