Devosi GRII

[b]http://www.griikarawaci.org/devosi

Jul 2017
12
Janji Allah dan Pemenuhan oleh-Nya
oleh: David Clarkson
Diterjemahkan oleh: Vinny

12 Juli

Janji Allah dan Pemenuhan oleh-Nya

“Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada” Mazmur 33:9

Firman Allah adalah tindakan-Nya sekaligus. Semua janji-Nya merupakan satu kesatuan yang sama dengan pelaksanaannya. Ia sama berkehendak di dalam memberikan sekaligus mewujudkan janji-Nya. Tidak ada jarak antara kata dan tindakan-Nya, tidak seperti manusia. Pertimbangan ini langsung menyingkirkan hambatan utama iman. Bukankah ini yang melemahkan keyakinan kita akan janji-janji Allah? Bukankah kita menganggap pewujudan janji-janji Allah sebagai tidak pasti dan sulit, atau waktunya nanti dan masih sangat lama? Jika kita mampu memandang pewujudan sepasti janji-Nya, iman dapat menyimpulkan bahwa pemenuhan janji-janji Allah adalah pasti, mudah, dan terjadi pada saat ini.

Dasar semua kepastian adalah kehendak Allah. Jika Ia berkehendak untuk menjanjikan, Ia juga berkehendak untuk mewujudkan. Bagi Allah kedua hal ini sama. Orang percaya memiliki hak yang tidak perlu dipertanyakan terhadap semua hal yang dijanjikan Allah. Semua janji itu diwariskan kepada orang percaya melalui kehendak kekal Bapa, dan telah lunas dibayar oleh darah Kristus yang mahal. Seluruh esensi Allah yang mulia terlibat untuk mewujudkan setiap janji. Ia akan berhenti menjadi Allah jika gagal mewujudkan walau hanya satu saja dari janji-Nya. Karena Ia akan berhenti menjadi Allah apabila Ia tidak lagi menjadi Yang Paling Sempurna. Seandainya Ia tidak mewujudkan janji-Nya, hal ini akan menyingkirkan Dia sebagai Yang Paling Sempurna.

Jika Ia tidak mewujudkan janji-Nya, Ia dapat dikatakan tidak berkehendak, atau tidak mampu. Artinya Ia memiliki kekurangan, baik dalam hal kuasa maupun hikmat. Jika Ia tidak pernah berkehendak untuk mewujudkan, lalu bagaimana Ia dapat dianggap benar? Jika Ia pernah berkehendak, tetapi sekarang telah berubah pikiran, bagaimana Ia dapat disebut Allah Yang Tidak Berubah? Jika Ia bukan Yang Tidak Dapat Berubah, Ia tidak abadi. Sepasti Ia adalah Allah, Ia akan mewujudkan janji-Nya. Anda sama saja mengatakan tidak ada Allah bila meragukan pewujudan atas janji-Nya.

Kemuliaan keberadaan-Nya dipertaruhkan di sini. Ia tidak kehilangan apapun jika Ia mewujudkan janji-Nya, tetapi Ia akan kehilangan semua jika tidak. Ia melibatkan Diri-Nya tatkala Ia melibatkan Firman-Nya. Manusia dapat tetap menjadi manusia meskipun tidak setia, sebaliknya Allah tidak dapat tetap sebagai Allah apabila Ia tidak setia; Ia tidak dapat menyangkal Diri-Nya sendiri.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan karya David Clarkson (1622-1686), “Works”, I:193-196

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun: Mazmur 119
[/b]

[b]http://www.griikarawaci.org/devosi

Jul 2017
13
Setan Tidak Sanggup Menaklukkan Orang Kudus
oleh: William Gurnall
Diterjemahkan oleh: Vinny

13 Juli

Setan Tidak Sanggup Menaklukkan Orang Kudus

“Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu” Roma 16:20

Setan tidak pernah berhasil menaklukkan satu jiwa pun yang diperlengkapi dengan anugerah sejati. Orang kudus sejati, yang ditampi musuh, pada akhirnya akan keluar dengan membawa kemenangan terhormat. Kristus masuk ke padang belantara dipimpin oleh Roh Kudus yang juga membawa-Nya keluar dengan kemenangan. Setan berusaha mencemari hati nurani orang percaya, dan merusak gambar Allah. Meskipun demikian Allah memakai satu godaan berdosa setan sebagai sarana pencegahan terhadap dosa lain.

Allah merupakan sahabat sejati orang kudus. Allah hadir di ruang perencanaan setan dan mengubah rencana setan demi kebaikan orang kudus. Allah juga dapat memakai kejatuhan orang kudus sebagai satu dorongan, setitik harapan, bagi yang lain agar tidak terpuruk di dalam keputus-asaan. Dosa Daud sangatlah besar, tetapi ia beroleh belas kasihan Allah. Petrus jatuh dengan telak, tetapi sekarang dia di Sorga. “Mengapa engkau duduk di sini, o jiwaku, di bawah kendali keputus-asaan? Bangkitlah dan mintalah belas kasihan Allahmu, yang telah mengampuni orang-orang lain”.

Allah juga mengizinkan setan mencobai orang kudus-Nya yang besar imannya demi melatih mereka menolong saudara-saudara se-iman mengatasi situasi yang sama. Allah mengizinkan mereka dilatih oleh cambuk setan, demi memahami cara-cara setan dan hati mereka sendiri. Tidak ada yang sanggup menangani jiwa-jiwa yang papa dengan ramah selain orang yang pernah mengalami kesedihan karena kelicikan hati mereka sendiri. Seorang kudus dapat saja tertipu oleh muslihat musuh, tetapi hati yang palsu dengan sukarela menyerahkan dirinya dikuasai hawa nafsu. Orang kudus tidak jatuh ke dalam dosa secara congkak seperti yang lain. Allah mengubah kegagalan mereka untuk selanjutnya membangun iman mereka. Kebangkitan iman sejati bahkan akan membuatnya bertarung lebih gagah berani.

Allah mengijinkan anak-anak yang dikasihi-Nya menderita kejatuhan demi menyerang balik rencana setan. Semua rancangan neraka tidak mampu mengubah satu huruf maupun garis yang telah digoreskan tangan Allah. Providensi Allah secara misterius menutupi karya-Nya dengan tirai sehingga kita tidak dapat melihat apa yang sedang Allah lakukan.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan karya William Gurnall (1617-1679), ‘The Christian in Complete Armour’, I:100-111

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun : Mazmur 120, 121, 123, 125, 126

[/b]

[b]http://www.griikarawaci.org/devosi

Jul 2017
14
Pertarungan yang Terus Menerus
oleh: William Gurnall
Diterjemahkan oleh: Vinny

14 Juli

Pertarungan yang Terus Menerus

“Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara” Efesus 6:12

Kondisi kehidupan orang Kristen di dunia digambarkan seperti sedang bertarung. Ini pertarungan tersendiri, satu lawan satu. Karena kehidupan Kristen merupakan pertempuran yang terus menerus maka ia membutuhkan pedang sekaligus juga sekop. Orang percaya diserang musuh dari segala arah. Ketika ia sedang berdoa, setan dan kedagingan juga mengoceh untuk menenggelamkan permohonannya.

Basuhlah jiwa anda dengan sering bermeditasi tentang kasih Kristus; hal ini akan membuat anda tidak menggubris tawaran dosa. Jangan katakan anda mengasihi Dia selama anda memangku dosa yang menusuk hati-Nya. Adalah janggal jika seorang anak menyimpan dan bergembira menggunakan pisau yang pernah dipakai orang untuk menikam ayahnya. Laksana pegulat sejati, seranglah musuh anda dengan segenap kekuatan tubuh anda. Jangan biarkan dia bernafas atau bangkit lagi. Hidup dengan anugerah menandakan dimulainya saat pertarungan kita melawan dosa.

O seharusnya hal ini membuat kita rindu rumah di mana tidak ada huruhara maupun pertarungan yang membabi buta; di mana tidak ada pedang, melainkan pohon palem; bukan genderang, tetapi harpa; bukan rintihan tentara dan nurani yang terluka; melainkan suara musik pujian indah dan menakjubkan kepada Allah kita dan sang Anak Domba. Hiburkanlah diri anda dengan hal-hal ini. Di sana tempat perhentian bagi umat Allah.

Di dunia ini, jika kita menang wajib kembali bertarung lagi. Pertarungan melawan satu godaan dapat berlalu, tetapi peperangan akan terus berlangsung. Rasa damai apa yang dapat kita miliki selama setan dapat muncul tiba-tiba dari lubang persembunyian mereka? Sebaliknya apabila kematian datang, hantaman terakhir terhentikan. Tabib Agung akan memulihkan secara sempurna semua kebutaan dan ketimpangan rohani.

Orang percaya, apa yang menyingkirkan kesukacitaan hidup anda selain pertarungan? Bukankah hidup adalah kerugian dan kematian adalah keuntungan? Kedamaian menjadi indah setelah peperangan, dan lidah siapakah yang sanggup mengekspresikan kesukaan dan kemuliaan yang memenuhi para makhluk saat perjumpaan pertama dengan Allah dan juga mereka yang berbahagia bersama-sama dengan-Nya. Hanya mereka yang menetap di sana mampu mengungkapkannya.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan karya William Gurnall (1617-1679), ‘The Christian in Complete Armour’, I:113-122

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun : Mazmur 128-130, 132, 134, 135

[/b]

[b]http://www.griikarawaci.org/devosi

Jul 2017
15
Allah Berbicara Melalui Manusia
oleh: William Gurnall
Diterjemahkan oleh: Vinny

15 Juli

Allah Berbicara Melalui Manusia

“Lihatlah, Aku berdiri di muka pintu dan mengetuk” Wahyu 3:20

Allah berbicara kepada orang berdosa melalui pembawa pesan-Nya. Mereka melaksanakan tugas dari Allah, dan perkataan, nasihat, peringatan, dan teguran mereka adalah dari Allah. Tatkala orang berdosa menolak Firman yang dibawa oleh para hamba Allah di dalam Nama-Nya, sesungguhnya mereka sedang melawan Roh Kudus. Mereka bagaikan sedang bergulat dengan Kristus yang maha hadir. Kelak apabila Allah mengadakan perhitungan dengan orang berdosa, akan terbuktilah demikian. Allah akan mengingatkan ulang upaya-Nya, dan bagaimana mereka telah menolak dengan sengit.

Roh Kudus mengupayakan kesadaran hati nurani manusia, memperdebatkan kasus-kasus yang melawan mereka di dalam hati mereka sendiri, dan mengungkapkan betapa buruknya semua aspek dosa mereka. Hal ini dilakukan-Nya dengan sangat baik sehingga manusia acapkali dapat mencium bau api dan belerang di dekat mereka, dan membuat mereka sudah merasakan neraka sementara masih di sini.

Di saat yang lain, Ia berunding dan bekerja bersama mereka, dan mengaruniakan musik pembuka jiwa dan menawarkan Injil kepada mereka. Ia membuka pintu pengharapan dan bujukan, dan mendesak mereka untuk membuang senjata pemberontakan mereka dan datang kepada Kristus demi memperoleh hidup. Ia menyingkapkan bagaimana Kristus ada dalam posisi menerima isyarat pertama mereka akan anugerah keselamatan. Roh Kudus mengikuti orang berdosa dari satu tempat ke tempat lainnya, dan dari waktu ke waktu memberikan dorongan demikian.

Tetapi banyak orang menolak uluran tangan Roh Kudus. Hal ini mengakibatkan permusuhan yang sudah dirasakan oleh sebagian mereka sebagai kengerian karena dosa yang tak terampuni, sekalipun kondisi mereka belum final. Orang berdosa, perhatikanlah bagaimana anda berespon terhadap Roh Kudus ketika Ia datang mengetuk pintu hatimu. Bukalah begitu Ia mengetuk, dan Ia akan menjadi tamu anda; tamu yang penyertaan-Nya menyenangkan. Jika anda menolak-Nya, Ia tidak berjanji akan mengetuk ulang. Jika Ia menghentikan upaya-Nya, anda menjadi orang yang tidak berbahagia, anda akan binasa selamanya. Tanpa Roh Kudus anda akan terdampar seperti kapal di tanah yang kering. Roh Kuduslah sang air pasang dan hembusan angin yang menyebabkan jiwa terapung untuk melanjutkan pelayaran.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan karya William Gurnall (1617-1679), ‘The Christian in Complete Armour’, I:116-117

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun : Mazmur 136,146-150

[/b]

[b]http://www.griikarawaci.org/devosi

Jul 2017
16
Setialah kepada Kristus, Raja kita
oleh: William Gurnall
Diterjemahkan oleh: Vinny

16 Juli

Setialah kepada Kristus, Raja kita

“Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya” 2 Korintus 5:9

Apakah Kristus raja anda? Ini menjadi panggilan untuk melayani dengan setia dan beriman kepada Kristus yang telah melepaskan anda dari belenggu setan. Ia telah menghancurkan kuasa setan atas anda dan sanggup melindungi anda dari murka Allah. Singkat kata, siapa yang berhak atas anda selain Kristus? Ia telah menyerahkan nyawa-Nya demi menebus anda dan melepaskan anda dari semua musuh sehingga anda dapat melayani Dia tanpa takut sepanjang hidup anda di dalam kesucian. Biarlah setan dan manusia melakukan kefasikan, tetapi bukan tangan anda, oh orang percaya!

Jika darah kesetiaan mengalir di pembuluh anda, hati anda yang sudah dimenangkan akan menghantam anda ketika anda melanggar bahkan sisi yang paling remeh dari hukum-Nya yang suci. Seperti membawa bara api di pangkuan jika hati anda menyembunyikan pengkhianatan melawan Allah yang berdaulat. Jangan, sebaliknya milikilah hasrat untuk meninggikan nama Allah dan menjadi alat Allah bagi generasi anda. Tidaklah baik orang yang hanya mencari keuntungan dari Rajanya, tetapi tidak pernah memikirkan pelayanan apa yang dapat dipersembahkannya. Bukan Kristen sejati jika ia lebih memikirkan kebahagiaan sendiri dibandingkan demi kehormatan Allahnya. Paulus bersedia menderita demi kemajuan Injil, dan sabar menunggu upahnya nanti. Inilah yang membuat hidup layak dijalani, melayani Allah sebagai bukti penghargaan kita akan kasih penebusan-Nya.

Oh orang percaya, karena Ia telah menyelamatkan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Anak yang dikasihi-Nya, janganlah membuang waktu; apa yang anda rindu lakukan bagi Allah, lakukanlah dengan segera! Bekerjalah dengan penuh gairah! Jika anda memiliki pedang Raja baru anda di tangan anda, pakailah dan gunakan dengan saksama, sehingga ketika mempertanggung jawabkannya di hadapan Allah, sarung pedang anda tidak kedapatan berkarat, yang diakibatkan oleh sikap malas dan pengecut. Jadilah setia, kerjakanlah tugas anda dengan segenap tenaga, karena anda adalah duta Allah dan akan memandang wajah-Nya dengan sukacita.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan karya William Gurnall (1617-1679), ‘The Christian ini Complete Armour’, I:134-139

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun : Yesaya 18:1–23:18

[/b]

[b]http://www.griikarawaci.org/devosi

Jul 2017
17
Setan Dibatasi Oleh Allah
oleh: William Gurnall
Diterjemahkan oleh: Vinny

17 Juli

Setan Dibatasi Oleh Allah

“Setiap senjata yang ditempa terhadap engkau tidak akan berhasil” Yesaya 54:17

Kerajaan setan penuh kuasa. Pasukannya luar biasa dan dirancang untuk melawan Allah dan manusia. Sekalipun sudah jatuh dalam dosa, setan adalah malaikat, dan memiliki kuasa dan otoritas malaikat. Jika kita memiliki pemahaman yang memadai tentang kuasa setan, ‘singa’ ini tidak akan nampak terlalu mengerikan. Perhatikanlah 3 hal berikut:

(1) Kuasa setan adalah kuasa yang dipinjamkan. Dia tidak memiliki kuasa dari dirinya sendiri, tetapi dari Allah. Kuasanya tidak akan pernah menyakiti anda. Masakan Bapa anda memberikan setan pedang untuk disalahgunakan terhadap anak Allah sendiri? Kristus mengatakan kepada Pilatus bahwa ia [Pilatus] tidak dapat berbuat apapun kalau kuasa itu tidak diberikan dari atas. Jangan memandang kepada sipir penjara kejam yang mencambuk anda, tetapi bacalah surat perintahnya untuk melihat siapa yang menandatangani. Di bawahnya anda akan menemukan tanda tangan Bapa anda.

(2) Kuasa setan merupakan kuasa yang terbatas. Dia tidak dapat melakukan semua menurut kehendaknya. Setan laksana anjing menunggu di dekat meja makan para orang kudus yang sedang berpesta dengan nyamannya. Anjing itu tidak berani mengacau, karena mata Tuannya mengawasi dia.

(3) Kuasa setan adalah kuasa pelayanan, ditetapkan Allah untuk melayani orang kudus.

Tatkala Martin Luther diberitahu tentang keputusan yang telah dikeluarkan melawan orang-orang Protestan, ia berkata bahwa di satu sisi hal itu ditetapkan oleh dewan dunia, tetapi ditetapkan secara berbeda di sorga. Setan berupaya menghancurkan anugerah-anugerah kita dan membinasakan jiwa kita, sebaliknya semua pemikiran Allah adalah menyenangkan dan damai sejahtera. Lewiatan berniat menelan orang kudus, tetapi ia dikirim oleh Allah, seperti ikan besar bagi Yunus, untuk membawa kita pulang dengan selamat. Allah mengizinkan anak-anak-Nya jatuh ke dalam pencobaan – sebagaimana kita menperlakukan sprei bernoda yang dicuci dengan cara menggosok-gosokannya keras-keras dan dikelantang, demikianlah noda-noda para orang kudus dibersihkan di bawah gocohan setan.

Sepatutnya kita terhibur mengingat pencobaan setan adalah demi kebaikan kita. Allah mengaruniakan dunia dengan segala penderitaan, termasuk sang penghulunya juga, dengan semua kedengkian dan kuasanya, untuk mengarahkan kita menuju warisan pusaka kita. Ini adalah misteri kasih dan hikmat Allah, hanya orang yang memiliki Roh Kristus sanggup menyingkapkannya.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan karya William Gurnall (1617-1679), ‘The Christian in Complete Armour’, I:140-148

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun : Yesaya 24:1–27:13, 29:1-24

[/b]

[b]http://www.griikarawaci.org/devosi

Jul 2017
18
Tunduk kepada Allah
oleh: Richard Baxter
Diterjemahkan oleh: Vinny

18 Juli

Tunduk kepada Allah

“Hiduplah sebagai anak-anak yang taat …. menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu” 1 Petrus 1:14-15

Allah adalah raja anda yang berdaulat. Inilah kebahagiaan anda untuk taat dan menyenangkan Dia. Oleh karenanya berusahalah keras menundukkan jiwa anda mutlak di bawah kedaulatan-Nya: jadikanlah sebagai kegembiraan anda mentaati kehendak-Nya dengan tulus dan tepat.

Apakah artinya tunduk mutlak kepada Allah? Yaitu:

  • Apabila ketertundukan kita berakar dalam, menetap permanen, dan alami bagi kita.
  • Tatkala hal ini menjadi kebiasaan sehari-hari sepanjang hidup kita.
  • Apabila secara konstan jiwa kita tetap terjaga menuruti kehendak Allah.
  • Tatkala kita mengupayakan ketaatan terhadap semua perintah-Nya, dan dengan ketegasan, kekuatan, dan berkemenangan melawan godaan ketidak-taatan.
  • Tatkala secara rela dan penuh kesukaan mentaati Dia dengan kemampuan maksimal kita.

Ketertundukan dan ketaatan penuh sedemikian memang sulit, tetapi janganlah kita ragu mengusahakan setiap upaya untuk mewujudkannya. Bagaimana caranya?

(1) Pikirkanlah cara Allah mengatur. Masakan Ia tidak mengatur makhluk yang telah Ia ciptakan? Masakan Kristus tidak mengurus jiwa-jiwa yang telah dibeli-Nya? Masakan Roh Kudus tidak memimpin jiwa-jiwa yang telah dilahirbarukan?

(2) Allah adalah yang paling cocok sempurna mengatur anda. Kepentingan-Nya adalah untuk kebaikan anda. Ia Sahabat dan Bapa terkasih kita, dan mengasihi kita lebih baik dari kita mengasihi diri sendiri.

(3) Pikirkan betapa tidak mampu dan ketidak-cocokan anda untuk mengatur diri sendiri. Kita buta, tidak perduli, dan berprasangka buruk yang disebabkan oleh kehendak yang rusak dan hasrat yang bergolak kacau.

(4) Pertimbangkan upah atau pahala yang tersedia bagi ketaatan dan hukuman bagi tidak-taatan. Allah jauh dari ketidak-perdulian apakah anda mentaati hukum-hukum-Nya atau tidak.

(5) Pikirkan kesukacitaan karena ketaatan penuh. Segala hal menjadi mudah bagi kita, makanan kita menyenangkan, tidur kita lelap, jerih lelah kita ringan, dan hidup kita merupakan satu kesenangan. Allah memiliki kita dan nurani kita menyuarakan damai sejahtera dan memberikan pnghiburan bagi kita.

(6) Pertimbangkan pahala abadi kita: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia”.

Allah tetap memerintah, apakah anda taat atau tidak. Tetapkan hati untuk taat, atau Ia akan mengganjar anda tanpa menanyakan persetujuan anda.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Richard Baxter (1615-1691), A Christian Directory, I:75-77

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun: Yesaya 30:1–33:24

[/b]

[b]http://www.griikarawaci.org/devosi

Jul 2017
19
Penderitaan Membuka Kedok Dosa
oleh: Thomas Case
Diterjemahkan oleh: Vinny

19 Juli
Penderitaan Membuka Kedok Dosa

“Sebab upah dosa ialah maut” Roma 6:23

Dosa selalu penuh keberdosaan, tetapi di masa kemakmuran, kita tidak begitu menyadarinya. Debu dunia memenuhi mata kita sehingga kita tidak dapat melihatnya dengan jelas. Allah acapkali memakai penderitaan untuk mendidik anak-anak-Nya tentang kejahatan besar yang ada di dalam dosa. Memperlihatkan dosa sebagai kejahatan pada dirinya sendiri. Dosa tidak hanya membawa kejahatan, melainkan dirinya sendiri adalah kejahatan. Tidak hanya menghasilkan kepahitan, dosa adalah kepahitan itu sendiri. Dosa mempunyai akar dan buah yang pahit. Allah membimbing orang berdosa melalui penderitaan untuk memahami tidak saja apa yang dilakukan dosa tetapi juga apa dosa itu sebenarnya. Ini adalah kejahatan murni mutlak tanpa campuran. Keseluruhan dosa adalah kejahatan. Setan adalah penggagasnya dan maut adalah upah akhirnya. Tidak saja ini kejahatan belaka pada dirinya sendiri, ini merupakan kejahatan yang melawan Allah.

Dosa membuat kita meninggalkan Allah dan berpaling pada dunia: “Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air” (Yer. 2:13). Dosa adalah juga pemelintiran kejahatan yang berkembang liar. Ini merupakan tindakan meninggalkan sumber kehidupan dan kemuliaan, dan berpindah ke bejana rusak yang bocor secepat pengisiannya. Keberdosaan terburuk dari dosa ialah karena kejahatan ini melawan Allah. Allah menopang bangsa Israel dengan lengan kekal-Nya; Ia menuntun mereka, dan mencukupkan kebutuhan mereka, tetapi tanpa penyebab, mereka meninggalkan Tuhan. Mereka tidak kekurangan apapun tetapi telah meninggalkan Allah dengan sengaja.

Penderitaan merupakan salah satu pengadilan Allah di mana orang berdosa didakwa, divonis dan dihukum. Sesungguhnya di dalam penderitaan, dosa terpampang nyata di depan mata manusia sedemikian sehingga ia tidak bisa tidak mengaku bersalah. Allah bertindak sebagai sang hakim, hati nurani adalah saksi, dosa adalah terdakwa, dan penderitaan sebagai bukti dan sekaligus pelaksanaan hukuman. Cepat atau lambat jiwa melihat dosa sebagai kejahatan besar melebihi penderitaan, dan mulai melupakan sengsaranya, dan mulai berkabung atas dosa belaka. Dosa sekarang menindih manusia lebih berat dari semua penderitaannya, maka berteriaklah ia seperti Ayub dari dalam debu: “aku telah berdosa, apakah yang akan kulakukan?” (Ayub 7:20 KJV).

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Thomas Case (1598-1682), Select Works, A Treatise of Afflictions, pp. 78-82

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun : Yesaya 34:1–35:10; Mikha 2:1–5:15

“Sebab upah dosa ialah maut” Roma 6:23

Dosa selalu penuh keberdosaan, tetapi di masa kemakmuran, kita tidak begitu menyadarinya. Debu dunia memenuhi mata kita sehingga kita tidak dapat melihatnya dengan jelas. Allah acapkali memakai penderitaan untuk mendidik anak-anak-Nya tentang kejahatan besar yang ada di dalam dosa. Memperlihatkan dosa sebagai kejahatan pada dirinya sendiri. Dosa tidak hanya membawa kejahatan, melainkan dirinya sendiri adalah kejahatan. Tidak hanya menghasilkan kepahitan, dosa adalah kepahitan itu sendiri. Dosa mempunyai akar dan buah yang pahit. Allah membimbing orang berdosa melalui penderitaan untuk memahami tidak saja apa yang dilakukan dosa tetapi juga apa dosa itu sebenarnya. Ini adalah kejahatan murni mutlak tanpa campuran. Keseluruhan dosa adalah kejahatan. Setan adalah penggagasnya dan maut adalah upah akhirnya. Tidak saja ini kejahatan belaka pada dirinya sendiri, ini merupakan kejahatan yang melawan Allah.

Dosa membuat kita meninggalkan Allah dan berpaling pada dunia: “Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air” (Yer. 2:13). Dosa adalah juga pemelintiran kejahatan yang berkembang liar. Ini merupakan tindakan meninggalkan sumber kehidupan dan kemuliaan, dan berpindah ke bejana rusak yang bocor secepat pengisiannya. Keberdosaan terburuk dari dosa ialah karena kejahatan ini melawan Allah. Allah menopang bangsa Israel dengan lengan kekal-Nya; Ia menuntun mereka, dan mencukupkan kebutuhan mereka, tetapi tanpa penyebab, mereka meninggalkan Tuhan. Mereka tidak kekurangan apapun tetapi telah meninggalkan Allah dengan sengaja.

[/b]

[b]

Penderitaan merupakan salah satu pengadilan Allah di mana orang berdosa didakwa, divonis dan dihukum. Sesungguhnya di dalam penderitaan, dosa terpampang nyata di depan mata manusia sedemikian sehingga ia tidak bisa tidak mengaku bersalah. Allah bertindak sebagai sang hakim, hati nurani adalah saksi, dosa adalah terdakwa, dan penderitaan sebagai bukti dan sekaligus pelaksanaan hukuman. Cepat atau lambat jiwa melihat dosa sebagai kejahatan besar melebihi penderitaan, dan mulai melupakan sengsaranya, dan mulai berkabung atas dosa belaka. Dosa sekarang menindih manusia lebih berat dari semua penderitaannya, maka berteriaklah ia seperti Ayub dari dalam debu: “aku telah berdosa, apakah yang akan kulakukan?” (Ayub 7:20 KJV).

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Thomas Case (1598-1682), Select Works, A Treatise of Afflictions, pp. 78-82

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun : Yesaya 34:1–35:10; Mikha 2:1–5:15
[/b]

[b]http://www.griikarawaci.org/devosi

Jul 2017
20
Penderitaan Yang Memuaskan
oleh: Thomas Case
Diterjemahkan oleh: Vinny

20 Juli

Penderitaan Yang Memuaskan

“Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang” Yesaya 40:6

Di masa kemakmuran kita menyukai semua berkat materi dan berlaku kekanak-kanakan atas harta benda duniawi ini seolah-olah kebahagiaan dan kenyamanan kita terikat pada semua itu. Di saat kesesakan, Allah meyakinkan kita tentang kesalahan kita, dan membuat kita melihat kekosongan dunia materi ini. Dunia ini adalah hampa belaka: “kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia” (Pkh. 1:2). Melalui penderitaan, kita dapat melihat dunia tidak seperti yang nampak, tidak seperti yang dijanjikan, dan tidak seperti yang kita harapkan dan yang kita sanjung. Kekayaan apapun yang dihasilkan manusia, apakah teman, kemakmuran, atau kepentingan-kepentingan kedagingan, semua itu tidak sanggup melepaskan kita dari kematian dan penghakiman (Ams. 11:4). Berdasarkan pengalaman, jiwa menemukan ketidak-cocokan dan ketidak-puasan di dalam semua hal-hal ini.

Jiwa yang tidak kasat mata tidak sebanding dengan semua kenyamanan yang kasat mata; jiwa yang kekal dan kepuasan yang memudar; makhluk rohani yang kekal dan warisan materi yang fana. Memuaskan jiwa dengan penghiburan duniawi, dapat disamakan dengan menghirup nafas untuk meredakan rasa lapar perut yang kosong. Pada saat pencobaan, jiwa berkata, ‘kalian semua penghibur-penghibur menyedihkan, tabib-tabib tak berfaedah’ (Mrk. 5:26).

Ah, tetapi sesungguhnya ada kepenuhan tak terhingga di dalam Yesus Kristus. Ia memadai bagi semua kebutuhan orang berdosa yang rusak dan celaka. Tidak ada raja yang diurapi dengan kuasa sedemikian; tidak ada nabi dengan hikmat sedemikian; tidak ada imam dengan anugerah sedemikian, “karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas” [Yoh.
3:34], dan dari kepenuhan-Nya kita menerima anugerah demi anugerah. Semakin kita mengisi diri dengan dunia, semakin berkurang kesukaan kita di dalam Kristus. Inilah dosa dan kebodohan kita. Akan tetapi apabila Allah memasangkan pakaian berkabung ke atas harta benda duniawi, barulah kita menemukan keindahan Kristus dan dapat mencicipi keindahan-Nya. Ia secara tak terbatas melampaui semua keindahan dan kemuliaan dunia. Dia, Raja kita yang memerintah; Nabi kita yang berhikmat; Imam kita yang menyelamatkan. Betapa mulia! Karuniakanlah Kristus kepadaku, kalau tidak binasalah aku!

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Thomas Case (1598-1682), Select Works, A Treatise of Afflictions, pp. 83-87

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun : Mikha 6:1–7:20; 2 Tawarikh 32:1-8; 2 Raja-Raja 18:13-18; Yesaya 36:1-3; 2 Raja-Raja 18:19-37; Yesaya 36:4-22

[/b]

[b]http://www.griikarawaci.org/devosi

Jul 2017
21
Ketaatan Kita ialah Memandang Allah Senantiasa
oleh: Richard Baxter
Diterjemahkan oleh: Vinny

21 Juli

Ketaatan Kita ialah Memandang Allah Senantiasa

“Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu” Mazmur 32:8

Untuk meningkatkan ketaatan kepada Tuhan, arahkanlah mata anda kepada kebesaran, hadirat dan providensi Allah. Hal ini akan menjaga ketaatan di dalam kerangka pemikiran anda. Allah yang begitu besar tidak mungkin tidak ditaati tanpa menimbulkan kesalahan dan pelanggaran berat. Allah yang terus menerus beserta anda wajib senantiasa dihormati. Setiap godaan menjadi desakan yang membuat anda melawan Allah yang Mahabesar.

Pertimbangkanlah juga tempat tujuan anda: tempat perhentian dan kesuka-citaan. Kristus adalah Pemandu anda yang akan membawa anda pulang dengan selamat. Dosa merupakan penolakan terhadap pertolongan-Nya maupun kebahagiaan anda. Allah bukanlah seorang tiran yang memerintah untuk menindas atau menghancurkan anda. Semua hukum-hukum-Nya adalah demi kebaikan dan keselamatan anda. Ia sedang mengarahkan anda pada hidup yang kekal, dan memandu anda dengan nasihat-Nya. Ia sedang memimpin anda menuju ke tempat terang di mana mengalir sungai kesenangan dan sukacita penuh selama-lamanya. Di sana anda akan memandang wajah-Nya dan merasakan kasih-Nya. Bukankah panduan demikian patut didambakan? Seperti nakhoda yang mengatur sebuah kapal laut. Jika semua pelaut mentaatinya, mereka akan tiba di pelabuhan tujuan dengan selamat. Masakan kepemimpinan demikian mendukakan anda?

Pikirkanlah mara bahaya, kesulitan, dan musuh kejam yang harus dihadapi dalam perjalanan menuju sorga. Keselamatan anda tergantung pada bantuan Pemandu anda. Apakah anda ingin Dia membiarkan anda memimpin diri sendiri?

Penyakit anda mematikan tetapi hanya Yesus Kristus sanggup menyembuhkan anda. Jika Ia tidak menyembuhkan, anda akan binasa selamanya. Tidakkah anda mau mentaati Tabib anda?

Bayangkan ketika godaan datang; seandainya ada jembatan sempit di atas jurang pemisah yang dalam, dan semua sahabat anda dan kebahagiaan berada di seberang sana dan anda harus menyeberang, dan Kristus bersedia menuntun anda ke sana, masakan anda menolak pertolongan-Nya? Bukankah sepatutnya kita memegang erat-erat Dia, dan yang paling tepat adalah mentaati Dia, karena Dia sedang menuntun kita menuju hidup kekal, menghindari jurang kesengsaraan abadi?

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Richard Baxter (1615-1691), A Christian Directory, I:77

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun: 2 Raja-Raja 19:1-19; Yesaya 37:1-20; 2 Tawarikh 32:9-19; 2 Raja-Raja 19:20-37; Yesaya 37:21-38; 2 Tawarikh 32:20-23

[/b]

[b]
Jul 2017
22
Kelicikan Hati
oleh: Richard Baxter
Diterjemahkan oleh: Vinny

22 Juli

Kelicikan Hati

“kepada … orang-orang yang dipilih …. supaya taat kepada Yesus Kristus” 1 Petrus 1:1-2

Pikirkanlah betapa lemahnya anda, dan betapa besar kebutuhan untuk berjaga-jaga, supaya jangan sampai anda melawan sang Nakhoda sorgawi anda bahkan dengan tanpa menyadarinya. Oh, betapa kita perlu mengawasi dengan sepenuh hati!

  • Hati yang malas akan berlambat-lambat ketika seharusnya mengikuti dengan gesit.
  • Hati yang bodoh membiarkan Ia pergi, sementara terus bermain-main dengan setiap mainan di sepanjang jalan.
  • Hati pengecut akan menarik diri dari bahaya ketika seharusnya mengikuti sang Jenderal sorgawi kita.
  • Hati pengkhianat akan membuat kita tergelincir dan tertipu ketika kita justru dalam kondisi paling yakin.
  • Hati yang rabun-dekat, sekalipun mengikuti panduan Kristus, tidak berhasil menemukan jembatan, dan terjatuh ke dalam jurang pemisah yang memedihkan.
  • Ingatlah akan buah-buah ketaatan dan ketidak-taatan. Ingatlah betapa ketaatan menjadi manis pada akhirnya dan betapa pahitnya buah dosa. Bukankah anda pernah membelakangi wajah Allah? Bukankah dosa nampak berbeda daripada ketika anda berbuat dosa pada mulanya?
  • Ingatkah anda akan hati yang berduka dan ketakutan akan murka Allah yang harus anda tanggung? Ingatkah anda berapa lama tulang anda yang remuk dipulihkan? Seharusnya hal ini membuat anda mencegah dosa sejak pendekatan pertamanya. Binatang yang pernah terhisap ke dalam pasir hisap, akan jera untuk diajak ke sana lagi. Ikan yang terlepas dari kail pemancing akan menjauhi kail pada kali berikutnya. Ingatlah di mana anda terperosok dan kapan anda berhasil lolos. Semua pertimbangan ini akan menolong anda untuk lebih taat.
  • Ingatlah bahwa sekarang ini masa pengujian, dan sangat bergantung pada ketaatan anda. Allah tidak akan memahkotai pelayan yang tidak diuji. Setan mencobai untuk menjajaki kesejatian anda kepada Allah. Karena kedengkian setan, ia mencoba membinasakan anda selamanya. Hal ini seharusnya membuat anda waspada. Jika anda tahu ada pencuri yang akan merampok anda, masakan anda tidak lebih waspada? Jika anda sedang berlari demi hidup mati anda, bukankah anda akan lari dengan segenap kekuatan? Tetaplah berjaga-jaga dan taat!

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Richard Baxter (1615-1691), A Christian Directory, I:77-78

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun : 2 Raja-Raja 20:1-11; Yesaya 38:1-8; 2 Tawarikh 32:24-31; Yesaya 38:9-22; 2 Raja-Raja 20:12-19; Yesaya 39:1-8

[/b]

[b]http://www.griikarawaci.org/devosi

Jul 2017
23
Waspada Terhadap Tipuan Pencobaan untuk Menukar Keselamatan Anda
oleh: Richard Baxter
Diterjemahkan oleh: Vinny

23 Juli

Waspada Terhadap Tipuan Pencobaan untuk Menukar Keselamatan Anda

“Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya” Roma 13:14

Hindarilah obyek yang menggoda dan menipu, yang membujuk hati anda menjauhi ketaatan. Hindari teman atau urusan dunia yang menenggelamkan suara dari perintah-perintah Allah. Jika Allah memanggil anda masuk ke dalam pencobaan besar, Ia sanggup membawa anda melewatinya dengan selamat, sebaliknya jika anda sendiri sengaja menerjang masuk, segera anda akan menemui kesulitan untuk melawan. Sangatlah berbahaya berada di bawah pengaruh pencobaan yang berat dan menyusahkan, jangan sampai anda tenggelam terseret arus. Sangat berbahaya terutama jika anda ternyata sudah terlalu lama dilanda pencobaan. Anda mungkin menjadi lelah untuk melawan dan pada akhirnya menyerah. Sulit untuk terus menerus mempertahankan posisi siaga. Hanya sedikit orang yang senantiasa memperoleh anugerah demikian.

Jika pencuri datang saat anda tertidur, mungkin anda sudah dirampok sebelum anda terbangun. Pencobaan yang konstan menghambat ketaatan, dan mengurangi kebencian kita akan dosa dan melunturkan ketetapan hati yang kudus. Setahap demi setahap secara tidak kentara kita akan menyerah pada tindakan dosa. Orang yang berniat untuk taat sepenuhnya wajib menghindari teman atau urusan yang mengalihkan. Menyingkirkan bahan bakar akan memadamkan api. Seandainya pencobaan berat tak terhindari, taatilah rambu-rambu peringatan, dan kenakan semua perlengkapan senjata Allah. Lawanlah sedemikian rupa seakan-akan hidup anda sepenuhnya ditentukan di sini.

Pertimbangkanlah bahwa setiap godaan merupakan upaya setan menggiring anda menuju kebinasaan. Andaikan saja anda mendengar setan berkata: ‘Ambillah ini sebagai pengganti keselamatanmu; juallah padaku Allahmu, jiwamu dan pengharapan abadimu; lakukan dosa ini sehingga engkau disiksa di neraka selamanya. Lakukanlah ini untuk menyenangkan kedaginganmu, mendukakan Allah dan Juruselamatmu.’ Sesunguhnya inilah kebenaran di balik setiap pencobaan. Masakan ini tidak membuat anda membenci dan menolak pencobaan? Dengan kengerian seperti apa seharusnya anda menjauhi umpan memikat yang menipu ini! Waspada, dan tetapkan hati untuk taat karena anda menyadari rancangan setan.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Richard Baxter (1615-1691), A Christian Directory, I:78

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun : Yesaya 40:1–44:5

[/b]

[b]http://www.griikarawaci.org/devosi

Jul 2017
24
Curigailah Kesenangan Kedagingan
oleh: Richard Baxter
Diterjemahkan oleh: Vinny

24 Juli

Curigailah Kesenangan Kedagingan

“Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan roh” Galatia 5:17

Anda perlu sangat mencurigai apa yang sangat disenangi oleh kedagingan anda. Tidak berarti anda harus menyangkali semua kesenangan jasmaniah yang dikaruniakan oleh kemurahan Allah. Memuaskan indera bukanlah sesuatu yang baik atau jahat pada dirinya, tetapi setiap hari kita berkewajiban mengelola secara kudus kesenangan-kesenangan yang halal, karena kesenangan yang liar adalah dosa. Kesenangan menjadi liar tatkala kesenangan itu cenderung merusak jiwa dengan memikatnya pada dosa dan membuat kita berpaling dari Allah dan pelayanan kepada-Nya. Meskipun semua kesenangan jasmaniah anda bukanlah dosa, tetapi kesenangan kedagingan dan pemikiran duniawi merupakan hasrat utama orang berdosa, dan umpan utama setan yang menuntun manusia pada kebinasaan. Dengan demikian ada alasan yang kuat untuk takut secara ekstrim terhadap hal-hal yang paling menyenangkan kedagingan anda. Menghindari kesenangan kedagingan, meluputkan diri dari penghukuman.

Ada lebih banyak alasan untuk takut terhadap kemakmuran daripada penderitaan; terhadap kekayaan daripada kemiskinan; terhadap kehormatan daripada ketidakpastian dan kehinaan; terhadap sanjungan dan tempik sorak manusia daripada umpatan dan celaan; terhadap kedudukan tinggi dan kemegahan daripada pakaian buruk dan sederhana. Kiranya mereka yang telah menundukkan rasio untuk melayani nafsu kedagingan sekarang berpaling dan bertobat. Tidak heran mereka melepas hak kesulungan demi semangkuk sup kacang merah, demi seorang pelacur, demi kedudukan tinggi, demi dikenyangkan oleh daging yang lezat atau minuman memabukkan.

Sorga merupakan warisan pusaka bagi orang percaya yang sungguh-sungguh dan orang kudus yang mematikan dosa (Luk. 14:26-27). Jutaan orang berpisah dengan Allah demi kesenangan kedagingan. Neraka akan dipenuhi dengan mereka yang mengutamakan kekayaan, kehormatan diri, hobby, kerakusan, minuman keras, dan nafsu-nafsu kotor daripada kekudusan dan kebahagiaan orang-orang percaya. Pencobaan masuk melalui sesuatu yang tampaknya baik untuk memancing mereka meninggalkan kebaikan utama. Kejahatan yang nyata terlihat, tidak cocok dipakai sebagai umpan mata kail setan. Banyak orang, demi kesenangan-kesenangan dosa sesaat, meremehkan kesenangan-kesenangan dan kesukaan abadi. Siapapun yang lebih memilih kemiskinan, direndahkan, pengendalian nafsu, kelaparan, kehausan, dan kemurnian daripada dosa, mustahil dihukum Allah.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Richard Baxter (1615-1691), A Christian Directory, I:78

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun: Yesaya 44:6–48:11

[/b]

[b]http://www.griikarawaci.org/devosi

Jul 2017
25
Imajinasi Baik dan Buruk
oleh: Richard Sibbes
Diterjemahkan oleh: Vinny

25 Juli

Imajinasi Baik dan Buruk

“Aku telah menetapkan syarat bagi mataku” Ayub 31:1

Kita perlu bekerja keras untuk menaklukkan imajinasi kita di bawah ketaatan kepada Kristus (2Kor. 10:5). Imajinasi jika tidak dikendalikan, menjadi sesuatu yang liar dan ganas. Bahkan tatkala kita sedang memikirkan hal-hal yang baikpun, masih tersisa penyakit khayalan di dalam diri orang-orang terbaik sekalipun. Mereka yang dikendalikan oleh imajinasi atau khayalan hidup lebih menyerupai binatang daripada manusia. Imajinasi akan menghanguskan sebelum kita menyadarinya. Ayub menyadari akan hal ini dan itulah sebabnya ia “telah menetapkan syarat bagi matanya”. Kita seharusnya dapat menjadikan imajinasi sebagai pelayan kita dalam hal-hal rohani. Kita wajib berpikir sendiri: ‘Apakah ini suatu kesenangan yang kekal dan membawa kehormatan sejati?’ Allah telah menyampaikan kepada kita hal-hal sorgawi dalam istilah duniawi, dengan demikian kita sepatutnya mengikuti pimpinan Allah dalam hal-hal tersebut.

Allah menyajikan sorga dalam istilah sebuah perjamuan, dan penyatuan kita dengan Dia dalam istilah sebuah perkawinan, betul, dan Kristus sendiri, disebut dengan nama-nama yang indah atau menghibur, baik di sorga maupun di bumi. Tuhan menyebut neraka dengan istilah apapun yang mengerikan atau menyiksa. Di sinilah tersedia lapangan luas untuk ditelusuri oleh imajinasi, tidak hanya tanpa terlukai, tetapi dengan hasil panen raya manfaat rohani. Jika kebakaran saja sudah cukup mengerikan, bagaimana dengan api neraka? Jika penjara gelap bawah tanah menjijikkan, bagaimana dengan kegelapan kekal? Jika persekutuan di antara handai taulan begitu menakjubkan, apalagi pertemuan kita bersama nanti di sorga? Alkitab dengan istilah-istilah demikian akan menolong iman sekaligus imajinasi kita.

Imajinasi yang dikuduskan menjadikan segala sesuatu yang dicipta sebagai tangga menuju sorga.

Oleh karena masa kanak-kanak penuh imajinasi atau khayalan maka ini merupakan saat terbaik menanamkan kasih akan kebaikan dan penolakan akan kejahatan. Memanfaatkan imajinasi yang sederhana, anak-anak belajar membenci neraka yang diwakili oleh api dan kegelapan. Sangatlah penting mengembangkan imajinasi bagi penggunaan yang kudus. Bukankah perjamuan kudus membantu mengasah kepekaan jiwa dan iman kita dengan imajinasi? Imajinasi dapat sangat merusak jiwa, tetapi juga dapat memberikan manfaat besar.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan karya Richard Sibbes (1577-1635), Works, I:180-185

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun: Yesaya 48:12–52:12

[/b]

[b]http://www.griikarawaci.org/devosi

Jul 2017
26
Pikiran Teratur Rapi
oleh: Richard Sibbes
Diterjemahkan oleh: Vinny

26 Juli

Pikiran Teratur Rapi

“Bapa ….… menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu” Efesus 3:14-16

Tugas termulia dan tersulit bagi orang percaya adalah merapikan hatinya yang tidak kasat mata. Seorang Kristen memulai pertobatannya tepat di tempat dosanya berawal yaitu di dalam pikirannya. Allah berdaulat atas bagian batin terdalam maupun bagian luar jasmani manusia. Sesuai hasrat kita untuk diselamatkan secara menyeluruh oleh Kristus, demikianlah kita wajib menyerahkan secara menyeluruh keberadaan kita untuk diatur oleh-Nya. Bagian terdalam diri kita harus sesuai dengan kebenaran dan kebaikan Allah, atau kita akan bersalah pada jiwa kita dengan pengertian yang keliru dan menilai segala hal berbeda dari maksud Allah.

Betapa bersalahnya kita terhadap sesama ketika kita berprasangka buruk terhadap mereka! Kita diracuni dengan kecurigaan pada sesama yang tidak pada tempatnya. Secara alami kita cenderung menghakimi, dan kemampuan ini menjadikan kita seorang tiran, menjerat dan menjatuhkan orang semau kita. Setan sering mengaburkan imajinasi atau khayalan kita sehingga kita memiliki konsep yang keliru. Melalui ilusi, setan membuat harta benda duniawi nampak lebih besar, dan hal-hal rohani kurang dari sebenarnya, dan afeksi kita salah kaprah. Imajinasi merupakan sang rahim, dan setan adalah bapa dari semua konsep monster dan nafsu liar. Bahkan umat Allah yang terbaik, yang terpelihara dari perbuatan jahat oleh nuraninya, dapat gagal dalam khayalannya.

Adapun keduanya [imajinasi dan nafsu liar] terbuka di hadapan Allah dan dibenci Allah. Tatkala orang tidak menerapkan nurani yang baik di dalam pikirannya, Allah acapkali menyerahkannya pada tindakan nyata. Allah menganggapnya sebagai satu kehormatan apabila kita begitu menghormati Dia yang mahamelihat dengan tidak berani melakukan hal-hal yang menentang Dia, tidak, bahkan di dalam hatipun tidak. Inilah bukti bahwa hati kita merupakan wilayah kerajaan Roh Kudus apabila roh kita bangkit melawan apapun yang mengangkat dirinya untuk menindas kebaikan di dalam batin manusia.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan karya Richard Sibbes (1577-1635), Works, I:186-188

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun: Yesaya 52:13–57:21

[/b]

[b]http://www.griikarawaci.org/devosi

Jul 2017
27
Padamkan Segera Percikan Api Pencobaan
oleh: Richard Baxter
Diterjemahkan oleh: Vinny

27 Juli

Padamkan Segera Percikan Api Pencobaan

“Segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman adalah dosa” Roma 14:23

Kapanpun anda merasakan gejala ketidak-taatan sekecil apapun, hadapilah dengan sepasukan anugerah kudus: gairah yang berkobar-kobar, keteguhan hati, dan kasih kepada Allah. Padamkan setiap percikan api pencobaan yang menyambar hati sebelum menjadi kobaran besar. Ketika dosa masih kecil dan lemah, dapat dengan mudah dilawan. Apabila pencobaan berkembang menjadi kuat, anugerah melemah, dan kita akan kehilangan kepekaan akan kehadiran Allah, karakter-karakter dan kebenaran Allah untuk menghardiknya. Oh, jangan melenceng keluar batas wilayah penangkapan suara Allah, tersesat di luar jangkauan panggilan-Nya.

Kebiasaan taat akan berkurang intensitasnya secara membahayakan, jika anda tidak cepat bertindak melawan dosa. Berusahalah untuk semakin mengerti kehendak Allah sehingga anda tidak menunda ketaatan anda karena keraguan. Tatkala anda meragukan apakah dosa itu dosa, keteguhan hati anda akan diperlemah sehingga anda malah mendekati dosa. Ketika orang meyakini kewajibannya, hal itu sangat membantu melawan semua godaan. Apabila ia yakin sesuatu itu adalah dosa, tentu akan lebih mudah untuk melawannya. Metode setan adalah memperdaya pengertian, dan membuat orang yakin bahwa tugas bukanlah kewajiban, dan dosa bukanlah dosa. Tidaklah mengherankan bahwa banyak kewajiban terbengkalai dan dosa diwujudkan.

Hampir sulit dipercaya sedemikian banyak tempat pijakan yang diperoleh setan begitu ia berhasil menjadikan dosa sebagai masalah kontroversial: sebagian orang berpendapat begini, dan beberapa yang lain berpendapat begitu; anda dan saya (penulis) masing-masing mempunyai pendapat yang berbeda. Jika sesuatu sudah menjadi masalah kontroversial, misalnya soal kemabukan, seks bebas, sumpah, pencurian, atau perbuatan jahat apapun yang menjadi tidak jelas apakah dosa atau bukan, maka hal-hal ini akan lebih lazim dipraktekkan dan hati nurani kurang merasa terganggu. Melalui sarana ini, orang baikpun dengan sendirinya tidak sanggup melawan dosa, dan bahkan lebih siap untuk berbuat dosa. Waspadalah jangan sampai setan melemparkan anda terlelap di dalam rasa aman palsu ini. Dengan anda akan terlena dalam kecerobohan, ketaatan akan tampak sebagai sesuatu yang menjemukan; bagaikan seekor kuda kelelahan, anda tidak lagi dapat merasakan hentakan kaki sang joki. Anda sudah separuh ditaklukkan, dan telah kehilangan rasa cinta akan ketaatan dan terancam bahaya akan menyerah pada akhirnya.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan Richard Baxter (1615-1691), A Christian Directory, I:78-79

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun: Yesaya 58:1–63:14

[/b]

[b]http://www.griikarawaci.org/devosi

Jul 2017
28
Kristus: Pembela kita
oleh: John Bunyan
Diterjemahkan oleh: Vinny

28 Juli

Kristus: Pembela kita

“Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur” Lukas 22:32

Kristus membela umat-Nya seperti seorang pengacara. Yang terlemah dibela-Nya dari incaran setan yang berupaya membinasakan mereka. “Tidakkah ini seperti merampas mereka dari api?”. Bahwa kita tidak dipunahkan secara total semata-mata karena kemurahan sang Bapa: Ia baik, panjang sabar dan penuh kemurahan. Ia tahu kita sakit, lemah dan mudah tergelincir, tersandung dan jatuh. Hati-Nya tertuju kepada kita dan Ia mengukur dengan teliti penderitaan kita agar kita tidak tenggelam. Ia tidak membalas setimpal dengan kejahatan kita karena kita tidak sanggup menanggungnya. Ia memperpanjang kesabaran-Nya sampai batas maksimal. Ia akan memperhitungkan apa yang cuma sedikit pada kita sebagai banyak. Ia mengampuni jiwa umat-Nya, dan menyalahkan kedagingan mereka.

Kristus, sang Pembela adalah Sahabat kita dan sesungguhnya Ia memang membela kita. Demi kebaikan kita, Kristus bersyafaat bagi umat-Nya yang lemah untuk melawan setan. Bukankah kita diselamatkan dari dosa oleh kasih karunia? Ia telah mengaruniakan kita Roh penuh anugerah untuk menolong kita, karena kita tidak mampu melakukan apa yang baik. Allah mengenakan kebenaran Kristus untuk menutupi ketelanjangan kita. Kita sendiri tidak berjasa. Allah mengizinkan kita menumpang di pangkuan Kristus menuju pemakaman, dan dari sana, dalam pangkuan para malaikat dibawa ke sorga.

Yesus, Anak Allah adalah Kepala, Imam, Pembela, Juruselamat, dan Nakhoda kita. Kelemahan kita yang sudah dilihat Allah sebelumnya, menyulut belas-kasihan-Nya bagi kita, dan Ia merancang banyak hal bagi kelepasan kita. Kita telah melihat bagaimana manusia menyediakan kebutuhan anak-anak mereka yang paling lemah dan tak berdaya. Demikian Pembela kita mengumpulkan anak domba milik-Nya dan membawa mereka di atas pangkuan-Nya. Kita melihat mata yang berkaca-kaca dari orang tua yang membongkar dompetnya untuk mendapatkan apa yang bisa dilakukan bagi anaknya yang sakit. Kristus bersyafaat bagi kita di dalam kelemahan kita melawan setan, dan Yang Mahakuasa merindukan kita dan membungkus kita dengan belas kasihan-Nya. Apabila Allah nanti menyingkapkan segala sesuatu, kita akan melihat betapa seringnya Ia membela kita, dan telah menebus kita melalui pembelaan-Nya.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan John Bunyan (1628-1688), Works I:167-169

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun: Yesaya 63:15–66:24; 2 Raja-Raja 20:20-21; 2 Tawarikh 32:32-33

[/b]

[b]http://www.griikarawaci.org/devosi

Jul 2017
29
Kristus, Pembela Bagi Orang Lemah dan Orang Kuat
oleh: John Bunyan
Diterjemahkan oleh: Vinny

29 Juli

Kristus, Pembela Bagi Orang Lemah dan Orang Kuat

“Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus” 1 Timotius 2:5

Yesus Kristus adalah Pembela semua anak-anak adopsi [Allah] yang sejati. Apakah anda dilahirkan dari Allah oleh Firman-Nya? Apakah anda memiliki Roh yang mengadopsi anda? Dapatkah anda di dalam iman memanggil Allah sebagai Bapa? Jika demikian, Kristus adalah Pembela anda di hadapan Allah dan Ia telah membela anda dengan mempersembahkan Diri-Nya sebagai korban persembahan. Ia membela orang yang lemah maupun yang kuat. Tidak ada kekuatan apapun di dunia yang mampu menyelamatkan bahkan satu manusia dari keganasan neraka, atau pengalaman apapun yang mampu membentengi kita dari serangan setan. Ada kecenderungan berbuat dosa pada orang terbaik sekalipun, dan semakin hebat manusia, semakin hebat juga kejatuhannya.

Oleh sebab itu pembela menjadi kebutuhan mutlak bagi semua orang. Siapapun dapat jatuh. Orang paling bersih dan kudus sekalipun, dapat segera berubah menjadi kotor, sama seperti orang terlemah. Sejauh yang dapat terlihat, rancangan setan dibuat untuk menyerang mereka yang terbaik. Penulis yakin bahwa dosa terbesar telah dilakukan oleh orang kudus terbesar. Yang paling kuatpun membutuhkan Pembela, sama seperti mereka yang paling muda dan rentan dari sekumpulan domba. Betapa liciknya setan yang menggoda Petrus untuk menjatuhkannya! Dan betapa cepatnya setan mematahkan leher Yudas! Tidak diragukan hal yang sama dapat terjadi pada Petrus seandainya Yesus tidak mengintervensi.

Selama dosa bercokol di dalam kedagingan kita dan setan masih bebas berkeliaran, bahaya terus mengintai. Meskipun orang percaya yang kuat adalah lawan yang berat bagi setan dan dapat mengalahkan setan dalam satu hal tertentu, berikutnya setan dapat mengalahkannya dalam dua hal. Demikian setan menggoda Daud dan Petrus, dan banyak lagi yang lain. Yang paling kuat menjadi lemah dan yang paling berhikmat menjadi bodoh tatkala setan menampi mereka bagaikan menampi gandum. Allah di dalam kemurahan-Nya telah cukup menyatakan kebenaran ini, dengan menyediakan sang Pembela bagi semua orang: “Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang Pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil” (1Yoh 2:1).

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan John Bunyan (1628-1688), Works I:169-171

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun: 2 Raja-Raja 21:1-9; 2 Tawarikh 33:1-9; 2 Raja-Raja 21:10-17; 2 Tawarikh 33:10-19; 2 Raja-Raja 21:18; 2 Tawarikh 33:20; 2 Raja-Raja 21:19-26; 2 Tawarikh 33:21-25; 2 Raja-Raja 22:1-2; 2 Tawarikh 34:1-7; Yeremia 1:1–2:22

[/b]

[b]http://www.griikarawaci.org/devosi

Jul 2017
30
Jadikan Kristus, sang Pembela, Milikmu
oleh: John Bunyan
Diterjemahkan oleh: Vinny

30 Juli

Jadikan Kristus, sang Pembela, Milikmu

“Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi” Amsal 28:13

Apakah Kristus Pembela anda? Sadarkah anda bahwa ada catatan di sorga terhadap anda dan betapa natur kesalahan anda mengharuskan anda diadili dengan ukuran aturan Allah? Apakah anda sudah mempertimbangkan berapa besar kedengkian musuh anda dan kerugian yang diperkirakan harus anda tanggung? Sudahkah anda menemui kegagalan dengan semua hal lain yang menawarkan pembelaan bagi perkara anda? Ada yang mengandalkan keluh kesah, airmata, doa, dan perbaikan diri sebagai pembelaan mereka; sudahkah anda juga mencobanya dan menemukan bahwa semua itu tidak memadai? Sudahkah anda melihat ketidak-berdayaan anda jika Tuhan Yesus tidak mengambil alih perkara anda sebagai sang Pembela?

Yesus tidak masuk dalam pertimbangan sekiranya manusia dapat membuat perubahan tanpa Dia. Adakah anda bersikap seperti ini kepada-Nya? ‘Saya akan binasa selamanya jika Tuhan tidak campur tangan; Tuhan Yesus, belalah saya!’ Apakah anda benar-benar prihatin dengan kehancuran besar yang pasti akan melanda anda selamanya, jika anda didakwa di hadapan Allah tanpa Dia, sang Pembela? Sudahkah anda menceritakan pokok masalah anda dan duduk persoalannya? Ia ingin mendengarnya dari mulut anda sendiri. ‘Oh, Tuhan, saya datang kepada-Mu untuk urusan yang sangat penting ini! Saya ditawan setan, nurani saya terus menuduh, dan saya akan didakwa di depan takhta pengadilan Allah. Keselamatan saya sedang dipertaruhkan. Saya akan diinterogasi tentang perhatian saya mengenai hal-hal sorgawi, dan saya takut kepada sang Hakim. Musuh saya licik, dan penuh kebusukan siap menuntut saya dengan hukuman mati dan berikutnya adalah neraka. Tuhan, hukum Taurat juga melawan saya.
Saya telah berdosa dengan sangat mengerikan, dan memang inilah yang telah saya perbuat. Saya rentan terhadap hukum Taurat. Saya telah menguntungkan musuh, dan ia pasti mempunyai banyak bukti yang memberatkan saya. Tuhan, saya tertekan, tolonglah bela saya!’

Ingatlah Pembela anda adalah seorang sahabat, bukan musuh! Anda perlu membuka hati dan mengungkap tuntas seluruh perkara anda kepada-Nya.

Diterjemahkan dari buku “Voices From The Past” dengan cuplikan tulisan John Bunyan (1628-1688), Works I:171-172

Pembacaan Alkitab Dalam Setahun: Yeremia 2:23–5:19

[/b]