Demi Panti Asuhan, "Robin Hood" Ini Nekat Mencuri

Jarang diberitakan kisah mengenai para pencuri berhati mulia yang mendonasikan semua hasil curiannya kepada kaum miskin atau kaum tertindas. Namun sepak terjang lelaki ini nampaknya harus terhenti usai kepolisian berhasil menangkap basah dirinya untuk tidak mencuri lagi walaupun demi orang lain.

Dialah Badiul Nasir, seorang berusia 45 tahun yang kerap mencuri untuk mendonasikan amalnya ke panti asuhan. Sang pencuri itu telah mendonasikan sekira 33 ribu dolar Singapura atau sekira Rp228 juta ke rumah ibadah yang ada di desanya. Badiul juga merupakan pencuri ulung di negara ini, dia dapat membuka brankas dan mencuri emas yang ada di toko dengan menggunakan obeng dan tang.

Namun sayang aksinya pada Rabu kemarin ketika beraksi disebuah kamera di toko yang berada di kota Chittagong.tertangkap basah oleh kepolisian Bangladesh. Namun bukan mendapat cercaan dan caci maki justru Nasir mendapat pujian dan disayangi oleh seluruh warga desa. “Para warga desa mengatakan, Badiul adalah seorang dermawan, dia akan membantu siapapun yang membutuhkannya,” ujar Kepala Polisi Setempat Babul Akhter seperti dikutip AFP, Jumat (10/6).

Tindakan mencuri dan merampok untuk diberikan kepada kaum miskin ini memang dahulu santer terjadi bahkan untuk beberapa kalangan dapat dibenarkan. Namun tindakan mencuri tetaplah mencuri yang mengambil hak orang lain. Tuhan selalu memelihara umatnya dengan situasi dan kondisi yang sebagaimana adanya. Untuk itulah keseimbangan kehidupan tetap berharga. Namun nama Tuhan tetap dipermuliakan.

Source : AFP

Kalau mencuri "Perpuluhan " buat orang miskin disebut Robinhood juga engga Ya