Denominasi, Bagaimana anda menyikapinya?

Definisi Denominasi dapat kita lihat dalam dua pengertian yakni dalam pengertian Kristen secara umum sebagai suatu kelompok (gereja) dalam kekristenan yang diidentifikasikan di bawah satu nama, struktur dan ajaran atau doktrin. Sedang dalam pengertian secara khusus sebagai hasil dari kejatuhan iman, yang ditilik dari sudut pandang Alkitab sebagai suatu perpecahan.
Penyebab munculnya beraneka-ragam denominasi gereja yang ada dalam kekristenan antara lain mulai dari besarnya wilayah pelayanan kekristenan, adanya pengaruh dari berbagai jenis filsafat duniawi, kurang tegas dan ketatnya pengajaran tentang Kristen hingga berbagai jenis motifasi individu yang muncul dalam pelayanan penginjilan. Semua yang disebutkan itu membuat masing-masing hamba Tuhan atau para orang percaya (yang mengaku Kristen) yang secara manusiawi sangat tidak sempurna, menjadi berbeda pendapat, pemahaman atau cara pandang terhadap suatu doktrin dalam kekristenan. Hal-hal inilah yang menjadi pemicu munculnya rasa tidak suka dan tidak puas pada gereja sebelumnya dan berakibat pada keinginan untuk melepaskan diri dari gereja induk dan membentuk gereja ideal menurut pemahaman yang dianut.
Dapat simpulkan bahwa denominasi-denominasi yang ada, tercipta atas dasar pemikiran manusia dan dengan memakai nama ciptaan manusia. Yesus Kristus tidak pernah merencanakan gerejaNya untuk terbagi menjadi denominasi. Para rasul sendiri tidak pernah menganjurkan adanya perpecahan dalam Kristen. Sebab Kristus itu adalah satu dan tidak pernah dibagi-bagi (1 Korintus 1:10). Dan tidak ada ayat dalam Perjanjian Baru yang menganjurkan bahwa denominasi itu adalah Alkitabiah.

http://imageshack.us/a/img402/9892/sejarahdenominasifk.jpg

Bagaimana pandangan dan sikap anda?

monggo bagi anda yang menganut ajaran katolik, reformed, calvinisme, karismatik, dll… silahkan apa pandangan anda?sudah hebatkah denominasi anda? :azn: :azn:
(maaf saya coba angkat topic ini karena dibeberapa treat selalu terjadi pertentangan denom, yg lebih parahnya lagi jika denom sobat dipaksakan untuk dituruti oleh denom lain…hhmmm…gimana yah? :rolleye0014: :rolleye0014:

Karismatk masuk aliran mana bro ?

kalo karismatik dimulai dengan neo-karismatik yaitu di :
DENOMINASI MASA KEBANGUNAN BESAR (1700-1900)
Pada masa ini gereja mengalami perubahan pola pelayanan dengan bentuk-bentuk baru,
yang lebih mengandalkan semangat penginjilan dan karunia
hmm…itu menurut saya bro…jika ada ahli sejarah mungkin bisa ditelaah lebih lagi sebenarnya awal mula aliran karismatik tsb dari mana… :afro:

Saya dapat sumber dari tetangga.

[b]Pada tahun 1960, Bennet, seorang Rektor Gereja Episkopal Santo Markus, Van Nuys, California, Amerika Serikat, mengumumkan kepada jemaatnya pada tahun 1960 bahwa ia telah menerima pencurahan Roh Kudus. Segera setelah peristiwa ini, ia pindah melayani di Vancouver dalam dalam banyak lokakarya dan seminar mengenai karya Roh Kudus. Pelayanannya ini banyak memengaruhi puluhan ribu kaum Anglikan di seluruh dunia sekaligus memulai gerakan pembaharuan di dalam tubuh Gereja Katolik Roma dan Gereja-Gereja Ortodoks.

Antara 1960-1970, muncul pembaharuan di kalangan gereja-gereja aras utama, seperti Episkopal, Lutheran, dan Katolik, untuk mendapatkan karunia-karunia Roh Kudus. Pembaharuan Karismatik Katolik diawali pada individu seperti Kevin Ranaghan dan pengikutnya di University of Notre Dame, South Bend, Indiana. Dennis Bennet adalah rekan Ranaghan di Gereja Episkopal.
[/b]
Saya cuma mau nanya kenapa gak ada dalam tabel.

ada dalam tabel coba dilihat lagi…yaitu di

DENOMINASI MASA KEBANGUNAN BESAR (1700-1900)

anda lihat itu pasti di http://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_Karismatik ya?padahal awal mulanya telah berkembang sebelum itu, hanya saja belum menjadi denominasi, dan Dennis Bennett, seorang dari Gereja Episkopal Amerika seringkali disebut-sebut sebagai pionir dari gerakan ini.

Definisi Denominasi dapat kita lihat dalam dua pengertian yakni dalam pengertian Kristen secara umum sebagai suatu kelompok (gereja) dalam kekristenan yang diidentifikasikan di bawah satu nama, struktur dan ajaran atau doktrin. Sedang dalam pengertian secara khusus sebagai hasil dari kejatuhan iman, yang ditilik dari sudut pandang Alkitab sebagai suatu perpecahan.

Penyebab munculnya beraneka-ragam denominasi gereja yang ada dalam kekristenan antara lain mulai dari besarnya wilayah pelayanan kekristenan, adanya pengaruh dari berbagai jenis filsafat duniawi, kurang tegas dan ketatnya pengajaran tentang Kristen hingga berbagai jenis motifasi individu yang muncul dalam pelayanan penginjilan. Semua yang disebutkan itu membuat masing-masing hamba Tuhan atau para orang percaya (yang mengaku Kristen) yang secara manusiawi sangat tidak sempurna, menjadi berbeda pendapat, pemahaman atau cara pandang terhadap suatu doktrin dalam kekristenan. Hal-hal inilah yang menjadi pemicu munculnya rasa tidak suka dan tidak puas pada gereja sebelumnya dan berakibat pada keinginan untuk melepaskan diri dari gereja induk dan membentuk gereja ideal menurut pemahaman yang dianut. Adanya pemisahan-pemisahan denominasi mengakibatkan munculnya anggapan-anggapan sejumlah atau semua kelompok Kristen yang satu kepada yang lain dalam pandangan positif, sebagai versi-versi lain dari kekristenan (dikelompokkan) dengan label-label yang berbeda dengan mereka, dan dalam pandangan negatif sebagai kelompok murtad, bidat atau sesat: yang artinya, bukan versi yang sah dari agama Kristen.

Diantara para teolog dan ahli agama sekalipun, terdapat perbedaan pendapat tentang kelompok-kelompok mana yang sebenarnya dapat disebut Kristen dan mana yang tidak. Ketidak-sepakatan ini muncul terutama dari perbedaan-perbedaan doktriner di antara kelompok-kelompok denominasi tersebut. Menurut The World Christian Encyclopedia, karangan David B. Barret, denominasi gereja yang mengklaim diri mereka sebagai Kristen pada tahun 2001 berjumlah sekitar 33.000 denominasi dan sekte-sekte. Kemudian pada tahun 2007 jumlah ini menjadi sekitar 39.000. dan kemungkinan untuk bertambahnya demominasi atau sekte pun tidak dapat dipungkiri.

Dapat simpulkan bahwa denominasi-denominasi yang ada, tercipta atas dasar pemikiran manusia dan dengan memakai nama ciptaan manusia. Yesus Kristus tidak pernah merencanakan gerejaNya untuk terbagi menjadi denominasi. Para rasul sendiri tidak pernah menganjurkan adanya perpecahan dalam Kristen. Sebab Kristus itu adalah satu dan tidak pernah dibagi-bagi (1 Korintus 1:10). Dan tidak ada ayat dalam Perjanjian Baru yang menganjurkan bahwa denominasi itu adalah Alkitabiah.

[email protected]

Dalam tabel tidak dicantumkan bahwa Kebangunan Besar 1700 sebagai lahirnya karismatik, setahu saya karismatik lahir setelah Pentakosta.

Simak yg berikut ini :

Gerakan/aliran Kharismatik dikenal juga dengan nama “Gerakan Pentakostal Baru”. Dengan demikian jelaslah bahwa gerakan Kharismatik berpangkal pada gerakan Pentakostal. Ciri utama yang menunjukkan bahwa gerakan Kharismatik berpangkal dan mirip dengan gerakan Pentakostal ialah, keduanya memberi tekanan pada “Baptisan Roh” dan “Penyembuhan Ilahi).
Cikal bakal Gerakan Kharismatik ini adalah sebuah organisasi para pengusaha Kristen yang bernama The Full Gospel Business Men’s Fellowship (FGBMF), yang dibentuk oleh Demos Shakarian, seorang milyuner di kota California, Amerika Serikat. Sejak semula kalangan FGBMF sudah menggunakan nama “Persekutuan Kharismatik” untuk pertemuan-pertemuan mereka.
Suatu peristiwa yang sering diacu sebagai awal kemunculan gerakan Kharismatik ini ialah peristiwa yang terjadi di lingkungan Gereja Episkopal di sekitar kota Los Angeles-California, pada tahun 1959. Dalam peristiwa tersebut sepasang suami-istri yang masih muda, John dan Joan Baker, menerima Baptisan Roh disertai tanda berbahasa lidah, setelah bersentuhan dengan kalangan Pentakostal. Segera menyusul 10 orang lagi, lalu mereka berhimpun mengadakan kebaktian sendiri. Peristiwa ini (Baptisan Roh) kemudian dialami pula oleh jemaat-jemaat Episkopal di sekitarnya, dan mengakibatkan api kharismatik menyulut kobaran di mana-mana.

maaf anda kemana mana alias ngawur…pertanyaan saya adalah bagaimana sikap anda terhadap denominasi sekarang ini? ringkas bukan?berfikirlah konsisten… kenapa anda selalu terfokus kepada karismatik?knp ga terfokus kepada yg lain?apa sebenarnya masalah anda?coba anda fokuslah kepertanyaan… saya melampirkan gambar diatas semata2 adalah sebagai acuan dalam melihat denominasi itu seperti apa. bukan melihat aliran karismatik itu seperti apa… ah tampaknya dari awal anda tidak bisa diajak berdiskusi dengan baik…!!jika anda terus2an mencoba untuk menggali tentang berbagai aliran denom, ya anda coba buat lagi treat. treat ini hanya berupa pertanyaan pandangan… tidak mendeskriditkan denominasi tertentu. harapan saya anda maklum…!! :afro:

“untuk sementara” tidak ada masalah dengan denominasi2 tsb. Semuanya yang terjadi masih dalam “ijin” Tuhan karena gereja sedang di dalam perjalanannya menuju kepada kedewasaan dan keserupaan semakin seperti Kristus. Selama menjadikan Alkitab sebagai satu-satunya fondasi iman, serta bertumpu pada 12 pengakuan iman rasuli, maka ia masih dapat disebut gereja yang sejati, apapun denominasinya.

Lain halnya jika terjadi penyimpangan terhadap hal yang sangat prinsipal khususnya terhadap doktrin keselamatan dan doktrin trinitas, maka menurut saya bukanlah gereja Yesus Kristus yang sejati, karena sejatinya mereka belum mengalami keselamatan karena menolak pemahaman keselamatan dan menolak “hakekat” Allah Trinitas, sehingga kita tidak dapat memberikan predikat kepada mereka sebagai gereja / umat tebusanNya.

Tuhan memakai dan memanfaatkan momentum munculnya banyak denominasi sebagai cara untuk memulihkan kebenaran-kebenaran Alkitabiah yang telah hilang atau tergerus sebelumnya. Kegerakan-kegerakan ini sebenarnya mewakili kebenaran-kebenaran Alkitabiah yang mereka usung,yang hendak mereka kembalikan ke dalam gereja. Inisiator utamanya tentu saja Roh Kudus yang bergerak memulihkan dan mengembalikan kebenaran-kebenaran Alkitabiah yang telah lama hilang atau ditinggalkan. Meskipun demikian dalam aplikasinya seringkali terjadi banyak distorsi, ekses, perpecahan dan perseteruan, ini jelas-jelas disebabkan karena “human error” dan diluar kehendak Allah. Meskipun ini terjadi, namun seharusnya tidak menghilangkan makna dari pemulihan kebenaran Alkitabiah itu sendiri. Kita harus menangkap momentum awal dari pergerakan Roh Kudus dibalik semua denominasi, perpecahan dan perseteruan itu. Kita harus mengadopsi kebenaran-kebenaran Alkitabiah yang disingkapkan itu dan menerapkan ke dalam gereja kita.

Gereja yang sudah merasa doktrinnya paling benar sendiri dan tidak mau menyesuaikan diri sesuai arah pergerakan pemulihan kebenaran Alkitabiah yang dikerjakan Roh Kudus pada zamannya, merupakan gereja yang menyedihkan karena tidak mau disempurnakan oleh Roh Kudus menuju gambar Kristus.

Label atau nama denominasi boleh saja tetap sama, namun mereka harus fleksibel dalam aplikasi penerapan kebenaran-kebenaran Alkitabiah dalam kehidupan bergereja dan dalam struktur pemerintahan gereja. Harus mau menerima perubahan dan kritik membangun, termasuk jika masukan itu adalah hal yang doktrinal.

Sebagai contoh saja, gereja dimana tempat saya bernaung memiliki 2 visi di dalamnya :

  1. Menjangkau setiap orang dengan Injil, memuridkan mereka sesuai dengan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus dan mengutus setiap anggota jemaat menjadi saksi di tengah dunia.

  2. Membangun kehidupan Kekristenan dalam jemaat lokal menurut pola gereja mula-mula secara otentik, seperti yang tercatat dalam Kitab Perjanjian Baru.

Sebagai gereja yang tergolong relatif baru, yang berdiri tahun 1987, waktu itu Rev. Yeremia Rim (foundernya) dan beberapa perintisnya di Surabaya mendirikan Gereja Kristen Perjanjian Baru Masa Depan Cerah. Banyak serangan, tuduhan dan kritikan yang bersumber dari beberapa kalangan Kekristenan, salah satunya dalam hal kebaktian memakai alat musik fullband dan terdapat penari tamborin yang mengiringi puji-pujian. Dalam konteks waktu itu (setahu saya) di Indonesia baru gereja kami yang memakai tamborin didalam ibadah, dan mungkin kami-lah yang menjadi salah satu pelopornya, terbukti setelah itu banyak gereja lain yang mengikuti menggunakan alat musik full band dan tamborin. Pada waktu itu pun gereja kami juga sempat menelorkan album rekaman sendiri yang cukup menjadi berkat buat gereja-gereja lain. Hal-hal yang saya sebutkan diatas belum cukup lazim dilakukan gereja-gereja pada zaman itu. Namun amat lazim dilakukan pada banyak gereja zaman sekarang.

Meskipun banyak tuduhan, serangan dan kritikan namun mereka tetap maju karena meyakini visi itu sesuai dengan kehendak Tuhan. Sampai akhirnya sekarang ini telah merintis di puluhan kota di Indonesia, dari sabang sampai merauke, dan mengalami buah-buah yang sangat signifikan. Kami sangat menentang dengan keras pola “perpindahan” / “barter” jemaat satu ke yang lain. Hal ini berakar dari keinginan untuk benar-benar membangun jemaat berbasiskan penyebaran amanat agung (penginjilan) dan pemuridan, bukannya merebut atau merayu anggota gereja lain untuk turut bergabung bersama kami dengan cara-cara yang tidak fair / tidak terpuji. Terus terang pola “barter jemaat” ini banyak terjadi di gereja-gereja di Indonesia akhir-akhir ini. Ini termasuk salah satu ekses buruk yang harus ditangani dengan serius.

Kami berusaha menerima pembaharuan dalam hal “kehidupan berjemaat”. Apabila gereja di masa lampau seringkali terkesan kaku dalam kehidupan berjemaat, program oriented bukan people oriented, kami menangkap pesan pemulihan kebenaran dari ROH KUDUS dengan menerapkan pola kehidupan berjemaat dari gereja mula-mula secara otentik. Pola itu adalah kasih persaudaraan, komitmen (covenant relationship), intinya… “pelayanan” lebih dari sekedar program, namun harus berfokus pada manusia (people oriented) sebagaimana teladan gereja mula-mula, dan harus benar-benar menjawab kebutuhan manusia.

Pola kepemimpinan jamak adalah hal lain yang dikembalikan (baca: dipulihkan) dalam gereja kami. Tidak ada hamba Tuhan yang super rohani, artinya semuanya harus saling menegor, saling mengontrol, saling mengisi, saling menjaga dan saling membangun. Kalau nekat dengan pola kepemimpinan single fighter ya akhirnya bisa dengan mudah berubah menjadi seperti banyak para pemimpin/penginjil Kristen yang mencari keuntungan dari pelayanan, mengajarkan ajaran-ajaran sesat (teologi kemakmuran), memiliki kehidupan ganda sehingga secara moralitas tidak dapat menjadi teladan.

Sedikit sharing “lahirnya denominasi baru ini” melatarbelakangi pembahasan “menyikapi denominasi”. Semoga kita memiliki wawasan dan pola pikir mengenai “denominasi” yang semakin dewasa. Karena pada kenyataannya adalah mustahil sampai Yesus datang sekalipun jika denominasi gereja disatukan. Namun yang sangat mungkin dilakukan adalah: mengembangkan sikap dan pola pikir yang dewasa dalam memandang fenomena denominasi ini dan menekankan kepada kesatuan rohani di hadapan Tuhan (gereja universal). Kesatuan rohani / spirit inilah yang paling penting, karena ini mengindikasikan dewasa tidaknya gereja yang bersangkutan. Kita juga harus bisa menerima dan mengasihi anggota tubuh Kristus lain dengan masing-masing kelebihan dan kekurangannya, meskipun juga bukan berarti mengkompromikan setiap penyesatan dan penyimpangan yang mungkin saja muncul dari oknum-oknum diantara mereka.

denominasi sekarang ini bukan mencari kristus melainkan mereka hanya mencari uang dgn mengumpulkan persepuluhan dari jemaat utk kepentingan keluarga…

di jakarta banyak gereja karismatik yang saling bersaing mendapatkan umat… sedih…

Terlepas benar atau tidaknya hal itu, saya sangat meyakini hal itu sangat mungkin terjadi. Akhir zaman akan menjadi masa yang sangat sarat dengan penyesatan dan penipuan oleh Iblis, bahkan di dalam tubuh Kristus sendiri. Oleh sebab itu umat Tuhan dituntut mampu menguji sendiri atas semua fenomena dan pergerakan, apakah sesuai dengan Alkitab atau tidak. Jikalau Anda katakan dalam banyak gereja karismatik mengalami hal tersebut saya sangat mengerti dan tidak kaget. Itulah salah satu ekses yang terjadi didalam gerakan kharismatik. Saya sendiri lahir baru dan bertumbuh dalam lingkungan karismatik (Injili) namun saya tidak tersinggung sedikitpun dengan pemaparan saudara, karena itulah kenyataannya. Justru dari situ kita bisa belajar hikmahnya.

Walau kata2 anda pahit tapi benar apa adanya.

Sejak nyokap saya keluar dr karismatik, kami dihubungi terus oleh gereja dan saya coba menjelaskan bahwa kita telah berpindah gereja karena satu jalur. Eh… malah dia menjelek2an gereja lain :mad0261:

Gereja karismatik membuat sel2 kecil terdiri dari ruko2 kecil, sehingga keuangan tidak dikelola dengan baik terutama terkait sumbangan jemaatnya.

Gereja karismatik jg punya sisi positifnya, kepedulian antar anggota lebih baik dibanding gereja protestan.
Gereja protestan menekankan disiplin alkitab, ketegasan dan keteraturan sehingga banyak anak muda sekarang kurang betah.

Kita tahu bahwa semua denom yg ada ajarannya selalu berdasarkan alkitab, trus bagaimana kita menyikapinya?apakah dengan pasrah saja melihat denom yg rasanya semakin tidak jelas titik temunya?ataukah kita semua harus rendah hati menerimanya sehingga terjadi unity didalamnya?

cut!!!
anda oot alias ngaco…disini tidak berbicara mengenai karismatik secara khusus…jika anda mau berbicara mengenai karismatik silahkan anda buat treat sendiri. paham saya adalah interdenominasi…itu jelas…jadi jika ada yg berupaya untuk menggulingkan salahsatu denom maka anda jelas berniat memprovokasi, tidak mempunyai pikiran untuk berkembang dan menyikapi denom yg skr ini. terkesan denom andalah yg paling benar…!!
back to the question!!.. bagaimana anda menyikapinya?membiarkannya saja atau anda punya ide lain?silahkan anda berkomentar demi membangun umat Tuhan yg militan. trims’ Gbu

[quote author=kasihsukacitaku link=topic=45476.msg757695#msg757695 date=1347595114]
Definisi Denominasi dapat kita lihat dalam dua pengertian yakni dalam pengertian Kristen secara umum sebagai suatu kelompok (gereja) dalam Kekristenan yang diidentifikasikan di bawah satu nama, struktur dan ajaran atau doktrin. Sedang dalam pengertian secara khusus sebagai hasil dari kejatuhan iman, yang ditilik dari sudut pandang Alkitab sebagai suatu perpecahan.

Shalom,

Tabiat dosa dari awal kejatuhan Adam, Rm 5:12,14,
Tabiat dosa yaitu kesombongan dan berlebihan mementingkan diri sendiri yg mengakibatkan gereja tidak maju, Amsal 16:18, Filipi 2:1-4.
Kehendak Tuhan yaitu gereja 100% Alkitabiah, yg bertumbuh hingga sempurna. Lukas 1:68-75, Yoh. 16:13, Rm 12:2, Efesus 1:22-23, 4:11-13.

Patokan2/ukuran2 yg sudah dibuat/dipatok mati, menjadikan gereja tdk bertumbuh lagi melebihi patokan yg dibuat. Matius 7:2.

Semua orang kristen dipimpin oleh Roh Kudus yang sama, sangatlah tidak mungkin 100% adanya banyak tafsiran hikmat Firman yang berbeda-beda dan berlawanan satu sama lain.
2 Korintus 4:13, Efesus 4:13.

Banyak penafsiran bukan pimpinan Roh Kudus, tapi dosa yg bekerja. Rm 7:8, 1 Petrus 4:3.

Terimakasih.

[quote author=Eliahenokh link=topic=45476.msg757988#msg757988 date=1347612636]

jadi intinya pendapat anda apa sob?sikap anda bagaimanakah melihat denom skr ini?

  1. Masih ingat peristiwa Menara Babel dimana muncul ke angkuh an yg namanya manusia sehingga Allahku melihat hal2 yg BERBAHAYA disana maka Allahku me mecah belah mereka menggunakan banyak bahasa untuk menghindari ke ANGKUH an itu makin memuncak !
    Bagaimana kalau kita sesekali melihat adanya DENOMINASI itu juga cara Allah Juruselamat menggunakan Denominasi untuk memecah belah agar Keangkuhan Manusia Roma yg menguasai Gereja sampai masuk dalam Masa Kegelapan Gereja2 yg membahayakan kelangsungan Maha Karya Penebusan Allah sampai2 digantikan dengan Surat Penebusan dari Penguasa Gereja SAAT ITU !

  2. Bukankah Rasul Paulus dengan halus me NUBUAT kan adanya per beda an dalam Tubuh Kristus yg terdiri dari BANYAK ORGAN yg ber beda2 tetapi tetap SATU TUBUH. Bukankah adanya banyak organ yg berbeda itu membuat terjadinya Harmonisasi yg Simbiosis Mutualistis sehingga semuanya saling menopang meskipun cara bekerja masing2 organ ber beda2…ada yg kembang kempis (Jantung,Paru2, Lambung), ada yg lirik kiri kanan - atas bawah (mata), ada yg menjulur - mengecap ngecap (Lidah), ada yg me milin2 (usus), ada yg me raba2 (Tangan) , ada yg me langkah2 (Kaki)…toh semuanya punya Gaya dan Fungsi ber BEDA2…dengan satu TUJUAN…Jadikan semua bangsa murid-Ku dan Baptiskanlah mereka dalam Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus. Ajarkanlah apa yg aku telah ajarkan kepadamu
    Bukankah terasa LUCU kalau Organ Jantung kita disuruh bekerja secara seperti Tangan “me RABA2” dan sebaliknya !
    Biarlah masing2 bekerja secara masing2 selama TUJUAN nya tetap SATU yaitu membuat Tubuh Kristus berkembang dari waktu ke waktu…bukankah Ia berkata…ketahuilah bahwa Aku akan menyertai kamu sampai kesudahannya !..
    Ya INI sih pandangan saya , karena toh apa yg sedang TERJADI semua sudah atas Izin-Nya harus terjadi…kita2 ini 'kan cuma menapak diatas jalan yg sudah disediakan-Nya…Bukankah Ia bekerja didalam segala HAL untuk mendatangkan kebaikan bagi semua orang yg PERCAYA kepada-Nya ?!!

Pertanyaan TOPIK diatas bagus sekali.

Semua denominasi kristen, memakai Kitab Suci yang sama, yaitu Injil Yesus.
Apakah kita biarkan saja, masing-masing berjalan menurut tuntunan pedoman Injil Yesus, dan nanti akhirnya kita akan sampai di tujuan yang sama, yaitu rumah Bapa.

Mat. 7 : 21 – 23 .
Bukan setiap orang yang berseru kepada Ku : Tuhan, Tuhan ! akan masuk kedalam Kerajaan Sorga melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di Sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama Mu, dan mengusir setan demi nama Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama Mu juga ? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata : Aku tidak pernah mengenal kamu ! Enyahlah dari pada Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan !

Ternyata dari ayat tersebut diatas, tidak semua orang yang percaya dan memakai Injil Yesus diterima oleh Yesus.
Nah, dari sini kita harus mencari jawabannya, mengapa kita ditolak oleh Yesus ??

Rm.10 : 2 – 3.
Mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri maka mereka tidak takluk kepada`kebenaran Allah.

Dari ayat tsb. diatas, ternyata ada orang-orang yang menafsirkan Injil Yesus tsb. tidak sesuai dengan yang dimaksud oleh Yesus, jadi salah tafsir.
Kalau yang salah tafsir tsb. adalah masalah yang tidak princip, yah, wajar lah, namanya juga manusia, yang mempunyai jalan pikiran yang berbeda-beda.
Akan tetapi kalau yang salah tafsir tsb. adalah masalah yang mendasar, atau masalah yang sudah dimeteraikan, celakalah kita, sebab Allah itu sangat konsekuen.

Yoh.5 : 39 – 40.
Kamu menyelidiki kitab-kitab suci sebab kamu menyangka bahwa olehNya kamu mempunyai hidup yang kekal, walaupun Kitab-kitab suci itu memberi kesaksian tentang Aku, [b]namun kamu tidak mau datang kepada Ku untuk memperoleh hidup itu.
[/b]

Kamu tidak mau datang kepada Ku,
Kamu tidak cuma percaya,( percaya adalah sikap pasip dari hati dan pikiran, tidak memerlukan tindakan.), akan tetapi kita harus melangkah, menyediakan diri kita untuk datang dan disatukan dengan Yesus.

Di 1 Yohanes dan 2 Yohanes, yang disebut antikristus itu ada dua;
Pertama ;
1 Yohanes 2:22,
"Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.”

Kedua :
2 Yohanes 1: 7,
"Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus datang sebagai daging. Itu adalah si penyesat dan antikristus.”

Setiap orang kristen percaya dan mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan.
Akan tetapi tidak semua orang kristen, mau percaya dan mengakui bahwa roti hidup itu adalah daging Yesus.

Dalam masalah ini, orang kristen terpisah menjadi dua.
Pertama :Yang mengakui bahwa roti hidup itu adalah daging Yesus.
Anglican, Katolik dan Ortodoks.

Kedua : Yang tidak mengakui bahwa roti hidup itu adalah daging Yesus.
Luther, Calvin, Zwingli, Anabaptis .

Yoh. 6 : 56.
Barangsiapa makan dagingKu dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

Penyatuan kita dengan Yesus, jelas-jelas ditulis di ayat diatas.

Jadi menyikapi masalah Denominasi, saya merasa khawatir, kalau diantara kita ada yang akan mengalami penolakan, karena masalah yang saya uraikan diatas.
Saya sekali-kali tidak bermaksud merendahkan atau menghina anda sekalian.
Jadi maafkan saya, kalau ada yang merasa tersinggung.