demokrasi yang memurtadkan rakyat dari Agamanya

demokrasi yang memurtadkan rakyat dari Agamanya

Muhammad Tamim Pardede / Yahushua Hmasiah
0813 832 832 34 08170856282
[email protected]

”…takutlah akan ALLAAH dan berpeganglah pada perintah perintahNYA, karena ini adalah kewajiban setiap orang “ (perjanjian lama, pengkhotbah 12:11)

Dalam pidatonya setelah peresmiannya sebagai presiden republik Indonesia, sby berjanji kan memperkokoh demokrasi dan keadilan. Benarkah mimpi presiden dan pendukungnya kali ini, ataukah sebaliknya negeri ini kan semakin hancur menuju selaksa bencana dan kekafiran ??? Marilah kita tengok, mengapa bencana alam sering terjadi di negeri ini. Sebagai seorang Muslim, kita seharusnya menyadari bahawa segala musibah seperti gempa bumi, banjir, tsunami, ribut taufan, kemarau tanah runtuh dan sebagainya, memang merupakan suatu fenomena alam yang telah menjadi qadhâ’ (ketentuan) ALLAAH karena umat NYA telah membangkang terhadap PerintahNYA :
“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan tidak pula pada diri kalian sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi ALLAAH.” (Surah al-Hadid [57] : 22)
Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka Rasul-Rasul dengan membawa keterangan yang nyata, maka ALLAAH tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.(QS 9:70)
Ketika Nabi Nuh mengajak kaumNya kembali kepada Jalan ALLAAH mereka & para pemimpinnya menolaknya.begitu juga yang terjadi pada kaum Nabi Hud :
Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian KAMI selamatkan Dia dan orang-orang yang bersamanya dalam bahtera, dan KAMI tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat KAMI. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).(QS 7 : 64)
Maka KAMI selamatkan Hud beserta orang-orang yang bersamanya dengan rahmat yang besar dari KAMI, dan KAMI tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat KAMI, dan tiadalah mereka orang-orang yang beriman. (QS 7:72)
Nabi Luth telah melarang kaunNya dari melakukan perbuatan homoseksual,namun ditentang oleh mereka dan pemimpin mereka, seperti negeri ini yang memberi
kebebasan kepada kaum homoseksual, tidak menghukumnya, bahkan membela mereka berdasarkan slogan hak azasi manusia :
Dan (KAMI juga telah mengutus) Luth (kepada kaumNya). (Ingatlah) tatkala Dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?”(QS 7:72)
Begitu juga Nabi Syu’aib yang melarang kaumnya berbuat curang dan beribadah hanya kepada ALLAAH saja tanpa beribadah kepada yang selainNYA, tapi pemerintah negeri ini dan rakyatnya, kebanyakan bungkam dari kewajiban korup dan penegakan Hukum ALLAAH. :
Dan (KAMI telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu’aib. Ia berkata: “Hai kaumku, ibadahilah ALLAAH, sekali-kali tidak ada ILAAH bagimu selain-NYA. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari RABB mu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi insan barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah RABB memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman”.(QS 7:85)
Padahal tugas Pemerintahan Muslim terhadap rakyatnya adalah sebagai Pengawal Kebenaran, menghukum rakyatnya berdasarkan Hukum yang telah ditetapkan ALLAAH, bukan berdasarkan hukum yang ditetapkan belanda atau orang asing lain yang selama ini menjadi majikan bagi bangsa budak yang mengaku bernama bangsa Indonesia ini. Banyak diantaranya yang mengaku Muslim, tapi mereka menolak bahkan membenci diterapkannya Hukum Islam, mereka membenci dilaksanakan Sunnah-Sunnah RasulNYA, mereka menuduh Aktivis Penerepan Syari’at sebagai teroris, sebagai pemerintah mereka hanya memaksa agar rakyatnya mematuhi mereka, hal itu memang betul, kewajiban bagi rakyat mematuhi pemerintahnya yang memerintah berdasarkan Kebenaran saja, bila tidak??? Ya sebagai rakyat juga punya hak untuk memberontak dan menghancurkan pemerintahan tersebut. Syarat syarat memerintah telah ditentukan yakmi memerintah dengan segenap Kebenaran. Sebagaimana telah dijelaskan didalam bible : Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya.
Karena pemerintah adalah hamba ALLAAH untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba ALLAAH untuk membalaskan murka ALLAAH atas mereka yang berbuat jahat.( roma 13 : 3-4)
Ia haruslah orang yang punya nama baik dalam masyarakat; sebab kalau tidak begitu, maka ia akan dihina orang, sehingga jatuh ke dalam perangkap iblis.(1 timotius 3:7)
Orang yang melalaikan tugasnya sama buruknya dengan orang yang suka merusak.(amsal 18:9)
dan bahkan mengangkat atau menganggap atau memuja amerika, yahudi dan sekutunya menjadi majikannya yang paling terhormat. Keadaan inilah yang terjadi ketika zaman kaum ‘aad dulu. Pemerintahan & rakyatnya sama sama kafir, dam keadaan inilah juga yang terjadi seperti zaman Nabi Daud, dijelaskan sebagai berikut ;
“…mereka menuruti perintah setiap penguasa yang sewenang wenang lagi menentang Kebenaran, dan mereka diikuti laknat didunia ini dan dihari kimat, ketahuilah sesungguhnya kaum ‘aad itu kafir kepada RABB mereka : (QS 11:59-60)
“Kata orang fasik itu dengan batang hidungnya keatas “ ALLAAH tidaka akan menuntut, tidak ada ALLAAH itulah seluruh pikirannya,tindakan tindakannya selalu berhasil, Hukum HukumMU tinggi sekali jauh dari dia,ia menganggap remeh semua lawannya, ia berkata dalam hatinya “ aku takkan goyah, aku tidak akan ditimpa malapetaka turun temurun” ( mazmur 10 : 4-6)
Renungkanlah kalimat diikuti bencana yang dimaksud diatas, dan inilah sekarang yang sedang dialami dinegeri ini saat ini. Renungkan juga kalimat aku tidaka akan ditimpa mala petaka turun temurun………lalu siapakah yang dimaksud dengan orang fasik oleh Daud tersebut :dijelaskan sebagai berikut:
Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan ALLAAH didalamnya Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik (QS al Maaidah : 47)
Dan KAMI telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan ALLAAH, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.(QS 5:45)
Sesungguhnya KAMI telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada ALLAAH, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab ALLAAH dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-KU. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-KU dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan ALLAAH, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.( QS 5:44)
Sesungguhnya mereka tidak sadar bahwa mereka telah menjadi fasik,zhalim dan kafir sebagaimana majikan mereka yang juga kafir……ya kekafiran tanpa sadar….murtad tanpa sadar, dan inilah yang diinginkan oleh yahudi ketika mengendalikan pemerintahan negeri ini, memurtadkan rakyatnya dari Jalan Kebenaran. Al Qur’an dan bible memandaskan :
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.(QS 3:104)
“Hukum itu hanyalah kepunyaan ALLAAH. DIA telah memerintahkan agar kamu tidak beribadah kepada yang selain DIA.” (QS. Yusuf: 40)
“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan ALLAAH.” (QS Al Maidah: 49)
Kutinggalkan kepadamu 2 perkara bila kamu berpegangan dengan keduanya kamu tidak pernah tersesat selamanya , KitabuLLAH dan Sunnah RasulNYA (Sunan Tirmidzi Kitabul Manasik:56, Ibnu Majah:84, Imam Malik Kitab Qadhar:3,dengan sanad Amru bin Auf-AbduLLAAH bin Amr-Katsir bin AbduLLAH, Katsir perawi matruk menurut Ahmad,tapi hadits ini shahih secara matan,yang diperkuat pula dengan hadits berikut) :

"siapa membenci SunnahKu maka dia bukan dari golonganku (Musnad Ahmad 4,dengan sanad Mujahid-Manshur-Jarir-Yahya) : "ilmu itu hanya ada 3 : KitabuLLAH yang berbicara Sunnah yang telah lalu, dan ucapan Aku tidak tahu ( dinukil dalam al I’lam nya Ibnu Qayyim, al Faqih nya Al Khatib al Baghdadi dengan sanad Ibnu Umar-Nafi-Malik),
"percayalah kepada tuhan dengan segenap hatimu, jangan kamu bersandar pada pengertianmu sendiri ( amsal 3:5)
“percuma mereka beribadah kepadaKU sebab yang mereka lakukan hanyalah perintah orang”(Matius 15:9),
“berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri diatas jalan orang berdosa, yang tidak duduk didalam kumpulan pencemooh, yang kesukaannya adalah Taurat, dan merenungkan Taurat itu siang dan malam” ( Mazmur 1:1-2)

Kembali lagi demokrasi didengungkan sebagai sistem terbaik yang akan mampu menciptakan keadilan………dan itu hanya sebuah mimpi saja, demokrasilah yang menghantarkan Para Nabi menuju kematian… karena dihukum berdasarkan suara terbanyak rakyat dan pemerintahannya yang alergi terhadap Kebenaran yang datang kepada mereka.:
Lalu Pilatus berkata kepada mereka: “ Tetapi kejahatan apa yang telah dilakukanNya? Namun mereka berteriak makin keras : “salibkanlah Dia “ dan oleh karena pilatus ingin memuaskan hati orang banyak itu, kama ia membebaskan barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan” (matius 15:13-15)
Sesungguhnya bila mau berkata jujur, kaum Nasrani, Muslim & yahudi sama sama memimpikan terwujudnya Kerajaan ALLAAH lahir dibumi mereka. Sebagaimana doa berikut ini :
Dikuduskanlah NamaMU, datanglah kerajaanMU jadilah kehendakMU dibumi seperti di surga (baca : Jannah). (matius 6 : 9-10)
“ hanyalah kepadaMU kami beribadah , dan hanya kepada MU kami meminta tolong , tunjukilah Kami Jalan Yang Lurus “ (QS 1:5-6)
Sebenarnya demokrasi sangat bertentangan dengan ajaran-ajaran samawiyah dan juga nilai musyawarah dalam Pancasila Musyawarah dan demokrasi adalah merupakan dua metoda penyelesaian masalah kehidupan dunia yang berbeda. Musyawarah menghasilkan suatu keputusan yang disebut mufakat. Sedangkan, demokrasi menghasilkan suatu keputusan yang disebut penetapan pihak yang memenangkan pemilihan yang dilaksanakan.
Mufakat sebagai hasil keputusan musyawarah merupakan hasil dari suatu proses pengajuan dasar-dasar pemikiran pemecahan masalah yang disepakati dan ditetapkan secara bersama di dalam suatu Lembaga/Majelis terhadap suatu persoalan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sementara, proses demokrasi selalu menetapkan pihak pemenang melalui penghitungan suara sebagai dasar keputusan yang diselenggarakan oleh suatu organisasi kepanitiaan yang melaksanakan pemilihan.
Oleh karena itu, proses musyawarah adalah lebih cenderung pada penggunaan hak bicara bukan hak suara. Sehingga, musyawarah akan lebih mengandalkan kepada kemampuan keilmuan seseorang atas persoalan yang akan dipecahkan, dan prosesnya akan mencerdaskan hadirin yang hadir terlibat.
Adapun proses demokrasi adalah lebih cenderung menggunakan hak suara daripada hak bicara. Sehingga, proses ini akan lebih ditentukan oleh kekuatan ikatan primordial seseorang terhadap seseorang baik secara individu maupun secara kelompok atau organisasi. Sehingga, transfer ilmu pengetahuan sebagai suatu proses pencerdasan bangsa akan sangat lemah terjadi.
Pada akhirnya, dapat disimpulkan bahwa proses musyawarah akan membentuk seseorang lebih menjadi pemimpin, sedangkan proses demokrasi lebih cenderung membentuk seseorang menjadi penguasa. Hal ini dapat dijelaskan dari pemahaman bahwa hanya seseorang yang memahami sejarah dan masa depan kehidupan Bangsa dan Negara Republk Indonesia yang layak ditetapkan untuk menduduki suatu jabatan tertentu. Ini hasil dari proses musyawarah. Tetapi, proses demokrasi lebih memaksakan seseorang menduduki suatu jabatan tertentu tanpa melihat kemampuan atau kapasitas keilmuan orang yang dicalonkan tersebut.
Saya tidak ingin memaksakan penerapan Syari’at Islam saja dinegeri ini, yang saya harapkan adalah agar negeri ini berhukum sesuai dengan kepercayannya masing-masing seperti apa yang termaktub dalam kitab suci masing-masing, jangan menjadi jongosnya penjajah. Yang Islam kembali kepada ajaran Muhammad SAW, yang yahudi dan nasrani kembali kepada injil secara benara dan konsekwen. Jangan jadikan negeri ini negeri angan-angan saja, negerinya setan, negeri jajahannya orang asing. Jadikan Pancasila sebagai dasar Negara yang baku, jangan memperkosa Pancasila dengan isme isme penjajah yang dipaksakan dinegara ini. Sebab Al Hukmu (menentukan hukum) merupakan hak khusus Rububiyah ALLAAH, sebagaimana doa merupakan hak khusus Uluhiyah-NYA, maka barangsiapa merampas hak-hak khusus itu berarti dia telah menempatkan dirinya sebagai RABB selan ALLAAH. Dan pernyataan atau keyakinan atau persetujuan akan bolehnya si fulan atau sekelompok orang membuat hukum adalah termasuk memalingkan hak khusus ALLAAH itu kepada selain-NYA yang berarti pelakunya telah menyekutukan ALLAAH. [Lihat definisi Tauhid Rububiyah dan Syirik dalam Rububiyah dalam Fatawa Al Lajnah Ad Daimah 1/55.]
Syaikh Abu Shuhaib Abdul Aziz bin Shuhaib Al Maliki sendiri telah mengumpulkan fatwa lebih dari 200 ulama salaf dan kontemporer yang menyatakan murtadnya pemerintahan yang menetapkan undang-undang positif sebagai pengganti dari syariah Islam, dalam buku beliau Aqwaalu Aimmah wa Du’at fi Bayaani Riddati Man Baddala Syariah Ninal Hukkam Ath Thughat. Untuk lebih jelas lihat tulisan saya demokrasi vs Pancasila. Di situs http://www.tri-falaq-tunggallistik.com. Hendaknya umat yang mengaku beragama bersikap jujur dengan agama yang diyakininya masing masing,jangan menyeleweng kepada yang berada diluar jalur keyakinan mereka. Didalam bible ditegaskan :
Semua hukum-NYA Kuperhatikan, perintah-perintah-NYA tidak kulalaikan.(mazmur 18:22)
Semua peraturan itu adalah mengenai hal-hal yang begitu dipakai tidak berguna lagi. Itu hanya peraturan-peraturan dan pengajaran-pengajaran yang dibuat oleh orang.(kolose2:22)
Lebih baik berlindung pada ALLAAH, daripada mengandalkan orang.(mazmur 118:8)
Perintah-perintah ALLAAH kalian abaikan, dan peraturan-peraturan orang kalian pegang kuat-kuat."(markus 7:8)

Perkataan ALLAAH adalah perkataan yang hidup dan kuat; lebih tajam dari pedang bermata dua. Perkataan itu menusuk sampai ke batas antara jiwa dan roh; sampai ke batas antara sendi-sendi dan tulang sumsum, sehingga mengetahui sedalam-dalamnya pikiran dan niat hati manusia.(ibrani 4:12)
“ "Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar. Janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang melakukan kejahatan, dan dalam memberikan kesaksian mengenai sesuatu perkara janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang membelokkan hukum. (keluaran 23 : 1-2)
“Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan; janganlah engkau membela orang kecil dengan tidak sewajarnya dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili orang sesamamu dengan kebenaran.”( imamat 19:15)

Akhirnya pemerintahan kabinet yang baru ini hanya bisa bermimpi tentang keadilan namun kenyataannya justru menuai bencana yang berkesinambungan. Dengan demokrasi mari melanjutkan kekafiran,kefasikan,kezhaliman dan menyongsong bencana yang bertubi tubi. WaLLAAHU A’lam Bishawwab.

Demokrasi memurtadkan?macam kenal aja kata-kata ini…

kenal dimana & siapa yang membawakan kata kata ini ???